
“Hehe,, jika kalian ingin, aku ada.” Kekeh Hong Chu.
“Apa?, kau menyimpan hal yang menjijikan seperti itu,” kata Hei Niu dan Fu Chen serempak. Pandangan Hei Niu dan Fu Chen juga jijik terhadap Hong Chu.
Hong Chu yang melihat tatapan jijik mereka tetap acuh, ia kini melirik kedua saudaranya untuk melihat tanggapannya tentang apa yang ia sarankan tadi.
Tapi Hei Niu dan Fu Chen dengan cepat menggelengkan kepalanya.
“Tentu saja kami tidak mau, lebih baik kita cari kebenaran tentang Informasi yang kita dapatkan tadi, setelah itu kita bisa minum di tempat yang sepi.” Kata Hei Niu santai.
Fu Chen langsung membenarkan dengan ikut mengangguk.
Cukup lama mereka mengobrol hingga mereka bertiga bangkit lalu pergi setelah membayar semua yang mereka pesan.
Tap tap..!!
Saat Hong Chu, Hei Niu dan Fu Chen keluar, mereka langsung melesat ke arah yang mereka rencanakan melalui telepati.
Wuss..!!
Setelah Mereka bertiga menghilang, keluar dua orang dari kedai, mata mereka terlihat melirik ke segala arah.
“Hmm benar dugaanku jika ada orang yang memata-matai kita.” Kata Hong Chu dengan mata melirik ke arah Hei Niu dan Fu Chen karena siapa tahu kedua orang ini mengenalnya.
“Dia adalah prajurit Jendral Riu,” kata Fu Chen menatap tajam ke arah kedua orang yang selalu memata'matainya.
“Terus kita harus bagaimana? Tugas kita kan hanya memata-mata para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan,” tanya Hong Chu.
“Aku mencurigai jika Jendral Riu adalah salah satu pengikut Kaisar Dewa Kegelapan, lebih baik kita ikuti saja kemana mereka pergi,” kata Hei Niu serius.
Fu Chen dan Hong Chu mengangguk secara bersamaan.
Benar saja, tak butuh sampai 10 menit. Setelah dua orang itu mencari keberadaan Hei Niu, Fu Chen dan Hong Chu, tapi tak ketemu. Mereka langsung pergi ke arah tertentu.
Hong Chu dan dua saudaranya langsung melesat mengikuti kedua orang tersebut dari jarak yang cukup jauh.
Mereka bertiga selalu berhati-hati saat mengikuti kedua orang tersebut.
Tap tap..!!
“Ayo kita kembali, aku merasakan aura kegelapan yang cukup pekat di sana,” bisik Hei Niu.
Tentu saja Fu Chen dan Hong Chu langsung mengangguk. Karena mereka juga merasakannya.
Tapi saat mereka akan membalik badan.
Mereka merasakan krisis hidup.
Dengan cepat Fu Chen melempar Hei Niu dan Hong Chu.
Jlep..!!
Jantung Fu Chen langsung tertusuk pedang.
Orang yang menusuknya kini berdiri di belakang Fu Chen menggunakan sebuah tudung.
__ADS_1
“Hmm,, hanya tiga semut ingin memata-matai kelompok kami, jangan harap bisa kembali.” Kata orang berjubah dengan nada dingin lalu melesat ke arah Hei Niu.
Hong Chu yang cukup tenang dengan cepat mengirimkan pesan kepada Bai An tentang masalah yang mereka temukan, termasuk informasi penting ini.
Mereka tidak sempat berteriak marah karena Fu Chen mati begitu saja.
Crash..!!
Kepala Hei Niu langsung melayang begitu saja. Hong Chu yang melihat itu langsung waspada, ia yakin musuhnya ini sangat kuat. Lebih kuat dari ahli suci.
Wuss..!!
Karena insting Hong Chu yang tajam, ia merasa sebuah pedang berada di ujung jantungnya.
Trank..!!
Dengan cepat Hong Chu mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya.
Walau berhasil menahan, Hong Chu tetap saja terpental jauh hingga menabrak tembok.
Orang berjubah hitam tersebut kembali muncul di depan Hong Chu.
Trank..!!
Lagi-lagi Hong Chu mampu menahan serangan orang berjubah hitam tersebut.
Saat orang berjubah hitam melihat Hong Chu di kelilingi oleh energi racun yang cukup kuat. Orang berjubah hitam tersebut diam di tempatnya sambil mengerutkan keningnya.
