Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kekhawatiran Semua Bawahan Bai An


__ADS_3

Saat para prajurit kota datang, beberapa dari mereka langsung maju ke arah toko senjata dimana tempat Tu Long mengamuk.


Ahkkk..!!!


“Aku akan membunuhmu, berani sekali kau menculik Tuan muda.”


Terdengar suara teriakan dari dalam toko yang telah hancur setengah.


“Hei kau maju dulu, aku akan pergi memanggil komandan lebih dulu,” teriak salah satu prajurit kota, tanpa menunggu jawaban ia langsung berlari seolah-olah di kejar setan.


“Sialan, melawan monster dengan kekuatan seperti ini siapa yang mau,” teriak prajurit itu mundur, ia lebih baik menunggu bala bantuan tiba, dari pada mati sia-sia.


Beberapa prajurit yang lain juga berpikiran sama. Mereka berdiam diri di luar toko menunggu bala bantuan tiba.


Sedangkan ada salah satu prajurit kota yang kebetulan adalah pengikut De Cang merasa familiar dengan aura tersebut.


Dengan cepat ia menyelinap pergi dari barisan para prajurit.


Tak lama ia langsung kembali bersama De Cang dan Hong Chu.


“Ada apa ini? Kalian semua cepat bubar, biarkan aku yang menangani masalah ini dan beritahu atasan kalian untuk menutupi masalah yang tidak penting ini,” kata De Cang yang tiba-tiba datang dengan nada penekanan yang langsung membuat para prajurit kota langsung kocar kacir tanpa menjawab.


Setelah semua prajurit kota pergi. De Cang yang tahu ini aura siapa langsung masuk.


Setelah ia masuk, ia melihat Tu Long telah berubah menjadi Monster dengan mata memerah. Tentu saja ia heran, mengapa saudaranya ini bisa begini.


Saat De Cang ingin menghampiri, ia merasa sedikit bahaya. Untung saja De Cang sedikit lebih kuat dari Tu Long, ia sudah mencapai Kesatria Dewa Emas Bintang 5 puncak yang sebentar lagi akan menembus Jendral Dewa Perunggu, peningkatannya ini tak lain karena pemberian sumberdaya dari Bai An melalui Jing Ling beberapa minggu lalu.


“Mati,” teriak Tu Long mengayunkan cakarnya.


Bom..!!


Dengan sigap De Cang menangkap tangan Tu Long dan berkata. “Saudara Tu, tenangkan dirimu,”


Tak lama Hong Chu datang dari belakang. “Apa yang terjadi saudara De?” Tanya Hong Chu.


“Kau malah bertanya, apa kau kira aku bisa melihat masa lalu, kau lihat kita datang secara bersamaan,” jawab De Cang dengan kesal.

__ADS_1


Hong Chu langsung terkekeh. Lalu melirik Tu Long, sama dengan Hong Chu, kekuatannya juga sama dengan De Cang, yaitu Kesatria Dewa ⭐ 5 Puncak.


“Dia telah kehilangan akalnya, lumpuhkan saja dia terlebih dahulu, nanti kita tanya saat ia sadar dan kembali tenang,” kata Hong Chu.


De Cang langsung mengangguk, ia langsung mengayunkan tinjunya ke arah pundak Tu Long. Tapi Tu Long dengan ganas mengayunkan tangan kirinya yang tidak di tahan oleh De Cang.


Melihat De Cang kewalahan, Hong Chu langsung menyelinap dari belakang dan mengayunkan tinjunya ke arah leher Tu Long.


Tu Long walaupun tidak sadar, tapi insting dan penciumannya sangat tajam langsung melempar badannya ke arah kanan, kaki Tu Long juga bergerak menendang perut De Cang yang masih mencengkram tangan kanan Tu Long.


De Cang yang menyadari hal itu langsung mengubah tangan kanannya menjadi tangan iblis yang sedikit lebih besar dari tangan manusianya. Tangan Iblis De Cang juga terlihat menyeramkan dan panjang.


Dengan cepat De Cang memukul kaki Tu Long.


Bam..!!


Tak berhenti sampai di sana, Hong Chu kembali muncul di samping Tu Long.


Tangan Hong Chu kini terayun ke arah wajah Tu Long yang terlihat masih lebam akibat di pukuli Yao Jing.


Bam..!!


Melihat adanya kesempatan. De Cang dan Hong Chu sama-sama mengayunkan pukulan mereka dengan sesikit energi.


Bam.. Bam..!!


Tapi Tu Long masih belum pingsan. “Kunci dia, aku akan sedikit lebih kasar agar saudara Tu Long bisa pingsan dan semoga saja ia tidak marah,” kata De Cang.


