Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Berdebat Karena Sebuah Arak


__ADS_3

“Maaf jika saya lancang ketua, jika boleh tahu, kenapa Putra Bai Ling yang tidak berguna itu di incar banyak orang?”


Mendengar sebuah pertanyaan dari no 3, ketuanya berkata dengan nada dingin. “Jika kau ingin bertanya tentang itu, maka tanyalah ke pemimpin besar.”


Tubuh no 3 secara tak sadar mundur dua langkah bercampur sedikit merinding.


Dengan cepat no 3 menunduk meminta maaf atas pertanyaannya yang kurang sopan itu.


Sementara ketuanya bergumam dalam hati. “Aku sendiri saja tidak tahu mengapa pemimpin menyuruh aku turun tangan yang bisa membuat reputasiku tercoreng lantaran berniat membunuh orang tidak berguna.”


“Tapi aku penasaran juga, seperti no 3, kenapa ia di incar banyak klan besar dan organisasi tersembunyi, apa ini karena Patriark Bai Ling sedang menjalani kultivasi tertutup ya terus mereka memanfaatkan kesempatan ini?” gumam ketua kelompok berjubah hitam, lalu menggeleng. “Tidak-tidak, itu tidak mungkin karena masih banyak dari mereka yang tidak mempunyai permusuhan dengan klan Bai, salah satunya adalah Sekte Naga Hitam.”


Ketua berjubah hitam itu terus bergelut dengan pikirannya hingga tidak mendengar para bawahannya dari tadi memanggil.


“Ketua,, Ketua,, apa langkah selanjutnya yang kita ambil?” Kata no 8 sedikit menggunakan nada keras hingga ketuanya tersadar.


Bam..!!


“Aku mendengarnya, kau tidak perlu berteriak di dekat telingaiku,” dengus ketuanya dengan nada dingin.


Sementara no 8 kini bangun sambil memuntahkan banyak darah, ia terlihat menggertakkan giginya menahan amarah, walau begitu, ia tidak berani mengeluarkan amarahnya di depan ketuanya.


“Hmm..!! Aku ingin kalian semua menyebar dan dapatkan informasi dengan rinci kapan orang-orang dari klan besar ini bergerak,” kata ketuanya.


“Siap laksanakan,” kata mereka bersembilan lalu menghilang ke segela arah.


***


“Bagaimana?”


Mendengar pertanyaan dari Mu Wen, Mu San berkata dengan nada santai.


“Mereka orang-orang yang tidak terlalu kuat, jadi jangan ikut campur membunuh mereka, lebih baik kau pasang pelindung di area Tuan muda berkultivasi agar ia tidak terganggu oleh suara pertarungan dan juga orang-orang ini tidak bisa masuk karena terhalang formasi tak kasat mata.” Kata Mu San.

__ADS_1


“Jika Tuan muda selesai berkultivasi, biarkan ia sendiri membereskan mereka, karena aku merasa Tuan muda dan Tuan muda kecil ini bukan orang sembarangan,” Mu San kembali berkata sambil melirik ke arah Mu Wen.


Mu Wen mengangguk. “Aku akan membuat formasi pelindung sekaligus formasi waktu agar perbadaan waktu di sini dan di dalam jauh lebih lambat, ini juga bisa mengulur waktu agar Tuan muda bisa lebih lama berkultivasi di dalam,” kata Mu Wen mulai menjentikkan jarinya ke arah kamar Bai An dan Duan Du.


Wuss..!!


Sebuah energi tak kasat mata melesat ke arah kediaman milik Pin Cang.


Pin Cang yang asik tidur langsung terbangun saat merasakan energi dalamnya sedikit bergejolak.


“Hmm..!! Aku merasakan ada sebuah energi melewati tempatku tidur tadi,” gumam Pin Cang. “Tapi kenapa aku tak bisa melihatnya ya?” Gumam Pin Cang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Setelah itu Pin Cang langsung berdiri setelah mendapat pesan melalui telepati.


“Benar dugaanku jika mereka pasti akan bergerak saat malam hari, itu karena minimnya cahaya dan mempermudahkan mereka bergerak dari segala arah,” gumam Pin Cang kini terlihat serius.


“Apa aku harus meminta bantuan darinya ya?” Kata Pin Cang kini terlihat menimbang-nimbang.


