Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Menjadi Sebuah Umpan


__ADS_3

Jendral tersebut langsung menyeringai arogan sambil membusungkan dadanya ia berkata. “Potong tangan kananmu lalu berikan semua hartamu, setelah itu kau harus merangkak pergi dari sini.”


Tu Long yang mendengar itu langsung tertawa seperti orang gila.


Hahaha..!!


Hahaha..!!


Hua hua hua..!!


“Baru kali ini ada yang berani bicara seperti itu padaku, terlebih lagi hanya seekor lalat kecil yang bicara begitu padaku,” kata Tu Long mulai dingin.


Duan Du yang duduk santai memilah-milah hartanya langsung memasukkan semua hartanya, kemudian dengan cepat melesat menjauh dari Tu Long.


Wuss..!!


Aura Tu Long langsung keluar beserta ia melayang menatap jendral beserta para prajurit Kerajaan Lembah Naga.


Hutan tersebut langsung bergetar hebat, pohon-pohon disana langsung melayang-layang layaknya angin topan. Semua prajurit tanpa terkecuali langsung mati saat terkena aura Tu Long.


Sementara Jendral tersebut kini merangkak dengan tubuh sudah hampir hancur, jiwanya pun sudah hampir hilang sepenuhnya.


Dengan santai Tu Long menembakkan energinya untuk memulihkan jendral tersebut.


Setelah sembuh jendral tersebut kini menatap Tu Long seperti malaikat pencabut nyawa, tubuhnya kini tetap merangkak tanpa bisa berdiri, kakinya seperti hilang keinginan untuk berdiri.


“A.. Ampun Dewa,” kata jendral tersebut berusaha untuk meminta ampun.


Tapi Tu Long hanya terkekeh kecil.


“Mana keberanianmu itu,” kata Tu Long sambil menjentikkan jarinya.


Crash..!!


Akhhh..!!


Suara teriakan langsung menggema setelah tangan dan kaki jendral tersebut hancur.


Tu Long langsung menyembuhkan jendral tersebut, lalu menyiksanya lagi hingga terlihat jendral tersebut seperti tidak memiliki niat untuk hidup lagi.


Jendral tersebut hanya bisa menunduk dengan wajah penuh ketakutan.


Tu Long langsung menyeringai saat melihat ekspresi Jendral tersebut.


Saat Tu Long ingin membunuh jendral tersebut, Duan Du langsung muncul.


Tap tap..!!


“Dia akan berguna, jangan di bunuh dulu,” kata Duan Du dengan nada santai.


Tapi Tu Long yang melihat ekspresi Duan Du langsung mengingat Bai An yang begitu juga.


“Huuff,, baiklah kalau itu mau mu,” kata Tu Long sambil melirik ke arah sekitar.

__ADS_1


Tu Long langsung tersenyum kecut saat melihat area sekitar yang sudah hancur, padahal tadi tempat tersebut sangat indah.


“Sudahlah, ayo kita pergi, aku sudah merasakan keberadaan kakak tidak jauh dari tempat kita,” kata Duan Du dengan tersenyum kecil.


Tu Long langsung mengangguk lalu tangannya menembakkan benang energi untuk membawa jendral tersebut.


Wuss..!!


Duan Du dan Tu Long langsung menghilang.


***


Di klan Mhi, saat ini Bai An dan Mhi Ring sedang duduk bersama menunggu seseorang.


Tap tap..!!


“Kakak kenapa kau mengganggu kultivasiku,” dengus seorang laki-laki berusia sekitar 30 tahunan. “Padahal aku sedikit lagi akan menerobos batasanku yang selama ini tak bisa aku tembus,” dengus adik Mhi Ring yang bernama Mhi Kir.


Mendengar suara kesal adiknya saat masuk, Mhi Ring langsung melirik ke asal suara sambil mengeluarkan giginya tersenyum.


“Hehe,, itu tidak masalah, aku bisa meningkatkan kekuatanmu jauh dari yang kau bayangkan,” kata Mhi Ring dengan nada suara percaya diri.


Mhi Kir langsung melihat ke arah kakaknya dengan seksama sambil memiringkan kepalanya. Tangan Mhi Kir langsung secara spontan memegang kening kakaknya sambil berkata.


“Apakah kau sakit kakak?” Tanya Mhi Kir tanpa dosa.


Mhi Ring langsung mendengus saat mendengar itu.


Sementara Bai An kini tertawa dalam hati saat mendengar pertanyaan polos Mhi Kir.


