
Seketika Raja Xin dan keluarganya langsung bergumam. “Baik dan sopan darimananya, kau itu sungguh pembuat onar.” Gumam tanpa suara.
Sementara Lang Zai mengerutkan keningnya sambil menghela nafas berat.
“Jika kau disini, aku yakin ada orang yang bersamamu juga, setidaknya itu Tuan muda.” Kata Lang Zai menatap Duan Du dengan tatapan tajam.
“Hehe,, jangan terlalu serius seperti itu Paman Lang, aku memang bersama seseorang, saat ini ia sedang melihat kita.”
Lang Zai langsung mengarahkan pandangannya ke segala arah.
Sesaat ia melihat siluet bayangan Tu Long turun ke bawah.
“Heng,, ternyata dua pembuat onar bersatu, pantas saja tidak ada yang berani menghentikanmu, malah aku menduga alam dewa ini sebentar lagi akan kacau,” dengus Lang Zai.
Lang Zai juga menyadari jika Duan Du dan Tu Long ini tidak sesederhana yang terlihat, bahkan Duan Du mampu mengalahkan semuanya tanpa energi yang membuktikan ia sangat kuat.
Saat Lang Zai ingin bertanya sesuatu, Raja Xin berkata lebih dulu.
“Penasehat, akan tidak enak rasanya membiarkan tamu berdiri lebih lama,” ucap Raja Xin sambil tersenyum.
Lang Zai mengangguk.
“Bocah nakal, saudara Tu, ayo kita bicara di dalam,” kata Lang Zai langsung menghampiri Raja Xin.
Duan Du mengangguk sambil melambaikan tangannya.
Wuss..!!
Seketika para jendral dan petinggi kerajaan langsung bangun dengan kondisi sehat kecuali dua jendral yang telah mati.
Lang Zai maupun Raja Xin dapat merasakan energi Duan Du langsung tertegun. “Sangat kuat,” gumam keduanya bersamaan.
Setelah sadar, kini para jendral linglung sesaat, hingga pandangan mereka mengarah ke Duan Du dan Tu Long.
Tubuh mereka tanpa sadar bergidik ngeri, apalagi di tangan kiri Duan Du masih mencekik Hong Ti.
Semua orang mengenal siapa Hong Ti maupun kekuatannya, namun Hong Ti saat ini tidak lebih di anggap semut oleh Duan Du.
Saat Lang Zai berjalan bersama Raja Xin menuju aula, Tu Long yang dari tadi diam akhirnya angkat suara.
“Saudara Lang, ada sesuatu yang ingin kami bicarakan, ini bersipat pribadi,” kata Tu Long dengan nada serius.
Hal itu membuat langkah kaki Lang Zai berhenti, Raja Xin pun ikut berhenti.
Duan Du yang ikut melangkah masuk juga berhenti dan teringat sesuatu.
__ADS_1
Tubuh Duan Du langsung berkeringat dingin sambil berkata. “Ayo kembali, kita sudah terlalu lama.”
Duan Du langsung menarik Lang Zai lalu menghilang, Tu Long juga ikut menghilang. Namun sebelum menghilang ia berpesan kepada Raja Xin dan para jendralnya.
“Tunggu kami kembali, kalian tidak perlu khawatir dengan para pengikut Kaisar Dewa Jahat, karena semua pengikutnya di kerajaan Xin ini sudah kami tahan dan akan kami basmi.”
Wuss..!!
Tap tap..!!
Duan Du, Tu Long, Lang Zai dan Hong Ti langsung muncul di tempat ia pertama kali menghilang.
Tidak jauh dari mereka, Bai An dan Jing Ling berdiri dengan santai.
“Tu.. Tuan muda,” sapa Lang Zai dengan nada bergetar.
“Hallo saudara Lang Zai, bagaimana kabarmu?” Sapa Bai An sambil bertanya.
“Hehe,, aku sehat Tuan muda, apakah sudah saatnya bagi kita untuk menunjukkan diri?” Tanya Lang Zai kini terlihat berbeda.
“Hmm..!! Suruh semua pengikut kita untuk keluar, saatnya kita membasmi semua pengikut Kaisar Dewa Jahat,” kata Bai An mengangguk santai.
“Tapi untukmu, saat ini tidak perlu turun tangan karena aku ingin kau meningkatkan kekuatanmu lebih dulu,” kata Bai An melempar sebuah cincin.
Dengan sigap Lang Zai menangkapnya lalu melirik ke arah Jing Ling yang mengangguk santai.
