
“Anda sama persis dengan Beliau, Pangeran. Anda tidak merasa sombong atau berpuas diri saat menjalani sesuatu dengan mudah.”
Mendengar suara tersebut, Bai An langsung membuka pintu tanpa basa basi.
Cklek..!!
Setelah pintu terbuka, yang Bai An lihat hanyalah ruangan kosong. Tapi di balik ruang kosong tersebut ada sebuah pintu.
Bai An juga merasakan aura yang sangat kuat dari balik pintu tersebut.
“Siapa kau? Mengapa kau memanggil ku dengan sebutan pangeran?” Tanya Bai An.
Walaupun Bai An telah memikirkan siapa orang tersebut, tapi Bai An tidak ingin menduga hal yang belum tentu sama dengan pikirannya. Jadi ia lebih baik bertanya lebih dulu.
“Hoho,, aku merasakan pangeran telah bersama saudara Gong beberapa waktu ini, terlihat dari bekas auranya. Apa dia belum memberitahukan tentang diriku?” Tanya orang di balik pintu.
Bai An langsung tersenyum saat mendengar nama paman Gong.
“Apakah kau yang bernama paman Zin, Sang Dewa Es?” Tanya Bai An memastikan.
“Hoho,, tidak ada yang mengetahui nama asliku selain Nyonya. Apakah Nyonya yang telah memberitahukan nama asliku kepada Pangeran?” Tanya suara di balik pintu.
Bai An langsung tersenyum. “Apakah paman Zin tidak ingin keluar dari situ?, atau aku yang harus masuk,” kata Bai An bertanya, ia tak menjawab pertanyaan Zin Ho karena tidak enak bicara jika tidak bertemu langsung.
Wuss..!!
Zin Ho langsung muncul sambil berlutut di depan Bai An.
“Maaf jika tadi saya lancang Pangeran,” kata Zin Ho.
Dengan cepat Bai An memegang pundak Zin Ho dan membangunkannya sambil berkata. “Jangan pernah berlutut di depanku paman, kau tahu sendiri asal usul klan ibu,” kata Bai An.
Zin Ho langsung bangun sendiri sambil membungkuk, ia tersenyum tipis. “Kau sangat mirip dengan beliau Pangeran, walau jalanmu masih panjang menuju ke puncak, tapi aku yakin itu tak akan lama lagi saat kau mengegerkan alam dewa,” kata Zin Ho tersenyum tulus.
Bai An tersenyum kemudian membuka tudung yang ia pasang sejak tadi.
“Kau benar paman, bahkan ibu bilang jika aku telah mencapai tingkat Dewa Abadi, itu hanyalah awal bagiku di alam dewa, karena disana banyak orang-orang kuat yang tidak bisa aku prediksi,” kata Bai An mencoba mengingat kata-kata ibunya.
“Itu benar, pangeran. Dengan kekuatan Pangeran saat ini, itu hanyalah awal saja dan jalan yang pangeran lalui sangatlah panjang. Zin Ho kini akan selalu mengikuti pangeran kemanapun pangeran pergi,” kata Zin Ho menunduk dengan tulus.
__ADS_1
Bai An langsung tersenyum, tapi setelah itu ia langsung agak kaku. Karena walau ia telah menembus tingkat Dewa Abadi, ia tidak tahu tahapan awal Dewa Abadi.
Melihat tingkah Bai An, Zin Ho langsung bingung ia tak tahu apa yang di pikirkan oleh pangerannya. Walaupun Zin Ho bisa membaca pikiran orang yang jauh lebih rendah dari tingkat kultivasinya. Tidak etis bagi Zin Ho membaca pikiran pangerannya.
“Ada apa pangeran, apakah ada sesuatu yang salah?” Tanya Zin Ho.
“Ehh itu, bolehkah aku bertanya. Apa tingkatan Dewa Abadi, aku tidak tahu tentang tingkatan Dewa Abadi, yang aku tahu hanya tingkatan setengah dewa yaitu.”
👉 Prajurit Dewa Perunggu ⭐1 ⭐2 ⭐3 ⭐4 ⭐5
👉 Prajurit Dewa Emas ⭐1 ⭐2 ⭐3 ⭐4 ⭐5
👉 Kesatria Dewa Perunggu ⭐1 ⭐2 ⭐3 ⭐4 ⭐5
👉 Kesatria Dewa Emas ⭐1 ⭐2 ⭐3 ⭐4 ⭐5
👉 Jenderal Dewa Perunggu ⭐1 ⭐2 ⭐3
👉 Jenderal Dewa Emas ⭐1 ⭐2 ⭐3
👉 Jenderal Dewa Berlian ⭐1 ⭐2 ⭐3
👉 Panglima Dewa Perunggu ⭐1 ⭐2 ⭐3
👉 Panglima Dewa Berlian ⭐1 ⭐2 ⭐3
👉 Raja Dewa Perunggu ⭐1 ⭐2 ⭐3
👉 Raja Dewa Emas ⭐1 ⭐2 ⭐3
👉 Raja Dewa Berlian ⭐1 ⭐2 ⭐3
“Yang terahir adalah Raja Dewa Alam ⭐1 ⭐2 ⭐3.” Kata Bai An agak kaku karena berusaha menahan malu.
