
Sementara Bai An mengerutkan keningnya saat melihat wanita yang Bai An kenal. “Hmm..!! Lin'er, siapa yang menyegel ingatan anak ini, terlebih ia dipasangkan segel budak.”
Mendengar itu Tu Long langsung melihat wanita yang sangat cantik melesat mengejar Duan Du.
Tu Long langsung memutar ingatannya yang telah di berikan dulu tentang semua keluarga dan bawahan Bai An saat berada di Alam Fana.
Setelah menemukan namanya Shen Linlin, Tu Long membelalakkan matanya. “Wanita ini jauh lebih mengerikan dari ku maupun Duan Du,” gumam Tu Long.
Setelah itu Tu Long terkekeh kecil. “Hehe,, aku yakin nasib anak nakal ini akan malang jika wanita ini sudah mendapatkan ingatannya,” gumam Tu Long dengan seringai licik.
Bai An yang melirik ke arah Tu Long langsung menggeleng. “Pergaulan yang baik akan membawa kebaikan, tapi pergaulan yang salah akan membawa petaka juga,” gumam Bai An merasa kasihan kepada adiknya Duan Du, karena kini Tu Long telah mengikuti tingkah lakunya yang cukup licik.
Tapi Bai An tidak sadar jika awalnya mereka semua licik berawal dari dirinya. Tapi walaupun Bai An sadar, maka ia akan menutup mata dan telinga.
Sementara Duan Du yang mengetahui orang yang mengejarnya Shen Linlin masih belum menyadari jika Shen Linlin yang dulu ia kenal bukan Shen Linlin yang sekarang karena saat ini ingatan Shen Linlin telah hilang dan menjadi budak seseorang.
Jika Duan Du tahu, maka ia pasti tidak akan lari lagi dan membebaskan Shen Linlin lalu bertanya siapa yang melakukan ini kepada kekasihnya ini.
Walau belum resmi menjadi kekasih karena Duan Du saat bertemu di klan Bai dulu masih tidak mengerti arti cinta dan masih nakal-nakalnya membuat Duan Du cuek saat selalu di ikuti Shen Linlin dulu.
Shen Linlin sebenarnya mengejar Duan Du karena ingin melupakan Bai Luan yang menjadi kakek Bai An.
Jauh di lubuk hatinya Duan Du cukup menyukai Shen Linlin, tapi hanya sebatas menyukai karena mereka keluarga.
Wuss..!!
Duan Du terlihat berlari main-main agar Shen Linlin dapat mengejarnya.
Di belakang Shen Linlin melihat orang yang mengintip langsung mengayunkan pedangnya dengan ganas.
“Tebasan Pedang Sakura,” teriak Shen Linlin menggunakan teknik terkuatnya di sertai niat membunuh.
Seketika ratusan pedang energi membentuk layaknya kelopak bunga sakura lalu bertebaran melesat ke arah Duan Du.
__ADS_1
Sementara Duan Du yang merasakan niat membunuh itu langsung diam sambil membuka tudungnya menatap tajam ke arah Shen Linlin. Duan Du kini menyadari ada yang salah dengan Shen Linlin sehingga ingin melihat kebenarannya.
Saat Duan Du menemukan Shen Linlin di pasangkan segel budak, wajah Duan Du berubah memerah, ia baru kali marah seperti ini.
Duan Du juga mengerti, kini Shen Linlin ingatannya telah di segel.
“Siapapun pelakunya, aku akan membuatmu menderita dan menyesal telah di hidupkan di dunia penuh kekejaman ini,” gumam Duan Du kemudian menghilang bertepatan dengan energi pedang Shen Linlin sampai ke tempat Duan Du berdiri.
Bom..!!
Ledakan besar seketika terjadi yang langsung membuat orang-orang keluar.
Shen Linlin hanya cuek saja, ia kini berjalan ke arah tempat Duan Du berdiri dan menyadari jika Duan Du berhasil selamat.
Mata Shen Linlin langsung mengarah ke arah tembok rumah seseorang.
Dengan cepat Shen Linlin melesat dan menemukan Duan Du kini telah berganti jubah, Duan Du juga tidak mengenakan tudung.
Shen Linlin tidak dapat melihat wajah Duan Du tadi karena Duan Du melapisi sekelilingnya menggunakan energi agar Shen Linlin tidak dapat melihat wajahnya.
