
“Nyonya,, kenapa kau menghalangilku?”, tanya Bai An cukup bingung. Karena Bai An juga tidak merasakan niat jahat dari wanita tersebut. Jadi ia tidak perlu waspada.
“Nak,, kau istirahat saja dulu. Biarkan aku yang mengurusnya.”
Kata kata dari wanita itu ada tersembunyi niat yang sangat mengerikan. Bai An dapat melihatnya dari tatapan matanya saat menatap Liu Ce yang kini bergetar ketakutan.
Liu Ce pernah ikut menyiksa adik dari Fanghu kini sadar, jika ia tidak cepat cepat bunuh diri. Maka ia akan merasakan siksaan yang tak bisa Liu Ce bayangkan.
Dengan cepat Liu Ce mengeluarkan belati dari cincin penyimpanannya, kemudian merangkak untuk mengambil belati yang jatuh dari tangan kanannya. Liu Ce menjatuhkannya karena saking panik bercampur merasakan teror dari wanita yang kini melangkah sedikit demi sedikit.
“Jangan mendekat,” teriak Liu Ce perlahan mundur saat melihat adik Fanghu sudah menginjak belati tersebut.
Bai An melihat kejadian di depan matanya langsung bergumam dalam benaknya. “Sifat wanita ini sama dengan Bibi dan Xia'er jika marah.”
Bai An langsung tersenyum kecut. Pandangan Bai An kini mengarah ke arah Pixiu sedang membawa Lang Zai.
Melihat Lang Zai terluka parah dengan cepat Bai An menghilang. Tak lama ia muncul di samping Pixiu.
“Apa yang terjadi?”
Pixiu langsung menceritakan pertarungan mereka dengan jendral tingkat rendah yang mana membuat Lang Zai terluka parah.
Bai An langsung mengangguk.
“Ikuti aku.”
Tanpa menunggu balasan. Bai An melesat ke dalam kapal perang besar tersebut. Pixiu tanpa banyak tanya langsung mengikuti Bai An.
Setelah berada di ruangan tempat Bai An membebaskan adik Fanghu. Ia langsung membuka dunia jiwanya.
“Bawa masuk,” ucap Bai An. Pixiu mengangguk, ia membawa Lang Zai masuk.
“Xia'er maaf kan aku merepotkan mu lagi, jika aku lebih kuat dan bisa membuat pil tingkat 3. Aku tidak akan merepotkan mu begini,” kata Bai An dengan rasa bersalah campur malu karena ia selalu bergantung kepada Mu Xia'er.
“Tidak apa apa Gege, walau kekuatan mu sampai puncak di dunia ini atau setara Dewa Penguasa. Kau tidak akan bisa membuat pil tingkat 3. Elemen api mu juga baru di tingkat dua awal. Untuk membuat pil tingkat 3 awal saja Elemen Api mu harus sampai tingkat 3 puncak.”
Mendengar pengertian dan penjelasan Mu Xia'er. Bai An mengangguk, sambil mengepalkan tangannya erat erat.
Setelah membawa Lang Zai masuk. Pixiu langsung keluar dengan wajah bersalah.
Bai An langsung menepuk pundak Pixiu. “Nasib seseorang tidak ada yang mengetahuinya, jadi jangan pernah salahkan dirimu.” kata Bai An mencoba menghilangkan rasa bersalah Pixiu.
__ADS_1
“Terima,” kata Pixiu terpotong akibat suara teriakan menggema cukup keras.
Akkhh..!!
Akhhh..!!
“Siapa wanita itu? tuan muda. Aku merasakan kekuatannya lebih tinggi dari saudara Fanghu.” Tanya Pixiu.
“Dia adalah adik Fanghu, jangan pernah membuat wanita marah atau kau akan menderita seperti pria tua itu,” kata Bai An memperingati Pixiu.
Pixiu mengangguk.
Mereka berdua kemudian keluar, saat sampai luar. Bai An dan Pixiu melihat kejadian mengerikan. Yang membuat Bai An langsung mengalihkan pandangannya merasa ngeri.
Kulit tubuh Liu Ce kini di kebiri oleh adik Fanghu menggunakan belati yang Liu Ce keluarkan.
***
Sementara di tempat Fanghu, ia langsung tersenyum saat melihat adiknya kini telah keluar dan sedang menyiksa Liu Ce. Tapi tubuh Fanghu tiba tiba berkeringat dingin saat melihat Liu Cu di siksa.
Fanghu kemudian menyeret tubuh Panglima Gon menuju ke tempat adiknya.
Wuss..!
Tak lama adik Fanghu langsung menangis.
