
“Ambil saja, dan kau ikuti aku sebentar,” kata Bai An dengan nada perintah. Padahal di dalam hatinya ia tertawa cengengesan.
“Ba.. Baik Tuan,” jawab anggota klan Liu langsung menurut. Ia tidak berpikir bahwa hari ini adalah hari kematiannya.
Saat Bai An dan anggota klan Liu itu akan berjalan keluar. Sebuah teriakan terdengar.
“Tunggu, apakah Tuan tidak ingin makan dulu sebagai permintaan terimakasih saya,” teriak perempuan tersebut.
Dahi Bai An langsung berkerut. “Wanita memang merepotkan,” gumam Bai An dalam benaknya.
“Tidak perlu, kami berdua akan langsung pergi. Permisi,” jawab Bai An dengan nada dingin. Agar wanita tersebut tidak mencoba menghentikan Bai An lagi.
Benar saja. Wanita tersebut berjalan mundur kemudian mengangguk dengan ketakutan.
Tak ada yang menghentikan Bai An lagi.
Cukup jauh mereka berdua berjalan. Saat melihat sebuah lorong lorong yang sepi. Bai An mengiringnya ke tempat tersebut.
“Ikuti aku,” kata Bai An sengaja bergerak cepat.
Wuss..!!
Melihat Bai An bergerak cepat. Anggota klan Liu tersebut dengan bodohnya mengikuti. Saat ia telah berbelok ke lorong. Ia tidak melihat siapa siapa di sana.
“Tuan, kau ada dimana?” Teriak anggota klan Liu tersebut sedikit merasakan ada yang tidak beres. Saat ia berbalik ingin melarikan diri.
Ia melihat Bai An kini berdiri menghadang jalannya dengan tidak mengenakan tudung lagi.
“Selamat tinggal, kawa.” Kata Bai An sedikit tersenyum sambil memiringkan tangannya. Lalu mengayunkan pedangnya dengan santai di sertai oleh sedikit energi.
Melihat pedang yang mengarah ke arahnya. Dengan cepat anggota klan Liu tersebut mengeluarkan pedangnya. Lalu berusaha menggunakan seluruh energinya untuk menahan tebasan Bai An.
Trank..!!
Crakk..!!
Crashh..!!
Apapun usahanya. Tetap saja anggota klan Liu tersebut jauh lebih lemah dari Bai An. Pedang yang di gunakan untuk menahan tebasan Bai An hancur lalu memenggal kepalanya.
Anggota klan Liu tersebut mati dengan mata melotot sambil mengeluarkan senyum licik. Bai An yang melihat itu merasa ada yang tidak beres.
Dengan cepat Bai An melihat apa yang di lakukan oleh anggota klan Liu tersebut sebelum mati. Tapi ia masih belum menemukan hal yang mencurigakan.
__ADS_1
Dan tepat pada saat Bai An mengebiri bajunya. Ia melihat sebuah segel jiwa. Yang berarti orang ini di sedang di kendalikan.
“Hmm..!! Apakah semua anggota klan Liu juga ikut di kendalikan?” Gumam Bai An menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
“Ahh,, Aku tidak peduli, mau di kendalikan atau tidak selagi mereka menganggu keluargaku dan mengusikku. Aku tetap akan membunuh mereka,” gumam Bai An lagi. Ia tidak ingin pusing akan hal tersebut.
Beberapa saat Bai An memikirkan sebuah rencana. “Aku tinggal menyuruh Jing Xan, Yu Fan dan Fanghu saja. Untuk mengurus masalah ini. Kenapa harus aku yang repot,” gumam Bai An tersenyum licik.
Bai An langsung keluar dari lorong lalu berjalan dengan santai seperti tidak pernah terjadi sesuatu.
***
Jauh dari Dunia Heavenly Chaos.
Di dunia paling kecil. Atau Planet kecil Heaven Tian. Tepatnya Di Benua Menengah ( Benua Naga )
Saat ini Semua keluarga Bai telah berkumpul dengan perasaan bahagia bercampur haru.
“Ayah mertua, Bibi. Bagaimana kalian bisa bertemu dan kesini bersama? Lalu dimana putraku.”
Karena tidak bisa menahan diri. Atau saking rindunya seorang ibu terhadap putranya. Ling Mei langsung maju ke depan Bai Luan dan Bai Lin Yin. Memeluk keduanya sambil melihat sekelilingnya. Karena mengira putranya Bai An sedang bersembunyi.
“Huuff..!!”
Mata Ling Mei, Bai Chen dan semua putranya langsung melotot.
“Kenapa? Kenapa ayah mertua membiarkannya kesana? Aku harus menyusul putraku.” Dengan cepat Ling Mei ingin melangkah. Namun langsung di hentikan oleh Bai Lin Yin dengan cara memeluknya dari belakang.
