
Tanpa menunggu jawaban dari Kaisar Xiao Chu, Bai An langsung melesat ke arah tempat Bai An menyembunyikan Xiao Lee Tan.
Xiao Chu tanpa banyak tanya langsung mengikuti Bai Luan dari belakang dan bergumam, "Kekuatan pemuda ini ada pada tingkat puncak Alam Fana, dan pemuda ini adalah murid dari Tuan Muda yang tadi, betapa mengerikan kekuatan dari orang yang di sebut Tuan Muda?"
Xiao Chu bergidik saat bergumam memikirkan hal itu dalam hatinya.
**
Di tempat Bai An, ia melihat sekeliling sedang mencari sesuatu. Namun tidak menemukan apa yang ia cari.
"Dimana Kak Tian?"
Mendengar pertanyaan dari Bai An, Lang Zai langsung tersenyum kecut, lalu melihat ke arah belakang. Hal itu membuat Bai An mengeryitkan alis heran.
Ia langsung mengedarkan spiritualnya dan menemukan Cen Tian sedang memungut-mungut cincin penyimpanan di tempat tumpukan daging manusia yang telah hancur.
Bai An bertambah heran dan bingung melihat apa yang di lakukan oleh kakaknya itu.
Lang Zai yang menyadari Bai An masih belum mengerti akhirnya menjelaskan. "Junior Tian sedang mengumpulkan hasil jarahan dan itu telah biasa dilakukan olehnya di daratan tengah. Hingga kini kpribadiannya berganti seperti orang gila harta dan di juluki Sang Penjarah!"
Bai An semakin bingung mendengar penjelasan dari Lang Zai, namun ia tidak ingin bertanya lebih dulu, karena Bai An melihat tiga orang sedang melesat ke arahnya.
Wuusshh..
Wuusshh..
Wuusshh..
Bai Luan lebih dulu mendarat, lalu disusul oleh Xiao Chu dan Xiao Lee Tan.
Xiao Chu dan Xiao Lee Tan langsung berjalan munuju Bai An berdiri.
"Tuan Muda, terimakasih telah menyelamatkan putra saya!"
__ADS_1
"Tuan Muda, terimakasih telaj menyelamatkan dan menjaga saya!"
Secara serempak Xiao Chu dan Xiao Lee Tan meminta maaf dan akan bersujud di depan Bai An. Namun sebuah aura menahan keduanya agar kaki mereka tidak jatuh ke tanah.
"Aku paling membenci orang yang suka bersujud, apalagi terhadap orang yang lebih muda. Jika sekedar menghormati itu wajar, tapi bersujud sama saja merendahkan dirimu sendiri." Bai An menatap dengan tajam ke arah Xiao Chu dan Xiao Lee Tan.
Mendengar ucapan dari Bai An. Xiao Chu dan Xiao Lee Tan menunduk malu bercampur ketakutan saat menyadari diri mereka sedang ditatap Bai An. Tatapan tersebut seperti seekor hewan buas yang siap memakan mereka hidup-hidup.
Melihat adanya ketegangan. Bai Luan ingin bertanya kemana Senior Cen Tian, agar suasana bisa cair, namun tidak jadi. Karena orang yang akan dicari sudah datang.
"An'er!"
Cen Tian berteriak ke arah Bai An, sambil berlari tanpa menggunakan energi.
Mendengar suara kakaknya. Bai An menengok ke arah samping dan melihat Cen Tian kini menerjang ke arahnya. Bai An membiarkan hal itu.
Kini Cen Tian sedang memeluk Bai An.
Setelah cukup lama memeluk adik kesayangannya, ia melihat kalau Xiao Chu bersama seorang pemuda yang terlihat mirip dengan Xiao Yi.
Itu membuat Bai An, tertegun beberapa saat. Lalu menatap Lang Zai dengan tatapan tajam.
Lang Zai langsung bertingkah seolah tidak mengetahui apa-apa dan mengalihkan pandangannya, sambil mengutuk Cen Tian dalam hati.
Xiao Lee Tan yang mendengar adik kandungnya dipanggil seperti itu ternganga, lalu melihat ke arah Ayahnya, untuk meminta jawaban.
Namun Xiao Chu diam, ia terlihat canggung karena menyadari Bai An sedang melihat ke arah Lang Zai untuk meminta penjelasan. Namun Lang Zai mengalihkan pandangan ke arahnya.
Melihat ada ketegangan disini. Cen Tian agak heran lalu melihat ke arah Bai An dan berkata. "An'er ada apa ini? kenapa situasinya menjadi tegang dan canggung?"
