Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Datangnya Mata Mata


__ADS_3

“Eh,, kenapa suara teriakan Yu Fan berhenti? aura dari Tuan Muda dan Yu Fan juga menghilang.”


Pak tua Ho langsung bertanya kepada Lang Zai dan Pixiu dengan nada khawatir.


Lang Zai langsung menjawab, “Kau tenanglah pak tua, aku tahu siapa yang kau khawatirkan sebenarnya. Dia tidak kenapa kenapa.”


Pak tua Ho langsung tertegun dan kini wajahnya mulai pucat saat identitasnya di ketahui.


“Aku bilang tenang ya tenang, minum dulu biar kau merasa baikan,” kata Lang Zai menyodorkan arak yang sudah di tuang oleh Pixiu.


**


Di dalam ruangan, kini Bai An menatap Yu Fan yang auranya kini telah menyebar dan tekanan dari tubuh Yu Fan sangat kuat.


Bai An berpura-pura menggerakkan tangannya untuk menyegel tempat tersebut agar aura dari Yu Fan tidak keluar dan tidak di sadari oleh orang yang berada di luar.


Beberapa saat kemudian, Yu Fan membuka matanya. Secara perlahan, wajah Yu Fan berkelupas menujukkan wajah aslinya.


Kini Yu Fan menatap Bai An yang tenang, walau kekuatan Yu Fan telah kembali dan auranya merembes mengeluarkan tekanan yang sangat kuat. Yu Fan melihat Bai An tetap santai dan tidak merasa tertekan.


Tak lama, Yu Fan langsung berjalan ke arah Bai An dan ingin berlutut.


“Jika kau berlutut, maka kau adalah musuh ku. Aku sangat membenci orang yang akan menjadi saudara ku berlutut kepada siapapun kecuali orang tua dan Gurunya.” Suara Bai An sangat dingin saat melihat Yu Fan ingin berlutut kepadanya.


Yu Fan kini menelan ludahnya sendiri, “Walau ia muda dan kekuatannya tidak seberapa, namun ia sangat tegas dan tidak menganggap bawahannya orang lain, melainkan ia menganggapnya keluarga.” Gumam Yu Fan meneteskan air mata, ia tidak salah mengikuti orang.


“Kenapa kau malah menangis?”, tanya Bai An bingung seperti orang polos.


Yu Fan langsung menggeleng sambil tersenyum, “Tidak apa-apa Tuan Muda, aku senang kau menganggapku budan budak atau hanya seorang poin, tapi menganggapku keluarga.”


“Hmm,, begitulah, karena sebagai keluarga kita bisa saling menjaga satu sama lain.”


Saat Bai An menyelesaikan kata-katanya.


Yu Fan kini tiba-tiba menjadi serius, matanya melirik ke satu arah, walau di halangi oleh tembok dan segel hening, ia bisa melihat jelas orang yang mengintainya dari kejauhan.


Saat Yu Fan ingin kesana untuk menangkapnya, ia lebih dulu mendengar suara.

__ADS_1


“Biarkan saja, dia hanya ingin mengecek apa yang terjadi disini dan mencarimu. Apakah kau mati atau tidak, kau pura-pura saja seperti biasa dan tekan kekuatanmu seperti biasa. Agar mereka tidak curiga,” ucap Bai An santai.


Yu Fan tertegun dan menatap Bai An dengan teliti, “Tuan Muda, dari mana kau tahu ada penyusup?”, tanya Yu Fan yang terus menerus memandang seluruh tubuh Bai An yang mana membuat Bai An risih.


“Lama lama kau seperti anak kecil, mirip dengan saudara Long Yuan,” ucap Bai An kesal.


Yu Fan langsung terkekeh, “He,, he,, aku hanya penasaran saja.”


Tak lama kemudian, Yu Fan memasang jubah klan Lee, ia melihat juga segel dari Liu Wang dan Pemimpin Kelompok Teratai Hitam masih tertanam di tubuhnya, itulah membuatnya heran. Namun Bai An memberitahunya itu segel budak palsu.”


Setelah memasang jubah dan menekan kekuatannya, Yu Fan langsung menyusul Bai An yang kini berjalan lebih dulu keluar.


Bai An langsung membuka pintu dan melihat wajah khawatir Pak Tua Ho, hal tersebut membuat Bai An tersenyum tipis.


Bai An langsung melewati Pak Tua Ho dan melihat Lang Zai dan Pixiu masih asik minum.


