Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Terungkapnya siapa Bai Lin Yin dan Bersama Mu Xia'er


__ADS_3

Di kediaman Bai Lin Yin yang cukup sederhana, terdapat meja yang diduduki oleh Bai An, Bai Lin Yin, Bai Luan, Nona Xue, Lang Zai dan Pixiu.


Mereka kini saling menatap satu sama lain, Bai Lin Yin yang dari tadi tidak dapat menahan diri untuk bertanya langsung menatap Bai An.


“Nak, maaf jika aku lancang, bisakah kau ceritakan asal usul mu? aku tidak sengaja mendengar kau berkata aku mirip ayahmu?”


Mendengar pertanyaa Bai Lin Yin membuat Nona Xue yang bernama asli Bai Lin Xue itu cukup terkejut, “Ibu memang kenapa ibu sangat ingin mengetahuinya? terlebih lagi ibu selalu bertanya tentang pedang itu?” tanya Bai Lin Xue sambil menunjuk pedang yang ada di depan Bai An.


Bukannya menjawab, Bai Lin Yin malah melototi putrinya yang mana membuat Bai Lin Xue langsung cemberut, kemudian ia langsung diam.


Bai An yang dari tadi diam langsung menghela nafas, ia sebenarnya sedang bertanya kepada Mu Xia'er dan Mu Xia'er langsung menceritakan asal usul Bai Lin Yin.


Setelah mendengar cerita Mu Xia'er, Bai An langsung menatap Bai Lin Yin.


“Apa kau mengenal Bai Chen?” tanya Bai An yang mana membuat mata Bai Lin Yin langsung melotot. Saat Bai Lin Yin ingin bertanya, Bai An mengangkat tangannya tanda ia belum menyelesaikan ucapannya.


“Dia adalah ayah ku, dan ibuku bernama Ling Mei, paman ku bernama Bai Shan, Bai Shao dan yang terahir aku tidak tahu, karena ayah ku belum memberitahukan namanya.”


Wajah Bai Lin Yin langsung meneteskan air matanya, ia kemudian melesat ke arah Bai An dan memeluknya.


Melihat apa yang di lakukan Bai Lin Yin membuat Bai Lin Xue terkejut.


Sedangkan Bai Luan, Lang Zai dan Pixiu langsung keluar, karena tidak ingin mengganggu acara pertemuan keluarga.


Cukup lama Bai An, Bai Lin Yin dan Bai Lin Xue bercerita panjang lebar yang mana membuat isak tangis bagi kedua wanita tersebut saat mengetahui kakaknya atau ayah dari Bai Chen telah meninggal.


Dan anehnya lagi, Bai An secara tidak sadar menyebut nama Bai Luan sebagai kakeknya atau Leluhur pendiri klan Bai telah mati, begitu juga dengan Bai Lin Yin dan Bai Lin Xue.


Di dalam dunia Jiwa, Mu Xia'er sebenarnya merasa bersalah menghilangkan tentang memory Bai Luan tadi agar ia tidak sadar jika selama ini ia sedang bersama kakeknya Bai Luan, ini juga atas permintaan Bai Luan sendiri.


Setelah mengetahui Bai An adalah cucunya, Bai Lin Yin kini merasa bahagia, karena ia masih mempunyai keluarga.

__ADS_1


Sampai kemudian Bai An memanggil Bai Luan, Lang Zai dan Pixiu untuk makan bersama.


Saat sedang makan, Lin Xue langsung bertanya dengan penuh harap.


“An'er apakah bibi boleh mengikutimu berpetualang?”


Mendengar itu, Bai An langsung melihat ke arah neneknya, neneknya hanya diam sesaat, “Itu terserah kamu nak, aku juga tidak keberatan. Karena kamu mempunyai pelindung yang sangat kuat, aku juga sudah tidak mampu melindungi bibi mu.” Kata Bai Lin Yin sambil menghela nafas.


Bai Lin Xue yang mendengar ibunya mengijinkan tersenyum senang, ia kemudian menatap Bai An dengan mata kucingnya yang sangat imut membuat Bai An tersenyum kecut, di tambah lagi ia mendengar suara Mu Xia'er yang memberitahu Bai An untuk memaksanya menerima Lin Xue.


Hal tersebut membuat Bai An pasrah, “Baiklah bibi boleh ikut, kebetulan juga kami baru beberapa hari datang kedunia ini dan tidak tahu tempat atau arah disini.”


Wuss,,


“Terimakasih An'er,” ujar Lin Xue melesat kemudian memeluk Bai An.


“Emm,, Em, Bibi aku tidak bisa bernafas,” teriak Bai An yang mana membuat semua orang tertawa.


