Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Keberanian Sang Jendral Iblis.


__ADS_3

Satu hari kemudian,,


Saat ini Bai An masih berada di Dunia Jiwa, saat Long Yuan, Mo Shen dan Ratu Sefira pergi, Mu Xia'er menarik paksa Bai An masuk kedalam Dunia Jiwa.


Tubuh Bai An penuh dengan luka, luka akibat kejahilan Mu Xia'er yang cukup kesal oleh Mo Shen, jadi ia melampiaskan nya kepada Bai An dengan berlatih tanding.


“Cukup, Xia'er aku sudah tidak bisa bertahan lagi,” kata Bai An, setelah itu ia langsung duduk dengan terengah-engah.


Bai An memutar waktu yang cukup antara dunia jiwa dan dunia nyata, di dunia jiwa 10 tahun dan di dunia nyata 1 hari.


Sebenarnya Mu Xia'er ingin 100 tahun, tapi Bai An dengan cukup tegas menolaknya, karena ia tahu niat Mu Xia'er sebenarnya, tapi Bai An membiarkannya, toh itu untuk kebaikannya menambah pengalaman bertarungnya.


“Hm,, Hm,,” setelah cukup puas Mu Xia'er mengangguk dengan senyum cerah.


“Aku akan memulihkan diri dulu, baru aku akan keluar dari sini,” tanpa menunggu jawaban Bai An langsung duduk bersila dan memulihkan dirinya.


Melihat itu, Mu Xia'er maju dan menatap wajah Bai An dari dekat, mata besar Mu Xia'er terlihat serius dan tangannya tiba-tiba mengusap keringat di dahi Bai An.


Bai An yang merasakan ada tangan menyentuh dahi nya, namun ia membiarkan dengan senyum mengembang di wajahnya.


Mu Xia'er ikut senyum-senyum sendiri saat melihat senyum Bai An, Mu Xia'er semakin mendekatkan wajahnya hingga beberapa inci dan langsung mencium kening Bai An lalu menghilang.


Bai An langsung membuka matanya dan melihat Mu Xia'er kini menghilang karena malu, ia hanya menggeleng kepalanya.


Lalu mencoba merobek ruang jiwanya untuk keluar, karena kini kekuatan jiwanya sudah cukup untuk merobek dunia jiwanya.


Setelah itu, Bai An langsung membuka matanya, ia masih terbaring di ranjangnya.


Bai An melihat keringatnya kini sudah bau lantas bangun dari tempatnya dan pergi menuju kamar mandi.


Beberapa menit kemudian, Bai An keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian berwarna biru muda, pakaian favoritnya.


“Long Yuan, bisakah kau kumpulkan semua orang? ada yang ingin ku diskusikan bersamamu dan yang lainnya.”


Bai An langsung menghubungi Long Yuan.

__ADS_1


***


Beberapa saat kemudian, Bai An kini telah berkumpul di meja yang berjejer rapi.


Bai An melirik semua orang dan ia melihat jika masih ada beberapa yang belum hadir, “Dimana yang lain?” tanya Bai An langsung melirik Long Yuan.


“Itu Tuan Muda, saudara Pixiu sekarang sedang berlatih keras, setelah melihat kondisi Tuan Muda, dia langsung bertekad untuk membalas dendam, saudara Pixiu masih belum tahu mengapa Tuan Muda bisa begini.” Kata Long Yuan cukup panjang menjelaskan tentang Pixiu.


“Sedangkan untuk saudara Tang dan Jendral Liang masih belum kembali, karena mereka agak susah membawa para penduduk daratan utara yang tidak mau pergi dan memberontak.”


Bai An langsung mengangguk, ia kemudian kembali melihat sekelilingnya, “Eeh dimana, Luan'er, Liu'er, Lin'er dan dua saudara ku?” tanya Bai An yang belum tahu jika Long Yuan telah memberi perintah kepada Hei Long dan Feng Huang untuk ke Benua Naga ( Benua Menengah )


“Ka,, Kalau itu, A,, Aku sudah menyuruh mereka pergi ke tempat tinggal Tuan Bai Chen, Ayah Tu, Tuan Muda,” dahi Long Yuan berkeringat saat ia menjelaskan masalah ini kepada Bai An.


Mo Shen langsung terkekeh melihat Long Yuan yang begitu ketakutan, sedangkan Ratu Sefira cukup heran, mengapa Long Yuan takut kepada manusia biasa? apakah latar belakang Bai An sangat luar biasa? itulah yang kini ada dalam benaknya, begitupun para petinggi Elf lainnya.


