
Bai An yang mendengar itu langsung tersenyum licik.
Tapi dengan cepat ia mengubah ekspresinya dengan senyum santai.
“Hmm..!! Bersabarlah, kita akan pergi menemui saudara kita terlebih dahulu, mungkin mereka juga mengalami perubahan pesat,” kata Bai An.
Mendengar itu semua orang mengangguk patuh, saat Bai An melirik para saudaranya dengan teliti, ia cukup tertegun beberapa detik.
Karena semua saudaranya mengalami perubahan pada wajahnya, mereka terlihat lebih tampan dan raut wajahnya lebih dewasa.
Untuk Gi Lian kini semakin cantik walau ia mengenakan cadar, tapi Bai An tahu jika ada banyak perubahan pada wajah Gi Lian, tidak hanya wajah saja, tubuhnya pun mengalami perubahan.
Setelah puas melihat perubahan wajah para saudaranya, Bai An melirik Tu Kul.
Tu Kul langsung mengangguk, karena tahu apa yang di maksud Bai An.
“Ayo ikuti aku,” kata Tu Kul melesat ke arah pintu masuk.
Semua orang langsung mengikuti Tu Kul.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Setelah sampai di sebuah pintu, Tu Kul langsung melambaikan tangannya.
Tanpa menunggu waktu lama, mereka semua langsung keluar dari dimensi kecil.
Wuss..!!
“Kita coba ke kota Li terlebih dahulu untuk mencari informasi,” kata Bai An langsung melirik Bai En.
Bai En langsung melesat lebih dulu menjadi petunjuk arah.
Bai An dan yang lain mengikuti dari belakang, 10 menit berlalu, kini Bai En, Bai An dan yang lain telah melewati gerbang kota Li tampa hambatan.
__ADS_1
“Aku biasa di rumah makan kecil ini jika mencari informasi,” kata Bai En menunjuk rumah makan sederhana di depannya.
“Ayo masuk,” kata Bai En kembali mengajak Bai An dan yang lain setelah melihat mereka semua mengangguk.
Tap tap..!!
Saat mereka masuk menggunakan tudung hitam, entah mengapa Bai An merasakan jejak ketakutan di wajah mereka semua.
“Hei, mereka ini pasti kelompok pembantai, kau lihat jubah mereka itu adalah simbol jubah kelompok pembantai,” bisik salah satu pria kurus bertubuh jangkung.
“Kau jangan bicara yang tidak-tidak, lebih baik kau diam dan makan saja, jika mereka mendengar bisikanmu kita semua bisa mati.” Bisik temannya yang sama-sama kurus, tapi lebih pendek.
Bai En dan para saudaranya Bai An yang mendengar itu langsung agak bingung.
Tapi berbeda dengan Bai An, ia kini tersenyum kecil.
“Hmm..!! Aku tidak menduga jika mereka berdua mampu membuat kelompok mereka sendiri dengan cepat,” gumam Bai An santai.
Mendengar gumaman Bai An, seketika Tu Long, Pixiu dan Lang Zai langsung cerah.
“Tuan muda, apakah ini ada kaitannya dengan Yu Fan dan Fanghu yang pergi beberapa waktu lalu?” Tanya Lang Zai.
“Benar, dulu sewaktu aku pergi bersama mereka lalu kembali, aku sempat memberikan mereka jubah yang sangat banyak,” jawab Tu Long dengan senyum bangga.
Lang Zai seketika mengangguk mengerti.
Ia ingat jika Tu Long sempat di kira ikut pergi bersama Fanghu, Yu Fan, Sin Ting dan Son Teng, tapi nyatanya itu hanya tipuan Bai An dan Long Yuan untuk menipu Zin Ho.
Untuk Bai En, yang mendengar pembicaraan mereka semua termasuk pembicaraan Bai An dan saudaranya kini hanya mengangguk-angguk bangga terhadap adiknya.
Sementara Gi Lian dan Tu Kul biasa saja.
Cukup lama mereka di rumah makan untuk mendapatkan beberapa informasi lain termasuk beberapa pergerakan kecil beberapa Faksi dan sekte besar.
Bai An dan para saudaranya langsung keluar dengan santai.
