Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Rencana Pembalasan Akan Di mulai


__ADS_3

Teriakan Bai Lin Xue yang menggema membuat semua orang mengalihkan pandangan ke arah Bai Lin Xue.


Bai An termasuk salah satunya, ia kini melirik ke arah ibunya bersama Xi Xing yang terlihat malu-malu saat di ajak bicara.


“Ini sungguh merepotkan,” gumam Bai An.


Setelah semua orang berkumpul, kini mereka semua memulai acara pesta berkumpulnya seluruh keluarga Bai An, salah satunya ada juga anggota klan Ling yang masih setia, tentu saja Bai An mengenal mereka juga.


Saat ini mereka semua menunggu seseorang mulai bicara untuk pembuka acara makan-makannya.


Bai An yang melihat semua orang diam langsung melirik ke arah ayahnya, ayahnya malah melirik ke kakeknya.


Bai Luan yang di lirik langsung mengangguk santai.


“Baiklah, tidak perlu basa basi, karena aku adalah yang tertua maka aku akan langsung saja, kita makan dan minum sampai puas,” teriak Bai Luan dengan semangat.


Seketika semua orang mengambil makanan yang telah tersedia, bahkan beberapa pelayan bolak balik membawa makanan karena yang ada di meja sudah habis dalam sekejap.


Pagi harinya.


Aula tempat mereka pesta kini telah sepi, semua orang telah kembali ke kamar yang telah di sediakan oleh Yu Fan.


Sementara di tempat yang cukup indah, saat ini Bai An dan Ling Mei saling tatap.


“Kau harus menikahi Xing'er apapun yang terjadi, aku tidak mau tahu apapun alasanmu An'er,” kata Ling Mei dengan nada serius.


Bai An yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas berat, padahal Bai An sudah menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi, ia juga memberitahu Duan Du saat ini salah bicara.


Tapi apa? Ibunya kini tak mau tahu, ibunya juga terlihat sudah menyukai Xi Xing, terlebih ibunya juga tahu jika Bai An dulu pernah mengintip Xi Xing mandi.


Dari mana Ling Mei tahu?


Tentu saja dari Bai Lin Xue, Xi Xing tidak berani bicara seperti itu di depan Ling Mei, berbeda dengan Lin Xue, ia cukup blak-blakan bicara apapun di depan orang ramai.


Bai An kini terlihat merenung, ia kemudian mengangkat kepalanya.


“Baiklah, tapi ibu harus tahu ini dulu, aku tak ingin menyakiti hati seorang wanita karena mereka mengira aku egois yang tak pernah puas dengan satu wanita,” kata Bai An.


Tanpa membiarkan ibunya memberi jawaban, Bai An langsung menghapus segel yang menyegel tentang ingatan Mu Xia'er.

__ADS_1


Ling Mei yang tiba-tiba mendapatkan ingatan tersebut langsung meneteskan air mata.


Ling Mei sudah menduga akan hal tersebut, karena saat ia bebas, ia merasa ada yang kurang, ternyata apa yang menjadi kekhawatirannya selama ini benar, yang kurang adalah Mu Xia'er.


“Dimana Xia'er ku?” Tanya Ling Mei kini mulai menangis.


“Xia'er saat ini berada di tempat yang sulit kita jangkau, ia sudah di jemput oleh ibunya,” jawab Bai An lalu kembali menambahkan.


“Bagaimana ibu bisa menjelaskan masalah ini nantinya kepada Xia'er dan Xing'er, aku takut mereka berdua akan kecewa,” kata Bai An. “Terlebih lagi, ada juga wanita yang aku anggap telah menjadi istriku,” gumam Bai An dalam hati saat mengingat wanitanya yang di rebut paksa oleh penguasa yang tak lain adalah ayah sang wanita.


Kini Ling Mei merenung, tak lama ia tersenyum lebar.


“Untuk masalah itu kau tenang saja, karena ini adalah urusan wanita, yang penting kau bersedia, oh tidak,, tidak, kau harus bersedia,” kekeh Ling Mei lalu bangun dan berjalan meninggal Bai An yang kini memasang wajah berkedut-kedut.


