
Duan Du kini menatap ke arah Tu Long dengan kesal, hal tersebut membuat Tu Long terkekeh kecil.
“Heng,, kita lebih baik tunggu Hong Ti menuju kesini bersama no satu dan beberapa anggota kelompok pembantai dan kelompok pengemis kumuh,” dengus Duan Du ke arah Tu Long.
Tu Long hanya menanggapi dengan mengangguk santai santai melihat sekelilingnya.
Saat ini ia ingat jika mayat-mayat yang ia bunuh belum ia jarah, saat Tu Long berpikir ingin mengambil barang berharga yang ada di cincin penyimpanan mayat-mayat yang ia bunuh.
Wuusshh..!!
Tu Long membeku, seolah ada angin menerpa wajahnya, dahinya berkerut naik ke atas.
Tak lama ia melirik ke arah Duan Du yang kini tertawa mengejeknya sambil memainkan puluhan cincin penyimpanan.
“Bocah nakal,, cepat kembalikan, itu jatahku,” dengus Tu Long.
“Eh,, harta rampasan adalah siapa cepat dia yang dapat,” kekeh Duan Du dengan nada mengejek.
Wajah Tu Long semakin jelek, Tu Long langsung mendengus kecil lalu berjalan ke arah mayat Kaisar Dewa Es.
Tap tap..!!
Saat melihat kepala Kaisar Dewa Es, lebih tepatnya ke arah matanya yang melotot, Tu Long terkekeh.
“Jangan mencari musuh yang tidak bisa kau lawan sama sekali, inilah yang terjadi, pembantaian,” gumam Tu Long langsung melambaikan tangannya.
Energi bewarna hitam langsung menghanguskan kepala Kaisar Dewa Es.
10 menit berlalu.
Tap tap..!!
Hong Ti langsung tiba, saat ia muncul bersama puluhan orang, Hong Ti dan puluhan orang ini mau tak mau bergidik ngeri saat melihat mayat bergeletak dan bercak darah membanjiri lantai yang mereka pijak.
“Salam Tuan muda, salam Tuan Tu,” sapa Hong Ti dan puluhan orang tersebut.
Duan Du yang melihat itu hanya mengangguk santai.
__ADS_1
Tangan Duan Du langsung terayun dengan santai, seketika wajah Hong Ti dan semua orang langsung berubah.
Hong Ti yang menyadari wajahnya kini telah berubah langsung mengeluarkan cermin, ia langsung mengangguk saat melihat dirinya kini sangat mirip Kaisar Dewa Es, sama halnya dengan no satu, ia kini mirip tangan kanan Kaisar Dewa Es.
Duan Du yang melihat itu langsung berkata. “Kalian pasti telah tahu apa yang kalian lakukan setelah ini dan seterusnya, aku berharap kalian tidak melakukan kesalahan besar yang membuat rencana gagal.”
Hong Ti dan semua orang langsung membungkuk lalu berkata dengan nada serempak. “Kami paham Tuan muda.”
Duan Du langsung mengangguk sambil melirik ke arah Tu Long yang baru selesai membersihkan mayat-mayat yang bergeletak.
Tu Long langsung mengangguk lalu menghilang bersama Tu Long.
***
Disaat yang bersamaan dengan menghilangnya Duan Du dan Tu Long, saat ini salah satu bawahan Tu Long.
Pemuda yang berumur 20 tahunan yang tak lain Lang Du kini melesat ke arah istana Kekaisaran Ling.
Tap tap..!!
Lang Du terlihat melihat kiri kanan terlebih dahulu sebelum masuk, ia terlihat sangat hati-hati dalam bergerak.
Namun Lang Du dengan acuh tetap berjalan masuk.
Hingga ia telah melewati pintu istana, Lang Du kini berdiri di depan Kaisar Dewa Kematian yang tak lain bawahan Ling Qie.
“Apa yang kau dapatkan Jendral Lang?” Tanya Kaisar Dewa Kematian dengan santai.
Lang Du tidak menjawab, melainkan ia menarik kulit di wajahnya hingga memperlihatkan sosok pria tua yang sangat jelek dengan aura energi kematian yang cukup mengerikan.
