
Beberapa saat kemudian, setelah Shen Bai, Bai Chen, Bai Shan, dan Bai Shao membantu untuk menyadarkan Hei Long dan Feng Huang.
Tak lama kemudian, secara perlahan, Hei Long lebih dulu membuka matanya.
“Ukhh,,”
Hei Long meringis saat merasakan rasa sakit yang teramat di kepalanya, setelah ia membuka semua matanya.
Tiba-tiba saja Hei Long bergidik, saat melihat tatapan semua orang, apa lagi orang yang ia kenal, Shen Bai, Bai Chen dan Bai Shao, orang yang pernah ia temui di Benua Rendah dulu.
“Makan pil ini, agar bisa membuat mu lebih segar,” Bai Shan langsung melempar sebuah pil yang berwarna biru keputihan.
Dengan sigap Hei Long menangkapnya, kemudian memasukkan kedalam mulutnya.
Hei Long langsung mengambil sikap bersila untuk menyerap efek dari pil tersebut, tak menunggu lama, Hei Long kembali membuka mata dengan wajah yang lebih segar, rasa sakit yang mengerogoti kepalanya kini sudah mereda.
“Aku ingin bertanya? dan kau harus menjawab dengan jujur.”
Ling Mei langsung mengambil alih membuat semua orang diam dan mundur beberapa langkah.
Glek,,
Perasaan Hei Long kini tidak enak, ia menyesal sadar lebih dulu dari pada Feng Huang.
“I,, iya, Tuan Putri,” jawab Hei Long terbata-bata, ia juga tidak mengetahui siapa Ling Mei, wajahnya juga terlihat lebih muda, jadi ia memanggilnya Tuan Putri.
Shen Bai dan Bai Chen langsung menyumpal mulut mereka, agar suara tawa mereka tidak dapat di dengar oleh Ling Mei, namun tetap saja Ling Mei dapat mendengarnya, karena inderanya jauh lebih peka dari semua orang yang ada di dalam ruangan ini.
Glek,,
Bai Chen dan Shen Bai bergidik ngeri saat melihat tatapan dingin Ling Mei, yang kini tertuju ke arahnya, “Kalian berdua akan mendapatkan hadiah nanti. Jadi, kalian harus datang mengambilnya setelah ini,” kata Ling Mei dengan suara yang dingin.
Glek,,
Semua orang menelan ludah mereka sendiri.
Ling Mei langsung mengalihkan pandangannya ke arah Hei Long, “Apa yang terjadi saat kalian menuju kesini? jawab dengan terperinci, jangan berbelit-belit,” tanya Ling Mei dengan suara berbeda.
__ADS_1
Hei Long langsung berkata, “Saat kami membuka ruang untuk menuju ke Benua Naga, orang-orang berjubah hitam yang sangat kuat menghadang kami, kekuatannya 2 tingkat penuh di atas ku dan ada seorang penghianat di antara mereka.” Mata Hei Long langsung menunjukkan kemarahan yang sangat dalam saat Zou Zou menghianatinya.
“Lanjutkan,” kata Ling Mei.
“Kami bertarung dengan sengit dan berusaha melarikan diri saat Celah ruang untuk menuju Benua Naga sudah terbuka. Tapi, orang berjubah hitam tersebut dengan cepat menutup jalan, hingga Murid Tuan Muda kami sengaja mengorbankan diri untuk tertangkap, agar kami semua bisa melarikan diri,” kata Hei Long dengan suara sedih, murung, menyesal dan ia merasa tidak bertanggung jawab dalam menjaga semua orang.
Ling Mei yang mendengar dan dapat merasakan kesedihan, penyesalan yang mendalam dari nada suara Hei Long mengangguk dan tidak memarahinya, karena mereka berdua juga sudah berusaha menjaga semua orang yang di bawanya.
“Kau istirahatlah, aku melihat ada yang spesial dari dalam diri kalian berdua, dan jangan kecewakan putra ku, buat ia bangga saat kalian bertemu nanti,” kata Ling Mei lalu menghilang dari pandangan semua orang.
Bai Chen, Shen dan langsung menghela nafas lega, melihat kepergian Ling Mei, membuat nyawa mereka terasa terselamatkan.
“Eeh,, siapa yang tadi Tu,, Tuan Bai Chen, Tuan Shen Bai?” Tanya Hei Long cukup bingung ketika melihat semua orang cukup segan kepada Ling Mei.
“Huuss,, jangan besar-besar, atau kau mau mati, dia itu adalah Ibunya Bai An.” Bisik Shen Bai.
Hei Long hanya mengangguk.
“Jadi? apakah Bai Luan itu ayah mu?” tanya Shen Bai.
“Oh, terus kenapa, Ling Mei terlihat sangat ingin atau khawatir kepada ayah mu?” tanya Shen Bai penasaran.