***
Saat Bai An akan memasuki Kota Netral, ia tiba-tiba berhenti.
“Ada apa Tuan muda?” Tanya Tu Long penasaran.
“Hmm..!! Kalian masuk lebih dulu, nanti aku akan menyusul,” kata Bai An.
Tanpa menunggu jawaban dari Tu Long dan yang lain, Bai An langsung menghilang dari tempatnya berdiri.
“Ada apa Pangeran?” Tanya Gong Tanru penasaran.
“Aku mendapat pesan jika Hei Niu, Fu Chen dan Hong Chu dalam bahaya, yang mengirimi aku pesan adalah Hong Chu.” Jawab Bai An dengan serius.
Gong Tanru langsung mengangguk paham.
Dengan cepat Bai An merobek ruang mencoba fokus muncul di depan Gua yang sempat tempatnya berkultivasi bersama Hei Niu dan Tu Long dulu.
Wuss..!!
Bai An langsung muncul, dengan cepat Bai An melesat ke arah Kota Monster atas petunjuk Gong Tanru.
Tap tap..!!
Dengan cepat Bai An merasakan kontak jiwanya dengan ketiganya. Tapi yang Bai An rasakan hanya Hong Chu saja.
Bai An langsung menghela nafas, ia sungguh kurang cepat. Jika saja ia lebih cepat, mungkin ia bisa menyelamatkan mereka semua.
__ADS_1
Dengan cepat Bai An merobek ruang.
Crack..!!
Sementara Hong Chu yang berusaha bertahan hidup kini terpental kembali.
Orang berjubah hitam tersebut kembali muncul dan akan menebas Hong Chu.
Hong Chu yang melihat itu tidak sempat menghindar.
Ia langsung memejamkan matanya sambil mengeluarkan sebuah senyum lebar.
Orang berjubah hitam tersebut langsung mengerutkan keningnya lagi. Ia diam beberapa detik.
Lalu kembali mengayunkan pedangnya. Namun tiba-tiba orang berjubah hitam tersebut langsung mundur sejauh yang ia bisa.
Wuss..!!
Bai An muncul retakan ruang yang dekat Hong Chu lalu menarik Hong Chu.
Wuss..!!
Bai An dan Hong Chu langsung lenyap begitu saja. Dengan cepat orang berjubah hitam yang tak lain Jendral Riu datang, ia kemudian melirik ke sekelilingnya dan tidak menemukan dua mayat yang ia bunuh.
“Akhhh..!! Kenapa aku bodoh, seharusnya aku tidak terlalu bermain-main tadi, aku yakin jika orang yang menolongnya adalah orang yang membunuh semua bawahanku,” kata Jendral Riu mengutuki kebodohannya. Terlebih lagi, kini ia tidak mendapatkan petunjuk apa-apa.
Jendral Riu juga tidak berencana mengejar orang tersebut, karena ia yakin tidak mampu melawannya. Jendral Riu tadi juga merasakan aura membunuh dari orang bertudung yang tak lain Bai An.
Setelah cukup lama berpikir, dengan cepat Jendral Riu melesat ke arah tertentu.
***
Wuss..!!
Tap tap..!!
Bai An kini muncul bersama Hong Chu yang kini merasa sedih karena tidak mampu melindungi dua saudaranya.
Bai An yang melihat itu langsung menepuk pundak Hong Chu.
“Kau tidak perlu bersedih, yang seharusnya kau lakukan adalah terus bertambah kuat dan,” kata Bai An kini mengeluarkan aura membunuh yang selama ini tak pernah ia keluarkan.
Hong Chu langsung mengusap air matanya, ia kini bertekad menjadi lebih kuat dan kejadian seperti ini tak terulang kembali.
Bai An kini melesat dengan santai sambil membawa dua mayat bawahan yang telah ia anggap keluarga.
Sebenarnya yang paling marah, sedih adalah Bai An. Tapi ia berusaha menahannya, kesedihan bisa membawa orang terjerumuh kedalam kegelapan dan kebencian.
Itulah yang Bai An dapatkan dari pesan ibunya.
Setelah Bai An sampai di Gua tempat ia datangi bersama Hei Niu dulu.
Sebuah masa lalu bersama Hei Niu langsung mengingatkannya.
Tak lama Bai An mengeluarkan aur matanya mengingat kenangan saat bersama Hei Niu.
__ADS_1