Hong Chu langsung mengikat kaki Tu Long menggunakan tali energi dan memegang kedua tangan Tu Long dari depan.


Sementara De Cang menggunakan seperempat energi langsung memukul leher Tu Long.


Bam..!!


Beberapa saat, melihat tidak ada pergerakan lagi dari Tu Long. De Cang langsung bergumam. “Kulitnya sangat keras, jika saudara Tu Long dalam keadaan sadar dan bertarung melawanku dalam duel, aku yakin aku akan kalah walau tingkat kultivasiku lebih tinggi.”


Hong Chu ikut mengangguk saat mendengar De Cang bergumam. “Kau benar, kita juga harus berlatih lebih keras agar tidak mengecewakan Tuan muda, ayo kita pergi sebelum banyak orang yang datang.” Kata Hong Chu kini memegang token teleportasi.

__ADS_1


Dengan cepat De Cang mengangguk lalu memegang pundak Hong Chu, kemudian menghilang.


Satu menit setelah menghilangnya De Cang, dua pejabat kota yang sangat bermusuhan dengan De Cang datang bersama salah satu prajurit yang sempat melarikan diri saat di usir oleh De Cang.


“Apakah benar yang kau bilang jika Menteri De datang kesini membubarkan kalian?” Tanya salah satu menteri dari Ras Binatang.


“Benar Menteri, dia langsung mengusir kami saat ia datang,” kata prajurit tersebut dengan sedikit gugup.


“Hmm,, Menteri Perdagangan, aku rasa ini kesempatan kita untuk menjatuhkannya, kita tinggal melapor ke Penguasa Kota jika dia merusak beberapa toko dengan sengaja dengan alasan hutang, padahal setiap toko tidak mempunyai hutang,” kata menteri dari Ras Binatang.


Sementara menteri perdagangan yang di panggil tak lain Menteri De yang Jing Ling temui beberapa minggu lalu.


“Menteri Ji, aku rasa itu bukan alasan yang logis untuk menjatuhkannya karena kita tidak mempunyai bukti yang cukup kuat, dengan hanya toko ini saja itu tidak akan bisa. Lebih baik kita tetap menyelidiki kebusukannya dan saat menemukan bukti yang kuat, baru kita laporkan.” Kata Menteri De.


Menteri Ji langsung merenung, tak lama, ia langsung mengangguk. “Baiklah, aku takut jika kita terus mendesaknya jatuh, malah kita yang di desak jatuh olehnya karena kita yang selalu melaporkan ini kepada penguasa kota. Aku juga takut penguasa kota akan curiga kepada kita jika terus melapor tanpa bukti,” kata Menteri Ji.


Mereka berdua langsung pergi dari sana setelah mengecek keadaan toko tersebut.


Sementara di penginapan kini sedang terjadi ketegangan. Karena Bai An tidak ada di sana.


“Kalian tenang lah, jika kalian begini terus ini tidak akan pernah selesai.” Kata Jing Ling dengan nada dingin.


Walau Jing Ling kini adalah yang terlemah akibat dantiannya di segel. Tapi semua orang yang ada di dalam ruangan menghormatinya, terlebih menghormati sebagai saudari.


“Terus apa yang akan kita lakukan saudari Jing?” Tanya Hei Niu dengan kesal.


“Lebih baik kita cari dulu Tuan muda di kota ini kita sisir hingga habis, jika tidak ketemu. Kita coba cari di Luar Kota,” saran De Cang.


“Itu lebih baik menurutku, tidak mungkin juga Tuan muda di kalahkan dengan mudah sedangkan suadara Tu saat kami menemukannya ia masih dalam kondisi sehat walau kesadarannya hilang,” sambung Hong Chu.


“Ia tidak berada di kota ini, dan walaupun kalian mencarinya di luar kota juga tidak akan ketemu,” kata Fu Chen tiba-tiba.


“Mengapa bisa begitu? Apa ini ada kaitannya denganmu,” teriak Hei Niu, De Cang dan Bo Dong marah.


“Diam,, apa yang di katakan saudara Fu benar. Coba kalian pikirkan, jika saudara Tu mati baru kita lebih khawatir, tapi dia baik-baik saja. Dan juga lebih baik kita diam di sini untuk menunggu saudara Tu sadar lalu bertanya. Untukmu saudara De, undur lagi selama 3 hari acara lelangnya.” Kata Jing Ling dengan tegas lalu pergi dari sana.


Semua orang seketika terdiam kaku, memikirkan masing-masing semua tentang kejadian tersebut.

__ADS_1


__ADS_2