Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Sebuah Masa Lalu dan Persiapan


__ADS_3

Seketika Bai An dan pria tersebut menghilang dari tempat mereka berdiri.


Wuss..!!


Bai An dan pria tersebut muncul di ruang kosong yang serba putih.


“Dimana ini?” Secara spontan Bai An bertanya kepada pria di depannya.


“Kau akan tahu sebentar lagi,” jawab pria tersebut.


Tak lama layar seperti monitor muncul di depan Bai An, hal itu awalnya membuat Bai An bingung, namun tak lama matanya melotot saat melihat sebuah gambar masa lampau.


Gambar itu menunjukkan pria berbadan kekar dengan wajah tampan berambut biru dan memiliki mata ribu.


Beberapa detik gambar tersebut memperlihatkan sebuah pertarungan yang sangat dahsyat.


Terlihat laki-laki tampan berambut biru sedang berhadapan dengan laki-laki tampan berambut kuning.


Waktu terus berlalu, terlihat pria berambut biru akhirnya kalah dengan wajah penuh luka dan baju berantakan. Sat ingin di bunuh laki-laki berambut kuning berhasil melarikan diri ketempat yang tidak ia ketahui.


Saat itu ia bertemu dengan nelayan wanita yang sedang membawa beberapa ikan.


Saat itulah laki-laki tampan berambut biru berkenalan dengan wanita itu dengan singkat.


Waktu di dalam gambar langsung di percepat, tak terasa wanita nelayan itu sedang menggendong seorang bayi mungil.


Saat itu juga laki-laki berambut biru itu di temukan oleh laki-laki berambut kuning.


Saat akan di bunuh, dua laki-laki tampan dengan rambut perak dan hitam muncul.


Walau Bai An tidak dapat mendengar kata-katanya, namun Bai An dapat melihat gerakan bibir dari laki-laki bermbut merah yang berkata. “Jangan bunuh ia, lebih baik kau menyegelnya dalam waktu tertentu agar tidak merusak alam semesta.”


Hal itulah yang dapat Bai An artikan, setelah itu laki-laki berambut kuning hanya dapat mengalah dan pergi dari sana.

__ADS_1


Setelah laki-laki berambut biru di bawa dan di segel, kini hanya wanita itu yang tinggal seorang diri bersama putranya.


Waktu terus berlalu, Bai An dapat melihat wajah laki-laki yang dulu bayi kini dewasa dan sangat mirip dirinya saat berusia 10.


Namun saat usia 20 tahun terjadi perubahan, tiba-tiba saja tubuh di dalam pemuda berusia 20 tahun bersinar terang.


Hal itu membuat pria itu bisa berkultivasi dan meminta izin pergi kepada ibunya yang sudah tua.


Walau enggan ibunya tetap mengizinkan hingga laki-laki berusia 20 tahun itu menjadi yang terkuat di dunia dalam usia 50 tahun.


Saat itu ia mengingat ibunya lalu langsung pulang, saat pulang ia melihat ibunya sekarat di ranjang yang lapuk.


Hal itu membuat pria tersebut menyesal telah meninggalkan ibunya, saat ibunya meninggal, ibunya memberikan sebuah token sebelum kematiannya.


Pria tersebut frustasi dalam waktu 100 tahun, dan saat ia ingat pesan ibunya, ia langsung melihat token itu dengan teliti dan tanpa sadar ia menggenggam erat token tersebut hingg tangannya berdarah.


Seketika token tersebut membawa pria tersebut ke masa depan dan saat ia membuka matanya ia sudah di ruang dan waktu dan saat ini sedang terombang ambing.


Saat itulah ia di selamatkan oleh seorang wanita yang sangat cantik, wanita tersebut mirip dengan Mu Xia'er, ia wanita itu tak lain adalah ibunya Mu Xia'er.


Ibu Mu Xia'er melihat bakat laki-laki tersebut merasa bisa menggunakannya menjadi pion untuknya kelak sehingga memberikannya sedikit inti energinya.


Setelah itu ibu Mu Xia'er membuka gerbang menuju alam semesta rendah.


Di kejauhan sebuah mata menatapnya dengan sebuah senyum.


