Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kembali ke Kota Netral dan Rencana Ke Dunia Heavenly Chaos


__ADS_3

“Tuan muda,” teriak keempat Binatang Roh Iblis dengan semangat.


Bai An yang baru sampai langsung mengangguk dan melempar dua kendi arak berukuran sedang.


“Ini hasil kerja keras kalian, setelah ini kalian akan ku tugaskan melatih semua penghuni Hutan Kematian yang telah tunduk untuk di jadikan pasukan, suatu hari nanti aku akan memanggil kalian dan kita akan bertarung bersama. Kalian sekarang boleh pergi dan kalian bebas mau kemana saja, asal jangan sampai keluar Hutan Kematian karena aku takut kalian akan di serang sebelum kalian mampu melawan mereka,” kata Bai An dengan serius sambil menatap keempat bawahannya.


“Baik Tuan muda, anda bisa tenang. Serahkan masalah ini kepada kami berempat dan saat anda kembali aku yakin jika Tuan muda akan puas dengan hasil dari yang kami ajarkan. Kami berempat juga akan tetap berusaha meningkatkan kekuatan kami, seperti yang anda bilang, kami tidak boleh berpuas diri.” Kata Gorilla dengan menunduk hormat termasuk semua para Binatang Roh Iblis.


Bai An langsung tersenyum, setelah itu ia melempar satu cincin ke arah Gorilla.


“Gunakan itu untuk meningkatkan semua bawahanmu, di dalamnya juga ada arak yang cukup banyak, jangan kalian habiskan langsung, kalian cukup minum secukupnya,” kata Bai An dengan sebuah senyum tulus.


Setelah itu Gorilla, Elang Emas, Serigala Ekor Perak dan Singa Merah langsung pamit pergi bersama semua Binatang Roh Iblis.


Kini hanya Bai An sendiri yang berada di tempat tersebut.


“Paman Zin, kira-kira berapa lama lagi mereka berdua akan selesai meningkatkan kekuatan mereka?” Tanya Bai An.


“Satu atau dua hari paling lama,” jawab Zin Ho dengan jujur.


Bai An langsung termenung, ia kini memikirkan apa yang ia lakukan selama dua hari ini.


Karena tak tahu apa yang ia lakukan. Bai An mulai mengeluarkan Kristal Berlian dan menyerapnya. Walau hal tersebut sudah tidak bisa meningkatkan kekuatan Bai An dengan cepat lagi, setidaknya ia bisa memperkecil kemungkinan agar bisa menembus Tingkat Dewa Merah ⭐ 1 Puncak.


Kini Bai An mulai memejamkan matanya.


Saat Bai An membuka matanya, ia merasa telah memejamkan mata selama beberapa menit.


Tapi saat ia melihat Jing Ling dan Tu Long kini sedang membakar beberapa daging, ia langsung menyadari jika ia telah berkultivasi lebih dari dua hari.


“Paman Zin, berapa hari aku telah berkultivasi?” Tanya Bai An melalui telepati.


“Tidak lama, pangeran hanya berkultivasi selama 4 hari,” jawab Zin Ho dengan santai.


Mendengar itu, Bai An langsung cemberut karena ia tidak bisa menyadari jika ia berkultivasi selama itu.


Bai An langsung bangkit.


Menyadari Bai An bangkit, Jing Ling dan Tu Long langsung melirik ke arah tempat Bai An.


“Tuan muda,” teriak Tu Long kini tersenyum mengembang.


Bai An ikut tersenyum karena melihat tingkatan Tu Long cukup mengerikan.

__ADS_1


Kini Tu Long telah berada di Raja Dewa Emas ⭐ 2 Menengah. Lalu Bai An melirik ke arah Jing Ling yang kekuatannya kini di tingkat Raja Dewa Emas ⭐ 3 Awal.


Bai An langsung mengangguk, ia cukup puas dengan tingkatan Jing Ling walau tidak semengerika Tu Long. Dulu sebelum berkultivasi padahal tingkatan Tu Long dan Jing Ling berbeda jauh. Tapi kini berbeda tipis.


Bai An yakin jika Tu Long akan bisa melampaui Jing Ling suatu saat nanti.


“Tuan muda, kenapa kau masih berdiri? Apa kau terpesona kini melihat aku memiliki rambut,” kata Tu Long tertawa keras.


Mendengar itu, Bai An langsung mengerutkan keningnya, ia baru sadar jika Tu Long kini semakin tampan, apalagi kini ia memiliki rambut yang membuat ketampanannya semakin jelas.


