Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Rencana Kedua Di Mulai


__ADS_3

“Tebasan Ashura tingkat kedua,” gumam Bai An. Aura di pedang Bai An berubah seketika.


Monster Suci yang menjadi pengikut Kaisar Kegelapan yang tadi pura-pura mati langsung bangun dan mencoba merobek ruang untuk kabur.


Tapi dengan cepat Bai An ikut menutupi jalannya untuk kabur.


“Ka.. Kau menguasai Hukum Ruang juga,” kata Monster Suci tersebut dengan pandangan terkejut.


Crash..!!


Tubuh Monster Suci tersebut langsung musnah menjadi debu.


Bai An juga dengan cepat mengayunkan tangannya ke arah tempat kosong.


“Tebasan Ashura,” gumam Bai An.


Bilasan Energi akibat tebasan Bai An langsung melesat.


Bam..!!


Suara perisai langsung meledak beserta seorang Iblis bertanduk 4 dan mempunyai tangan 4 terpental mundur.


“Apa kau tidak lelah terus bersembunyi,” kata Bai An menatap tajam Pengikut Kaisar Iblis yang terkuat.


Bai An juga melesat ke arahnya.


Pedang Bai An kembali terayun ke arah Iblis bertanduk 4 tersebut.


Sementara iblis yang sedang menyetabilkan diri akibat terpental kini harus mengeluarkan tombaknya dengan cepat sambil menatap tajam ke arah Bai An.


“Kau mempunyai sesuatu yang kami cari,” ucap iblis bertanduk 4 dengan suara serak.


Bai An terkekeh kecil. “Kau tidak akan dapat mengirim informasi bahwa aku mempunyai Energi Semesta ke ketua dan orang di belakangmu, aku tahu bahwa ketuamu juga di kendalikan oleh Pengikut Kaisar Kegelapan yang sebenarnya,” kata Bai An dengan cepat mengayunkan pedangnya.


“Tebasan Ashura tingkat kedua,” gumam Bai An.


Iblis tersebut langsung mengayunkan tombaknya.


“Tombak Kematian Tanpa Batas,” teriak iblis bertanduk 4.


Brak..!!


Saat pedang dan tombak bertemu. Bai An langsung mengerutkan keningnya karena tombak iblis di depannya adalah tombak tingkat 3 yang sangat jarang muncul.


Tapi Bai An tidak memikirkannya, ia langsung mengalirkan lebih banyak Energi Semestanya ke pedang klan Bai yang ia gunakan.

__ADS_1


“Tebasan Membelah Langit,” gumam Bai An kini menggunakan teknik berpedang yang di ajarkan oleh ibunya Ling Mei.


Melihat itu dengan cepat iblis bertanduk 4 menggunakan teknik terkuatnya.


“Teknik Kaisar Kegelapan.”


“Penghancur Dunia,” teriak iblis bertanduk empat.


Dua energi dari pedang dan tombak langsung membuat badai dan membuat para ahli suci mau tidak mau menjauh sejauh mungkin.


Pedang Bai An langsung melesat lebih cepat dari yang iblis tersebut duga.


Slash..!!


Bom..!!


“Ka.. Kau akan menyesal telah memusuhi kami,” teriak iblis tersebut sebelum meledak.


“Heh,, sebaliknya kau yang akan menyesal karena telah mengganggu ketentraman keluargaku, aku bahkan akan mencari sampai ke akar-akarnya siapa yang telah mengganggu keluargaku di masa lalu. Aku yakin para Dewa itu tidak mungkin bergerak jika tidak ada yang mendukung dari belakang atau yang menggerakkannya. Suatu hari nanti aku akan membongkar dan memusnahkan semuanya,” kata Bai An dengan dingin. Pandangan matanya kini sangat tajam.


Setelah itu Bai An langsung menghilang dan membunuh target utamanya yaitu para tikus-tikus yang mengaku pengikut Kaisar Dewa Kegelapan.


Bai An kini terlihat seperti Dewa Kematian, ia membantai semua pengikut Kaisar Dewa Kegelapan tanpa pandang bulu.


Sementara Tu Long dan De Cang kini sudah tidak bertarung lagi, tapi mereka semua menjarah dan mengumpulkan harta yang Tuan muda mereka bunuh. Bahkan ada beberapa iblis maupun monster yang ikut membantu mereka mengumpulkan harta rampasan dan memberikannya kepada Tu Long dan De Cang. Mereka melakukan itu berharap bisa menjadi pengikut Bai An.


Dari mana mereka tahu jika Tu Long dan De Cang adalah pengikut Bai An.


Itu karena Tu Long berteriak tidak jelas dengan kata. “Itu adalah Tuan muda,” tentu saja beberapa dari mereka percaya dan tidak mungkin berbohong. Karena mereka yakin jika Bai An akan membunuh orang yang menjual namanya. Tapi beberapa pihak juga tentunya tidak percaya.


Bai An kini berdiri di tengah lautan mayat pengikut kaisar kegelapan.


