Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kesedihan dan Perpisahan ( End )


__ADS_3

“Apa kita salah dengar Xing'er?” Tanya Jing Ling dengan bingung.


“Aku juga tidak tahu Ling'Gege,” jawab Xi Xing dengan pandangan linglung karena ia merasa mendengar putranya memanggil Duan Du dan Tu Long.


Karena keduanya tidak ingin terlalu memikirkan hal tersebut, keduanya kembali masuk kedalam untuk menyiapkan pembekalan untuk Bai Lan.


Setelah keduanya masuk, Duan Du dan Tu Long kembali muncul, kali ini mereka muncul dengan persiapan, yaitu menyuruh Bai Lan menutup mulut.


Bai Lan tentu saja mengangguk setuju, karena ia mendapatkan harta berupa pedang dan beberapa sumberdaya lain yang cocok untuk meningkatkan kekuatannya.


Setelah itu Duan Du dan Tu Long melirik ke arah Bai An yang berjalan santai masuk kedalam untuk mengantar Bai Xin ke kamarnya.


Tak lama Bai An keluar sambil mengangguk santai.


Mereka bertiga lalu menghilang.


Wuss..!!.


Tap tap..!!


Setelah sampai Bai An melirik ke arah adik dan saudaranya.


“Dimana kalian menemukannya?” Tanya Bai An dengan nada serius.


Saat ini Bai An tidak bisa kembali ke Alam Semesta Inti karena ada sesuatu yang menghalanginya saat membuka pintu dimensi menuju kesana.


Kini satu-satunya jalan adalah mencari sebuah petunjuk, walau merasa itu adalah hal yang sia-sia. Tapi jika ada 0% persen, Bai An tetap akan berusaha mencari menuju ke Alam Semesta Inti.


Duan Du mengangguk serius.


“Aku menemukan ada setitik bekas ruang kekosongan, itu aku temukan di tempat pertama kita muncul dulu, yaitu Alam Dewa Perunggu,” jawab Duan Du dengan nada serius.


Bai An merenung lalu berkata. “Selidiki lalu teliti dengan benar, jangan sampai ada kesalahan, untuk saat ini aku tidak bisa pergi, kau pasti tahu alasannya selama 20 tahun ini setelah pernikahanku.”


Duan Du dan Tu Long mengangguk, tentu mereka tahu, jika ibu mereka Ling Mei telah mengirim mata-mata yang tak lain istrinya Bai An, jika ia melangkah kaki keluar dari kediamannya, maka ia akan di laporkan ke Ling Mei di Alam Dewa Semesta sana.


Saat ini Bai An, istri dan putranya tinggal dimana Bai An dulu di besarkan, ini adalah permintaan kedua istri Bai An sendiri karena ingin melihat dimana suami mereka di besarkan.


Waktu terus berlalu..!!


Sudah ratusan juta ribu tahun lamanya.


Saat ini Bai An sudah menjadi seorang kakek, mungkin melebihi seorang kakek, putranya Bai Lan telah menjadi seorang Kaisar Dewa Kebijaksanaan.


Sementara putrinya Bai Xin telah menjadi Dewi Cahaya Kemuliaan.


Tak hanya itu saja, Bai Lan dan Bai Xin pun mempunyai adik, mereka juga mempunyai gelar masing-masing.


Sementara para saudara Bai An dan bawahannya telah menjadi legenda pada eranya.

__ADS_1


Mereka tetap memiliki gelar, namun di setiap gelar ada kata tambahan, yaitu kuno.


Seperti Long Yuan memiliki gelar Kaisar Dewa Kekosongan Kuno, ia berjuluk kekosongan karena dulu setiap melawan musuh, ia selalu tidak di ketahui keberadaannya menyebabkan musuh hanya memandang wilayah kosong, lalu Long Yuan muncul setelah menebas atau membunuh musuhnya.


Tak hanya itu, Yu Fan juga memiliki gelar yaitu Kaisar Dewa Strategi Kuno, Fanghu berjuluk Kaisar Dewa Kuno Kemalangan.


Lang Zai berjuluk Kaisar Dewa Kuno Serigala Perak, Pixiu berjuluk Kaisar Dewa Kuno Kekuatan.


Tu Long berjuluk Kaisar Dewa Kuno Petarung, Duan Du berjuluk Kaisar Dewa Kuno Kekacauan.


Walaupun ada beberapa kejadian seperti dimana iblis berambisi menguasai dunia, atau manusia akan keserakahannya.


Bai An tetap diam asal itu tidak terlalu berlebihan, karena di era mereka pasti akan ada seorang pahlawan yang menindak kejahatan.


Bai An tidak ingin ikut campur karena di setiap dunia ia memiliki bawahan yang mengatur dunia tersebut agar tidak hancur oleh keserakahan orang-orang yang tinggal di dunia tempat mereka berasal.


Saat ini Bai An duduk di depan makam istrinya Xi Xing.


Tentu selama ini Bai An sangat keras kepala agar istrinya ini meningkatkan kekuatannya agar ia tidak mati, walau kekuatannya terbilang sudah abadi menurut orang.


Tapi Bai An tahu jika di dunia atau alam semesta ini tidak ada yang abadi, mereka yang memiliki tingkat kekuatan tinggi hanya memiliki umur panjang saja.


“Xing'er aku akan memegang janjiku agar tidak ikut campur dengan semua keturunan kita, aku juga akan menjaga mereka agar tidak mati di bunuh, mereka akan mati hanya karena usia tua,” gumam Bai An sedikit bersedih.


Tap tap..!!


