
“Hehe biarkan aku ikut bermain,” ucap Bai Luan tiba-tiba muncul di samping orang yang berteriak lalu mengayunkan pedangnya ke arah leher musuhnya.
Slaass,,
Buk,,
Bai An, Lang Zai dan Pixiu yang melihat Bai Luan maju langsung tersenyum licik, Bai An perlahan mundur bersama Lang Zai dan Pixiu, mereka bertiga telah saling menghubungi melalui telepati untuk memancing Bai Luan agar ikut bertarung dan membiarkannya bertarung sendiri.
Salah satu anggota kelompok teratai hitam langsung menyerang Bai Luan dari belakang.
Bai Luan yang melihat itu langsung melompat kesamping agar tidak terkena serangannya, baru saja Bai Luan menghindar sebuah tendangan dan pukulan dari depan dan samping kanan datang menghujaninya.
Bai Luan mendengus dan menghindari tendangan dari samping kanannya dengan mundur dan menyilang tangannya untuk menahan pukulan dari depan.
Bam,,
Bai An mundur 1 meter, ia kemudian melihat sekeliling karena tidak melihat Bai An dan dua seniornya.
Bai Luan langsung cemberut setelah melihat mereka bertiga asik mengobrol dan menghiraukan dia yang sibuk bertarung.
Baru saja Bai Luan ingin berteriak, sebuah pedang langsung melesat dengan kecepatan tinggi seperti anak panah menuju ke arahnya.
Wuuss,,
Pipi Bai Luan langsung mengeluarkan darah, Bai Luan memegang pipinya lalu menjilat darah yang kini terus menetes.
Mata Bai Luan menatap tajam ke arah kelompok anggota teratai hitam yang baru saja datang, ia mengenakan lambang 2 kelopak bunga teratai yang mekar.
“Ketua,” ucap kelompok yang menyerang Bai Luan tadi kini datang menghampiri orang ketuanya dengan salam hormat.
Ia adalah salah satu ketua penjaga hutan ini dan kekuatannya cukup tinggi, yaitu Setengah Dewa, berbeda dengan anggotanya yang cukup lemah.
Namanya adalah, Leng Hong.
Leng Hong menatap Bai Luan dengan tatapan tajam, karena ia melihat anggotanya di bunuh, lalu ia melirik ke arah Bai An, Lang Zai dan Pixiu yang asik mengobrol, tiba-tiba Leng Hong tersenyum licik.
“Ho,, ho, teman mu sendiri mengabaikanmu, apa kau tidak marah di abaikan dan di biarkan bertarung sendiri, jika itu aku. Maka, aku akan meninggalkan mereka dan membalas dendam,” dengan suara serak Leng Hong mencoba menghasut Bai Luan, karena ia masih belum dapat melihat kekuatan sejati Bai Luan.
Dahi Bai Luan langsung berkerut mendengar Leng Hong dengan tidak tahu malunya berkata seperti itu, “Apa kau mempunyai cermin?” tanya Bai Luan.
“Tentu saja,” jawab Leng Hong polos tanpa tahu apa maksut Bai Luan bertanya, Leng Hong langsung mengeluarkan cermin.
“Coba kau berkaca lebih dahulu sebelum kau bicara tadi, wajahmu terlihat seperti hewan buruan ku yang tidak berpikir dahulu sebelum menyerang” kata Bai Luan polos.
Krak,,
Cermin tersebut langsung hancur, mata Leng Hong langsung merah, ia merasa telah di kerjai lalu di ejek.
Bai An, Lang Zai dan Pixiu yang mendengar itu kini tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Wuss,,
Aura langsung keluar, aura kegelapannya terlihat liar menyebar ke segala arah dan menekan semua anggotanya.
Bai Luan langsung mundur dan mengeluarkan auranya untuk menahan tekanan dari Leng Hong.
“Hanya tingkat True God awal kau berani sekali sombong bocah, akan ku buat kau melihat api neraka,” ucap Leng Hong yang kini melihat kekuatan Bai Luan.
Bai Luan meningkat cukup pesat di dalam dunia jiwa, terlebih lagi Lang Zai dan Pixiu.
Bai Luan menyeringai tipis, “Terus jika kekuatan ku hanya segini kau mampu membunuh ku? buktikanlah, jangan banyak bicara,” ucap Bai Luan memprovokasi.
