
Sementara di kota Hong, tepatnya di sebuah kedai kecil kini Bai An dan Bai Luan sedang bergaul dengan beberapa orang yang mabuk.
Terlihat Bai An dan Bai Luan sangat menikmati penyamaran dan sandiwaranya, "Hei Ming chun, apakah kau berasal dari pelosok kota ini? Aku tidak pernah melihatmu disini sebelum," tanya seseorang yang terlihat sudah teler.
"Ya teman Cho, aku dari pelosok bersama sahabatku ini," balas Bai An yang menyamar menggunakan nama samaran Ming Chun.
Sedangkan orang yang bernama Yun Cho itu baru saja Bai An kenal saat masuk ke kedai ia dan Bai Luan tiba-tiba saja dipanggil oleh Yun Cho untuk menemaninya minum karena terlalu banyak yang di pesan oleh Yun Cho.
"Nama sahabatmu itu siapa?" tanya Yun Cho sambil menunjuk Bai Luan, "Nama saya Lu Zhang teman Cho," jawab Bai Luan sambil tersenyum ramah.
Yun Cho hanya mengangguk-angguk, tidak ada yang mengetahui jika Yun Cho sebenarnya adalah seorang mata-mata Kaisar Xiao, Yun Cho ke kota ini jauh sebelum Pangeran pertama membuat markas disini.
Yun Cho dulu ditugaskan kesini hanya untuk mencari informasi apakah di kota ini ada juga seorang pemberontak atau tidak, satu bulan Yun Cho menetap disini dan tidak menemukan apa-apa.
Namun setelah satu bulan dan tepat saat ia ingin kembali, tiba-tiba terjadi perubahan. Banyak sekali orang-orang yang menjadi pengikut Kaisar Xiao ditangkap oleh prajurit yang Yun Cho tidak kenal, termasuk prajurit-prajurit yang telah lama bekerja pun ditangkap dan di fitnah seorang pemberontak.
Awalnya Yun Cho tidak terlalu curiga karena itu mungkin mereka benar-benar telah berhianat, Namun saat Yun Cho melihat pemimpin Kota Hong juga ditangkap ia langsung curiga ini ulah Pangeran pertama bersama orang berjubah hitam.
Yun Cho sangat mengenal pemimpin kota ini, karena pemimpin kota ini adalah kakak angkatnya, jadi tidak mungkin kakak angkatnya menjadi pemberontak.
__ADS_1
Saat akan menyelidiki hal tersebut, terjadi perubahan peraturan kota, yang mana setiap penduduk asli kota ini yang Ranah kultivasi tingkat Raja ke atas harus melapor ke petugas keamanan, dan mereka bilang itu demi keamanan.
Yun Cho yang berada pada tingkat Kaisar awal untung saja mempunyai metode untuk menekan tingkat kultivasinya menjadi Jalan Surgawi Awal.
Karena peraturan kota yang cukup ketat untuk para kultivator untuk tidak sembarangan berjalan di setiap wilayah kota membuat Yun Cho agak sulit menyelidikinya.
Walaupun hanya dalam dua hari saja kota ini tiba-tiba terjadi perubahan, namun tidak ada penduduk kota berani mengeluh atau menuntut karena, jika mereka mengeluh atau menuntut, mereka akan langsung ditangkap dengan alasan pemberontak.
Namun Yun Cho tidak patah semangat untuk membuktikan kebenaran apa yang sebenarnya terjadi di kota ini. Hingga usahanya tidak sia-sia karena saat Yun Cho akan kembali ke rumah kecil yang ia beli sebagai markas untuk menyelidiki, ia secara tidak sengaja melihat Pangeran pertama bersama pangeran kedua, ketiga, kelima bersama 3 orang berjubah hitam sedang menuju kediaman pemimpin kota, saat salah satu orang berjubah itu melirik ke arahnya, untung saja ia secara reflek mengalihkan pandangan dan berjalan layaknya ia penduduk asli kota ini dan terus berjalan sampai masuk kerumahnya.