__ADS_1
“Tuan muda, apakah kita akan ke Faksi Emas itu? Aku dengar ia berada di kota ini, ini adalah kesempatan yang baik untuk mencoba kekuatan baruku agar otot-otot ini tidak kaku,” tanya Tu Long dengan semangat sambil memasang wajah memelas.
Bai An terlihat berpikir sesaat, padahal ia hanya pura-pura saja, tak lama ia melirik ke arah Gi Lian dan Bai En.
“Hmm..!! Lian'er, aku dengar kau memiliki beberapa masalah dengan Faksi Emas ini, jika aku boleh tahu masalah apa itu?” Tanya Bai An.
“Mereka pernah berencana membunuhku karena salah satu dari orang terkuat mereka dulu kalah oleh ku saat pertandingan peringkat Ahli Dewa Abadi,” jawab Gi Lian dengan dingin saat ia mengingat dirinya pernah di kepung saat perjalanan pulang, untung saja ia beruntung meloloskan diri dari kepungan mereka.
Bai An mengangguk santai sambil mengeluarkan seutas senyum, setelah itu Bai An melirik ke arah kakaknya Bai En.
“Untuk kakak, aku dengar kakak bergabung dengan mereka untuk mendapat informasi, memang informasi apa yang kakak ingin dapatkan dari Faksi Emas ini?, terlebih dengan kekuatan kakak dulu, aku yakin kakak mampu melawan pemimpinnya.” Tanya Bai An.
“Hmm..!! Ini ada kaitannya dengan salah satu pengkhianat dan salah satu anggota klan Ling yang setia di telah di tangkap pengkhianat ini, untuk kekuatan pemimpin mereka, kakak akan kalah jika bertarung duel dengannya dulu, tapi untuk saat ini mungkin kakak seimbang dengannya, itu karena pemimpin mereka sebenarnya sangat kuat, ia selalu menyembunyikan kekuatannya.” Kata Bai En menjawab. Bai En kemudian menambahkan.
“Untuk informasi, dari mana kakak mendapatkannya itu gampang,” Bai En langsung melirik ke arah Tu Kul.
Bai An langsung mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban dari Bai En.
“Hmm..!! Siapa nama anggota klan Ling yang menjadi pengkhianat dan setia?” Tanya Bai An.
“Pengkhianat ini bernama Ling Dong dan yang setia bernama Ling Che, untuk kekuatan keduanya, Ling Dong lebih kuat, mungkin saat ini ia sudah berada di tingkat Dewa Raja Tinggi. Sementara Ling Che masih di Dewa Raja Rendah, Ling Che ini adalah salah satu putra tetua klan Ling yang selalu berjuang demi klannya walau ia selalu di ejek sampah, ia selalu teguh. Hal inilah yang membuatku ingin menolongnya,” jawab Bai En mengepalkan tangannya erat-erat.
“Tunggu-tunggu, berarti bukan pemimpin Faksi Emas yang paling kuat, melainkan Ling Dong ini?” Tanya Bai An kini tersenyum licik, tapi dengan cepat ia mengubahnya agar tidak di sadari oleh yang lain.
“Bukan Ling Dong, tapi ada lagi salah satu Dewa Raja Tinggi ⭐ 2 Puncak, karena di dunia setengah dewa ini batasan ahli Dewa Abadi adalah Dewa Raja Tinggi, jika ada dewa yang jauh lebih kuat datang kesini maka kekuatannya akan di tekan sekecil mungkin, seperti orang ini di tekan ketahap Dewa Raja Tinggi ⭐ 2 Puncak, berarti di alam Dewa kekuatannya mungkin sama dengan paman Tu.” Kata Bai En.
Bai An semakin mengerutkan keningnya, jika di tekan sekecil mungkin, lalu kenapa kekuatannya kini tidak di tekan? Karena saat ini Bai An juga melebihi Dewa Raja Tinggi.
Sementara Bai An melirik ke arah Tu Kul, Bai An juga melihat jika Tu Kul tidak berada di tingkat Dewa Raja Tinggi, melainkan di atasnya.
Walau begitu, Bai An tidak ingin bertanya agar Tu Kul tidak curiga jika kekuatannya kini cukup tinggi.
“Hmm..!! Baiklah kita akan kesana dan melihat apakah ucapan kakak benar,” kata Bai An kini menyeringai kejam.
Tu Long, Lang Zai dan Pixiu yang mendengar itu langsung bersemangat.
__ADS_1