“Apa yang di pikirkan ibu? Ini bukan ibu yang selalu dingin, tapi ini adalah sosok yang sedikit bar-bar dan menyeramkan,” gumam Bai An sedikit bergidik jika menyangkut ibunya.


Tak lama Bai An melirik ke arah utara. “Apakah kau puas tertawa,” dengus Bai An.


Wuss..!!


Duan Du muncul sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tapi jika di lihat secara teliti, ia terlihat bahagia atas penderitaan kakaknya ini.


“Kak, yang lain telah menunggu,” ucap Duan Du tanpa basa basi.


Tap tap..!!


Terlihat sebuah bangunan tua namun masih kokoh, bangunan ini terletak di bagian barat tengah dari Istana Kekaisaran Ling, pusat Alam Dewa Emas.


Tanpa basa basi, Bai An dan Duan Du masuk, saat mereka masuk, mereka telah di sambut oleh dua anggota inti kelompok pembantai dan dua kelompok pengemis kumuh.


“Mari Tauan Besar, Tuan muda, saya antar,” kata salah satu dari mereka langsung bergegas menunjukkan jalan.


Bai An dan Duan Du hanya mengangguk, walau mereka tahu jalan, tapi mereka berdua tetap mengikuti ucapan pria tua tersebut, mereka berdua menghargai usaha pria tua tersebut.


Tap tap..!!


Pria tua tersebut langsung membuka pintu, di ikuti oleh Bai An dan Duan Du.


Saat berada di dalam, pria tua tersebut langsung melayang lalu menarik sebuah benang tipis.

__ADS_1


Seketika sebuah gerumuh terdengar, itu adalah suara pintu yang terbuat dari baja yang sangat berat.


Dret dret..!!


Setelah pintu baja terbuka, pria tua langsung berjalan sambil mengiring Bai An dan Duan Du.


Tap tap..!!


Mereka terus berjalan hingga pria tua berhenti di tengah lorong.


Pria tua langsung menekan tombol di tembok sebelah kiri, setelah itu sebuah pintu kembali terbuka.


Pria tua tetap berdiri, ia mempersilahkan Bai An dan Duan Du masuk, karena tugasnya sudah sampai sini.


Bai An mengangguk ia berjalan masuk sambil melempar sebuah botol pil.


“Seraplah pil tersebut, maka kau akan menembus belenggu yang selalu menghambat kultivasimu,” kaa Bai An.


Mata pria tua tersebut langsung cerah, ia langsung membungkuk dengan tulus sambil mengucapkan rasa terimakasih yang besar.


Bai An hanya melambaikan tangannya santai.


Tap tap..!!


Bai An menatap semua saudara dan bawahannya kini mulai berdiri menyambut Bai An.


“Tuan muda, kenapa kau lama sekali,” dengus Tu Long.


Di belakang Tu Long kini ada dua Dan bersaudara, tapi Bai An tidak melihat pria muda berumur 20 tahunan tersebut.


Bai An hanya mengangguk mengerti mengapa dia tidak ada, itu karena Tu Long kini telah cukup jeli sekarang.


Bai An kemudian mengalihkan pandangan ke arah Tu Khul, Long Yuan dan Yu Fan.


“Bagaimana? Apa rencanya telah di beritahu kepada yang lain?” Tanya Bai An melirik mereka bertiga.


Tu Khul, Long Yuan dan Yu Fan seketika mengangguk santai.


“Pelelangan akan di mulai 3 hari lagi, aku telah menyuruh saudara Fanghu sendiri yang mencari informasi siapa saja yang akan hadir, dan ternyata semua kekuatan akan hadir kesini termasuk kekuatan klan kuno tersembunyi,” jawab Yu Fan.

__ADS_1


Sementara Long Yuan langsung maju sambil berkata. “Aku telah menyuruh saudara Pixiu dan Lang Zai untuk memesan beberapa kamar VIP, VVIP yang akan kita tempati di tempat yang berbeda-beda, saudara Lang Zai juga telah menyerahkan beberapa yang akan di lelang dari pemberian Tuan muda,” kata Long Yuan.


Bai An mengangguk, ia kemudian melirik ke arah Tu Khul.


__ADS_2