Walaupun Ratu Sefira kemarin mendengar jika kerajaan ini hancur akibat Bai An, namun ia masih tidak percaya, karena yang ia lihat di depan matanya kini hanya manusia biasa menurutnya.


“Hm,, kerja mu cukup bagus saudara Yuan, aku bangga mempunyai saudara sepertimu,”


“Tidak apa-apa Tuan Muda, itu sudah tugas ku membantu mu,” kata Long Yuan dengan tegas.


Bai An mengangguk, setelah itu, Bai An melirik Ratu Sefira.


“Perkenalkan, saya Bai An yang mulia Ratu,” Bai An langsung menundukkan sedikit kepalanya tanda memberi hormat.


“Hmm, saya Ratu Elf, panggil Sefira aja,” Ratu Sefira dengan cukup sopan memperkenalkan diri, namun tidak ada sedikit rasa hormat, karena ia ingin melihat reaksi Bai An. Namun bukan Bai An yang bereaksi, melainkan Long Yuan dan Mo Shen.


“Kurang ajar, dimana rasa hormatmu," teriak Long Yuan dan Mo Shen bersamaan dengan tekanan yang keluar dari aura mereka berdua.


“Ukkhh,” semua orang tertekan, kecuali Bai An yang kini sedang menghela nafas.


“Cukup,” ucap Bai An lalu melambaikan tangannya, aura dari Long Yuan dan Mo Shen langsung hilang seketika.


Mata Ratu Sefira melotot melihat kejadian di depan matanya, ia kini tidak merasakan sakit lagi, melainkan terkejut melihat Bai An hanya dengan lambaian tangan menghilangkan tekanan aura Long Yuan dan Mo Shen.

__ADS_1


Ratu Sefira kini sadar, pemuda di depannya ini di luar imajinasinya.


“Maafkan perlakuan saudara ku Ratu,” Bai An langsung berdiri lalu membukuk kan kepalanya.


“Ti,, Tidak apa-apa ini salah ku, Tu,, Tuan Muda,” dengan gugup Ratu Sefira menjawab.


“Lupakan saja, lebih baik kita membahas masalah orang-orang yang datang ke Benua ini untuk mengacau, dan ini juga ada kaitannya dengan kematian salah satu saudara ku Xiong Zai,”


Bai An langsung serius saat ia mengatakan hal tersebut, Long Yuan, Mo Shen, Ratu Sefira dan semua orang yang berada disana langsung mengambil sikap serius.


***


Sedangkan di sebuah kota tempat Xiong Zai pernah bertarung, kini ada dua sosok bersaudara baru saja sampai ke tempat tersebut.


Min Sha yang berada di belakang kedua sosok bersaudara Leng Cung dan Leng Cong langsung maju ke depan.


“Tuan, para tahanan selalu memberontak, terutama para jendral mereka, mereka semua seperti tidak takut akan kematian,” dengan hormat Min Sha menginformasikan semua yang terjadi tentang para tahanan.


“Hmmm,, memang seperti klan Mo, aku akui mereka semua sangat berani dan tidak takut akan kematian, tapi sayang mereka berhianat,” kata Leng Cong mendengus dingin.


Min Sha langsung membuka pintu tempat para iblis di tahan, lalu membiarkan Leng Cong dan Leng Cung masuk terlebih dahulu.


“Siapa yang menjadi jendral disini?” ucap Leng Cong dingin, lalu pandangannya tertuju kepada yang paling kuat.


“Kau, apa kau yang selalu memberontak dan tidak takut mati?,” suara Leng Cong semakin dingin saat ia menunjuk salah satu Jendral Iblis yang paling kuat.


Jendral Iblis tersebut membalas dengan mendengus, lalu,


“Cuih, orang-orang arogan seperti kalian, pada akhirnya pasti akan mati di tangan Tuan Muda kami, tunggu saja ia datang kesini, karena kalian membunuh salah satu saudaranya.”


Bukannya takut, Jendral tersebut membalas dengan sinis.


Amarah Leng Cong langsung naik saat mendengar ancaman dari Jendral tersebut, “Aku ingin melihat seperti apa Tuan Muda kalian? dan kalian akan melihat Tuan Muda bersujud meminta ampun kepada ku, tapi sebelum itu. Terimalah hadiah dari ku.”


Leng Cong langsung mengeluarkan secuil energi bewarna hitam, lalu energi tersebut melesat dengan cepat ke dada Jendral tersebut lalu ia pergi bersama Long Cung dan Min Sha.

__ADS_1


Leng Cong tersenyum sinis saat mendengar suara teriakan dari Jendral tersebut.


__ADS_2