Waktu terus berlalu, Bai An terus melihat kejadian di layar tersebut hingga ia di lahirkan namun sebuah kejadian membuatnya terpisah, dan yang membuat ia terpisah dari ibunya adalah Bibinya dengan campur tangan monster di belakangnya.


Hal itu membuat Bai An mengepalkan tangannya erat-erat, ia kini tahu apa yang terjadi dan tahu siapa saja pengkhianatnya.


Layar terus berputar hingga Bai An di pertemukan oleh ayahnya dan layar langsung menghilang.


“Apakah ini nyata?” Tanya Bai An menatap ke arah pria berambut biru.

__ADS_1


“Tentu saja nyata, jika kau pikir aku berbohong, maka kau bisa membunuhku,” jawab pria berambut biru dengan jujur.


Bai An akhirnya mengangguk percaya lalu kembali bertanya. “Lalu apa hubunganmu dengan pria yang pertama kali muncul? Aku yakin kau pasti memiliki hubungan dengannya,” tanya Bai An.


Pria berambut biru tersenyum santai lalu berkata. “Perkenalkan, namaku adalah Ling Dong, aku adalah anak dari pria yang kau lihat pertama kali muncul saat bertarung dengan pria berambut merah, nama kakak ku adalah Ling San, ia adalah penguasa alam semesta ke 9 dan orang berambut kuning itu adalah Hu Xiao ia adalah penguasa alam semesta ke 3.”


Mendengar itu Bai An langsung menggenggam erat tangannya. “Jadi suara itu adalah orang bermabut kuning yang bernama Hu Xiao,” gumam Bai An.


Melihat itu Ling Dong tersenyum santai sambil menepuk Bai An. “Kau tenang saja, aku yakin kau pasti akan bisa mengalahkannya pada waktunya tiba, untuk saat ini dengan kekuatanmu aku yakin kau dapat kembali ke alam semesta rendah dan membebaskan keluargamu termasuk membebaskan kakak pertamaku yang di segel, walau aku dan dia berbeda ibu, namun ia adalah keluargaku, jadi aku punya kewajiban khawatir,” kata Ling Dong dengan serius.


Bai An yang mendengar itu sedikit jengkel lalu berkata. “Kau lebih kuat dariku, lalu mengapa kau membiarkan keluarga ku seperti itu?’ Tanya Bai An dengan membentak.


Ling Dong sama sekali tidak marah. “Aku yakin kau cerdas, jika aku meninggalkan alam semesta ini terlalu lama maka,” sebelum Ling Dong menyelesaikan kata-katanya.


Bai An mengangguk paham lalu mengbungkuk. “Maafkan aku kakek yang telah terbawa emosi,” kata Bai An dengan tulus.


Saat ini wajah Ling Dong berkerut. “Jangan memanggilku kakek bocah, aku tidak setua itu, panggil aku paman mulai saat ini,” kata Ling Dong dengan nada suara membentak.


Bai An yang baru kali mendengar suara amarah Ling Dong hanya terkekeh kecil, jika ia mengejek atau menghina Ling Dong maka ia tidak marah, tapi jika di panggil tua maka emosinya akan meledak-ledak.


“Sungguh karakter yang unik," gumam Bai An dalam hati.


Setelah suasana kembali normal, Bai An dan Ling Dong kembali membicarakan Bai An yang akan kembali ke dunia asalanya.


Hal tersebut membuat Bai An merindukan tempat asalnya.


“Baiklah aku akan kesana dan kembali kesini dalam waktu yang tidak lama paman, tapi aku akan membawa adik angkat dan pengikutku,” kata Bai An kini mulai berdiri.


Ling Dong mengerutkan keningnya lalu tersenyum. “Setiap kalian bersama aku yakin kalian pasti membuat onar, terlebih lagi adik angkat mu yang bernama Duan Du itu,” kekeh Ling Dong lalu kembali menambahkan.


“Jika kalian kembali lagi kesini dalam waktu cepat, aku akan mengangkat adik mu itu sebagai muridku, ia sungguh mewarisi bakatku, namun dia payah dalam hal wanita, sehingga aku akan mengajarinya cara menggauli wanita,” kekeh Ling Dong dengan senyum licik.


Bai An yang melihat itu langsung berkata. “Aku pergi dulu, jika lama-lama di sini akan menjadi gila.”

__ADS_1


__ADS_2