
Saat pedang anggota Faksi Serigala akan menebas tubuh Duan Du yang tertawa.
Crash..!!
Orang-orang mengira Duan Du lah yang tertebas, terutama Cen Tian dan kelompoknya.
“Duan'er,” teriakan amarah Cen Tian langsung menggema, wajah Cen Tian kini memerah padam.
Tepat saat asap yang menutupi tempat Duan Du di tebas tadi, sebuah suara terdengar.
“Hei,, aku masih hidup kurang ajar,” teriak Duan Du cemberut campur kesal karena ia di tangisi, tangisi karena Duan Du mati.
Seketika Cen Tian dan kelompoknya membeku saat melihat Cen Tian berteriak keras.
Tanpa menunggu lama Cen Tian, Hei Long, Huang Feng dan Fang Liu melesat ke arah Duan Du untuk memeluknya.
“Haha Duan'er aku kira kau telah mati,” kata En Tian kini terkekeh kecil di pelukan Duan Du.
“Hei, hei, apa kalian mendoa'akan aku mati ya. Aku ini pernah bilang jika merekalah yang akan mati,” dengus Duan Du dengan sombong sambil berdecak pinggang ke arah kakak dan pamannya.
Duan Du berkata seperti itu karena Sin Ting yang membunuh orang yang ingin menebas Duan Du tadi berkata.
“Maafkan saya terlambat datang Tuan muda kecil,” saat mendengar itu Duan Du langsung tahu jika ini adalah utusan dari kakaknya Bai An.
Walau Duan Du tidak puas karena bukan Bai An sendiri yang menjemputnya, tapi tetap beruntung karena tidak jadi mati.
Setelah mendengar ucapan Duan Du.
Hei Long, Huang Feng, Cen Tian dan Fang Liu langsung tersadar, setelah itu mereka semua melihat ke arah Sin Ting yang berdiri dengan penuh wibawa.
Di belakang Sin Ting berdiri 10 orang berjubah hitam menggunakan tudung. Terlebih aura mereka terlihat menindas.
Duan Du terkekeh melihat paman dan kakaknya yang kini tertegun. Karena apa yang di ucapkan oleh Duan Du tadi ternyata kenyataan.
Sementara Faksi Serigala yang mengetahui siapa kelompok yang membunuh anggotanya langsung berkeringat dingin.
Diam-diam ia mundur untuk melarikan diri dan melapor kepada Ketua Tinggi Faksi Serigala.
Tapi sebelum ia melangkah No 1 muncul di depannya sambil mengayunkan pedang kembar pendeknya ke arak ketua kelompok Faksi Serigala.
Crash..!!
Tanpa bisa melawan, kepala ketua Faksi Serigala langsung terbang.
__ADS_1
Setelah itu Sin Ting langsung mengangkat tangannya santai lalu menggerakkannya untuk menyuruh sisanya maju.
Seketika 9 kelompok pembantai maju.
Sementara anggota Faksi Serigala yang kini tersadar langsung berteriak keras.
“Mereka adalah kelompok pembantai, selamatkan hidup kalian masing-masing.”
Seketika semua orang berhamburan melarikan diri ke berbagai arah.
Seketika 10 anggota kelompok pembantai melesat ke berbagai arah membunuh mereka semua.
Tak sampai 5 menit suara teriakan dari Faksi Serigala langsung sunyi.
Cen Tian dan kelompoknya kini tertegun sesaat karena ini bukan lagi pembunuhan, tapi pembantaian sadis.
Sementara Duan Du kini bersemangat, ia langsung melesat ke arah mayat-mayat Faksi Serigala.
Dengat cepat Duan Du mengambil cincin penyimpanan serta senjata mereka, tak lupa Duan Du menelanjangi mayat yang pakaiannya layak untuk di jual.
Cen Tian yang melihat itu tak mau ketinggalan, ia ikut melesat menjarah harta mayat Faksi Serigala.
Sin Ting yang melihat itu kini tertegun, tak lama ia bergumam.
“Apakah ini kakaknya Tuan muda yang membuat Tuan muda ikut menjarah harta semua musuhnya?”
Sementara 10 anggota kelompok pembantai kini tercengang karena melihat tingkah Cen Tian dan Duan Du yang menelanjangi musuhnya. Mereka tak habis pikir melihat kejadian seperti ini.