“Tapi sayang sekali jika aku harus memberikan ia arak ini kepadanya,” kata Pin Cang dengan enggan.


Wuss..!!


Tak lama ia muncul di klan Pin.


Melihat kehadiran Pin Cang, pria sepuh yang tak lain patriark klan pin bernama Pin Sang itu berkata. “Hmm..!! Ada apa kau kesini tetua?” Tanya Pin Sang.


Dengan santai Pin Cang melambaikan tangannya lalu membuka tutup botol kendu arak.


Wuss..!!


Aroma wangi bercampur memiliki ketenangan setiap orang yang menciumnya langsung memicu orang-orang menginginkannya.


Tubuh Pin Sang kini sedikit bergetar karena bersemangat, ia ingin sekali menyambar arak yang ada di tangan Pin Cang itu, namun dengan santai Pin Cang memasukkan arak itu kembali kedalam cincin penyimpanannya.

__ADS_1


Pin Cang mulai tersenyum lalu berkata. “Kau tahu bahwa kita sama-sama penikmat arak, dan arak ini awalnya ada 10, namun tersisa 3 saja,-” sebelum Pin Cang menyelesaikan ucapannya, Pin Sang yang tidak sabar langsung memotongnya.


“Cukup basa basinya,, langsung saja ke intinya, apa yang kau inginkan?” Tanya Pin Sang.


Pin Cang megerutkan keningnya melihat sikap patriarknya ini, biasanya patriarknya selalu bersikap tenang dan berwibawa, namun sekarang dapat terlihat jika ia berubah 100% menjadi tatapan mata rakus akan arak dan wajah seperti anak kecil.


Tapi Pin Cang tak mempermasalahkannya, karena Pin Sang ini tak lain adalah kakaknya.


“Hmm..!! Arak ini adalah buatan Tuan muda Bai, kau tahu bukan jika Tuan muda Bai saat ini sedang di incar oleh banyak klan,” kata Pin Cang menunggu jawaban Pin Sang.


Wajah Pin Sang langsung melotot, tak lama ia berkata. “Resikonya ini sangat besar, kau tahu jika klan kita hanya klan kecil yang menguasai kota kecil saja, sementara orang yang mengincar Tuan muda Bai itu dari berbagai pihak klan besar, menengah dan organisasi tersembunyi, bahkan aku mendapat kabar jika Sekte Naga Hitam ada di kota kecil ini, jika aku tidak salah menebak, ia pasti mengincar Tuan muda Bai juga.”


Melihat raut wajah Pin Sang yang menghela nafas berat dan sedikit licik dalam bermain kata-kata. Pin Cang langsung mendengus.


“Laki-laki tua ini sama sekali tak berubah, ia masih saja licik,” gumam Pin Cang sedikit kesal.


“Katakan saja langsung berapa arak yang kau inginkan?” Tanya Pin Cang sedikit tidak sabar.


“Berikan dulu 3 arak yang ada di tanganmu lalu mintalah kepada Tuan muda Bai untuk memberikan sisanya 7,” kata Pin Sang pura-pura berpikir.


“Heng,, tidak, aku akan memberikan 1 arak lebih dulu, sisanya 9 belakangan karena aku ingin kau bekerja lebih dulu sebelum membayar lebih banyak,” dengus Pin Cang.


“Itu tidak bisa, aku ingin ketiga arak di tanganmu lebih dulu, jika tidak maka aku tidak akan membantumu,” kata Pin Sang berdiri dan nada suaranya sangat keras.


“Heng,, jika kau tidak mau 2 kendi lebih dulu maka aku akan cari yang lain, percuma saja meminta bantuan kepadamu orang tua busuk,” dengus Pin Cang.


“Apa kau bilang, aku ini kakakmu dasar kurang ajar,” dengus Pin Sang lalu berkata. “Baiklah dua kendi arak terlebih dahulu.”


Pin Sang langsung menggosok-gosok tangannya tidak sabaran ingin mencicipi arak yang membuat jiwanya bergejolak meronta-ronta ingin meminumnya.


“Hehe,, satu botol, dan satu botolnya kita minum bersama, jika kau tidak mau, maka aku akan pergi,” kekeh Pin Cang berjalan santai.


“Kurang ajar,” teriak Pin Sang.

__ADS_1


Setelah itu dengan cepat ia tersadar dan berkata. “Baiklah aku setuju, cepat berikan aku araknya.”


__ADS_2