
Namun kini bertolak belaka dengan informasi yang Lang Du berikan sehingga mereka berdua mau tak mau melirik ke arah Lang Du.
Lang Du yang di pandang tak tahu harus berkata apa, karena selama beberapa hari ia mengikuti Tu Long, Tu Long hanya diam saja dengan dingin.
Sesekali ia bicara hanya pada saat memberikan mereka sumberdaya saja.
“Aku sama sekali tidak tahu ayah, ia ternyata selama ini hanya berpura-pura, tapi ayah tidak perlu khawatir, karena aku sendiri yang akan membunuhnya saat lelang berahir,” ucap Lang Du melalui telepati.
Wen Dongyun langsung mengangguk diam sambil menatap tajam ke arah Tu Long.
Tu Long yang merasa di tatap dengan ganas langsung berbalik menatap ganas ke arah Wen Dongyun.
Seutas senyum langsung keluar dari bibir Tu Long.
Namun Wen Dongyun sama sekali tak terprovokasi, ia langsung mengalihkan pandangannya dengan acuh karena merasa karena Tu Long bukanlah ancaman.
Tu Long juga mengalihkan pandangannya karena saat ini ia merasakan banyak sekali aura membunuh yang tertuju ke arah dirinya.
Saat melihat Kaisar Dewa Kematian dan para sekutu menatapnya, Tu Long menyinggungkan senyum tipis.
“Kurang ajar, aku akan membuatmu bangkrut,” geram Kaisar Dew Kematian.
“Satu juta kristal dewa,” teriak Kaisar Dewa Kematian.
Tu Long yang mendengar itu berpura-pura memasang wajah marah.
“Kurang ajar, kau ingin bersaing denganku, baiklah kalau begitu aku mengalah untuk saat ini,” raung Tu Long, namun saat di ahir kata ia terkekeh kecil.
Bluss..!!
Aura para Kaisar Dewa yang berada di samping Kaisar Dewa Kematian meletus.
“Kurang ajar, berani sekali kau mempermainkan kami,” teriak Kaisar Dew Bumi.
Sementara Kaisar Dewa Kematian hanya diam dengan wajah berubah bentuk, kini ada tanduk di atas kepalanya yang memperlihatkan bentuk aslinya seorang iblis.
“Aku akan membunuhmu,” raung Kaisar Dewa Kematian ingin melesat, namun ia langsung berkeringat dingin saat sebuah aura yang ia kenal kini menindasnya.
Hanya Kaisar Dewa Kematian saja yang dapat merasakannya, sementara para kaisar dewa yang berada di sampingnya kini bingung.
Kini Kaisar Dewa Kematian ingin mengatakan sesuatu, namun ia langsung diam saat mendengar sebuah suara.
“Tahan dirimu, jangan ganggu kesenanganku yang sedang menikmati tontonan seperti ini. Jika kau bertindak sembarang lagi, maka kematian adalah hal yang pantas.”
__ADS_1
Dengan cepat Kaisar Dewa Kematian kembali duduk sambil mengangguk.
Namun tatapan kebencian tertuju ke arah Tu Long yang terlihat memasang wajah polos dan bodoh layaknya tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
Hal tersebut membuat orang-orang kini menutup mulut menahan tawa, sama halnya dengan We Kai, ia kini tertawa terbahak-bahak saat melihat Kaisar Dewa Api memasang wajah jelek setiap saat.
Sementara Ling Qie kini memasang wajah jelek, namun dengan cepat ia mengubah raut wajahnya dengan tersenyum.
“Baiklah, apakah tidak ada lagi yang menawar lebih tinggi? Jika tidak ada aku akan menghitung sampai 5.” Kata Ling Qie.
Satu..!!
Dua..!!
Tiga..!!
...???
Lima..!!
tok tok..!!
Ling Qie langsung mengetuk palu sambil berkata kepada para peserta lelang jika Kaisar Dewa Kematian memenangkan item pertama.
Prok prok..!!
Beberapa pelayan langsung membawa barang item kedua.
Ling Qie kini tersenyum dan tanpa basa basi lagi ia langsung berkata.
“Baiklah, item kedua ini adalah sebuah senjata,” kata Ling Qie.
Ling Qie langsung mengambil senjata yang tertutup kain, setelah kain terbuka, kini teihat cahaya menyilaukan mata setiap peserta lelang kecuali para kaisar dewa dan beberapa patriark klan besar.