Bai An yang ditanya pun mengalihkan pandangan ke arah Cen Tian. "Aku tidak tahu kak, situasi memang seperti ini. Bukankah begitu Kaisar Xiao?" Bai An malah mengalihkan pertanyaan Cen Tian kepada Xiao Chu yang kini sedang tegang.
"Benar Tuan Muda Tian, ini hanya perasaan mu saja!" dengan cepat Xiao Chu menjawab dan menambahkan. "Benar, ini adalah kakak kandung dari Yi'er. Xiao Lee Tan, hanya mereka berdua yang satu ibu. Sedangkan yang lain berbeda ibu."
__ADS_1
Cen Tian langsung tersenyum cerah, dan menyapa Xiao Lee Tan. "Halo kakak ipar, kenalkan nama ku Cen Tian!"
Semua orang kecuali Xiao Chu tercengang, termasuk Bai An kini tercengang, namun sesaat.
Bai An langsung bicara. "Kakak, nanti saja perkenalannya dan aku ingin bertanya, buat apa buntalan kain dan cincin yang didalam kain tersebut?"
Bai An juga melihat kalau semua jari Cen Tian penuh dengan Cincin penyimpanan. Ia cukup penasaran.
"Emmm... An'er, ini.. ini. Aku sengaja mengumpulkan sumberdaya dan harta berharga lainnya seperti koin Emas. Untuk berkultivasi dan membeli sesuatu yang kita semua butuhkan nanti saat kita naik ke benua ( Dunia ) yang lebih tinggi."
Cen Tian, agak canggung saat ia menjelaskan mengapa ia mengumpulkan semua ini, ternyata selama ini Cen Tian mengumpulkannya untuk kebutuhan mereka bersama.
Bai An langsung menepuk keningnya. Mendengar jawaban Cen Tian, ia lupa memberitahu jika, benua yang lebih tinggi itu tidak menggunakan koin Emas, melainkan Kristal Energi.
Sedangkan Lang Zai kini baru mengerti mengapa Cen Tian bersikeras mengumpulkan harta jarahan.
"Kakak, koin Emas disana tidak dibutuhkan, disana kita membutuhkan kristal seperti ini." Bai An langsung mengayunkan tangannya, lalu mengeluarkan kristal berwarna putih kebiruan. Bai An lalu melempar kristal tersebut ke arah Cen Tian.
Reflek, Cen Tian langsung menangkapnya dan berpikir beberapa saat, "An'er aku juga punya cukup banyak yang seperti ini namun agak berbeda, dan pernah melihat kristal ini juga secara singkat dulu saat menuju daratan tengah bersama para senior." Cen Tian lalu menunjukkan kristal yang ia punya namun sedikit berbeda dan lebih besar.
Sontak Lang Zai berseru, "Kristal Energi tingkat tinggi!"
Mendengar seruan Lang Zai, Cen Tian bingung. Sedangkan Bai An langsung bertanya, "Dari mana kakak mendapatkan kristal itu?" Bai An menunjuk kristal yang ada di tangan Cen Tian.
"Oh ini aku dapat dari dua orang berjubah hitan yang dibunuh oleh Senior Lang dan melihat jika kristal ini mempunyai kepadatan Energi, jadi aku membawanya juga... Rencananya ini akan ku gunakan untuk meningkatkan kekuatan!"
Mendengar jawaban Cen Tian, Bai An dan Lang Zai langsung mengangguk paham.
Sedangkan untuk Xiao Chu yang mendengar pembicaraan mereka hanya diam, walau dalam hatinya ia sangat ingin bertanya.
Bai An melihat semua orang, dan pandangannya berhenti ke Xiao Chu. "Yang Mulia Kaisar Xiao, sebenarnya ada cukup banyak yang ingin ku tanyakan kepada mu. Namun karena situasi disini kurang baik. Bagaimana jika kita ketempatmu atau markas ku untuk bicara?"
Mendengar kata-kata Bai An, Xiao Chu berpikir sesaat, lalu melihat Bai An dan menganggukkan kepalanya dan berkata.
__ADS_1
"Baiklah, tapi kita ke gubuk tempat ku bersembunyi. Aku khawatir istri dan putri ku disana tidak ada yang menjaganya."
Bai An mengangguk, dan melihat yang lainnya mengangguk. Mereka semua berangkat sambil menyuruh Yun Cho mengepakuasi penduduk ke kota sebelah.