Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Dewa kapak vs Panglima Liu Gon dan dua jendralnya


__ADS_3

Crak..!


Blarr..!


Wanita tersebut langsung tertegun saat melihat Bai An dengan santainya menghancurkan rantai yang selalu merantainya selama jutaan tahun.


Tentu wanita itu sedikit curiga, tapi ia tidak bisa bertanya yang menurutnya itu prihal pribadi yang seseorang tersebut sengaja sembunyikan.


“Nyonya,, kau pulihkan energimu terlebih dulu dan makan pil ini agar luka lukamu bisa sedikit pulih.”


Bai An melemparkan cincin penyimpanan tingkat rendah kepada adik Fanghu.


Adik Fanghu dengan sigap menangkapnya dan memeriksa isi cincin penyimpanan tersebut kemudian mengangguk.


“Terimakasih.”


Bai An langsung melambaikan tangannya dan berkata. “Kau adalah adik dari saudaraku jadi tidak perlu berterimakasih, sembuhkan dan pulihkan saja dirimu lebih dulu. Aku akan menjagamu.”


Adik Fanghu langsung mengangguk, ia langsung mengeluarkan semua isi cincin penyimpanan pemberian Bai An.


Terlihat jika cukup banyak pil penyumbuh tingkat 7 dan ada beberapa pil penyembuh tingkat 6 5 yang terbilang cukup langka. Ada juga kristal tingkat tinggi yang mana itu bisa digunakan untuk mengisi ulang energi mereka yang terkuras karena energi kristal tingkat tinggi mengandung Qi yang sangat banyak dan padat.


Tanpa menunggu lama wanita itu langsung duduk bersila kemudian melempar semua pil tersebut sekaligus kedalam mulutnya dan menyebar kristal tingkat tinggi di sekitarnya untuk menyerapnya.


Bai An melihat itu langsung keluar untuk melihat kondisi situasi saat ini.


***


Di tempat Fanghu berada.


Kini ia tersenyum mengejek. Menatap tajam ke arah Panglima Liu Gon dan dua Jendral Besar yang berada di samping kiri kanannya.


“Orang ini masih saja tetap kuat walau ia bertambah tua,” gumam Panglima Liu Gon kesal.


Panglima Gon kini yakin tidak akan bisa menang melawan Fanghu dengan kekuatan mereka saat ini. Jadi ia menatap Liu Xanren dan Liu Ce kemudian mereka mengangguk satu sama lain.


“Kita tidak punya pilihan, kita harus menggunakan pil pemberian Pemimpin kelompok Teratai Hitam. Walau resikonya cukup besar.”


Setelah mengatakan itu Panglima Liu Gon mengeluarkan pil bewarna hitam pekat, bersamaan dengan kedua jendral besar Liu Xanren dan Liu Ce.


Dengan cepat mereka ingin memasukkannya ke dalam mulut.


Fanghu yang melihat itu merasa falimiar dengan pil tersebut. Beberapa saat kemudian matanya langsung terbelalak.


Wuss..!


“Aku tidak akan membiarkan kalian meningkatkan kekuatan kalian.” Teriak Fanghu.


Panglima Liu Gon yang melihat itu langsung tersenyum licik.


Dengan cepat tangannya menarik kedua jendralnya dan melemparnya ke arah Fanghu untuk menghalangi Fanghu menuju ke arahnya.


Glek..!


Dengan cepat Panglima Liu Gon memakan pil Neraka tersebut.


Liu Xanren dan Liu Ce meraung marah saat dirinya di jadikan tumbal.


“Mati..!”


Fanghu mengayunkan pedangnya dengan kekuatan penuhnya.

__ADS_1


Energi pedang terus semakin yang mengalir dari tubuh Fanghu.


Tercipta sebuah pedang energi yang sangat besar dan melesat ke arah mereka bertiga.


Wuss..!


Bom..!


Bom..!


Kedua jendral besar Liu Xanren dan Liu Ce langsung terpental mumdur. Walau mereka telah berusaha melindungi diri mereka sebisa mungkin. Tetap saja mereka terluka parah.


Tangan kiri jendral Liu Ce kini telah hancur menjadi bubur. Sedangakan Liu Xanren tubuhnya memang tidaka apa apa, tapi ia lah yang terluka paling parah.


Pasalnya seluruh organ dalam Liu Xanren kini telah hancur. Tinggal menunggu waktu baginya untuk mati.


Panglima Liu Gon sudah menjauh dari sana sambil menyerap efek dari pil Kematian tersebut.


Fanghu yang melihat kedua jendral itu kini menghiraukannya, ia tetap melesat ke arah Panglima Liu Gon. Namun terlambat.


Bam..!


Aura Liu Gon menyebar ke segala arah. Tingkat kekuatannya kini setara dengan Fanghu.