Woah..!!
Terdengar langsung seruan kagum dari beberapa patriak klan besar, hal tersebut membuat yang lain membuka mata lalu melihat sebuah pedang bewarna perak dengan gagangnya bewarna emas.
Gagangnya juga terukir berbentuk naga, hal tersebut membuat keindahan pedang tersebut semakin menarik minat peserta lelang.
Terlebih tingkatan pedang tersebut membuat orang-orang tercengang.
“Pedang tingkat dua,” teriak Kaisar Dewa Kematian dengan lantang dan ekpresi terkejut, walau begitu seutas senyum licik terlintas di bibirnya.
__ADS_1
Mendengar seruan Kaisar Dewa Kematian berteriak, orang-orang ikut tercengang.
Para klan Kuno teelihat menantikan hal seperti inilah yang mereka cari sehingga langsung berteriak.
“100 kristal dewa, klan kuno naga setengah manusia menginginkan pedang tersebut,” teriak pemuda yang cukup tampan.
Bentuk asli pemuda tersebut langsung berubah ke setengah naga setengah manusia.
“Woah,, aku mendengar jika klan kuno naga setengah manusia sudah lama menghilang dan bersembunyi, namun kini mereka sudah muncul dan menunjukkan diri,” kata salah satu peserta lelang.
“Aku yakin jika klan naga setengah manusia telah berani menunjukkan diri maka mereka sudah tidak ingin bersembunyi lagi dan mungkin perang akan terjadi jika para klan kuno lainnya menunjukkan identitas mereka di depan publik,” kata patriark klan besar.
Seketika banyak sekali terdengar bisikan dari para peserta lelang kalangan sedang dan bawah.
Berbeda dengan para Kaisar Dewa, mereka mengerutkan kening, beberapa memasang wajah galak karena telah lama menunggu klan kuno naga setengah manusia.
Sementara para klan kuno lainnya kini mulai menatap ke arah pemuda setengah naga yang tak lain patriark klan kuno naga setengah manusia.
“Hmm..!! Klan kuno Serigala perak menawar 120 kristal dewa,” kata pria berkepala serigala dengan nada santai.
“Miskin, klan kuno racun kematian menawar 200 kristal dewa,” dengus patriark klan kuno racun kematian ke arah patriark klan kuno serigala perak.
“Heng,, klan kuno ras titan menawar 350 kristal dewa, jika ada yang berani menawar lebih maka klan kuno ras titan akan membantai mereka,” teriak patriark klan kuno ras titan.
Di antara semua peserta lelang, memang ras titan terlihat paling tinggi, namun mereka belum menunjukkan tubuh asli mereka karena saat ini mereka menekan tubuh mereka sekecil mungkin.
10 menit berlalu, tawar menawar terus terjadi di antara para kaisar dewa maupun klan kuno, bahkan Kaisar Dewa Kematian pun ikut terus memanasi, namun malah ia yang selalu paling kesal dan di penuhi dendam karena Tu Long selalu memprovokasi dirinya.
Waktu terus berlalu, 30 menit kemudian akhirnya item kedua di menangkan oleh klan kuno racun kematian.
Tak menunggu lama item ketiga pun di keluarkan, hal yang sama terjadi.
Terjadi kericuhan di antara para ahli Kaisar Dewa dan klan kuno, bahkan mereka sama sekali tidak memberikan para kalangan patriark klan besar kebawah ikut menawar.
Hal tersebut membuat para kalangan sedang dan bawah hanya bisa memasang wajah jelek dan merutuki nasib mereka yang lemah.
Hingga item ke 20, saat ini Duan Du dan Wen Dongyun sama-sama saling melirik satu sama lain sambil menyinggungkan senyum.
Saat di item ke 19 tadi, Duan Du dan Wen Dongyun sempat bentrok, saat beradu harga.
“Hoho,, tikus kecil, berapa banyak uang yang kau bawa sehingga berani beradu harga denganku, apa ibumu tidak marah nanti saat uangnya yang kau curi habis,” ejek Wen Dongyun.
“Ah,, ayahmu ini cukup kaya lo, jika kau tak mampu membelinya biar ayah nanti yang akan membelikan item ini untukmu,” sambung Duan Du tak kalah mengejek.
__ADS_1