Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kacauanya Pelelangan dan Pertarungan Di Mulai


__ADS_3

“Ah,, ayahmu ini cukup kaya lo, jika kau tak mampu membelinya biar ayah nanti yang akan membelikan item ini untukmu,” sambung Duan Du tak kalah mengejek.


Wen Dongyun sama sekali tak marah, ia malah tersenyum lebar. “Hoho,, anak bau kencur cukup sombong juga, aku suka gayamu nak,” kata Wen Dongyun.


Duan Du tahu jika kata-kata Wen Dongyun itu mengandung makna ancaman.


“Haha tentu saja aku pantas sombong karena aku memang kaya dan juga kuat, jika kau tidak percaya kau boleh mencobanya,” kekeh Daun Du dengan tertawa sinis.


Hal itu membuat Wen Dongyun tersenyum puas, mungkin orang yang Wen Dongyun incar pertama saat lelang berahir adalah Duan Du.


Hal itu dapat terlihat dari tatapan, ia telah menargetkan Duan Du, lalu tatapan Wen Dongyun langsung berpindah ke arah Bai An yang terlihat seperti kultivator rendahan.


Sementara Ling Qie juga diam-diam menargetkan Duan Du, terlebih ia merasa familiar dengan suara Duan Du, namun ia lupa pernah mendengarnya dimana.


Untuk Kaisar Dewa Kematian dan sekutunya, mereka tentu langsung memancarkan niat membunuh yang besar juga, namun saat ini mereka berusaha menahan untuk tidak langsung menyerang.


Kini lelang kembali berlanjut yang di menangkan oleh salah satu Kaisar Dewa yang menutupi identitasnya.


Hingga item ke 30, saat ini item ke 30 adalah sebuah sumberdaya.


Semua orang yang melihat itu langsung antusias ingin menawar saat melihat buah berbentuk seperti anggur.


“Baiklah item ini adalah sumberdaya langka yang kegunaanya adalah meningkatkan basis kultivasi kalian dengan cara menyerapnya bukan memakan, ini adalah Anggur Kristal Ungu, Anggur Kriltal Ungu ini menampung banyak sekali energi qi yang tersimpan di dalamnya. Terlebih energi yang ada di dalam Anggur Kristal Ungu ini cukup berbeda,” kata Ling Qie tersenyum lembut.


Mendengar itu orang-orang kini mau tak mau terpana dengan mulut terbuka lebar saat mendengarnya.


“Woah,, apakah ucapanmu itu benar? Aku curiga jika Anggur Kristal Ungu atau apalah itu benar-benar menampung energi qi yang melimpah,” kata Duan Du tersenyum tipis.


Alis Ling Qie langsung berkerut, saat ia ingin memarahi Duan Du, terdengar sebuah suara yang membuat ia diam.


“Benar,, aku curiga jika kau hanya mengada-ada, jika benar itu mempunyai energi qi yang melimpah, bukankah kau lebih baik menyerapnya dari pada menjualnya, ini cukup mencurigakan,” kekeh Tu Long sambil berdiri seolah menantang.

__ADS_1


Hal itu di sambut oleh Kaisar Dewa Api atas permintaan Xiong Zai, ia entah mengapa kini selalu mengikuti ucapan Xiong Zai.


“Benar, aku membenarkan ucapan mereka berdua dan juga aku yakin kalian semua penasaran bukan mengapa Nona Ling Qie melelang item beharga seperti ini dan mengapa tidak ia saja yang menggunakannya atau tikus-tikusnya,” kata Kaisar Dewa Api sambil menatap sinis Kaisar Dewa Kematian dan para sekutu.


Setelah Kaisar Dewa Api atau We Kai bicara, semua orang langsung menanggapi dan menatap Ling Qie kini dengan rasa ingin tahu dan curiga.


Ling Qie yang mendengar itu kini hanya diam sambil mengepalkan tangannya erat-erat, ini tidak sesuai rencananya, jika begini mau tak mau ia harus menyuruh pasukannya bergerak masuk kota terlebih dahulu sambil melirik Wen Dongyun.


Melihat Wen Dongyun menatap ke arah Duan Du dengan intens, Ling Qie juga ikut menatap Duan Du penuh dendam karena ini berawal darinya.