20 menit berlalu, barulah Cen Tian dan Duan Du selesai menjarah harta musuhnya.
Kini mereka berkumpul dan tak lupa Sin Ting memperkenalkan dirinya beserta 10 kelompok pembantai.
Setelah itu mereka langsung kembali dengan cepat.
“Hei Paman Sin Ting, dimana kakak ku berada? Kenapa kau tidak menyebut tentang kakak ku dari tadi?” Tanya Duan Du penasaran.
Sin Ting langsung tersenyum kecut saat di panggil paman oleh Duan Du, tapi ia mewajarkan hal itu karena Duan Du adalah yang paling muda di sini.
“Itu karena Tuan muda saat ini sedang meningkatkan kekuatannya di suatu tempat bersama saudara Tu Long, Lang Zai, Pixiu dan ada dua orang lagi yang belum kami ketahui siapa mereka, menurut informasi satu laki-laki dan satu lagi wanita.” Jawab Sin Ting.
“Ehh..!! Apakah An'er ingin mempunyai banyak istri? Kenapa banyak sekali wanita yang ia kenal, terlsebih lagi ia selalu membawa wanita,” kata Cen Tian bertanya dengan wajah penasaran ia menatap Sin Ting.
Sin Ting langsung menggeleng.
__ADS_1
“Untuk pertanyaan itu, nanti saya Tuan Fanghu yang menjawab, karena ia yang mengetahui informasi tersebut.”
Mendengar ucapan Sin Ting. Cen Tian langsung mengangguk mengerti.
Mereka semua terus melesat dengan kecepatan penuh. Untuk Cen Tian, Fang Liu dan Duan Du, mereka di selimuti energi oleh salah satu dari 10 kelompok pembantai agar lebih cepat sampai.
Sementara Hei Long dan Huang Feng yang dari tadi diam kini sedang berpikir berbagai macam hal.
Mereka berpikir mengapa Bai An dan para saudara yang lain harus berpisah, apa yang sebenarnya terjadi.
Tapi mereka tidak ingin bertanya lebih dulu sebelum sampai di tempat Yu Fan dan Fanghu berada.
4 hari telah berlalu.
Kini Sin Ting telah sampai di Kota Chen bersama kelompok Cen Tian.
Tap tap..!!
Setelah sampai mansion kelompok pembantai, Hei Long, Huang Feng, Cen Tian dan Fang Liu berkenalan dengan Yu Fan dan Fanghu, itu adalah hal yang wajar, karena mereka belum pernah bertemu.
Setelah berkenalan Hei Long langsung melirik ke arah Fanghu.
“Dimana saudara Long Yuan berada? Bisakah saudara Fang membawaku?”
Mendengar pertanyaan dari saudara Hei Long. Fanghu langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, itu karena Long Yuan saat ini sedang berkultivasi dan yakin ia tak ingin di ganggu.
“Bawa saja kami kesana, aku yakin ia akan berhenti berkultivasi sesaat karena tahu kehadiran kami.” Kata Huang Feng dengan tersenyum hangat.
Saat Fanghu melirik Yu Fan, kini Yu Fan sibuk adu mulut dengan Duan Du, karena mereka saling mengenal saat masih di Dunia Heavenly Chaos, Fanghu seketika menggeleng karena Yu Fan masih mau menanggapi anak nakal ini.
Fanghu saja sudah di buat kerepotan oleh Duan Du dulu, hanya Bai An saja yang bisa membimbingnya dengan benar karena Duan Du sangat takut kepada Bai An.
“Baiklah, ayo ikuti akua,” ajak Fanghu.
Hei Long, Huang Feng, Cen Tian dan Fang Liu langsung mengangguk, saat mereka berjalan keluar, suara teriakan terdengar keras.
“Tunggu aku, apakah kalian begitu tega meninggalkan anak penurut dan sopan sepertiku,” teriak Duan Du memasang wajah imut.
Seketika semua orang memasang wajah jijik ke arah Duan Du.
Duan Du langsung cemberut.
Tampa memperdulikan Duan Du, mereka langsung berjalan keluar menuju penginapan Naga, Duan Du yang di tinggal langsung mengejar mereka.
__ADS_1
Tap tap..!!
“Apakah di sini tempatnya?” Tanya Cen Tian lalu menambahkan. “Tapi kenapa aku tidak bisa merasakan aura senior Long Yuan?”