Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Provokasi Duan Du


__ADS_3

“Benar aku sudah membuat jika kita semua tidak terpengaruh oleh ilusi itu,” jawab Bo Long dengan mendengus kecil.


Duan Du langsung tersenyum kecil, jebakan yang Duan Du buat adalah pola lingkaran. Tapi Bo Long, Fanghu, Sin Ting dan Son Teng belum menyadari hal tersebut, terlebih lagi di pintu masuk jebakannya ada ilusi yang bisa membuat musuh bingung nanti dan saat mereka semua masuk, barulah Duan Du akan menyuruh Bo Long dan yang lainnya meledakkan beberapa jebakan yang mereka pasang.


Duan Du rencananya akan memancing musuh terlebih dahulu bersama Bo Long.


Sementara Faksi Serigala kini mulai memasuki hutan perbatasan Kota Li dan Kota Chen.


Banyak sekali mata di kejauhan yang mengintai mereka, salah satunya adalah Faksi Langit.


Faksi Serigala kini memperlambat langkah mereka karena para anggota Faksi Serigala sudah mulai kehabisan energinya.


“Kalian istirahatlah terlebih dahulu beberapa menit sambil memulihkan energi kalian,” kata pemimpin tertinggi dengan suara yang cukup menggema.


Bo Long, Fanghu, Sin Ting, Son Teng dan Duan Du yang merasakan kedatangan mereka kini mulai menyeringai kejam.


Duan Du langsung melirik ke arah Bo Long dan yang lainnya sambil berkata.


“Paman bertiga tunggu di sini, jangan biarkan hewan atau penyusup merusak jebakan kita, aku dan paman Bo Long akan memancing mereka kesini.”


Fanghu, Sin Ting dan Son Teng langsung mendengus tidak terima, mereka berpikir Duan Du dan Bo Long akan bersenang-senang lebih dulu.


“Tidak, kita semua yang harus kesana,” kata Fanghu ngotot.


“Jika kita semua kesana, buat apa jebakan yang kita buat ini, terlebih lagi aku yakin kita tidak bisa melawan mereka semua, terlebih lagi masih banyak mata yang mengintai pertarungan kita, setelah kita menang dan kehabisan energi maka mereka pasti akan keluar, jadi kami memancing mereka kesini untuk mengurangi jumlah musuh sebanyak mungkin, kami sama sekali tidak bertarung. Apalagi aku yang terlemah di antara kita semua, bertarung melawan mereka pun tidak ada gunanya, aku pasti akan langsung mati karena yang terlemah adalah puncak setengah Abadi,” kata Duan Du kini terlihat serius.


Bo Long, Fanghu, Sin Ting dan Son Teng langsung terpana mendengar rencana Duan Du, terlebih lagi penjelasannya layaknya seperti orang dewasa.


“Hmm..!! Baiklah tapi kalian harus kembali dengan cepat karena aku tidak betah di sini,” kata Fanghu pura-pura berpikir.


Duan Du dan Bo Long langsung melesat tanpa menunggu lama.


Saat mereka berdua pergi, Fanghu langsung berkata. “Dari mana bocah nakal ini tahu jika ada banyak sekali mata yang mengintai kita?, aku sendiri bahkan tidak menyadarinya jika tidak di beritau oleh mata-mataku.”


“Kau benar juga Tuan Fang, aku pun tidak menyadarinya.” Kata Sin Ting mengangguk.


“Dia punya frekuensi yang tajam, karena aku melihat bocah nakal ini sangat unik, itu terbukti saat mereka di kepung, ia sama sekali tidak takut, melainkan tertawa, aku juga pernah berpikir bocah nakal ini bisa melihat masa depan, tapi itu tidak mungkin,” kata Son Teng serius. Lalu menambahkan. “Frekuensinya mungkin pada gelombang telinganya, saat aku memperhatikan, daun telinga bocah nakal itu selalu bergerak-gerak. Bahkan Tuan Lang Zai dan Pixiu yang memiliki pendengaran tajam aku yakin akan kalah dengan bocah nakal ini.”

__ADS_1


Fanghu dan Sin Ting langsung ternganga saat mendengar perkataan Son Teng yang sangat jelas dan teliti dalam segala hal.


****


Tap tap..!!


Bo Long menurunkan Duan Du sambil berkata, “kita tunggu saja mereka di sini sambil makan terlebih dahulu.”


Duan Du mengangguk lalu mengeluarkan ribuan cincin penyimpanan, tidak, lebih tepatnya jutaan cincin penyimpanan.