Gemuruh teriakan masih berlanjut mempertanyakan tentang Anggur Kristal Ungu, Ling Qie masih diam membuat para peserta lelang langsung kecewa.


Sementara Duan Du kini melirik ke arah Bai An.


Bai An mengangguk santai, Bai An sengaja mengubah rencana karena ia tak ingin banyak sumberdaya yang menjadi bom waktu itu terjual kepada orang tak bersalah.


Hal ini membuat Bai An menyuruh Duan Du langsung memprovokasi hingga tak berkutik.


“Apakah ia mengenal identitasku, apakah ia tahu aku bukan dari alam semesta ini?” Gumam Wen Dongyun bertanya-tanya dalam hati.


“Hmm..!! Jika benar ia tahu juga tak apa, aku cukup membunuhnya,” gumam Wen Dongyun langsung mengangguk ke arah Ling Qie.


Ling Qie langsung tersenyum lebar, ia langsung bertepuk tangan sekali.


Saat itu juga sebuah perisai berbentuk sangkar burung tercipta, hal tersebut membuat semua orang yang ada di acara lelang langsung berteriak kepada Ling Qie dengan apa yang terjadi.


“Apa yang terjadi? Apakah kau ingin berperang?” Raung salah satu klan kuno Ras Titan.


“Hahahaha,, ini bukan perang melainkan pembantaian, kalian yang ingin menjadi budak ku hanya meletak senjata maka kalian tidak akan mati, tapi yang tidak maka akan mati,” tawa menggema dari Ling Qie langsung terdengar.


Tak berapa lama jutaan bahkan ratusan juta pasukan langsung mengelilingi tempat tersebut.

__ADS_1


Hal tersebut dapat di rasakan oleh para peserta lelang.


Kini para kaisar dewa memasang wajah jelek, menjadi budak? Tentu saja mereka yang memiliki ego tinggi tak ingin menjadi budak dan tak ingin di cap sebagai pengecut.


Sementara yang mempunyai nyali pengecut berpikir untuk menyerah dan tak ada salahnya menjadi budak daripada mati saat merasakan banyak musuh yang mengepungnya.


“Kau J*l*ng aku sudah menduga ini, dari kau memindahkan tempat lelang aku sudah curiga kau sudah menyiapkan seperti ini,” tunjuk We Kai.


We Kai kini melirik semua orang lalu berteriak. “Semuanya berkumpul, jika kita bisa bersatu melawannya maka aku yakin para pasukan mereka pasti akan kocar kacir saat pemimpin mereka mati.”


Seketika banyak para kaisar dewa, patriark klan besar, menengah, kecil dan klan kuno berkumpul, mereka tentu setuju ucapan We Kai.


Namun orang yang menyerah juga tak kalah banyak, setengah dari mereka langsung berkumpul ke sisi seberang.


Sementara Bai An, Duan Du, Tu Long dan para saudaranya yang lain hanya diam saja.


Mereka menunggu musuh bergerak ke arah mereka karena itulah yang mereka inginkan dari awal.


“Hahaha,, kau cukup bernyali juga We Kai, aku akan membunuhmu saat ini juga dan juga kalian budak-budak ku, bunuh mereka,” kata Ling Qie terlihat seperti iblis kesurupan.


Seketika Ling Qie langsung melesat ke arah We Kai, We Kai dan Xiong Zai langsung melesat juga ke arah Ling Qie seolah tak mau kalah.


Sementara Duan Du yang di tatap intens oleh Wen Dongyun langsung berkata.


“Apa hewan jelek sepertimu hanya akan diam saja?”


“Hehe,, aku sudah menduga jika kau mungkin salah satu organisasi yang memburuku sehingga kau tahu identitasku, tapi itu tak penting karena aku akan memakanmu lalu mencicipi setiap dagingmu,” kata Wen Dongyun tersenyum, ia langsung melesat ke arah Duan Du.


Duan Du juga langsung melesat ke arah Wen Dongyun.


Sementara Lang Du dan Tu Long kini entah kapan mereka bergerak, yang penting saat ini mereka berdua sudah bertarung lebih dulu dari yang lain.

__ADS_1


Untuk Bai An, saat ini ia duduk sambil menuang arak ke gelas yang ada di tangan kirinya.


__ADS_2