Bai An langsung ikut duduk dan mengambil gelas kosong, Pixiu langsung menuangkan arak.


Tak lama Yu Fan ikut duduk bersama Pak Tua Ho, Bai An sempat mendengar Yu Fan dan Pak Tua Ho sempat biacara, namun ia menghiraukannya.


“Nanti saja di bahas, kita biacara yang biasa-biasa saja dulu agar penyusup yang mengintai kita tidak curiga.” Jawab Bai An melalui telepati.


Setelah itu mereka terus mengobrol yang tidak penting dan tak lama Lee Dong dan Lee Song datang.


Mereka datang tidak memberi hormat, karena Bai An telah memberitahu mereka jika ada penyusup dan mata-mata di klan Lee ini yang sedang berbaur dan mengintai kita.


Bai An, Lang Zai, Pixiu langsung mengajak Lee Song dan Lee Dong ikut acara minum minum.


Sedangkan Jendral pengikut Liu Wang yang selalu mengawasi Bai An dan yang lainnya kini menjadi kesal, karena tidak mendapat informasi apa-apa.


Jendral tersebut melirik ke arah Jendral dari Kelompok Teratai Hitam untuk meminta pendapat, karena ia lebih kuat darinya.


“Bagaimana ini?”, tanya Jendral pengikut Liu Wang bertanya.


“Tunggu sampai Tuan memberi arahan,” jawab suara dingin Jendral kelompok Teratai Hitam yang mana membuat jendral pengikut Liu Wang berkeringat dingin.


Sedangkan di tempat Bai An berada, walau ia sedang minum, Bai An kini sedang berkomunikasi dengan Mu Xia'er.

__ADS_1


“Xia'er, mengapa kau munyuruh kami diam saja dan melarang saudara Yu Fan bergerak menangkapnya?”


“Bukan orang yang mengintaimu yang kamu waspadai, melainkan orang yang ada di belakangnya, yaitu Pemimpin kelompok Teratai Hitam saat ini ikut mengawasi kalian.”


Mu Xia'er langsung menjawab pertanyaan Bai An.


Bai An mengerutkan keningnya, “Kenapa aku tidak merasakannya? Bukannya Yu Fan mampu menghadapinya juga?”, tanya Bai An bingung.


“Kau ini, Yu Fan sekarang dalam kondisi pemulihan dan juga Pemimpin kelompok Teratai Hitam ini sekarang jauh lebih kuat dari saudaramu. Maka, dari itu saudaramu tidak dapat merasakan kehadirannya.” Jawab Mu Xia'er cukup kesal.


Bai An langsung mengangguk-angguk, tak lama ia kemudian sadar akan sesuatu.


“Terus, kenapa mereka tidak menyerang kita jika ia lebih kuat?”, tanya Bai An penuh harap.


“Karena, Pemimpin kelompok Teratai Hitam merasa bahaya saat berada di dekatmu, instingnya sangat kuat walau ia tidak bisa merasakan kehadiranku di dalam tubuhmu.”


Mendengar jawaban Mu Xia'er yang terlihat malas membuat Bai An kini diam dan tidak bertanya lagi.


“Hmm,, jika mereka telah pergi, aku akan meningkatkan kekuatanku dulu sebelum berangkat ke Benua Hongcu dan semoga aku sempat menghadiri acara lelang nanti.” Gumam Bai An penuh tekad.


“Tuan Muda, Tuan Muda,, kenapa kau melamun dari tadi.”


Yu Fan menggoyang goyang badan Bai An karena ia tidak di respon.


Bai An langsung kesal, yang mana membuat gelak tawa bagi semua orang yang berada di tempat tersebut.


Mereka terus minum arak seperti mengadakan pesta kecil hingga malam hari.


Mereka kemudian membubarkan diri dan Lee Dong mengajak Bai An, Lang Zai, Pixiu dan Pak Tua Ho ke kamar tamu istimewa.


“Tuan Muda, ini kamar anda,” kata Lee Dong melalui telepati kepada Bai An.


Bai An mengangguk dengan sedikit mabuk, ia kemudian berjalan masuk, tak lupa ia membuka pintu lebih dulu sebelum masuk.


Saat sudah di dalam kamar, Bai An langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan agar ia bisa lebih segar.


Setelah membersihkan dirinya, Bai An duduk lebih dulu untuk berkultivasi sambil memulihkan energinya yang belum kembali sepenuhnya.

__ADS_1


__ADS_2