Matanya tertuju ke arah Jing Ling yang sedang bertarung dengan 2 Elf Suci yang tersisa.


Tapi Jing Ling kini hampir menuntaskan pertarungannya.


Kemudian pandangannya beralih ke para ahli suci yang kini telah selesai bertarung, itu karena ahli suci yang ingin merebut Arak Legendaris langsung menyerah dan para pengkhianat dari klan mereka masing-masing juga ikut menyerah dan ada yang langsung di bunuh seperti patriark monster rubah yang membunuh para pengkhianatnya.


Sementara Patriark Iblis Kelelawar kini melumpuhkan para tetua yang berkhianat dan menyiksanya.


“Pangeran, seperti yang anda bilang, aku sudah menyegel tempat ini agar mereka tidak bisa mengirim informasi melalui telepati atau batu komunikasi,” Gong Tanru tiba-tiba muncul di samping Bai An.


Tapi tidak ada yang memperhatikan kehadiran Gong Tanru.


Bai An langsung mengangguk. Rencana utamanya kini berhasil dan rencana keduanya kini belum sepenuhnya berhasil.

__ADS_1


Bai An tiba-tiba tersenyum dengan mata cerah. Untung tidak ada bawahan Bai An yang melihat senyum tersebut karena Bai An masih memakai tudung kepala. Jika mereka melihat senyumnya maka mereka akan langsung mengutuk Bai An yang gila harta.


Tap tap..!!


Jing Ling langsung datang bersama salah satu Elf Suci, tapi Elf Suci tersebut kini terluka parah dan kultivasinya juga di segel oleh Jing Ling.


“Kenapa kau tidak membunuhnya?” Tanya Bai An heran.


“Dia bukan orangnya, dia adalah adik kembarnya,” jawab Jing Ling dengan dingin.


Bai An langsung melirik Elf tersebut dan tersenyum. “Hooh,, ternyata dia hanya umpan, dan aku merasa sedikit aura kegelapan di bajunya, yang berarti kakaknya juga menjadi pengikut Kaisar Dewa Kegelapan. Sungguh menarik,” kata Bai An.


Elf Suci yang mendengar itu langsung mendengus dingin. “Kakakku tidak mungkin menjadi pengkhianat, apalagi tunduk kepada orang yang kami sangat benci dan itu adalah musuh bebuyutan kami.” Kata Elf tersebut dengan pandangan benci.


Tentu Bai An mengerti jika Elemen Cahaya Elf Suci sangat memusuhi Kegelapan.


“Heeh,, apa yang kau mengerti,” dengus Jing Ling lalu menambahkan. “Seandainya kau ikut serta dalam pemberontakan dulu, aku pasti akan membunuhmu, tapi aku tahu kau cukup menentang kakakmu dan cukup benci pengkhianatan.”


“Heng,, bunuh saja aku,” dengus Elf Suci tersebut.


Saat Jing Ling ingin membalas, dengan cepat Bai An berkata. “Eeh.. Bukannya kau ingin membuat aku menjadi pelayanmu? Tapi kenapa aku merasa sekarang itu berbalik,” ejek Bai An langsung membuka tudungnya.


Saat Bai An membuka tudungnya.


Jing Ling, Elf Suci, Tu Long dan De Cang yang baru saja datang langsung ternganga melihat ketampanan Bai An yang cukup mengerikan bagi mereka.


“Ka.. Kau sebenarnya masih muda dan seorang manusia,” kata Elf Suci tersebut tergagap sambil darah terus keluar dari hidungnya karena tak bisa menahan ketampanan Bai An. Elf Suci tersebut mengira Bai An adalah orang tua, tapi pikirannya jauh melenceng.


Gong Tanru yang pernah melihat Bai An juga ikut tertegun kembali. Sementara Jing Ling kini mukanya tiba-tiba memerah. Entah apa yang ia pikirkan.


Berbeda dengan Tu Long.


“Woahh.. Tuan muda aku tidak menyangka tiga hari kita tidak bertemu perubahmu kini jauh berbeda,” teriak Tu Long kagum.


Bai An yang menyadari perubahan wajah semua orang langsung bingung. Pasalnya ia juga lupa tentang perubahan pada wajahnya.


Beberapa saat kemudian ia langsung teringat hal tersebut dan dengan cepat memasang tudungnya lagi.


Tak lama kemudian, para ahli suci, Patriark Monster Rubah, Patriark Iblis Kelelawar, dan Raja Kerajaan Manusia langsung datang. Untung saja mereka tidak melihat wajah Bai An. Jika mereka melihatnya pasti akan terjadi kegaduhan di seluruh dunia.


Tap tap...!!


“Tuan terimakasih atas bantuannya, kami tidak tahu harus berkata seperti apa,” kata Patriark Monster Rubah membuka suara lebih dulu.


Bai An seketika tersenyum lebar. “Rencana kedua akhirnya di mulai,” gumam Bai An

__ADS_1


__ADS_2