Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Serangan Anak Panah Bai An


__ADS_3

“Tenanglah jangan biarkan emosimu mengandalikan dirimu hingga membuat orang yang berada di sekelilingmu ikut terluka.”


Mendengar suara Bai An melalui telepati yang sangat tenang, kini ia berusaha mengendalikan emosinya.


“Siapa orang itu?”


Mendengar Fanghu bertanya, pengikutnya agak ragu ragu.


“Itu,,!”


Fanghu mengerutkan keningnya. “Siapa? jangan bertele tele.” Fanghu dengan tegas berkata sambil menatap pengikutnya dengan tatapan tajam.


“Itu adik ku Pemimpin Fang,” kata pengikutnya menunduk dengan perasaan bersalah.


“Huuff...! Aku sudah menduga akan hal ini dari tingkah lakunya yang sedikit mencurigakan.” Fanghu langsung menghela nafas dingin.


Pengikutnya langsung berkeringat dingin, ia tahu bagaimana sifat Fanghu jika di khianati, dan sudah banyak orang melakukan ini dari dulu.


“Kau tahu mengapa aku menyuruhmu dari dulu menutupi identitas kita kepada semua bahawanku termasuk adikmu? karena aku sudah menduga akan ada pengkhianat lagi di kelompok kita.”


“Jadi kau tidak perlu merasa bersalah. Adik mu juga masih belum mengetahui banyak tentang kita, yang ia tahu hanya ada aku Dewa Kapak dan kekuatan kita, tapi itu hanyalah kekuatan yang selama ini kita perlihatkan, berbeda dengan kekuatan tersembunyi yang selama ini kita tekan.”


“Po Hen, kau adalah orang yang paling setia dan aku percaya dari dulu. Jangan biarkan kita di tindas begitu saja. Aku juga mempercayakan kau yang akan mengurus pengkhianat tersebut,” kata Fanghu dengan tegas.


Po Hen langsung terharu, baru kali ini Fanghu bisa meredakan amarahnya dan mempercayakan dirinya menghukum pengkhianat. Po Hen juga tidak akan ragu membunuh adiknya, karena Po Hen dari kecil di besarkan oleh Fanghu, ia terpisah dengan orang tua dan adiknya. Saat ia sudah kuat barulah adiknya muncul mendekatinya, tentu ia juga curiga.


Karena saat Po Hen menghilang di umur 5 tahun. Mengapa tidak ada keluarganya yang pergi mencarinya. Po Hen juga dulu sangat sering di siksa oleh orang tuanya termasuk ibu tirinya, bahkan adiknya yang hanya terpaut 1 tahun juga ikut menyiksanya. Namun dulu Po Hen masih kecil, jadi ia tidak mengerti mengapa ia di siksa, saat ia besar baru ia menyadari jika ia adalah aib keluarga karena ibunya seorang pelacur dari rumah bordil.


Nasib Po Hen juga sama dengan ibunya yang di perlakukan dengan tidak wajar. Po Hen tetap menerima adiknya karena mereka dari ayah yang sama dan melupakan kejadian masa lalu. Tapi kini adiknya berkhianat, ia tidak akan ragu membunuhnya.


“Siap laksanakan Pemimpin Fang,” teriak Po Hen dengan lantang.


Bai An yang melihat itu tersenyum kecil.


Fanghu membalikkan badan kemudian berjalan ke arah Bai An.


“Tuan Muda, kita tutup dulu identitasmu. Aku takut disini akan ada juga pengkhianat,” kata Fanghu melalui telepati.


Bai An hanya mengangguk, tentu disini ada pengkhianat. Bai An saat pertama kali keluar dari ruang makan telah di beri tahu oleh Mu Xia'er dan Lang Zai kini sedang membereskannya.

__ADS_1


Melihat Bai An tetap tenang dan melirik kapal perang musuh sudah cukup dekat. Fanghu membalikkan badan dan ikut meliriknya.


Sedangkan semua pengikut Fanghu kini sedang bertanya tanya. Siapa orang yang di samping Pemimpin Fang?, mengapa Pemimpin Fang sangat menghormatinya?, itulah yang ada dalam pikiran mereka masing-masing termasuk Po Hen.


Tidak ada yang berani bertanya kepada Fanghu. Karena mereka sangat mengetahui sifat Pemimpin Fang mereka.


***


Di tempat banyak kapal perang, tepatnya di tengah-tengah kumpulan kapal perang tersebut sebuah kapal perang yang sangat besar.


“Hei Po San, apa kau benar-benar yakin dengan kekuatan kelompok mereka?”