Zin Ho yang mendengar itu langsung tersenyum kecil.
“Kau tidak perlu malu Pangeran, itu adalah hal yang biasa, bahkan seluruh orang yang ada di dunia setengah dewa pun hanya satu dua orang yang memgetahui tentang tingkatan di alam dewa. Itupun mereka tahu dari leluhur mereka yang sudah jatuh mungkin, atau yang sengaja mengasingkan diri.” Kata Zin Ho dengan sopan.
“Untuk Tingkatan Alam Dewa itu awalnya yaitu.”
__ADS_1
Dewa Merah ⭐1 ⭐2 ⭐3
Dewa Kuning ⭐1 ⭐2 ⭐3
Dewa Hijau ⭐1 ⭐2 ⭐3
Dewa Biru ⭐1 ⭐2 ⭐3
Dewa Raja Rendah ⭐1 ⭐2 ⭐3
Dewa Raja Menengah ⭐1 ⭐2 ⭐3
Dewa Raja Tinggi ⭐1 ⭐2 ⭐3
“Untuk tingkatan setiap bintang itu sama saja, ada rendah, menengah, ahir dan puncak. Dan untuk tingkatan Pangeran saat ini adalah Dewa Merah ⭐ 1 Ahir, hanya ini saja yang aku beritahu, inipun masih setengah dari tingkat kultivasi di Alam Dewa,” kata Zin Ho memberi penjelasan.
Bai An langsung mengangguk. Saat Bai An ingin bertanya Zin Ho lebih dulu bicara.
“Untuk meningkatkan ke tingkat selanjutnya akan sulit bagi setiap orang di Alam Dewa, walaupun itu hanya satu tingkat di setiap bintangnya. Tapi untuk Pangeran aku rasa itu tidak terlalu sulit karena di bantu oleh Energi Semesta,” kata Zin Ho tersenyum bahagia saat memberikan penjelasan.
“Terimakasih atas informasinya paman Zin, berarti saat ini aku masih berada di Dewa Merah ⭐ 1 Ahir, ini masih jauh dari perkiraanku, tapi aku tidak boleh mengeluh dan tetap harus berusaha.” Kata Bai An kini menyemangati dirinya.
“Terus untuk tingkat kekuatan paman Gong ada di tingkat apa dan tingkatan Paman Zin juga ada di tingkat apa?” Tanya Bai An penasaran karena ia tak bisa melihat berada di tingkat berapa kultivasi Zin Ho.
“Hehe,, untuk saat ini pangeran tidak perlu tahu, pangeran lebih baik berlatih saja dan meningkatkan kekuatan pangeran. Karena tak lama lagi pangeran akan ke Alam Dewa, dan sebentar lagi calon istri pangeran akan menjemput pangeran,” kata Zin Ho terkekeh kecil.
Bai An langsung semangat dan tersenyum saat ia kini akan di jemput oleh Mu Xia'er, ia juga tak sabar menemui para saudaranya.
“Ehemm,, paman apakah kita pergi sekarang atau nanti?” Tanya Bai An.
“Itu terserah pangeran, karena aku tetap akan mengikuti kemana pangeran pergi, tapi jangan bilang saudara Gong jika aku sudah bertemu pangeran. Biarkan aku sembunyi saja di balik bayang-bayang pangeran dan akan keluar jika ada bahaya yang akan mengancam nyawa pangeran,” kata Zin Ho.
Bai An langsung mengangguk kemudian melesat pergi ke arah Tu Long dan Jing Ling.
Bai An juga tahu jika kekuatan Zin Ho yang Bai An rasakan jauh lebih kuat 100 kali lipat dari Gong Tanru.
Bai An tahu itu dari saat ia pertama kali membuka pintu Kuil Kuno ini, Bai An menduga-duga jika paman Zin adalah saat ini orang terkuat dari pengikut ibunya. Itu juga yang di beritahu ibunya dulu, Zin Ho adalah sosok yang cukup mengerikan jika ia marah dan tak segan-segan membantai musuh hingga ke akar-akarnya.
Saat ini Bai An melesat dan mengedarkan kesadarannya, ia meraskan keempat Binatang Roh Iblis telah kembali dengan banyak pengikut, Bai An juga melihat jika para Binatang Roh Iblis yang seminggu ini ia tundukkan sedang berlatih.
__ADS_1
Tap tap..!!
“Tuan muda,” teriak keempat Binatang Roh Iblis dengan semangat.