Mata Liu Gon langsung terbuka dengan sebuah senyum jahat. Matanya langsung menatap tajam ke arah Fanghu yang melesat ke arahnya, ia mengalihkan pandangannya ke arah kedua jendralnya.


“Pengorbanan kalian tidak akan sia-sia.”


Setelah Liu Gon mengatakan hal tersebut. Liu Gon mengeluarkan kapaknya.


“Dewa Kapak,, dari tadi aku melihat kau tidak pernah menggunakan kapakmu. Aku tahu kau meremehkan kami tadi, tapi sekarang apakah kau akan masih menyimpan kapakmu.”


“Energi kematian yang sangat kuat, aku harus memilikinya,” gumam Liu Gon tersenyum penuh keserakahan.


“Jangan pernah bermimpi untuk memilikinya, dengan hanya kekuatan instan seperti itu kau masih belum lawan ku yang sebanding.”


Mata Fanghu kini mulai memerah, ia dalam mode serius.


Melihat hal tersebut. Liu Gon juga ikut mengambil sikap serius. Karena ia tahu jika mata Fanghu berubah merah. Maka ia harus meningkatkan kewaspadaannya ke tingkat tertinggi.


Ha ha ha...!


“Mari kita mulai pestanya.”


Tawa Fanghu sangat menyeramkan, suaranya berubah drastis. Terlihat itu bukanlah Fanghu melainkan seperti Dewa Neraka.


Wuss..!


Bom..!


Liu Gon langsung terpukul mundur sangat jauh, “Sialan walau kekuatanku setara dengannya tapi perbedaannya masih jauh,” gumam Liu Gon kesal.


Fanghu melesat lagi ke arah Liu Gon kemudian mengayunkan kapaknya yang di aliri energi kematian yang sangat menindas.


Bom..!


Lagi lagi Liu Gon terpental jauh.


Wuss..!


Melihat ada aura yang kuat dari arah selatan, ia melihat jika kedua jendralnya kini memaksa menggunakan pil Neraka dengan taruhan nyawa.

__ADS_1


Ha ha ha ha..!


Lagi lagi Fanghu tertawa bahagia melihat ada dua semut datang ke arahnya.


Liu Gon melihat Kedua jendralnya menatap dengan dingin ke arahnya hanya bisa tersenyum santai dengan wajah tanpa bersalah. Hal tersebut membuat kedua jendral itu semakin tersulut emosi.


Saat mereka ingin mengatakan sesuatu. Fanghu langsung datang.


“Mati..!”


Dengan cepat ketiga orang tersebut menghindar. Walau salah satu jendral terkena tebasan Fanghu.


Bom..!


Tubuh jendral besar Liu Xanren langsung terbelah dua.


Ha ha ha..!


Setelah tertawa seperti orang gila. Fanghu melesat lagi ke arah Liu Gon.


Lou Gon langsung berteriak panik, “Liu Ce. Cepat gunakan orang itu.”


Walaupun Liu Ce kesal, ia tetap melesat menjauh dan menuju ke arah kapal perang paling besar.


Saat Liu Ce melihat pasukannya kini terbantai habis. Ia semakin marah dan ingin membantai mereka semua yang ada di bawahnya. Tapi karena mengingat ada yang lebih penting, Liu Ce tetap melesat ke arah kapal perang paling besar yang bearada di tengah tengah.


Bom..!


Bom..!


Bom..!


“Kurang ajar, jika seperti ini aku bisa mati oleh orang gila ini. Aku harus menggunakan teknik terkuatku.”


“Kapak Setan..! Tebasan Arwah Kematian.” Teriak Liu Gon.


Muncul 3 arwah yang sangat besar di depan Liu Gon memegang sebuah kapak di sertai aura kematian.


Ha ha ha..!


“Ingin melawan ku menggunakan aura kematian. Sungguh naif,” ucap Fanghu.


“Teknik Dewa Kematian..! Penjaga Neraka muncul lah.”


Wuss,,


Bom..!


Kapal perang di bawah kaki Fanghu dan Liu Gon langsung hancur akibat aura Penjaga Neraka yang sangat besar berdiri. Yang aneh dari penjaga Neraka tersebut, orang tersebut sangat mirip dengan Fanghu.


Wuss..!


Penjaga Neraka melihat musuh yeng terlihat kecil di matanya langsung mengayunkan kapaknya. Tekanan dari ayunan kapak penjaga Neraka tidak bisa di lawan oleh arwah arwah tersebut. Mereka hanya diam di tempat.


Bom..!


Liu Gon yang dari awal merasa bahaya sudah menjauh lebih dulu. Liu Gon melarikan diri ke arah kapal besar yang berada di tengah tengah sisa kapal perang yang tenggelam.


Liu Gon juga agak marah karena Liu Ce lama sekali membawa orang yang mereka tahan.


“Kau mau kemana Panglima Gon.”

__ADS_1


__ADS_2