“Kakak.”
Adik Fanghu langsung berlari memeluk Fanghu dan menangis tersendu sendu. Wanita yang dingin tadi kini sedang menangis seperti mengadu kepada kakaknya kalau ia telah di siksa.
Fanghu dapat merasakan jika adiknya sudah tersiksa cukup lama langsung mengepalkan tangannya erat hingga memerah.
“Tenanglah, mulai saat ini kakakmu dan Yu Fan akan menjaga mu termasuk dengan Tuan Muda Bai An juga akan menjagamu. Kita semua sekeluarga akan bersatu membalas mereka semua.”
Mata Fanghu sangat merah saat ia mengatakan hal tersebut. Tak lama matanya kembali normal menjadi hitam kehijauan.
Mata tak sengaja Fanghu menatap ke arah Bai An yang kini sedang menatap ke arah mereka. Fanghu langsung berkata.
“Terimakasih Tuan Muda.”
Tak ada yang dapat mendengar ucapan Fanghu karena ia mengucapkan kata terimakasih melalui telepati.
__ADS_1
Bai An hanya tersenyum. Ia melirik ke arah pertarungan hampir selesai dan kemenangan di tangan mereka.
Semua sudah di bantai habis oleh pengikut Fanghu dan kultivator bebas. Ada juga bala bantuan datang dari Pulau Donghan. Tepatnya Kota Han, mereka mengirim pasukan elit mereka saat mengetahui siapa yang bertarung.
Tentu saja mereka tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Karena mengurangi musuh yang selalu menganggu Kota Han membuat mereka bahagia karena dengan berkurangnya pasukan penguasa Liu Wang. Berarti untuk saat ini Kota Han hidup tentram untuk waktu yang tidak di ketahui.
“Ehem,, apakah kalian akan membiarkan kedua orang ini?” tanya Bai An melihat Liu Gon dan Liu Ce pingsan karena tidak tahan merasakan rasa sakit.
“Si'er. Kau langsung bunuh saja mereka agar kita bisa langsung pergi,” kata Fanghu melihat semakin banyak kapal datang untuk membantu mereka menangkap pasukan penguasa Liu Wang. Fanghu juga untuk saat ini ingin identitasnya di ketahui banyak orang. Walau ada beberapa kultivator tingkat tinggi kini mengetahui keberadaannya seperti Walikota Kota Han.
Si'er atau He Yusi langsung mengangguk.
Tangan He Yusi langsung mengeluarkan hawa dingin dan membekukan kedua orang yang terbaring lalu melambaikan tangannya.
Crakk..!
Duar..!!
Patung es Liu Gon dan Liu Ce langsung hancur. He Yusi langsung berjalan ke arah Bai An.
“Terimakasih telah menyelamatkan dan membebaskan ku. Aku tidak akan melupakan kebaikan ini,” kata He Yusi menundukkan kepalanya sedikit untuk memberi hormat.
Dengan cepat Bai An mengangkat kepalanya sambil melirik Fanghu untuk membantunya mengatakan sesuatu kepada He Yusi.
“Tidak apa-apa. Kita adalah keluarga, sesama keluarga harus saling membantu.”
Seaakan mengerti arti tatapan Bai An. Dengan cepat Fanghu menghampiri He Yusi dan membisikkan sesuatu. Mata He Yusi langsung membulat kemudian melirik Bai An dengan senyum hangat.
“Nak terimakasih telah membantu dan menyelamatkan suamiku Yu Fan. Aku berjanji jika kau membutuhkan sesuatu maka jangan sungkan untuk meminta bantuan.” Kata He Yusi tersenyum lembut.
Bai An melambaikan tangannya tanda menolak. “Itu tidak perlu. Lebih baik kita pergi dari sini karena semakin banyak orang yang datang,” ucap Bai An mengalihkan pembicaraan.
He Yusi yang mengerti Bai An mengealihkan pembicaraan hanya tersenyum lembut sambil menganggukkan kepalanya.
Wuss..!
“Pemimpin,” kata Po Hen datang memberikan hormat.
Fanghu mengangguk. “Bawa kapal ini? Kapal perang ini sudah menjadi milik kita dan suruh orang orang mu untuk merampas harta prajurit yang mati maupun yang hidup dan juga bawa semua kapal kapal yang masih bagus untuk di jual.”
Po Hen langsung mengangguk kemudian pergi.
__ADS_1
Sebenarnya Fanghu tidak ingin merampas harta tersebut. Tapi ini karena paksaan dari Bai An. Jadi ia terpaksa mengatakan hal tersebut kepada Po Hen.