Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Amarah Bai An


__ADS_3

“Bagaimana? Aku hebat bukan, mirip seorang pemimpin.”


Tu Long langsung berkata dengan nada sedikit sombong sambil menepuk dadanya melihat ke arah Bai An dan Duan Du.


“Tentu saja kau hebat,” jawab Bai An dan Duan Du memuji, namun di dalam hatinya mereka berdua langsung bergumam. “Bodoh, orang yang ingin memanfaatkanmu saja kau tidak tahu.”


Mendengar sanjungan dari Bai An dan Duan Du, Tu Long seketika mengangkat kepalanya sedikit tinggi sambil melirik ke arah Bai An.


“Lalu, apa langkah selanjutnya yang akan kita lakukan?” Tanya Tu Long.


Bai An langsung merenung sebentar, memikirkan beberapa langkah yang pasti.


“Hmm..!! Kita langsung berangkat saja ke titik pertemuan, dan untuk ketiga bawahanmu, kau bisa membawanya, namun jangan buat mereka bertiga terlela dengan sumberdaya yang kau berikan nantinya,” kata Bai An sambil melirik Tu Long.


Bai An kembali berkata kini.dengan nada serius. “Namun satu hal yang aku pinta, jangan sebut identitas kami, beritahu saja jika kita teman jauh yang baru saja bertemu.”


Tu Long langsung mengerutkan keningnya bingung, tapi ia langsung mengangguk tanpa bertanya.


“Baiklah,” jawab Tu Long, namun ia kini sedang berpikir apakah ada yang salah hingga ia menyadari sesuatu jika ada musuh dalam selimut atau bisa di bilang pengkhianat nantinya di antara ketiga bawahan barunya.


Mata Tu Long seketika memerah saat ia memikirkan hal liar tersebut.


“Kapan kita akan berangkat?” Tanya Tu Long kini dengan nada serius.


“Hei,, hei kenapa wajahmu terlihat serius paman,” kekeh Duan Du langsung mengejek.


Tu Long seketika mendengus kesal tanpa menjawab.


“Besok, karena kita harus menunggu Paman Tu Khul selesai dengan urusannya di sini,” kata Bai An langsung berjalan ke arah pintu keluar.


Tu Long langsung mengangguk, ia kini melirik ke arah Duan Du, ia kini ingin bertanya sesuatu, namun saat mengingat jika Duan Du sangat nakal, maka ia mengurungkan niatnya karena dapat menebak jika bisa-bisa Duan Du mengerjainya.


Tu Long langsung pergi dan kini ia merasa harus hati-hati jika memilih bawahan, terlebih Tu Long berpikir akan mencurigakan jika ia saat ini ingin memasangkan segel budak, hal itu membuat pengkhianat tersebut akan mengirimkan pesan atau melakukan hal tak terguda.


Melihat Tu Long pergi, Duan Du seketika menghilang dari tempatnya.


Sementara di tempat Bai An, ia saat ini sedang berjalan santai bersama seseorang yang mirip dengannya.

__ADS_1


“Bagaimana Bai Tan, apakah kau sudah melacaknya?” Tanya Bai An dengan santai.


“Sudah,, dan itu berasal dari pusat Alam Dewa Emas ini, yaitu tempat titik dimana kalian berkumpul nanti,” jawab Bai Tan terdiam sesaat lalu melanjutkan. “Terlebih energi pemuda itu terpusat di Klan Ling berada, atau bisa aku bilang klan pengkhianat.”


Mendengar itu Bai An mengangguk.


“Lalu apakah kau bisa merasakan keluargaku yang di tahan disana?”


Bai Tan mengangguk saat mendengar pertanyaan Bai An.


“Benar,, saat ini mereka baik-baik saja, hanya saja ibumu sedikit tersiksa dari yang lainnya.


Tubuh Bai An seketika mengeluarkan aura yang cukup kuat, untung ia langsung menariknya, jika tidak mungkin kota ini akan hancur.


Walau begitu, hanya dalam 2 detik saja membuat kota tempat Bai An berdiri langsung berguncang hebat layaknya gempa bumi dahsyat.


“Aku sudah malas bermain-main, jika begini akan membuat semua keluargaku lebih tersiksa,” kata Bai An langsung menghilang.


Duan Du yang menatap kehilangan kakaknya langsung memasang wajah jelek karena berpikir akan menghancurkan orang yang menyiksa keluarganya saat ini tanpa mengajak dirinya.