“Jangan hentikan aku Bibi. Aku tidak ingin An'er ku terluka.” Teriak Ling Mei sambil menangis.
“Tenangkan dirimu dulu.” Belum selesai Bai Lin Yin menyelesaikan ucapannya. Ling Mei langsung memtongnya dengan teriakan amarah.
“Bagaimana aku bisa tenang jika para Dewa itu tahu kebenaran di dalam tubuh putraku, mereka pasti akan mengejarnya kemanapun ia lari.”
Aura Ling Mei langsung keluar. Aura yang selama jutaan tahun ia tahan kini keluar mengguncang seluruh Sekte Istana Naga dan area sekitarnya. Bahkan sekte sekte besar yang cukup jauh dari Sekte Istana Naga dapat merasakannya.
Bangunan tempat mereka berdiri kini mulai berguncang hebat. Bahkan terjadi beberapa retakan.
“Mei'er, cukup. Apakah kau ingin membunuh orang-orang yang ada di luar.”
Teriakan Bai Chen serta aura Bai Chen ikut keluar untuk menekan aura Ling Mei, untuk mencegah kehancuran yang lebih besar.
Begitu juga dengan Bai Yun Patriark Sekte Istana Naga saat ini, ia bersama Bai Yan, Bai Shao dan Bai Shan mencoba mengeluarkan aura mereka yang selama ini di segel untuk mencoba melindungi. Bai Luan dan Bai Lin Yin, Yue'er yang kebetulan ada disana bersama Cen Tian dan Fang Liu.
__ADS_1
Aura Ling Mie langsung lenyap saat mendengar teriakan Bai Chen.
Ling Mei mendengus ke arah Bai Chen. Tatapannya sangat tajam saat melihat Bai Chen. Lalu pergi begitu saja.
Saat Bai Chen ingin mengejarnya. Sebuah suara menghentikannya.
“Chen'er, jangan di kejar. Biarkan istrimu tenang dulu, baru kau menghampirinya.” Kata Bai Luan.
Bai Chen hanya mengangguk.
Setelah itu Bai Luan dan Bai Lin Yin menceritakan semua perjalannya saat ia di Benua Rendah dan Di Dunia Heavenly Chaos.
Cukup lama Bai Luan bercerita, ia kini melirik Cen Tian dan Fang Liu. Banyak sekali perubahan pada diri mereka berdua.
“Kakak Luan, apakah benar kau adalah kakeknya Kakak An,” tanya Fang Liu masih polos. Padahal kini tubuhnya sangat kekar dan tingginya sekarang 170 untuk usia 11 tahunan. Ia terlihat seperti berusia 17 tahunan.
“Benar, aku pun baru menyadari jika aku adalah kakeknya Kakak An mu,” jawab Bai Luan tersenyum hangat.
Fang Liu hanya mengangguk mengerti lalu memberi hormat kepada Bai Luan, walaupun ia terlihat canggung.
“Salam kepada kakek buyut,” kata Fang Liu.
“Ftthhhh,,”
Bai Chen, adiknya dan semua putranya menutup mulut menahan tawa saat melihat Fang Liu memanggil Bai Luan kakek buyut. Padahal tinggi mereka hampir setara.
Cen Tian juga ikut menutup mulutnya menahan tawa. Kini Cen Tian sangat tampan, tubuhnya jauh lebih kekar dan tinggi. Tidak seperti dulu. Dapat terlihat dari bekas luka di lengan Cen Tian bahwa setelah berpisah dengan Bai An, ia berlatih keras bersama Fang Liu di bawah bimbingan Bai Yun.
“Chen'er tolong panggil semua saudara An'er dan teman-temannya yang dulu datang dari Benua Rendah,” perintah Bai Luan.
Bai Chen langsung menghilang.
Kini Bai Luan menatap Yue'er, ia dapat melihat tatapan sedih Yue'er. “Kau jangan terlalu bersedih. Aku tahu kau pasti telah mengetahui kebenarannya jika kau tidak bisa menikah dengan Cucuku, aku akan mencari cara agar kau bisa menikahinya. Jadi jangan bersedih lagi.”
Yue'er mengangguk pasrah saat mendengar ucapan Bai Luan. Ia telah mendengar ini dari semua orang, dan sekarang Bai Luan yang mengatakannya.
Tak lama Bai Chen datang sendiri.
“Dimana mereka?” Tanya Bai Luan.
“Mereka masih di perjalanan,” jawab Bai Chen.
“Hmm,, aku ingin kalian mempersiapkan diri dari awal. Dengan terbukanya Aura mu dan Istrimu tadi. Aku yakin ada beberapa pengikut para Dewa yang sedang menyamar disini pasti akan melaporkan hal tersebut.” Kata Bai Luan.
__ADS_1