Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kota Netral


__ADS_3

Bai An langsung muncul di depan Hong Chu dengan sebuah senyum tipis. Melihat Bai An, Hong Chu seketika tercengang.


Pasalnya orang yang ingin menolongnya adalah seorang manusia, terlebih lagi Hong Chu merasa manusia tersebut masih muda menurut Hong Chu.


Saat berbagai pikiran muncul, Hong Chu langsung menepisnya. Bai An hanya tersenyum dengan cepat ia menembak energi ke arah Hong Chu lalu melambaikan tangannya untuk merobek ruang.


Melihat apa yang di lakukan Bai An, tentu Hong Chu semakin tercengang. Ia membuka mulutnya lebar-lebar. Pasalnya sangat jarang orang bisa menguasai Hukum Ruang dan Waktu, termasuk para ahli Suci di Dunia ini hanya beberapa saja yang ia ketahui. Tapi tidak semudah apa yang di lakukan oleh Bai An.


Bai An menghiraukan apa yang ada di pikiran Hong Chu, karena ia juga tidak tahu apa yang di pikirkan. Dengan cepat Bai An menarik Hong Chu masuk.


Bertepatan Bai An dan Hong Chu masuk. Lesatan energi tombak yang di selimuti oleh energi kegelapan langsung menabrak pohon yang telah Bai An tancap di situ.


Bom..!!


Ledakan besar yang memekak telinga langsung terdengar.


Monster Tanpa Hati yang mendengar itu langsung tersenyum, ia yakin Hong Chu pasti akan mati dengan serangan penuhnya tersebut.


Setelah pasir yang beterbaran jatuh. Manusia Tanpa Hati melihat jika hanya kawah yang tercipta akibat serangannya dan mengira Hong Chu musnah tanpa sisa.


Saat Manusia Tanpa Hati ingin kesana untuk memeriksa, ia mendengar suara gerbang kota terbuka. Karena gerbang kota terbuka, Monster Tanpa Hati menduga jika pertarungannya di dengar oleh Penguasa Kota sehingga mengirim beberapa pasukan. Jadi ia langsung membalikkan badannya dan segera pergi dari sana.


Seandainya ia di ketahui pengikut Kaisar Dewa Kegelapan, maka ia akan celaka. Karena para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan Di Dunia ini sangat di benci. Bahkan para pengikut Dewa Kegelapan harus bersembunyi untuk menjalankan rencana mereka. Yaitu mengacau.


Dulu pernah terjadi kekacauan di dunia ini akibat ulah para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan, tapi saat para Ahli Suci turun tangan dan bergabung, semua masalah terselesaikan. Jadi kini para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan harus bersembunyi dulu.


Wuss..!!


Bai An dan Hong Chu langsung muncul di depan para pengikutnya.


Saat Hong Chu merasa jika ketika pemuda di depannya adalah monster ia langsung marah. Tapi ia dengan cepat menahannya, karena ia masih belum tahu siapa monster di depannya ini.

__ADS_1


Bai An langsung tersenyum melihat Hong Chu yang mampu menahan amarahnya dan bisa berpikir untuk melihat keadaan lebih dulu.


“Kau tenang saja, mereka akan menjadi saudaramu nanti dan mereka adalah monster yang baik. Tidak seperti monster yang kau lawan tadi adalah pengikut Kaisar Dewa Kegelapan.” Kata Bai An.


Tentu saja Hong Chu tidak langsung percaya, ia kini melirik ke arah salah satu orang berkerudung, ia merasa orang berkerudung tersebut adalah seorang Elf, tapi tidak tahu ia wanita atau laki-laki.


Jing Ling langsung tersenyum. “Lama tidak bertemu bocah keras kepala,” kata Jing Ling langsung membuka kerudungnya.


Tentu saja Hong Chu langsung terkejut luar biasa. Bagaimana tidak, Elf di depannya ini adalah orang yang sangat ia hormati dan teman kakeknya dulu di medan perang. Tapi sayang, kakek mati saat melawan Pengikut terkuat Kaisar Dewa Kegelapan.


“Nona Jing,” teriak Hong Chu berusaha bangkit dari duduknya tapi tidak bisa.


“Kau duduk dulu, saat ini kondisimu sungguh mengerikan, tunggu Tuan muda menyembuhkanmu dulu, baru kita bicara atau kita masuk ke kota lebih dulu,” kata Jing Ling menutup kepalanya lagi menggunakan tudungnya lagi.


Tentu Hong Chu semakin terkejut saat mendengar Jing Ling memanggil Bai An dengan sebutan Tuan muda.


