Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Wanita Memang Sulit ditebak


__ADS_3

Sedangkan di luar dunia jiwa Lang Zai, Pixiu dan Bai Luan kini sedang kewalahan dalam menghadapi Bibinya Bai An yaitu Bai Lin Xue.


“Dimana An'er? kenapa sudah satu hari ia masih belum keluar?, atau jangan-jangan An'er sedang terluka dan kalian menyembunyikan ini dari ku,” teriak Lin Xue kepada Lang Zai sambil menunjuk-nunjuk mereka dengan wajah kesal.


Bai Lin Yin, Bai Luan hanya menggelengkan kepalanya saja melihat perubahan sifat Lin Xue, mereka sadar Lin Xue begini karena ia tidak memiliki keluarga lain selain kakeknya. Jadi wajar Lin Xue sangat perhatian kepada Bai An dan khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, mereka juga akan begitu. Namun tidak berlebihan seperti ini.


“Itu Nona Xue,, Tuan Muda saat ini sedang meningkatkan kekuatannya dan tidak bisa di ganggu, jika ia terganggu. Maka, Tuan Muda akan terluka karena melakukan trobosan," jawab Pixiy dengan nada pahit, karena ia telah mengulang kata-katanya ini dari kemarin, namun Lin Xue tidak pernah percaya.


“Kalian berdua mencoba untuk membohongiku ya,, Bagus, bagus.”


Nada marah dan ancaman Lin Xue membuat wajah Pixiu dan Lang Zai langsung pucat, walau mereka berdua lebih kuat dan bisa menahan serangan Lin Xue. Namun jika terjadi kesalahan yang mana membuat Lin Xue terluka, mereka berdua akan merasa bersalah walau Bai An, Bai Luan dan Bai Lin Yin tidak mempersalahkan atau memaafkan mereka berdua.


Namun hati mereka berdua tetap merasa terbebani oleh tugas yang di percayakan Bai An tidak di jalani dengan baik.


“Xue'er apa yang dikatakan oleh mereka berdua ini benar. Jadi jangan mempersulit mereka dan juga apakah kau ingin keponakanmu terluka gara-gara kau menganggunya.”


Mendengar pembelaan dari Bai Lin Yin membuat Lang Zai dan Pixiu langsung merasa tekanan yang mereka hadapi langsung hilang.


Sedangkan Lin Xue langsung cemberut.


“Ibu, apakah kau tidak mengkhawatirkan Cucu mu satu-satunya?, apakah kau tidak menyayangi cucumu?”


Lin Xue langsung membela dirinya dan membuat Bai Lin Yin langsung diam dan hanya membalas dengan tersenyum pahit karena keras kepalanya Lin Xue, jika tidak tersampaikan, maka ia tidak akan berhenti.


**


Di dunia jiwa.


Saat ini Bai An sedang mempelajari lumayan banyak teknik tangan kosong dan berpedang.


Bai An juga hampir mencapai Hawa Pedang yang mana bisa membuat pedang melalui apapun di sekitarnya yang penting itu berkaitan alam di sekitarnya.


Misalnya rumput bisa di jadikan Hawa pedang, angin bisa di jadikan Hawa pedang, api bisa di jadikan Hawa pedang, itu seperti berkaitan dengan semua elemen yang berkaitan dengan alam.


Namun itu sungguh sulit bagi Bai An untuk mencapai ke tahap Hawa Pedang tersebut.


Bai An juga telah mempelajari 4 elemen yang mana 3 elemennya sudah sampai ke tahap pertama dan 1 elemennya sudah ke tahap kedua.

__ADS_1


3 Elemen tahap pertamanya adalah elemen Angin, elemen Bumi { Tanah ] dan elemen Petir, dan 1 elemen tahap dua tidak lain adalah elemen Api.


Elemen Api Bai An kini telah bewarna Biru, yang mana membuatnya bisa membuat pil tingkat tinggi kualitas rendah.


Wuss,,


“Amukan Naga Petir.”


Jder,,


Duar,,


Ayunan tinju Bai An menciptakan Naga dari petir, walau itu kecil namun menciptakan kerusakan yang sangat besar.


“Hmm,, teknik Naga Petir ini lumayan juga,” gumam Bai An tersenyum senang.


Saat ia ingin mencoba jurus lainnya.