Namun, beberapa detik kemudian dua orang tiba-tiba muncul di samping Leng Hong, mereka adalah salah satu ketua penjaga hutan yang merasakan aura Leng Hong, makanya mereka bergegas ke tempat Leng Hong.
“Kenapa kau mau meladeni anak kecil, ketua Hong?” tanya salah satu di antara mereka heran.
“Lansung bunuh saja,” ucap yang satu lagi yang bernama Ba Duan lalu melesat ke tempat Bai Luan.
Wuss,,
Tangan Ba Duan hampir mengenai kepala Bai Luan, namun tiba-tiba tangannya di hadang oleh Lang Zai yang muncul tiba-tiba.
“Menyerang seorang junior itu tidak baik lo,” kata Lang Zai menyeringai kecil, lalu mengayunkan tangannya dengan ringan, Ba Duan langsung menyilang kedua tangannya.
Bam,,
Ba Duan langsung terpental jauh ke belakang dan mendarat dengan mulus.
Leng Hong dan temannya langsung mengerut saat melihat tingkat kekuatan Lang Zai.
“Apa sebenarnya mau kalian?” tanya Leng Hong , karena mengira tidak mungkin mereka sengaja lewat sini. Padahal Bai An dan yang lain memang kebetulan melalui jalan ini menuju Benua Hongcu tanpa tahu disini ada markas musuh mereka.
“Kemusnahan,” ucap Bai An yang dari tadi diam bersama Pixiu.
Saat Bai An bergerak salah satu ketua di samping Leng Hong langsung melesat kembali ke markas untuk memberitahu ada musuh yang menyerang tapi Pixiu langsung mengejarnya.
“Bunuh semuanya lalu kita ke markas mereka,” ucap Bai An melalui telepati kepada yang lain.
Bai An langsung mengeluarkan pedangnya dan melesat ke arah Leng Hong dengan gaya zig zag.
Lang Zai langsung mengayunkan cakarnya ke arah Ba Duan dan Bai Luan langsung mengeluarkan pedangnya dan menyerang semua kelompok Anggota Teratai Hitam.
Bai An langsung mengayunkan pedangnya.
“Mati,” gumam Bai An.
Tapi, pedangnya tiba-tiba di tangkis oleh sebuah angin berbentuk pedang.
“Eh,, elemen angin,” kata Bai An cukup terkejut, karena baru kali ini ia melihat orang yang menggunakan elemennya saat bertarung dengan Bai An.
__ADS_1
“Oh, kau tahu aku mempunyai elemen angin,” kata Leng Hong membuat ribuan pedang menggunakan elemen anginnya.
“Sialan,” gumam Bai An langsung menutup seluruh tubuhnya dengan energinya.
Bom,,
Asap langsung mengumpul di tempat Bai An berada, Leng Hong kini tersenyum penuh kemenangan.
“Jangan tersenyum sebelum tahu apakah musuh mu masih hidup atau tidak,” ucap Bai An mengayunkan pedangnya secara tiba-tiba.
Leng Hong langsung mendengus dan mengeluarkan elemen anginnya dan membentuk sebuah perisai.
Krak,,
Bom,,
Bai An tidak berhenti di situ saja setelah ia melihat perisai angin Leng Hong hancur.
“Mati,” gumam Bai An dengan cepat mengayunkan pedangnya.
Slass,,
Leng Hong mampu menghindar, tapi lehernya tetap terkena pedang Bai An,
Leng Hong menyentuh lehernya dan darah terus menetes membuatnya marah.
Aura Leng Hong kini keluar sepenuhnya, Bai An yang melihat itu tersenyum, ia sebenarnya hanya bermain-main dengan Leng Hong.
“Baiklah, waktunya serius,” kata Bai An kini terlihat auranya langsung naik.
Wuss,,
Bai An melewati Leng Hong begitu saja dengan pedangnya yang mengalir darah.
Buk,,
Tak lama kepala Leng Hong terjatuh.
Bai An kemudian melihat Lang Zai yang baru saja mencakar tubuh musuhnya hingga hancur dan Bai Luan membantai mereka satu persatu hingga habis.
Bai An kemudian melihat Pixiu yang kini membawa orang yang kabur tadi.
Wuss,,
Buk,,
Mata ketua penjaga hutan tersebut kini menatap Bai An dan yang lainnya dengan tatapan tajam.
Bai An langsung mengayunkan pukulannya ke arah tubuh ketua tersebut.
__ADS_1
Bam,,