Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Segel Budak Berhasil dan Meningkatkan kekuatan Shi Ba dan Han Chi


__ADS_3

Bai An langsung menjadi tenang jawaban dari Shen Bai.


Tak menunggu lama, suara teriakan Shi Ba tiba-tiba berhenti, dapat terlihat Shi Ba kini terengah-engah dan bermandikan keringat.


"Tuan kenapa ini sakit sekali?"


Mendengar itu Bai An langsung menjawab, "Itu karena segel budak ini cukup spesial, agar kau tidak seperti orang-orang yang terkena segel seperti mayat hidup kau harus merasakan rasa sakit dulu!" jawab Bai An bohong karena ia tak tahu harus menjawab apa.


Shi Ba mengangguk, "Lalu apakah segel ini telah terpasang Tuan?" tanya Shi Ba.


"Cobalah kau berpikir untuk membunuhku atau berhianat dengan rencana yang jelek-jelek!" balas Bai An.


Shi Ba berpikir dahulu karena ia juga tidak ingin berhianat, tapi ia mencoba menuruti perintah Tuannya.


Tiba-tiba Shi Ba berteriak kesakitan lebih keras dari sebelumnya selama beberapa detik lalu berhenti karena Bai An menghentikannya.


Shi Ba bergidik ngeri saat merasakan rasa sakit tersebut 1000 kali lebih sakit dari pada saat ia disegel budak, walaupun hanya beberapa detik tapi masih terngiang-ngiang dikepalanya.


Shi Ba kini menatap Bai An dengan malu-malu, Bai An yang melihat itu tahu apa maksud dari Shi Ba.


"Putra kandung mu sebenarnya bukan Shuwan, itu adalah putra dari Patrick Shi yang lahir dari wanita lain, bukan dari istrimu!"


Tubuh Shi Ba langsung bergetar hebat, ia pernah curiga akan hal ini tapi karena terlalu sayang kepada istri dan putranya jadi Shi Ba tidak mau terlalu memikirkannya.


"A... Apakah perkataan anda ini benar Tuan?" tanya Shi Ba terbata-bata.


"Benar, apa gunanya aku berbohong kepada orang-orang ku sendiri, jika aku berbohong maka namaku akan menjadi jelek dan orang-orang ku pasti tidak akan percaya lagi kepadaku." Balas Bai An.


"Te.. Terus dimana putra kandung saya Tuan?"


"Putra mu sekarang berada dipenjara dan yang memasukkan putramu ke penjara adalah Patrick Shi sendiri, saat putra mu berumur 10 tahun agar tidak ada yang curiga dulu saat bersamaan ia menghamili pelacur!"


Mendengar kata-kata Bai An, kini Shi Ba makin heran, dari mana ia tahu sebanyak ini?


"Kau pasti heran bukan? dari mana aku tahu!" tanya Bai An.


Shi Ba langsung mengangguk cepat.

__ADS_1


"Majulah!" mendengar itu Shi Ba langsung maju menuju Bai An setelah Shi Ba sampai Bai An langsung memegang keningnya menggunakan jari telunjuk.


Shi Ba yang keningnya disentuh diam tak melawan, tak lama sebuah ingatan yang sangat banyak tiba-tiba muncul dari masa lalunya hingga sekarang.


Setelah menerima ingatan tersebut kini Shi Ba mengepalkan tangannya erat-erat dan terlihat niat membunuh yang besar keluar dari tubuh Shi Ba saat tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Tenangkan dirimu, jangan menjadi bodoh karena terbawa emosi!"


Mendengar suara Bai An, kini Shi Ba langsung tersadar dan ingin bersujud namun sebuah aura menahannya.


"Jangan bersujud karena aku tidak suka itu!"


Mendengar suara tegas Bai An dan tidak gila hormat kini Shi Ba menjadi kagum dan tidak menyesal menjadi pengikut Bai An tapi ia heran dari mana Bai An mendapat ingatan itu semua?


"Tuan maaf jika saya lancang, tapi dari mana anda mendapat semua ingatan itu?"


"Darimu dan Shuwan tadi saat kau tadi berada dibawah aku langsung mengambil darah Shuwan dan kebetulan itu juga bercampur dengan darah Patrick Shi jadi aku membuka paksa dan mencoba mencari ingatan dari patrick Shi walaupun ia masih hidup."