Seketika semua bawahan Bai An yang ada di seluruh Alam Dewa Perunggu melihat tangan mereka bercahaya.
“Hmm..!! Sudah saatnya, baiklah aku akan pergi bersenang-senang,” kekeh sebuah suara dengan wajah menyeringai kecil.
Jika Tu Long dan Duan Du melihat orang ini, maka mereka pasti tahu siapa dia, dia adalah Bo Long, anak angkat Long Yuan yang suka bertarung.
Cukup jauh dari Bo Long, terlihat 2 pria duduk bersila. Saat merasakan cahaya muncul di tangannya, keduanya langsung membuka mata.
“Hmm..!! Apakah Tuan muda sudah datang?” Gumam salah satu dari mereka.
“Aku yakin Tuan muda sudah datang, terbukti dari token saudara Lang Zai yang telah ia hancurkan, karena tidak mungkin Saudara Lang Zai berani menghancurkan token tersebut tanpa izin Tuan muda,” jawab pria yang satunya.
Mereka tak lain Yu Fang dan Fanghu, mereka berdua lalu berdiri dan melesat ke arah kota, saat mereka melewati hutan, setiap jarak 1 km, selalu ada muncul orang berjubah hitam mengikuti dari belakang.
Mereka tak lain kelompok pembantai yang tak ingin memperlihatkan diri di dunia luar.
Wuss..!!
Tap tap...!!
__ADS_1
Saat ini berdiri pria yang mirip dengan Bai An, ia tak lain Bai En.
“Hmm..!! Aku merasakan pergerakan yang sangat banyak di alam dewa ini, apa ini semua pengikut adik ku atau musuh ya?” Gumam Bai En dalam hati. “Daripada bingung, lebih baik aku mencaritahu sendiri,” kata Bai En langsung menghilang.
Jika Bai An melihat Bai En, maka ia akan sedikit tidak percaya, karena perubahan pada tubuh Bai En ini meningkat drastis, ia juga memiliki kekuatan terbilang sangat kuat untuk di alam dewa.
Pergerakan para pengikut Bai An ini terlihat jelas dan dapat di rasakan oleh para ahli, bahkan Raja Xin sedikit tercengang, ia tak menduga jika cukup banyak juga para jendralnya ini adalah pengikut Bai An yang menyamar di kerajaannya.
Hal itu membuat Raja Xin cukup senang, ia juga langsung mengumumkan akan melawan Kaisar Dewa Jahat secara terang-terangan.
Tak hanya kerajaan Xin saja, ada juga beberapa kerajaan ikut mengumumkan hal seperti itu, karena banyak para pengikut Bai An yang cukup di segani di setiap kerajaan dan setiap Raja percaya kepadanya.
Untuk kerajaan lain, mereka semua bingung apakah akan ikut melawan atau tidak.
Mereka yang takut di bunuh oleh Kaisar Dewa Jahat memilih diam, dan mereka yang memilih ikut memberontak memilih bersekutu.
Satu minggu telah berlalu, sebuah berita menyebar ke seluruh Alam Dewa Perunggu, bahkan sampai terdengar ke seluruh Alam Dewa tentang pembantaian para pengikut Kaisar Dewa Jahat.
Bai An saat ini sedang berdiri menyeringai, di belakang Bai An ada Hong Ti yang telah menjadi budaknya.
Sementara Duan Du terlihat bersama Tu Long sedang bermain-main, terlihat Duan Du menendang Kaisar Dewa Jahat ke arah Tu Long layaknya bola.
Bam..!!
Tu Long dengan sigap melompat lalu salto sambil mengayunkan kakinya.
Bam..!!
Duar..!!
Gooll..!!
Terdengar teriakan Duan Du dan Tu Long.
Kaisar Dewa Jahat kini seperti anak ayam kesakitan.
Ia terlihat menyedihkan, terlebih ia seperti tidak ingin hidup saat melirik ke arah Bai An dengan tubuh bergetar terus menerus.
“Hei, hei, bangun kau, jangan bermalas-malasan cepat,” teriak Tu Long sedikit menyeramkan.
Dengan cepat Kaisar Dewa Jahat bangun dengan patuh ia berlari ke arah Tu Long.
Kaisar Dewa Jahat terlihat tidak berani memandang ke arah Bai An, ia sepertinya telah mendapatkan beberapa hadiah mengerikan dari Bai An.
Saat Tu Long ingin menendang Kaisar Dewa Jahat, terdengar sebuah suara.
__ADS_1
“Cukup.”