“Hehe,, walaupun kau telah memiliki rambut, tapi tetap saja kau sangat jelek,” kekeh Bai An sedikit bercanda sambil berjalan menuju Jing Ling dan Tu Long.


Tap tap..!!


Setelah itu Bai An langsung duduk dan berkata. “Selamat saudari Jing, kini kekuatanmu meningkat pesat dan selamat Tu Long, kau juga tidak mengecewakanku,” kata Bai An sambil mengeluarkan sebuah arak.


Tu Long langsung bangga saat di puji oleh Bai An. Tapi tak lama kemudian Tu Long menggenggam erat tangannya.


Bai An yang menyadari itu langsung berkata. “Kau tenanglah, suatu saat nanti kita akan membalas dendam saudara kita, kita juga akan menghabisi mereka sampai ke akar-akarnya.”


Tu Long langsung mengangguk dengan semangat.


Sementara Jing Ling kini hanya diam dan bertanya. “Kapan kita akan kembali ke Kota Netral Tuan muda?”


Setelah itu mereka mulai makan dan minum arak secukupnya.


Mereka bertiga juga membicarakan apa langkah selanjutnya yang akan mereka ambil.


Setelah bicara hal-hal kecil. Bai An, Jing Ling dan Tu Long kini mulai bangkit.


Bai An tanpa menunggu lama langsung merobek Ruang.


Crack..!!


“Ayo masuk,” ajak Bai An.


Wuss..!!


Mereka semua langsung lenyap.


Tak lama sebuah retakan muncul di luar Kota Netral.


Crack Crack..!!

__ADS_1


Bai An muncul bersama Jing Ling dan Tu Long.


Saat melihat dirinya muncul tidak jauh dari depan gerbang. Tu Long langsung kagum melihat kekuatan Bai An yang kini tak bisa ia bayangkan.


Tu Long tidak bertanya sekarang Bai An ada di tingkat apa? Tapi Tu Long kini yakin jika Bai An telah menembus Dewa Abadi. Sama halnya dengan Jing Ling.


Mereka kemudian berjalan santai.


Setelah sampai pintu gerbang, seorang penjaga kota langsung menghampiri mereka.


Tanpa menunggu lama, Tu Long langsung melempar Token Kota bewarna Emas.


Melihat itu, tangan penjaga kota langsung bergetar hebat saat ia menangkapnya.


“I.. Ini Tuan, silahkan masuk,” kata penjaga kota dengan tergagap.


Tu Long dengan bangga masuk bersama Jing Ling dan Bai An yang kini hanya menggelengkan kepala di balik tudung mereka berdua.


Tap tap..!!


Setelah memasuki kota, Bai An dengan santai mengedarkan kesadarannya dan meraskan jika para bawahannya kini telah selesai berkultivasi dan kekuatan mereka juga tidak membuat Bai An kecewa.


Bai An, Jing Ling dan Tu Long langsung menghilang dari tempat mereka berdiri.


Penjaga Kota yang dari tadi memperhatikannya kini menghela nafas lega, untung saja ia tidak arogan tadi, jika tidak ia yakin akan langsung mati tanpa di ketahui siapa yang membunuhnya di antara mereka bertiga.


Tap tap..!!


Tak lama kemudian Bai An, Jing Ling dan Tu Long telah sampai di depan pintu penginapan malam. Mereka bertiga langsung berjalan masuk.


Tapi saat mereka akan masuk. Sebuah teriakan terdengar dari dalam.


“Tuan muda, kau telah kembali,” teriak semua orang keluar menyambut Bai An, Jing Ling dan Tu Long.


Tanpa menunggu lama, mereka semua langsung masuk dan mengadakan pesta kecil-kecilan.


Dengan bahagia mereka minum dan sedikit bersenang-senang.


Saat mereka sedang minum. Bai An kini biacara dengan Gong Tanru melalui telepati dan memberitahu jika ia akan kembali ke Dunia Heavenly Chaos untuk menyelesaikan urusannya dan akan kembali lagi saat urusannya telah selesai.


Bai An juga memberitahu jika ia akan kembali bersama Tu Long saja dan meminta tolong kepada Gong Tanru untuk menjaga semua bawahannya di sini.


Tapi Gong Tanru dengan tegas menolak dan tak akan meninggalkan Bai An.

__ADS_1


Bai An langsung tersenyum kecut. Kini Bai An mulai memikirkan bagaimana lidahnya kini mulai memainkan kata-kata?


__ADS_2