Mendengar itu semua kini mengangguk paham karena bukan cuman Shi Ba yang penasaran, namun Yue'er, Bai Luan, Lin'er dan Han Chi juga ikut penasaran.


"Baiklah paman apakah tidak apa-apa dengan Shi Ba mengikuti kita?" tanya Bai An karena ia tahu Han Chi sangat membenci Bangsawan Shi.


Mendengar itu Bai An mengangguk karena ia tahu juga itu dari ingatan yang ia dapatkan dan cukup banyak informasi yang Bai An dapatkan termasuk tentang orang-orang berjubah hitam.


Bai Luan mengerut mendengar kata-kata dari ayahnya, "Memang apa yang sebenarnya terjadi ayah?" tanya Bai Luan penasaran.


Mendengar itu Han Chi langsung menceritakan semua kejadian saat ia menyuruh Bai Luan pergi.


Saat mendengar cerita ayahnya hingga selesai Bai Luan mengangguk dan berterimakasih kepada Shi Ba dan meminta maaf atas perlakuannya yang tadi ia lakukan, begitu juga dengan Lin'er.


Awalnya Lin'er enggan meminta maaf, namun karena paksaan dari Bai Luan, dengan terpaksa Lin'er juga ikut meminta maaf.


"Lalu apa tugasku sekarang Tuan?" tanya Shi Ba.


"Hmmm jangan panggil aku Tuan, itu terlalu tua bagiku, cukup Bai An atau yang lain saja!" ucap Bai An yang dari tadi risih dengan sebutan Tuan tersebut.


"Baiklah Tuan Muda!" balas Shi Ba.

__ADS_1


Bai An mengangguk, "Tugasmu sekarang meningkatkan kekuatanmu terlebih dahulu malam ini, besok mungkin kekuatanmu bisa melonjak menjadi tingkat Kaisar Puncak!"


Mendengar itu Shi Ba dan Han Chi langsung tercengang dengan mulut terbuka lebar, melihat hal itu membuat jadi bahan tertawaan bagi Lin'er ia yang paling keras tertawa hingga ia di tegur Bai Luan.


Shi Ba dan Han Chi langsung menunduk malu atas sikapnya itu.


Tanpa menunggu lama, Bai An langsung mengeluarkan Pil Tingkat Kuno dari cincin nya dan memberikannya kepada Shi Ba, "Gunakanlah Pil ini, nanti Luan'er yang akan membantumu untuk menyerap energi dan khasiat dari pil ini!"


Shi Ba langsung mengambilnya, ia heran dengan pil ini karena tidak terasa aura dan energi apapun dari pil tersebut tapi ia tidak bertanya dan menuruti perintah dari Bai An.


Shi Ba dan Bai Luan langsung pergi ke kamar sebelah yang di ikuti oleh Lin'er, yang terlihat selalu menempel.


Kini tersisa Bai An, Yue'er, Han Chi dan She Bai, dikamar tersebut.


Bai An lansung melirik Han Chi, "Paman duduklah disana seperti paman bermeditasi nanti aku akan menyembuhkan dantian paman yang rusak!" tanpa basa-basi Bai An langsung bicara ke inti pembicaraan mereka.


Han Chi langsung bersemangat, ia tak sabar menjadi kuat dan pergi membebaskan istri dan orang-orangnya yang tersisa.


Setelah duduk, Bai An langsung duduk dibelakang Han Chi dan memegang pundaknya, tak lama Han Chi merasakan sebuah energi hanyak dari aliran tangan Bai An.


3 Jam berlalu...


Boom...


Boom...


Boom...


Terdengar suara ledakan beruntun bersamaan energi yang menyebar ke segala arah dari sebelah kamar Bai An berada.


Kini Han Chi telah pulih ia bisa kembali berkultivasi namun Bai An tetap mengalirkan energinya untuk membantu menaikkan tingkat kultivasi Han Chi.


1 jam setelah ledakan dikamar sebelah Bai An kini terdengar suara ledakan dari dalam tubuh Han Chi disertai energi yang keluar ke segala arah.


Boom...


Boom...

__ADS_1


Boom...


Suara ledakan terus terdengar secara beruntun, tak lama kemudian hening kembali.


__ADS_2