Wuss,,


Mu Xia'er muncul dan berkata, “An Gege, Bibi Lin Xue terlalu mengkhawatirkan mu hingga mengamuk tidak jelas di luar, yang mana membuat semua orang kewalahan dalam menghadapinya, keluarlah dan lanjutkan pelatihanmu di luar sana.”


Mu Xia'er langsung mengangguk, yang mana membuat Bai An merasa senang dan bahagia.


“Ayo,” ucap Bai An langsung merobek ruang lalu muncul lubang hitam.


Bai An dan Mu Xia'er langsung memasuki lubang hitam tersebut dan lenyap bersamaan dengan Bai An dan Mu Xia'er menghilang.


***


Saat ini Lin Xue berada di depan pintu kamar Bai An.


Lang Zai, Pixiu, Bai Luan dan Bai Lin Yin sudah berusaha menghalangi Lin Xue, namun tidak bisa, mereka hanya mengikuti Lin Xue dari belakang.


Cklek,,


Saat Lin Xue membuka pintu kamar Bai An, bertepatan dengan Bai An membuka pintu hingga membuat mereka berdua bertemu yang mana membuat Bai An langsung tersenyum hangat kepada Bibinya Lin Xue.

__ADS_1


Saat ini Lin Xue sedang tertegun, terkejut bersamaan dengan mulutnya terbuka lebar, ia bukan terkejut karena senyum Bai An. Melainkan dengan seseorang yang berada di samping Bai An.


Bai Lin Yin yang berada di belakang juga ikut terkejut melihat wanita yang sangat cantik berada di sampin Bai An.


Berbeda dengan Pixiu dan Lang Zai, tubuh mereka langsung bergetar keras merasa mereka melakukan kesalahan hingga Mu Xia'er keluar untuk menghukum mereka, itulah pikir Lang Zai dan Pixiu.


“An'er siapa Dewi cantik ini,” teriak Lin Xue membuat lamunan mereka tersadar.


“Dia adalah calon keponakanmu Bibi, dia adalah calon istriku Mu Xia'er,” jawab Bai An tersenyum lembut.


Wajah Lin Xue langsung memerah, bukan karena malu, melainkan marah. “Jadi kau membohongi Bibi mu ini dengan alasan berlatih dan sedang bersama dengan Xia'er agar Bibimu ini tidak menganggumu.”


Walaupun marah, Lin Xue tersenyum bahagia sambil menghampiri Mu Xia'er dan menarik tangannya. Kemudian membawanya pergi tanpa izin dari Bai An.


Bai An langsung tersenyum kecut saat melihat kelakuan Lin Xue.


Sedangkan Lang Zai dan Pixiu meraung marah dalam hati, bukan karena membawa Mu Xia'er. Namun karena mereka sangat kewalahan menghadapinya saat ingin bertemu Bai An dan saat bertemu, ia langsung pergi? Lagipula ini belum beberapa menit bertemu ia sudah pergi bersama Mu Xia'er.


“Sabar, begitulah sifat wanita,” ucap Bai Luan terkekeh sambil menepuk bahu Lang Zai dan Pixiu. Bai Luan tahu apa yang ada di pikiran mereka sehingga ia langsung menghibur.


Bai Lin Yin hanya tertawa dalam hati melihat hal tersebut.


Sedangkan Bai An bingung dan terlihat seperti orang bodoh melihat ke empat orang di depannya.


“Apa yang terjadi? dan apa yang kalian bicarakan? kenapa aku tidak mengerti,” tanya Bai An.


“Itu rahasia seorang wanita An'er,” jawab Bai Lin Yin tersenyum hangat.


“Hmm,, Baiklah nek ayo masuk,” ucap Bai An membalikkan badan masuk ke kamarnya.


“Bukankah lebih baik kita di taman saja, udara disana lebih segar,” ucap Bai Lin Yin yang mana langsung menghentikan langkah kaki Bai An.


Bai An langsung membalikkan badan kemudian mengangguk.


Setelah itu mereka langsung berjalan ke arah taman yang mana mereka di tuntun oleh Bai Lin Yin, karena kemarin ia pernah kesana bersama Bai Lin Xue saat pertama kali datang kesini.


Setelah sampai, mereka melihat Lin Xue dan Mu Xai'er sedang tertawa bersama yang mana membuat Bai An cukup heran, karena betapa cepatnya mereka akrab.

__ADS_1


Bai An, Neneknya, Bai Luan, Lang Zai dan Pixiu kemudian menghampiri mereka.


Next day...!


__ADS_2