Duan Du kini menggeleng sambil berkata. “Aku tidak melihat apa-apa, dan aku kesini karena mendengar suara ledakan, aku mengira ada penyerangan makanya aku dengan tergesa-gesa kesini sehingga tidak menyadari apapun.”
Mendengar jawaban Duan Du yang cukup logis, Shen Linlin mengangguk dengan dingin lalu membalik badannya ingin melangkah pergi.
Tapi ia di hentikan oleh sebuah suara.
“Hei,, apa yang kau lakukan di sini? Aku menyuruhmu bekerja tapi kau malah keluyuran, apa kau ingin aku siksa,” teriak seorang wanita terlihat berusia 40 tahunan lebih dengan pakaian terbuka dan muka di taburi oleh tepung terigu untuk menambah kecantikannya.
Shen Linlin seketika berkeringat dingin saat melihat wanita tersebut memegang sebuah token.
Saat Shen Linlin ingin bicara, Duan Du langsung maju sambil berkata. “Hei-hei mengapa kau memarahinya, aku sudah memesannya dengan harga mahal untuk menemaniku jalan-jalan,” dengus Duan Du layaknya Tuan muda dari klan besar maupun kerajaan.
Wanita itu menatap Duan Du dari atas hingga bawah, sebuah senyum lebar menghiasi wajah wanita tersebut.
__ADS_1
“Hoho,, maafkan ketidak tahuan ku ini Tuan muda yang tampan,” kata wanita tersebut langsung berjalan mengelus pipi Duan Du dengan senyum genit.
Duan Du langsung mendengus kecil sambil melempar kantong berisi kristal Berlian.
Dengan sigap wanita tersebut menangkapnya, saat melihat isinya, wajah wanita tersebut berseri-seri. Tak lama ia tersenyum licik.
Sementara Shen Linlin ingin membantah karena tak mengenal Duan Du, tapi ia seolah tak bisa bersuara, karena merasa ada energi yang menyegel mulutnya.
Duan Du sebenarnya cukup jijik dengan wanita di depannya, apalagi saat melihat senyum liciknya, membuat Duan Du langsung menarik lengan Shen Linlin.
“Saat aku kembali, aku akan memberikan 2 kali lipat dari yang aku berikan saat ini, tapi jangan ganggu aku saat ini,” kata Duan Du dengan acuh pergi bersama Shen Linlin.
Wanita tersebut hanya bisa tersenyum bahagia dan tidak mempermasalahkan sifat Duan Du, karena kebanyakan sikap para Tuan muda sangat sombong, hal itu juga membuat wanita tersebut yakin jika Duan Du salah satu pangeran yang jarang keluar dan itu baginya sangat mudah meraup untung dari orang-orang yang baru mengenal dunia luar.
Tapi ia tak tahu jika yang ia ingin manfaatkan jauh lebih senior liciknya dari dirinya.
Tap tap..!!
Wuss..!!
Tangan Shen Linlin langsung di tarik paksa. “Hei apa yang kau lakukan tadi,” dengus Shen Linlin lalu menambahkan. “Kau tahu, aku tidak butuh bantuanmu walau kau tampan sekalipun.”
Duan Du hanya tersenyum kecil. Walau ingatan Shen Linlin di segel, tapi sifatnya masih tetap sama.
Dengan santai Duan Du melambaikan tangannya seketika segel budak yang tertanam di tubuh Shen Linlin langsung hancur.
Hal itu membuat Shen Linlin tertegun merasakan segel budak yang di tubuhnya hancur, tapi ia lebih tertegun jika pemuda di depannya ini ternyata seorang ahli kuat. Hanya dengan lambaian tangan saja segel budaknya langsung hancur.
“Ka.. Kau ternyata seorang ahli,” kata Shen Linlin kini agak gugup, ia takut di bunun karena telah menyinggung Duan Du.
Tapi Duan Du dengan santai melambaikan tangannya. “Itu masalah mudah bagiku, jangankan menghancurkan segel budakmu, menghancurkan seluruh alam dewa ini pun aku mampu,” kata Bai An dengan nada sedikit dingin lalu melirik ke arah langit.
“Kak, bisakah kau melepaskan segel ingatan Lin'er, walau aku mampu, tapi aku takut ia akan kesakitan karena aku tidak terlalu ahli dalam formasi.”
__ADS_1