“Hmm..!! Sejauh ini belum ada informasi yang terlalu penting yang bisa membahayakan Yang mulia ratu, namun aku sedikit takut dengan orang yang menjadi Tuan ku ini, karena ia memiliki kekuatan Kaisar Dewa, jika tidak di bunuh dengan cepat maka itu bisa membahayakan Yang mulia Ratu,” kata Lang Du menunduk hormat.
Kaisar Dewa Kematian yang mendengar itu mengerutkan keningnya.
“Apakah sebegitu kuatnya orang ini hingga membuatmu takut sampai berlebihan seperti ini?” Tanya Kaisar Dewa Kematian kini mengerutkan keningnya karena baru kali ini ia melihat Lang Du yang tubuhnya bergetar saat menyebut nama orang.
Kaisar Dewa Kematian tentu saja harus bertanya, karena ia telah bersama dengan Lang Du dari kecil dan berjuang bersama, namun karena bakat Lang Du tidak terlalu bagus, ia hanya bisa mempunyai kekuatan sampai menjadi Jendral saja, sementara ia bisa menjadi Kaisar Dewa walaupun kini harus di tunduk di bawah kaki seorang wanita.
__ADS_1
Lang Du kini mengangkat kepalanya. “Kau mungkin berpikir seperti itu, jika kau melihat kekuatannya dengan mata kepalamu sendiri mungkin kau pasti akan lebih terkejut dari aku,” kata Lang Du dengan helaan nafas yang cukup berat.
Kaisar Dewa Kegelapan merenung sesaat, setelah itu langsung berkata. “Kau ikuti saja dulu ia, aku akan mengabari Ratu terlebih dahulu untuk meminta pendapat, jika ia ingin orang tersebut mati, maka Ratu pasti akan memberikan kita cairan itu, cairan itu sesuatu yang bisa membuat kita membunuh musuh yang jauh lebih kuat dari kita secara instan.”
Lang Du yang mendengar itu langsung terkekeh, kini ia mulai tenang karena jika cairan tersebut telah di keluarkan, maka ia sudah tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi.
Setelah itu Lang Du langsung pergi dari sana.
Sampai saat ini mereka tak tahu jika pembicaraan mereka telah di dengar.
Di balik atap istana kini Long Yuan dengan santai duduk bersila.
Long Yuan mendapatkan tugas ini dari Bai An, jika bukan Bai An yang memberinya perintah, ia mungkin tak akan mau melakukan ini.
Terlebih tugas yang Bai An berikan ini, ia kini mendapat sedikit informasi yang cukup menarik untuk di berikan kepada Bai An secara langsung.
“Hmm..!! Cairan kah, aku jadi penasaran dengan cairan tersebut,” gumam Long Yuan lalu menghilang dalam sekejap.
Inilah kelebihan Long Yuan, ia memiliki teknik yang orang tidak bisa merasakan keberadaannya.
***
Jauh dari istana Kekaisaran Ling.
Saat ini Duan Du dan Tu Long memasang wajah memelas.
Baru saja mereka bahagia dan sangat sangar saat membunuh, kini wajah mereka berubah drastis saat di depan seorang wanita yang tak lain mereka anggap ibu mereka.
“Ibu, aku benar-benar tidak pernah berbuat nakal, jika ibu tidak percaya, ibu bisa ke Kaisar Dewa Es untuk memastikan kebenarannya, dan juga jangan pernah percaya dengan ucapan orang lain yang tidak pasti,” kata Duan Du kini tangannya di ikat rantai agar ia tak kabur.
Sementara Tu Long terlihat menundduk tanpa di ikat oleh apapun karena Ling Mei cukup percaya jika Tu Long tidak berani kabur, tidak seperti Duan Du.
Ling Mei yang mendengar itu langsung mendengus. “Ucapanmu itu sudah basi di depan ibu, cepat jawab jujur, mengapa kau membunuh mereka?” ucap Ling Mei melotot ke arah Duan Du.
Duan Du langsung mengalihkan pandangan ke arah Tu Long yang kini tidak berani mengangkat kepalanya.
Hal tersebut membuat Duan Du mendengus kesal karena keberadaan Tu Long sama sekali tidak bisa membantu.
__ADS_1
“Ibu, apa ibu lebih percaya dengan orang lain dari pada putramu yang baik dan patuh ini?” Tanya Duan Du kini memasang wajah imut dengan bola mata berair.