Wuss..!!


Saat di perjalanan, Bai Tan langsung berkata. “Adikmu kini mengikutimu.”


“Biarkan saja,” aku telah memiliki rencana saat ini untuk membebaskan seluruh keluargaku tanpa harus menghancurkan mereka saat ini, karena aku ingin mereka semua tersiksa lebih dulu.” Jawab Bai An menyeringai kejam.


Wuss..!!


Bai An langsung berhenti sambil menatap ke bawah dimana lokasi keluarganya di tahan.


Tak menunggu lama Duan Du langsung muncul di samping Bai An sambil memasang wajah cemberut.


“Kenapa kau meninggalkanku kakak?” Tanya Duan Du tanpa basa basi.


“Memang kenapa? Aku kesini bukan untuk menghancurkan mereka secara secara langsung, melainkan ingin membebaskan ibu ayah dan yang lainnya terlebih dahulu, setelah itu aku ingin bermain-main dengan mereka karena aku ingin mereka menderita,” jawab Bai An dengan nada datar, namun terlintas senyum mengerikan di wajah Bai An.


Duan Du seketika paham lalu ingin mengedarkan kesadarannya tapi langsung di hentikan oleh Bai An.

__ADS_1


“Jika kau mengedarkan kesadaranmu maka kita akan ketahuan, karena ahli yang setara denganmu ada di dalam, tepatnya di bawah tanah yang paling dalam, ia juga berusaha menyembunyikan auranya agar tidak ketahuan.”


Mendengar itu, Duan Du langsung mengerutkan keningnya.


“Aku jadi ingin melawannya dan memberinya pelajaran, karena jika bukan karenanya, semua ini tidak akan terjadi.” Dengus Duan Du.


Benar apa yang di ucapkan Duan Du, jika bukan karena monster ini, maka keluarga Bai An pasti akan aman-aman saja walau tetap terjadi konflik atau kematian karena perebutan kekuasaan, namun dampaknya tidak akan seperti ini yang akan sampai ke seluruh dunia di alam semesta kecil ini.


Keluarga Duan Du juga binasa termasuk akibat monster tersebut yang sengaja menyuruh para bawahan Kiasar Dewa untuk menguasai setiap dunia.


Saat ini tatapan mata Bai An dan Duan Du tertuju ke arah wanita yang mirip ibu Bai An Ling Mei.


“Apakah dia orangnya Du'er?” Tanya Bai An, walau ia sudah bisa menebaknya, namun ia tetap bertanya untuk memastikan tebakannya benar atau salah.


“Benar, dia orangnya,” jawab Duan Du dengan nada dingin dan berusaha menahan amarah, Duan Du dulu ada disana saat kejadian semua keluarga Bai An di tangkap, namun karena usaha Mu Xia'er mereka berhasil kabur.


Sudut bibir Bai An langsung terangkat, wajah Bai An kini terlihat mengerikan layaknya monster, namun dengan cepat Bai An mengubah ekpresinya.


“Tunggu di sini karena aku ingin membebaskan mereka semua,” kata Bai An dengan nada serius.


Duan Du langsung mengangguk tanpa membantah atau bertindak seorang diri karena tak ingin ia menganggu rencana kakaknya.


Bai An kini langsung menghilang.


Wuss..!!


Dalam sekejap Bai An muncul tanpa di ketahui walau tempat ia berdiri saat ini sudah di lindungi oleh berbagai formasi atau jebakan, namun formasi dan jebakan tersebut hanyalah mainan anak-anak baginya.


Tap tap..!!


Bai An langsung berjalan dengan santai, saat ia melirik ke arah ruangan luas layaknya lapangan sepak bola, terlebih tatapan Bai An kini mengarah ke setiap sudut, karena di setiap sudut itu ada banyak tiang berbaris melingkar yang mengikat seluruh keluargnya termasuk anggota klan Bai-nya.


Tubuh Bai An sedikit bergetar saat ia melihat ibu dan ayahnya berada di tengah-tengah.


Pandangan Bai An melirik ke setiap tubuh ibunya yang kini hanya di baluti kain tipis yang penuh luka luar maupun dalam.


Terlihat jelas luka cambuk, sayatan pedang maupun luka lebam di setiap tubuh Ling Mei.

__ADS_1


__ADS_2