Bo Long langsung membuka mulutnya lebar-lebar saat melihat jutaan cincin penyimpanan itu, Bo Long kini tidak bisa tidak bertanya.


“Darimana kau mendapatkan jutaan cincin penyimpanan ini, terlebih lagi, aku melihat kebanyakan cincin penyimpanan tingkat 7 dan 6 yang biasa di miliki oleh ahli setengah abadi dan ahli Dewa Abadi?”


Mendengar pertanyaan Bo Long, Duan Du langsung memamerkan giginya dengan sombong.


“Tentu saja dari menjarah mayat-mayat musuh,” jawab Duan Du, ia kemudian mengeluarkan 1 tong besar berisi arak lalu melemparnya ke arah Bo Long.


Bo Long langsung tersenyum saat ia mencium bau arak tersebut.


“Arak ini mirip dengan arak yang telah di berikan oleh ayah angkat kepadaku,” kata Bo Long dengan semangat membuka tutupnya lalu meminumnya langsung tanpa menggunakan cangkir.


“Eh..!! Kau tidak minum bocah nakal?” Tanya Bo Long melihat Duan Du hanya makan ayam goreng dan minum air putih.


“Umurku masih belum cukup untuk minum-minuman keras, terlebih lagi kakak Bai pasti akan menghukumku jika aku minum saat usiaku belum cukup.” Jawab Duan Du santai.


Bo Long yang mendengar itu mengangguk, ia kini mulai asik dengan minumannya.


Beberapa menit telah berlalu, kini Bo Long dan Duan Du langsung tersenyum ke arah timur.


“Hehe,, mereka sudah mulai bergerak,” kata Bo Long terkekeh kecil.


Duan Du mengangguk kecil.


“Ayo kita sambut mereka,” ajak Duan Du kini mulai bangkit sambil menepuk-nepuk pantatnya.


Bo Long ikut bangkit sambil meminum arak yang kini masih ia pegang kendinya.

__ADS_1


Setelah itu mereka melesat lagi.


Wuss..!!


Tanpa menunggu lama, saat masih melayang di udara, Duan Du dan Bo Long langsung melancarkan serangan kejutan.


Terlihat dua bola energi melesat ke bawah, Bo Long sengaja menggunakan kekuatan yang setara dengan Duan Du agar tidak langsung membunuh musuhnya.


Sementara para anggota Faksi Serigala yang merasakan adanya serangan langsung mendengus dingin.


Dengan cepat salah satu ahli Dewa Abadi langsung mengayunkan pedangnya.


Wuss..!!


Muncul dua pedang energi melesat ke arah dua bola energi kecil tersebut hingga kedua energi bertabrakan.


Duar..!!


Para ketua Faksi Serigala dan pemimpin tertingginya kini hanya bisa mengerutkan keningnya.


“Heh,, apa kelompok pembantai selemah ini? Mereka hanya mengirim dua tikus kecil untuk bunuh diri kesini,” kata salah satu ketua Faksi Serigala.


Duan Du dan Bo Long yang mendengar itu langsung menyeringai.


“Heh,, aku saja sudah cukup untuk membantai kalian semua,” kata Duan Du terkekeh, lalu menambahkan. “Terlebih lagi aku kurang puas mendengar jerit kesakitan anggota kalian yang telah aku bunuh beberapa waktu lalu di perbatasan daratan Barat dan Tengah.”


“Jangan terpancing provokasi anak kecil ini,” kata salah satu ketua Faksi Serigala saat melihat rekannya yang menjadi ketua ingin mengamuk.


Duan Du kembali berkata. “Apa kalian tidak percaya, hmm aku punya bukti loh.”


Tanpa menunggu waktu, Duan Du langsung mengeluarkan ratusan cincin penyimpanan beserta seragam anggota Faksi Serigala bersama seragam ketuanya.


“Ka.. Kau bocah kecil, ternyata kau dalangnya yang membuat anggota kami mati, kau harus mati,” teriak ketua Faksi Serigala yang tadi memberitahu temannya untuk tidak terprovokasi, tapi malah ia yang terpancing.


Saat salah satu dari ketua Faksi Serigala ingin melesat, pemimpin tertinggi berkata.


“Jangan terpancing emosi.”

__ADS_1


Tapi ketua tersebut yang lebih dulu tersulut emosi berhenti sesaat, lalu melesat lagi.


Sementara Bo Long yang dari tadi diam langsung berteriak keras.


__ADS_2