Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Memasuki Penginapan dan Pengikut Jing Ling yang Bersembunyi


__ADS_3

Saat ini Bai An dan para bawahannya sedang berjalan mengikuti Jing Ling.


Bai An melihat banyak sekali ras-ras yang berbeda di kota ini. Ada juga manusia namun hanya beberapa yang ia lihat.


Manusia yang Bai An lihat kebanyakan ahli-ahli yang lumayan kuat. Setidaknya setara dengan Tu Long dan dirinya. Hanya satu dua yang setara dengan Hong Chu.


Ada juga yang pedagang-pedagang manusia kaya.


Jing Ling pernah bercerita jika manusia yang ada di kota ini kebanyakan ahli-ahli lumayan kuat dan manusia-manusia kaya seperti Bangsawan. Jika ada manusia miskin mereka pasti akan langsung di culik dan di jadikan budak oleh beberapa ahli nakal dari Ras Iblis Murni dan Monster.


Untuk Ras Elf mereka cukup netral, tidak terlalu memihak siapa yang benar dan salah. Mereka selalu menutup mata. Berbeda dengan para Binatang Spiritual atau Binatang Surgawi yang suka bentrok dengan Monster dan Iblis Murni. Untuk Binatang Ilahi, mereka jarang turun tangan, karena jika mereka turun tangan. Kegaduhan akan terjadi.


Karena tingkatan Binatang Ilahi cukup tinggi yang di bantu bakat yang sangat mengerikan. Kebanyakan Binatang Ilahi adalah Ahli Suci. Jadi mereka di larang turun tangan.


Walau Penguasa Kota telah melarang terjadinya pertarungan di Kota Netral ini. Tapi tidak memungkinkan tetap saja banyak terjadi pertarungan. Banyak juga para pejabat kota yang sangat haus akan harta, dan dengan licik sengaja munutup mata saat melihat siapa yang memulai keributan. Itu karena mereka di bayar lebih dulu oleh yang memulai keributan lebih dulu.


Kadang ras yang memiliki pendukung Ahli Suci juga sering membuat keributan sehingga pejabat yang suka menjilat langsung membiarkan apapun yang ia lakukan. Bahkan para pejabat kota sering menyalahkan dan memperbudak orang yang di tindas oleh Ras yang mempunyai pendukung Ahli Suci atau jika ia di bayar oleh bayaran yang cukup tinggi.


Bai An kini terus berjalan di keramaian. Semua ras di sini tidak peduli dengan Bai An dan kelompoknya, karena mereka sering melihat manusia berteman dengan berbagai ras. Tapi masih ada beberapa ras yang aneh saat melihat manusia bersama monster, terlebih lagi mereka melihat Binatang Surgawi bersama mereka.


Tapi mereka tidak mau mendekat. Karena Tu Long yang paling besar dan kekar sengaja mengeluarkan auranya. Walau berada pada Tingkat Prajurit Dewa Perunggu Bintang 3 awal, dan itu sudah hal yang biasa. Tapi tetap saja tidak ada yang meremehkannya, terlebih lagi tampangnya yang cukup menyeramkan.


Jing Ling yang menjadi petunjuk jalan langsung berhenti di depan penginapan yang sangat kumuh.


Bai An tidak mempermasalahkannya.

__ADS_1


“Apakah ini yang kau maksud?” tanya Bai An tanpa basa basi. Jing Ling langsung mengangguk.


Jing Ling langsung masuk dan seorang pria tua kumuh langsung datang menyambutnya. Tidak ada yang tahu pria tua ini ras apa? Karena ia bisa menyembunyikan aura serta bau badannya dengan baik.


“Selamat sore tuan-tuan sekalian, apakah di sini anda ingin menginap atau hanya beristirahat dengan makanan ringan saja?” Tanya suara berat dan serak dari pria tua tersebut sambil membungkuk.


“Bo Dong, tidak usah basa-basi, ini aku. Siapkan kamar untuk Tuan muda dan para saudaraku,” kata Jing Ling langsung membuka tudungnya.


Betapa terkejutnya Bo Dong saat melihat Jing Ling. “No.. Nona Jing, anda selamat, aku mengira anda telah mati karena pengkhianatan para Elf Suci yang bekerja sama dengan Kaisar Dewa Kegelapan itu.” Teriak Bo Dong menangis haru, ia langsung jatuh berlutut.


Seketika wajahnya berubah, telinganya langsung naik menjadi runcing. Wajah pria tua tersebut langsung menjadi tampan dengan kulit bersih dan halus.