“Hehe,, aku hanya penasaran saja kenapa kau tiba-tiba menjadi seperti ini, biasanya kau adalah orang yang paling,” Mhi Kir langsung menyumpal mulutnya agar tidak meneruskan kata-katanya.


Semntara Mhi Ring langsung bangun. “Apa hah, coba katakan apa?” Kata Mhi Ring ingin memukul kepala adiknya.


“Ti.. Tidak ada, aku tadi, eh aku baru sadar jika ada orang di sini,” kata Mhi Kir melirik ke arah Bai An.


“Ehem-ehem,, siapa orang ini kakak?” Tanya Mhi Kir langsung mengubah nada suaranya menjadi lebih sopan.


“Heng,, gantian ada orang kau bersikap sopan, jika tidak ada orang kau sangat membuat aku kesal,” dengus Mhi Ring.


“Dia adalah murid baru ku, namanya adalah Bai An,” kata Mhi Ring memberitahu Mhi Kir.


Mhi Kir langsung mengangguk santai, setelah itu mereka bertiga langsung mengobrol santai.


***


Tap tap..!!


“Hmm..!! Aura kakak ada di sini,” kata Duan Du sambil menunjuk ke arah klan Mhi.


“Ayo, kita langsung masuk saja,” kata Tu Long langsung melesat ke tempat Bai An.


Duan Du langsung mengikuti.

__ADS_1


Wuss..!!


Tap tap..!!


Bai An yang merasakan Duan Du dan Tu Long kesini langsung menghilang dari tempatnya.


Wuss..!!


Bai An muncul bertepatan dengan munculnya Duan Du dan Tu Long.


“Oohh,, aku tak mengira jika kekuatan kalian meningkat sangat pesat setelah masuk ke dunia ini,” kata Bai An.


“Hehe,, energi disini sangat berlimpah, tentu saja kami memanfaatkannya tanpa membuang waktu,” kekeh Tu Long kini memiliki kekuatan melebihi Dewa Raja Tinggi, sedangkan Duan Du berada di tingkat Dewa Raja Tinggi ⭐ 1 Awal.


“Benar kak, aku menduga jika dunia ini adalah titik-titik putih yang ada di peta yang kakak temukan itu,” kata Duan Du langsung memegang dagunya.


Bai An mengangguk. “Pemikiran kita sama, tapi mengapa orang-orang yang ada di dunia ini tingkat kultivasi mereka hanya di alam fana, itulah yang akan kita pecahkan,” kata Bai An santai.


Duan Du langsung mengangguk.


“Terus, apa langkah selanjutnya yang akan kita ambil?” Tanya Tu Long terlihat bersemangat.


Bai An tidak menjawab, melainkan menatap ke arah orang yang Tu Long bawa.


“Hehe,, kau pintar juga membawa umpan untuk kerajaan Naga Langit,” kekeh Bai An sedikit menyeringai kejam.


Duan Du dan Tu Long langsung ikut menyeringai kejam.


Untuk jendral tersebut, walau ia mendengar pembicaraan mereka, ia sama sekali tidak menjawab atau menimpali karena ia saat ini seperti mayat hidup.


Setelah itu Bai An langsung menembakkan energinya menggunakan jari telunjuknya ke arah kening jendral tersebut.


Wuss..!!


Tiba-tiba jendral tersebut tersadar dan jiwanya langsung pulih.


Saat jendral tersebut sadar, pandangannya langsung mengarah ke Tu Long.


Tubuh jendral tersebut langsung bergetar hebat saat melihat senyum Tu Long yang sangat mengerikan baginya.


“A.. Ampuni aku Dewa, aku rela melakukan apa saja asal anda mengampuniku,” kata jendral tersebut terbata-bata.


Tu Long langsung melambaikan tangannya santai, terlihat seperti mengikuti gaya Bai An.


“Kau hanya cukup kembali dengan mengacau di kerajaanmu dan hasut semua orang di sana agar saling berperang satu sama lain,” kata Tu Long santai.


Bai An dan Duan Du yang melihat kelakuan Tu Long langsung mengerutkan keningnya.


“Ta.. Tapi kekuatan saya tidak cukup untuk melawan mereka jika saya ketahuan,” kata jendral tersebut berusaha memberanikan diri.


“Mana kau pilih, aku apa mereka yang ingin menyiksamu,” kata Tu Long dengan dingin.


“Aku akan pergi melaksanakan tugas yang mulia Dewa,” kata jendral tersebut dengan cepat.

__ADS_1


Tu Long langsung tersenyum bangga, lalu mengalihkan perhatiannya ke arah Bai An dan Duan Du yang kini menatapnya.


__ADS_2