“Benar Panglima Besar, saya sangat yakin karena saya telah menyamar 10 tahun di kelompok mereka,” jawab Po San dengan percaya diri.


“Panglima Gon,, untuk para bawahan Dewa kapak kita tidak usah pikirkan. Karena tugas dari Yang Mulia adalah membunuh Dewa kapak. Tapi yang menjadi pertanyaan, apakah dengan kita bertiga akan bisa membunuhnya? karena kekuatannya hanya satu tahap di bawah Yang Mulia.”


Jendral Besar Liu Xanren menatap Panglima Gon untuk mendengar apa jawabannya.


Panglima Gon atau nama lengkap Liu Gon menatap tajam Jendral Besar Liu Xanren.


“Dengan kekuatan kita bertiga aku rasa sudah cukup, kau dan Jendral Besar Liu Ce memiliki kekuatan Dewa Langit awal dan aku memiliki kekuatan Dewa Langit Ahir yang sedikit lagi menembus Dewa Langit Puncak.”


“Sedangkan Dewa Kapak mempunyai kekuatan Dewa Penguasa Awal, itu memang terbilang cukup jauh dari kita. Tapi dengan orang yang kita tangkap sebelumnya aku yakin ia akan melemah dan lepas kendali. Saat itulah kita membunuhnya,” kata Panglima Gon dengan percaya diri.


“Po San,, kau boleh memimpin regu karena kau sekarang Jendral tingkat rendah yang baru di angkat. Aku ingin mempercayakan para pasukan bersama dua jendral tingkat rendah lainnya.”


“Aku ingin menyambut Dewa Kapak sebentar.”


“Siap Panglima,” dengan semangat Po Hen berkata, kemudian keluar dari sana.


***


Bai An dan yang lainnya kini sudah bersiap siap, ia memegang busur panah dan 3 anak panah di tangannya.


Panah Bai An akan siap ia tarik dan lesatkan kapan saja.


Banyak orang bertanya tanya siapa Bai An sebenarnya, walau mereka hebat dalam mencari informasi, namun jika Fanghu menutupi identitas Bai An. Maka para pengikutnya tidak akan mengetahuinya.


Wuss,,

__ADS_1


Wuss,,


“Haha Dewa Kapak, akhirnya setelah ratusan tahun. Aku dapat menemukan tempat persembunyianmu,” teriak Panglima Liu Gon sambil tertawa lantang. Liu Gon kini sedang melayang menunggu Fanghu menghampirinya.


Di belakang Liu Gon, sudah ada dua Jendral Besar mereka juga.


Fanghu lamgsung mendengus dingin kemudian terbang menghampiri Panglima Liu Gon. “Jika kau menemukanku kau bisa apa? Seratus orang sepertimu pun tidak akan bisa apa-apa,” kata Fanghu mengejek.


“Kurang ajar,” teriak Panglima Gon, Jendral Xanren dan Jendral Ce.


Mereka bertiga langsung mengeluarkan auranya. Tekanan besar langsung terjadi yang mana membuat air bergelombang cukup besar.


Fanghu mendengus, ia langsung mengeluarkan aura penuhnya yang mana itu dapat menekan ketiga orang di depannya.


Baru saja mereka saling menekan. Bai An langsung menarik busurnya.


Ciutt,,


Wuss,,


Anak panah Bai An melesat dengan di aliri elemen api. Kekuatan serangan anak panah Bai An juga sangat kuat karena di sertai sedikit energi yang bisa membuat kapal hancur.


Bom,,


Bom,,


Bom,,


Tiga kapal perang hanya di isi oleh para prajurit dan beberapa komandan lemah langsung hancur dan tenggelam.


Panglima Liu Gon, Jendral Besar Liu Xanren dan Liu Ce. Melihat pihak dari Fanghu langsung menyerang dan menenggelamkan kapal perang pasukan mereka berteriak marah.


Fanghu yang melihat itu tertawa bahagia.


“Serang mereka, jangan biarkan mereka menyentuh kapal ini, atau para penumpang, akan terluka. Jika ada kultivator disini mohon bantuannya, jika kalian memiliki keluarga maka ikut berjuang bersama kami untuk melindungi keluarga kita masing-masing.”


Teriakan Bai An menggema keseluruh kapal, bahkan sampai terdengar oleh musuh.


“Lindungi keluarga.”

__ADS_1


“Lindungi orang yang kita sayang.”


Teriakan orang orang langsung menggema saat mendengar dorongan dari Bai An.


__ADS_2