Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Datang ke Klan Lee dan Rencana berhasil


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Bai An membuat Lee Dong cukup bingung, tapi berbeda dengan Lee Song.


Bai An dapat melihat wajah Lee Song yang tertegun.


“Aku tahu Tuan Muda, dia adalah Tetua pertama dan Tetua keempat, mereka dulu tiba-tiba pulang saat bersama patriark saat Penguasa Liu Wang memanggil mereka dan tiba-tiba Tetua Luar yang bernama Lee Yunsho di panggil, tapi aku tidak tahu kemana ia pergi sampai saat ini belum kembali, tapi aku yakin ini ada kaitannya dengan pertanyaan Tuan Muda." Jawab Lee Song jujur.


Bai An yang mendengar itu langsung bertanya kepada Mu Xia'er, “Xia'er siapa nama orang itu?”


“Benar apa yang di ucapkan orang di depanmu Gege, namanya Lee Yunsho.”


Mendengar jawaban Mu Xia'er, Bai An langsung mengangguk.


“Baiklah aku akan langsung memberitahu tugas kalian, dan tugasnya sangatlah sederhana.” Kata Bai An sambil melirik Lee Dong dan Lee Song.


Lee Song dan Lee Dong langsung mengangguk dan serius untuk mendengar apa tugas mereka.


“Kalian hanya perlu membawa kami, dan aku ingin kalian berdua memprovokasinya, tentu kami juga akan ikut membantu memanasi mereka, agar aku dapat melihat siapa yang benar-benar pengikut Penguasa Liu Wang.”


Setelah mengatakan hal tersebut, Bai An kemudian di tuntun oleh Lee Song dan Lee Dong, tak lupa pak tua Ho ikut bersama mereka atas permintaan Bai An. Karena menurut Bai An, pak tua Ho ini cukup baik dalam bidang informasi.


Beberapa menit kemudian, Bai An, Lang Zai, Pixiu, Lee Dong, Lee Song dan pak tua Ho kini sudah sampai di gerbang klan Lee.


Saat di perjalanan juga Bai An dan Lee Dong banyak membicarakan hal-hal yang terkait klan Lee.


Saat mereka akan berjalan masuk sebuah teriakan menghentikan mereka.


“Oh, sudah keluar seenaknya, datang juga seenaknya membawa orang luar.”


Orang yang bicara adalah Tetua pertama yang di temani beberapa tetua untuk memanasi tetua ketiga dan tetua agung, dapat terlihat jelas rencana licik mereka.


“Yang bicara tadi adalah tetua pertama," bisik Lee Song.


Bai An mengangguk dan melirik mereka.


“Apa hak mu melarangnya, kau saja seenaknya keluar masuk dan membawa tamu yang hanya jelas posisi tetua pertama, tidak pernah dilarang. Sedangkan dia yang posisinya jauh lebih tinggi yang kini menjadi tetua agung. Mengapa harus melapor kepada cecunguk sepertimu.” Kata Bai An menyeringai di balik jubahnya.


Alis tetua pertama langsung terangkat, auranya langsung keluar.


“Siapa kau? apa aku mengizinkanmu untuk bicara.” Kata tetua pertama dengan suara dingin.

__ADS_1


“Oh, apa kau tak terima? berarti ucapanku tadi benar, kau hanya cecunguk yang mengandalkan Penguasa Liu Wang untuk mencoba menekan tetua agung dan tetua ketiga.”


“Kau,, kau,, mati.”


Teriak tetua pertama melesat ke arah Bai An, karena tidak tahan menahan amarahnya.


Wuss,,


Saat ayunan tangan tetua pertama hendak mengenai wajah Bai An, sebuah aura langsung menekannya hingga hampir berlutut.


“Apa kau ingin mati dengan tidak memandang ku tetua pertama.” Kata Lee Dong yang sejatinya memang lebih kuat dari tetua pertama.


“Memandangmu?” Tetua pertama langsung mendengus ke arah Lee Dong, “Walau kau tetua agung dan kekuatanmu lebih tinggi dariku. Tapi, kekuatan di belakang ku jauh lebih kuat, coba saja kau lawan atau lukai aku sedikit saja.” Kata tetua pertama menyeringai menantang Lee Dong.


“Ooh hanya pria tua bau tanah berani mengandalkan latar belakang saja angkuh, baru gertak sedikit langsung ciut. Itu juga berlaku bagi orang-orang di belakangmu.” Dengus Bai An.


“Apa kau bilang?” teriak para tetua.


Kondisi kini mulai memanas, Bai An tertawa dalam hatinya.