Begitu juga Bai An ikut terkejut karena ternyata Jing Ling mengenal Hong Chu, tapi ia dari awal tidak menceritakan jika ia mengenal Hong Chu.


“Siapa sebenarnya kau anak manusia?” Tanya Hong Chu dengan tidak sopan.


Bai An tak mempermasalahkan apa yang di lakukan Hong Chu. Ia kini melirik Jing Ling.


“Tunjukkan jalannya,” kata Bai An.


Jing Ling langsung mengangguk, melihat Jing Ling mengangguk. Bai An langsung menembak energinya ke arah Jing Ling. “Fu Chen, kau bawa Hong Chu,” perintah Bai An.


Tanpa menunggu jawaban, Bai An langsung melesat membawa Jing Ling. Di ikuti Tu Long, dan Hei Niu.


Dengan cepat Fu Chen menarik Hong Chu dengan sedikit kasar lalu menaruhnya di punggungnya.


Ukhh..!!

__ADS_1


“Kurang ajar kau, monster sialan,” teriak Hong Chu dengan suara kecil, karena tenaganya kini sudah habis.


Fu Chen langsung terkekeh. “Kau harus beruntung aku membawamu, jika aku biarkan kau di sini, beberapa jam lagi kau pasti akan mati. Melihat kondisimu yang begitu tragis,” kekeh Fu Chen dengan sedikit mengejek. Lalu menambahkan. “Kau juga harus beruntung Tuan muda mau membantumu, tapi kau sama sekali tidak memiliki sopan santun di depan Tuan, beruntung Tuan adalah orang yang baik kepada setiap orang yang mengikutinya. Termasuk dirimu salah satunya nanti.”


Hong Chu langsung mendengus kesal, ia tidak bisa menjawab karena apa yang di katakan Fu Chen benar. Jing Ling saja menghormati Bai An. Tapi ia sama sekali tidak menaruh hormat kepada Bai An tadi. Terlebih lagi Bai An telah membantunya.


Bai An terus melesat. Untung saja Jing Ling telah menduga waktu gerbang Kota Netral terbuka. Gerbang Kota Netral terbuka bukan karena mendengar suara pertarungan, tapi itu sudah rutin gerbang akan terbuka setiap jarak waktu 2 jam untuk mengantisipasi kejahatan.


“Lewat sana,” tunjuk Jing Ling.


Bai An langsung melihat sebuah celah kecil. Ia langsung mengangguk mengerti, kemudian berbelok ke arah kanan dimana celah kecil di samping pintu gerbang besar itu terbuka lebar.


Wuss..!!


Bai An dan yang lainnya masuk tanpa di ketahui oleh para penjaga kota.


Tap tap..!!


Bai An langsung mendarat dan berjalan santai. Begitu juga yang lainnya. Hanya Hong Chu yang tidak berjalan, karena saat ini ia masih di atas punggung Fu Chen.


Saat Bai An melihat betapa luasnya Kota Netral ini saat di dalam dan Bai An mendongak ke atas, ia juga baru melihat dan menyadari tingginya tembok Kota Netral ini. Bai An menduga tingginya bisa mencapai 500 meter.


“Mereka yang menyusun rencana membangun tembok yang sekaligus benteng ini pasti adalah orang yang jenius,” gumam Bai An kagum, ia melihat struktur tembok Kota Netral ini sangatlah sederhana tapi kuat.


Jing Ling yang melihat tingkah Bai An hanya tersenyum kecil. Jing Ling wajar-wajar saja melihat tingkah Bai An karena ia tahu jika Bai An tidak berasal dari dunia ini.


Sedangkan Hong Chun yang berada di belakang cukup heran melihat tingkah kekanak-kanakan Bai An. “Apakah Tuan mu itu belum pernah ke sini atau belum pernah keluar rumah. Melihat tembok saja ia sangat bangga dan kagum?” Tanya Hong Chu kepada Fu Chen.


“Kau lebih baik diam saja, jangan banyak tanya. karena saat ini kau belum resmi menjadi saudara kami,” kata Fu Chen kesal melihat Tuannya di ejek.


Hong Chu langsung terkekeh kecil. Ia salah menduga perkataan Fu Chen. Jadi ia menduga jika Bai An adalah anak yang baru saja kabur dari rumahnya dan menduga ia mempunyai Ahli Suci yang berada di keluarganya. Dan menduga ahli Suci itu meminta bantuan Jing Ling untuk mencari Bai An dan menjaganya sementara. Itulah yang ada di pikiran Hong Chu.

__ADS_1


__ADS_2