“Karena dia lah yang membawa Ling Mei bersama aku dan adik-adik melarikan diri hingga membuat Klan dan mendirikan Sekte disini.” Kata Bai Chen malas menjawab.
Shen Bai hanya membentuk huruf O di mulutnya, ia sebenarnya sudah tahu akan masa lalu Bai Chen, namun ia sering lupa, jadi wajar Bai Chen malas bercerita.
“Setelah ini, kalian berdua temuilah orang-orang yang kalian bawa kemari, mereka juga terlihat khawatir, karena, tepat pada saat mencapai gerbang sekte kalian berdua pingsan.”
Bai Chen langsung menghilang setelah mengatakan itu kepada Hei Long, kemudian, Bai Shan, Bai Shao menyusul pergi.
Hanya Shen Bai yang masih disana, ia cukup penasaran apa yang terjadi sehingga mereka berdua membawa orang untuk melarikan diri kesana.
Setelah Shen Bai bertanya, dan Hei Long menceritakan semua yang terjadi. Wajah Shen Bai menjadi gelap, karena ia sadar ini karena dirinya, ia juga sadar, jika Bai Chen dan yang lainnya pasti mengetahui ini, makanya ia tidak bertanya masalah ini kepada Hei Long tadi, ia juga tidak bertanya secara terperinci tentang Bai Luan.
***
Saat ini Ling Mei sedang duduk di pinggir danau dengan air mata yang mengalir dari mata ke pipinya.
__ADS_1
Wuss,,
Bai Chen langsung datang, “Kau tenanglah, Ayah akan baik-baik saja, aku yakin An'er akan melindunginya, walau ia lahir kembali, ia bisa berjaya seperti dulu lagi.”
Bai Chen langsung memeluk Ling Mei dari samping dan mencoba menenangkan Ling Mei.
Ling menggeleng, “Seandainy paman Bai Luan dan kamu dulu tidak memaksa menyelamatkan ku, aku yakin paman Bai Luan tidak akan terluka sampai kematiannya, aku merasa beraslah,” kata Ling Mei semakin menangis tersendu-sendu.
“Aku mencintaimu dengan tulus, Ayah juga sangat menyukai sifat mu, sehingga ia sampai rela mengorbankan nyawanya demi masa depan kita dan adik-adik ku,” jawab Bai Chen kini mengusap air mata Ling Mei yang ada di pipinya.
Wajah Ling Mei langsung memerah lalu menyembunyikannya di dada Bai Chen, “Hm,, saat ayah membawa kita kabur kesini dan sebelum kematiannya, apa kau ingat pesan dari ayah?” Kata Ling Mei bertanya.
Bai Chen langsung mengangguk, “Tentu saja aku ingat, Ayah bilang jika ia di lahirkan kembali, entah itu seribu tahun lagi atau satu juta tahun, dan jika kita mendengar namanya, jangan cari dia, karena Ayahlah yang akan mencari kita, tapi saat kekuatannya sudah lumayan kuat. Karena ayah bilang ia tidak ingin bergantung kepada kita.” Tiba-tiba wajah Bai Chen langsung kusut dan sedih.
Leng Mei yang kini memperhatikan wajah Bai Chen langsung mengangkat tangannya dan mengusap air mata yang mengalir mata Bei Chen.
“Paman pernah bilang, kau sebagai laki-laki harus tegas, dan tidak boleh cengeng, semoga An'er ku tidak mengikuti kecengengan mu ini.” Kata Ling Mei cekikikan lalu kembali memeluk Bai Chen. “Aku merindukan An'er,” kata Ling Mei di dalam pelukan Bai Chen.
Bai Chen yang mendengar itu kini tersenyum, ia sudah tidak lama seperti ini bersama Ling Mei, yah itu semenjak kematian Ayahnya Bai Luan, sifat Ling Mei berubah drastis, namun kini, sifat Ling Mei kembali periang seperti dulu.
“Kau tenanglah Mei'er, An'er sudah bisa menjaga dirinya, biarkan dulu ia puas berpetualang.” Kata Bai Chen yang di jawab anggukan oleh Ling Mei.
Benua Naga And
..._________...
Mistery apa yang membuat Ling Mei diburu, hingga di bantu oleh Bai Chen dan ayahnya dulu?
Siapa musuh mereka hingga kalah dan diburu?
Seberapa kuat Bai Luan yang pada masa puncaknya?
Siapa Ling Mei, Bai Chen sebenarnya?
Darimanakah asal usul mereka sebenarnya hingga melarikan diri ke Benua Naga, dunia yang kecil dan paling diabaikan oleh orang-orang berpengaruh.
Ikuti terus, agar kalian tahu mistery apa yang tersembunyi dari ayah dan ibu Bai An.
__ADS_1