Setelah masuk, Yun Cho terasa sesak nafas dan merinding saat melihat mata orang berjubah tersebut seperti kedalaman yang sangat mengerikan. Yun Cho yakin jika orang itu mau membunuhnya maka dalam sekejap ia mati. Yun Cho kini dalam dilema karena tidak tahu harus melakukan apa.
Kalau ia terus menyelidiki hal ini maka dapat dipastikan ia akan mati, karena merasa pusing dan frustasi Yun Cho lalu pergi ketempat minum tempatnya biasa nongkrong untuk menghilangkan rasa frustasinya.
Bai An dan Bai Luan sebenar tahu jika orang didepannya ini menekan tingkat kultivasinya, namun mereka diam seolah-olah tidak mengetahui apa-apa dan tetap bersandiwara.
Setelah melihat Yun Cho cukup mabuk dan terlihat setengah sadar, Bai An langsung menanyainya.
"Teman Cho, apakah kau tahu apa yang sebenarnya terjadi di kota ini?, karena kami dari pelosok dan jarang kesini jadi kami tidak mengetahui apa-apa," tanya Bai An.
__ADS_1
Mendengar itu Yun Cho mengernyit, namun tetap menjawab dengan berbisik, "Teman Ming Chun pelan kan suaramu saat menanyakan hal tabu seperti ini di kota ini," bisik Yun Cho
Bai An awalnya heran, namun saat melirik sekeliling dan setiap orang menatapnya dengan tatapan tajam, namun hati mereka bergetar ketakutan kini paham ada yang terjadi disini.
Bai An langsung mengangguk, sedangkan Bai Luan kini sadar akan ada yang mengawasinya ingin bertindak, tapi Bai An menghentikannya lewat telepati sehingga ia hanya diam saja menunggu intruksi selanjutnya.
Yun Cho mengangguk ia sadar jika kedua pemuda ini kini bukan orang biasa dan sedang memata-matai pangeran pertama beserta orang berjubah hitam, ini hanya pemikiran Yun Cho jadi ia akan mengambil resiko untuk memberitahu apa yang sebenarnya terjadi termasuk dirinya yang dalam misi.
Yun Cho lalu melihat sekeliling terlebih dahulu, saat ia merasa kedai ini tidak ada mata-mata pangeran pertama. Yun Cho lalu melihat ke arah Bai An lalu berbisik ke telinga Bai An dan menceritakan apa yang terjadi selama dua hari ini dan menceritakan dirinya.
Cukup lama Yun Cho berbisik hingga salah satu penjaga kota tiba-tiba masuk dan menegurnya.
"Hei apa yang kalian lakukan? apa kalian ingin di anggap pemberontak aaahh!"
Mendengar suara penjaga kota, Yun Cho dengan cepat kembali ketempatnya. Sedangkan untuk Bai An kini memahami apa yang terjadi sebenarnya, namun jika ia bertindak sekarang, Bai An takut jika musuhnya akan menyandra orang-orang yang mereka tahan sebagai senjata mereka untuk melarikan diri, ya walaupun Bai An bisa mengejar dan membunuh mereka semua. Namun tidak mungkin tidak akan ada korban jiwa dari para penduduk yang tidak bersalah.
Bai An kini lebih memenintangkan para penduduk yang di tahan oleh pangeran pertama dari pada proritasnya untuk membunuh musuh, karena tugasnya menjaga keamanan dunia ini dari para penjajah dunia luar namun ia juga ingin membuat korban jiwa yang meninggal sedikit mungkin.
Bai An langsung melihat Bai Luan dan Yun Cho dan memberitahu jika biarkan mereka menangkap kita agar bisa membebaskan para tawanan dan menjaganya agar tidak dijadikan sandera oleh musuh.
__ADS_1
Bai Luan mengangguk, sedangkan Yun Cho yang dari awal tahu jika pemuda ini tidak biasa namun ia tetap terkejut saat mendengar suara ditelinganya tanpa orang itu bicara langsung kepadanya.
Yun Cho ingin bertanya namun saat ingat pesan Bai An tadi ia tiba-tiba mengamuk.