“Coba kau katakan lagi yang kau ucapkan tadi?” Kini aura tetua pertama mulai keluar bersamaan dengan tetua ke empat dan para tetua yang merasa di rendahkan oleh Bai An.


“Ampun,, aku takut mau di kroyok,” canda Bai An yang mana membuat gelak tawa bagi pendukung Lee Dong dan Lee Song yang kini baru saja datang untuk mendukung dan melindungi mereka.


Walau pihak tetua agung dan tetua ketiga kultivator tingkat rendah, namun jumlah mereka ada ribuan, terlebih lagi mereka adalah anggota klan Lee cabang yang pernah mereka tindas.


Saat tetua pertama ingin mengatakan sesuatu, tetua keenam dan tetua ketujuh datang.


Wuss,,


Wuss,,


Kedua tetua inti tersebut membisikkan sesuatu kepada tetua pertama yang mana membuatnya tersenyum bahagia.


“Lee Song, kau yang sebagai calon patriark, bagaimana kita langsung pemungutan suara saja untuk siapa yang cocok menjadi patriark di antara kita.”


Tiba-tiba tetua pertama mengatakan hal tersebut yang mana membuat tetua ketiga Lee Song merasa ada yang tidak beres.


“Oh,, boleh juga itu, mari kita lihat siapa yang cocok, apakah para pecundang ini atau tetua ketiga.” Kata Bai An memprovokasi.

__ADS_1


“Kau,, masalah kita belum selesai, jika masalahku dengan tetua ketiga selesai, maka berikutnya dirimu. Sebaiknya kau bersihkan lehermu sebelum aku mendatangimu.” Ucap tetua pertama secara terang-terangan.


“Aku takut sekali,” ucap Bai An menyeringai kemudian menambahkan, “Sebaiknya kaulah yang membersihkan lehermu tua bangka.”


Karena tak tahan dan membuat emosinya semakin membelujak, tetua pertama dan para pengikutnya langsung pergi meninggalkan Bai An dan yang lainnya.


“Ikuti mereka,” ucap Bai An serius melalui telepati kepada Pixiu.


Wuss,,


Pixiu langsung lenyap bak di telan bumi, tidak ada yang menyadari kepergian Pixiu kecuali pak tua Ho yang dari tadi selalu mengawasi gerak gerik Lang Zai dan Pixiu.


“Apakah kita tidak apa-apa terlalu memprovokasi mereka, aku takutnya mereka mengancam kita menggunakan keluarga kami dan mendatangkan orang-orang dari Penguasa Liu Wang atau Teratai Hitam untuk menjebak kita.” Bisik Lee Dong kepada Bai An.


“Kau tenanglah,” ucap Bai An yakin.


Mendengar suara Bai An yang sangat yakin, membuat hati Lee Dong menjadi tenang.


“Xia'er, apakah sudah?” tanya Bai An.


“Kau ini, memalukan sekali. Memerintahku untuk mencuri sumberdaya yang tak sebarapa ini,” dengus Mu Xia'er.


Bai An terkekeh di balik jubahnya. Tak ada yang menyadari jika Mu Xia'er keluar dan menguras semua sumberdaya klan Lee, tidak terkecuali cincin penyimpanan mereka juga hilang, habis di curi oleh Mu Xia'er.


Kini sudah tidak ada yang tersisa apa-apa di klan Lee, tinggal menunggu amarah mereka saja.


“Kurang ajar, siapa yang berani mencuri sumberdaya milik klan Lee.”


Teriakan tetua pertama menggema hingga dapat di dengar oleh Bai An.


“Siapapun kau, aku akan membunuh mu bangs*t,”


“Akkhh, cincin penyimpanan di jari ku juga hilang,”


“Siapa yang mencuri cincin penyimpananku?”


Suara silih berganti hingga tetua Lee Dong dan Lee Song pun ikut kehilangan cincin penyimpanan mereka.


Hal tersebut tidak membuat mereka terlalu marah, dan mereka berusaha untuk tenang agar bisa mencari siapa pelakunya.

__ADS_1


Saat memikirkan siapa pelakunya, membuat mereka pusing tujuh keliling. Bagaimana tidak? bagaimana cara pencuri itu mengambil cincin penyimpanan yang terselip di jari mereka, seharusnya mereka akan menyadarinya.


Tak lama, semakin banyak suara teriakan kemarahan pada anggota klan Lee, terlebih para tetua mereka yang telah lama menyimpan barang-barang beharga mereka, kini telah hilang bak di telan bumi.


__ADS_2