“Kak, kau sudah ratusan tahun duduk di sini, apakah kau tidak lelah dan juga kakak Xing pasti akan sedih melihat kau seperti ini,” kata Duan Du ikut merasa sedih.


“Kau benar Du'er, kalau begitu aku akan menghukum mu karena kau telah mengacau dan menghancurkan sebagian dunia yang di jaga oleh De Cang,” kata Bai An tersenyum kecil.


Dengan cepat Duan Du ingin melarikan diri, namun apapun usahanya di depan kakaknya ini, ia tak akan pernah bisa melarikan diri.


Dengan wajah memelas Duan Du meminta ampun dan tak akan mengulangi perbuatannya lagi, tapi Bai An tetap sama seperti dulu, yaitu acuh.


“Kau akan tetap di sini sampai menunggu keturunanku memiliki sedikit inti energiku yang ikut terbawa saat ia lahir, kau juga akan tetap di dimensi kecil ini menunggu mereka kesini, karena tak lama lagi mereka akan kesini saat aku melihat masa depan,” kata Bai An lalu menghilang.


Duan Du yang mendengar itu memasang wajah jelek, saat ia ingin merobek ruang, sebuah penghalang tak kasat mata membuat ia tak bisa melakukannya.


Duan Du langsung cemberut sambil berteriak tak jelas.


Sementara Bai An kembali ke Alam Dewa Emas tempat Jing Ling dan keluarganya yang tersisa berada.


Wuss..!!


Dalam waktu 5 hari, Bai An muncul di depan istrinya yang kini sudah menua.


Jing Ling kini terbaring di tempat tidur dengan senyum mengembang tulus saat melihat suaminya tiba.


Bai An hanya menghela nafas melihat itu, karena anehnya, semua keluarganya yang dulu kini telah meninggal, hanya beberapa yang masih hidup, terlebih mereka semua tidak ada yang mau meningkatkan kekuatan mereka agar bisa hidup lama.

__ADS_1


Yang aneh lagi, hanya Bai An, Tu Long dan Duan Du memiliki tidak ada perubahan dalam diri mereka.


Bai An menyadari jika ini adalah hukum energi di alam semesta kecil ini berbeda dengan hukum energi semesta inti, itulah yang membuat mereka sama sekali tidak menua.


“Sayang,, aku akan mengalirkan energiku kepadamu agar kau bisa hidup ratusan tibu tahun lagi,” kata Bai An dengan nada lembut.


Tapi Jing Ling menggelengkan kepalanya dan menyuruh Bai An menempelkan telinganya ke mulutnya.


“Biarkan aku mati dengan tenang An Gege, aku saat ini sudah bahagia karena kau adil kepada kami berdua,” bisik Jing Ling.


Bai An seketika mengeluarkan air matanya, dalam hatinya Bai An cukup marah karena mengapa semua keluarganya tidak ada yang mau hidup lama? Mengapa? Itulah yang selalu terngiang-ngiang dihati Bai An.


Istri, ibu, ayah, kakek, nenek, bibi, kakak, adik, semua keluarga kandung Bai An menjawab hal yang sama dengan Jing Ling.


Huff..!!


Bai An menguatkan hatinya ia kini duduk menunggu kematian Jing Ling.


Hingga 100 tahun berlalu dengan cepat, saat ini putranya Bai Lan menunggu di depan pintu dengan mata berkaca-kaca, wajah tua Bai Lan terlihat jelas.


“Ayah,, apakah aku bisa menyusul ibu,” kata Bai Lan.


Mendengar itu, hati Bai An terasa tersayat-sayat, ia tak tahu harus bagaimana lagi sehingga membawa mayat istrinya ke dalam peti mati.


Setelah memakamkan istrinya di makam keluarga, Bai An kini merenung di kamarnya hingga ia tak tahu jika jutaan tahun berlalu.


Saat Duan Du menghubunginya ia kembali teringat jika masih memiliki keluarga, ia teringat istrinya Mu Xia'er, ia ingat janji dalam dirinya untuk bertanggung jawab kepada seseorang.


Entah mengapa Duan Du selalu membuat ia tersenyum kembali sehingga ia sangat menyayangi adiknya itu, sementara Tu Long sama sekali tidak berani mengganggu Bai An.


Tap tap..!!


Saat ini Bai An memandang para saudaranya yang sudah tua, dan semua saudaranya ini memiliki kekuatan puncak alam semesta kecil ini yaitu Kaisar Dewa Dunia ⭐ 3 Puncak.


Hanya Bai An, Duan Du dan Tu Long memiliki kekuatan yang berbeda.


“Baiklah, sudah saatnya aku pergi karena telah lama aku menunda kepergianku karena prihal keluargaku, saat ini aku akan pergi untuk menjadi yang terkuat lagi di alam semesta yang lebih tinggi, termasuk mengambil apa yang telah di rebut dariku.”


“Aku juga akan mencari asal usul keluargaku yang sebenarnya dan membongkar apa yang sebenarnya terjadi,” kata Bai An dengan nada serius.


Mendengar itu semua orang mengangguk dan tugas mereka adalah menjaga alam semesta kecil ini sehingga Bai An datang menjemput mereka.


Tanpa menunggu waktu lama Bai An, Duan Du dan Tu Long langsung berpelukan kepada semua saudara maupun bawahannya.


Setelah itu Bai An, Duan Du dan Tu Long langsung pergi ke titik dimana mereka muncul dulu, tanpa menunggu mereka bertiga menyatukan kekuatan lalu membuka paksa pintu dimensi antar semesta.


Wuss..!!


Mereka bertiga lenyap sambil mengeluarkan senyum tulus kepada para saudara yang melihat mereka pergi.

__ADS_1


Dan..


... ( End )...


__ADS_2