“Bangunlah, aku tidak apa-apa. Tuan muda telah menyelamatkanku, dia juga akan menghancurkan segel yang menyegel kultivasiku suatu hari nanti. Kau sekarang harus menghormati Tuan muda seperti kau menghormatiku,” kata Jing Ling maju langsung membangunkan Bo Dong.


Bo Dong seketika bangun dan langsung ingin bersujud di depan Bai An.


Bo Dong seketika menjadi haru, ia dengan cepat mengangguk-angguk.


Tu Long yang melihat itu langsung maju dan berkata. “Kau tenang saja, Tuan muda sangat baik kepada pengikutnya, ia sangat baik bahkan Tuan muda tidak menganggap aku budaknya, walau Tuan muda sempat ingin menghancurkan segel budakku. Tapi aku menolaknya agar jika terpisah aku dan Tuan muda bisa mengetahui lokasi masing-masing. Kau juga harus begitu, siapa tahu kau akan terkena masalah yang tidak bisa kau hadapi sehingga bisa meminta bantuan kami melewati segel budak yang terpasang.”


Bai An langsung tercengang melihat betapa pintar dan liciknya Tu Long merayu Bo Dong, begitu juga dengan Jing Ling. Tapi ia tidak mempermasalahkannya.


Berbeda dengan Hong Chu yang awalnya terkejut saat mendengar kekalahan Jing Ling. Kini ia berubah jadi bersemangat saat mendengar ucapan Tu Long. Ternyata bukan Bo Dong saja yang terpancing trik Tu Long, melainkan Hong Chu.


“Tu.. Tuan muda, aku juga pasangkan segel budak, ingat aku juga.” Teriak Hong Chu seperti anak kecil mengangkat tangannya.

__ADS_1


Rasa sakitnya seketika hilang saking bersemangatnya.


Hei Niu dan Fu Chen kini menahan tawa dalam hatinya. Melihat betapa bodohnya Hong Chu. Tapi mereka berdua tetap diam, karena tak ingin rencana Tu Long gagal.


“Sudah-sudah nanti saja. Fu Chen berikan ini kepada Hong Chu dan bawa ia istirahat,” kata Bai An tapi melirik Bo Dong dengan sebuah senyum lembut.


Bo Dong yang cukup pintar langsung mengerti, ia langsung mengangguk dan membawa Fu Chen ke kamar yang kosong.


Tak menunggu lama, Fu Chen dan Bo Dong langsung datang.


“Aku sudah memberikan pil tingkat 5 awal tersebut Tuan, tidak lama ia pasti akan pulih kembali,” kata Fu Chen dengan sekidit hormat.


Bai An langsung mengangguk kemudian mengalihkan pandangannya ke Bo Dong. Terlihat Bo Dong sedang menunggu di pasangkan segel budak dan sangat berharap, ia kini sungguh terpancing ucapan Tu Long.


Bai An tidak langsung setuju, melainkan ia melirik Jing Ling. Jing Ling langsung mengangguk. “Itu lebih baik agar ia bisa berkomunikasi juga, karena ia tidak bisa berkomunikasi melalui telepati. Berkomunikasi setiap saat itu penting bagi kita saat ini.” Kata Jing Ling.


“Hmm..!! Begini saja, untuk melihat ketulusanmu terlebih dulu, kau bantu Tu Long keluar dari Kota ini, karena di luar ia ada urusan di sana. Tapi saat ini kita tidak mempunyai Token Kota, itu sangat penting bagi kita,” kata Bai An.


Bo Dong langsung mengerti. Token kota adalah sejenis Token VIP, karena menggunakan token tersebut setiap orang tidak perlu menunggu 2 jam sebelum gerbang terbuka. Terlebih lagi yang mempunyai Token Kota juga tidak perlu mengantri lama bersama orang yang ingin masuk Kota Netral. Begitu juga dengan keluar dari kota.


Dari itu juga sebabnya Bai An dan kelompoknya sengaja menyelinap masuk karena tidak ingin mengantri, jika mereka mengantri, mereka yakin menunggu sampai gerbang kota di tutup dan di buka lagi mereka belum bisa masuk. Jing Ling menduga jika mereka masuk setelah menunggu paling sebantar 6 jam, itu karena ribuan dari berbagai ras setiap harinya keluar masuk kota dan juga pemeriksaannya cukup lama walau setiap orang bebas masuk. Jadi mereka lebih baik menyelinap saja.


“Aku mempunyai Token Kota, Tuan muda. Pakai punyaku.” teriak Hong Chu yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Bai An dan yang lainnya. Kebetulan juga kamar Hong Chu bersebelahan dengan Bai An dan yang lainnya berkumpul.


“Aku juga punya satu, cukup satu kita bisa membawa puluhan orang masuk bersama kita,” kata Bo Dong memperlihatkan tokennya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2