Setelah sampai kamar Bai An melihat ruangan sederhana namun sangat bersih membuat kenyamanan bagi seseorang yang ingin menempatinya.


“An'er jika kau butuh apa-apa, kau hubungi saja bibi mu yang cantik ini, dadah.” Ucap Lin Xue langsung berlari-lari kecil dengan senyum bahagia.


Bai An hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah bibinya yang terlihat seperti anak kecil, sangat jauh dari usianya yang sebenarnya.


Bai An kemudian masuk dan tak lupa menutup pintu, setelah itu Bai An memanggil Mu Xia'er.


“Xia'er apakah kau tidak bisa keluar?”


“Bisa Gege, memang ada apa?” tanya Mu Xia'er.


“Tidak, aku hanya merindukanmu saja dan ingin bersamamu sebentar,” jawab Bai An.

__ADS_1


Mu Xia'er langsung muncul dengan gaun yang indah, warna kuning bercorak bunga membuat Mu Xia'er semakin cantik saat memakainya.


Bai An yang melihat itu terdiam, tak lama ia tersenyum, “kau semakin cantik saja Xia'er," mendengar rayuan Bai An membuat Mu Xia'er tersenyum malu-malu.


Ia langsung mendekat ke arah Bai An, Bai An yang melihat itu langsung menarik Mu Xia'er ke pangkuannya.


Wajah Mu Xia'er mulai memerah, karena ia tidak pernah sedekat ini dengan laki-laki sebelumnya kecuali Bai An yang sekarang ini.


Tak lama, Bai An langsung memeluk Mu Xia'er dan berkata, “Kapan kau bisa melatihku di dunia jiwa Xia'er, aku tidak bisa kalah dari saudaraku yang kini jauh lebih kuat dariku.” Kata Bai An dengan nada serius sambil memeluk Mu Xia'er dari belakang.


Mu Xia'er yang menikmati pelukan Bai An dan merasakan kehangatan saat berada di pelukan Bai An langsung menjawab, “Aku hanya bisa melatih fisik saja, untuk meningkatkan kultivasi, An Gege hanya membutuhkan sumberdaya yang melimpah untuk meningkatkan kekuatan An Gege.”


“An Gege tahu kan manual kultivasi An Gege itu membutuhkan banyak sekali sumberdaya?” Ucap Mu Xia'er menambahkan.


Bai An langsung mengangguk, “Mungkin di kota ini ada asosiasi atau pusat Alcemy, aku akan bertanya nanti kepada bibi, karena aku membutuhkan sangat banyak pil untuk berkultivasi,” kata Bai An.


“Hmm,, hmm,, Gege suruh saja Lang Zai dan Pixiu pergi ke klan Lee untuk menyerahkan harta mereka, jika mereka tidak mau tinggal suruh memilih mati atau harta di serahkan.” Kata Mu Xia'er.


Mendengar rencana lumayan licik dari Mu Xia'er membuat mata Bai An langsung melotot, “Kau memang pintar Xia'er, kau yang terbaik,” kata Bai An yang semakin erat memeluk Mu Xia'er.


“Tapi apakah Penguasa Liu Wang tidak akan bertindak jika kita merampok harta bawahannya?” tanya Bai An yang langsung terpikirkan akan hal tersebut.


“An Gege tenang saja, Liu Wang saat ini sedang sibuk bentrok dengan Penguasa JingXin, jadi An Gege bisa aman, karena Liu Wang pasti pusing dengan masalah yang silih berganti.” Jawab Mu Xia'er terkekeh kecil.


“Tapi yang membuatku heran, mengapa nama Benua ini Hang Chen bukan Benua Liu Wang yang mana seperti Benua lainnya yang menggunakan nama penguasanya untuk menamai Benua tersebut?” tanya Bai An.


Mu Xia'er yang mendengar itu tersenyum kecil lalu memandang ke arah Bai An, “Itu karena Liu Wang masih belum berani menamai Benua ini dengan namanya sendiri, karena di benua ininada yang jauh lebih kuat darinya, yaitu Sekte Besar yang ada disini atau Sekte tingkat 1.” Mu Xia'er menjeda kata-katanya lalu menambahkan.


“Sekte tingkat 1 disini ada 4 dan patriark sekte mereka setara dengan Liu Wang, jadi An Gege pasti tahu jika ia berani menamai Benua ini dengan namanya, apa yang akan terjadi?”


Bai An yang mendengar itu semakin bingung, “Jika begitu mengapa sekte sekte tingkat 1 ini tidak menghentikan Liu Wang yang sedang berperang dengan benua lain, itu kan menambah lebih banyak kematian dan merusak alam?”

__ADS_1


'


__ADS_2