Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Perubahan Lin'er setelah 10 Bulan


__ADS_3

Hutan kegelapan...


Wilayah selatan, kini terlihat seorang wanita muda yang sedang berlatih tanding dengan pria muda tampan dewasa, dari wajahnya pria muda tersebut pasti akan dikira berumur 25 tahunan keatas, padahal umurnya lebih dari seribu tahun.


Sedangkan untuk wanita muda tersebut wajahnya terlihat lebih tua dari umurnya ia terlihat seperti wanita berumur 17 18 tahunan, padahal usia aslinya 15 tahun.


Ia adalah Shen Linlin dan Gurunya Lang Zai.


Shen Linlin kini sedang melayang, dengan tingkatannya yang telah berada pada Nirwana tahap ahir, tidak sulit baginya untuk berjalan atau melayang di udara.


Shen Linlin berpenampilan sederhana dengan sebuah pedang ditangannya seperti orang siap bertarung.


Di depannya kini Lang Zai sedang menatap Shen Linlin dengan santai dan memegang sebuah ranting.


"Ayo maju, perlihatkan kemajuanmu dalam teknik berpedang!"


Mendengar kata-kata Gurunya Lang Zai, Shen Linlin langsung mengambil gaya siap menyerang dengan pedang menjulur ke depan.


Shen Linlin langsung melesat menggunakan hampir kekuatan penuh, pohon-pohon disekelilingnya langsung berterbangan karena aura dari Shen Linlin.


Wuuuuusss...


"Penghancur Angin!"


Terdengar Shen Linlin berteriak, ia terlihat sangat bar-bar, tidak seperti penampilannya sebelum bertarung yang tadi kalem, kini bar-bar.


"Hoho... Kau tidak setengah-setengah kali ini Lin'er." Lang Zai melihat 5 tornado melesat kearahnya dengan daya penghancur yang tinggi.


Dapat terlihat kelima tornado tersebut menghisap dan menghancurkan area yang mereka lewati, bahkan area sekitar pun terkena dampaknya.


Melihat Tornado tersebut kini tinggal beberapa puluh meter dihadapannya. Lang Zai tersenyum licik, lalu mengangkat tangannya.


"Gaya ketiga!"


"Penghisap dimensi!"

__ADS_1


Setelah Lang Zai mengeluarkan tekniknya tersebut, kini keluar lubang hitam secara tiba-tiba didepan Lang Zai. Lalu menarik dan menghisap semua tornado tersebut hingga tak tersisa.


Melihat hal tersebut membuat Shen Linlin langsung cembrut, "Guru kau curang sekali menggunakan kekuatan melebihi Alam Fana. Ini tidak adil."


Shen Linlin menggerutu karena hal itu sudah sering terjadi diantara mereka.


"Haha kau tau? jika orang dengan tingkat yang sama terkena jurusmu, orang tersebut akan langsung hancur, bahkan jika orang itu setingkat lebih tinggi pun akan terluka parah!"


Lang Zai terus tertawa melihat kelakuan muridnya tersebut, hal itu membuat Shen Linlin makin kesal hingga tanpa sadar menginjak-injak tanah dengan kekuatan penuhnya yang membuat wilayah selatan bergetar terus menerus.


Melihat hal tersebut, Lang Zai menggelengkan kepalanya, "Lin'er hentikan, apa kau tidak sadar telah membuat kekacauan?"


Lin'er lalu berhenti dan melihat sekelilingnya, ia melihat banyak sekali hewan buas yang terlihat lari menjauhi mereka dengan rasa teror hingga banyak hewan buas yang saling menabrak ada juga yang menabrak pohon hingga tumbang.


Melihat hal tersebut membuat Lin'er merasa terhibur dan cekikikan.


"Hehe, itu seru guru!" jawab Lin'er yang terlihat keluar jadi diri bar-barnya lagi.


"Cukup, hentikan. Apa kau ingin aku mengadu pada Luan'er atas kelakuanmu ini yang sering merusak dan membuat kekacauan!"


"Guru..." Teriak Lin'er.


"Berhentilah mengancam menggunakan nama Luan Gege, setiap hari itu saja yang ku dengar dari mulut guru yang selalu mengancam menggunakan nama Luan Gege!"


Terdengar Lin'er berteriak-teriak pada Lang Zai dengan nada panik campur ada rasa panik dalam dirinya.


"Ha ha ha... Makanya berhentilah membuat kekacauan yang tidak perlu."


"Ada kalanya kau bisa membuat kekacauan pada waktunya!" ucap Lang Zai tersenyum tipis, melihat itu, Lin'er ikut bersemangat karena tahu maksut senyumannya itu.


Senyum itu adalah senyum pembantaian, dan itu akan terjadi kepada orang-orang Pangerasn ke-5 dan sekte yang menjualnya.


Shen Linlin menjadi tidak sabar melakukan pembantaian tersebut.


"Baik Guru!" seru Shen Linlin dengan nada bersemangat, ia menambahkan! "Kapan kita kembali Guru? aku tidak sabar bertemu yang lain, bagaimana perubahan mereka semua?"

__ADS_1


"Hmmm besok kita akan kembali, sekarang kau berburu saja dulu untuk kita makan malam!"


Shen Linlin langsung cembrut, mengapa harus ia yang berburu setiap hari, ia adalah seorang wanita dan seorang wanita tidak cocok melakukan hal tersebut.


Namun, saat Lin'er akan pergi ia merasakan Hutan Kegelapan berguncang lumayan hebat, "Guru... Ada apa ini!"


Terdengar nada dari suara Lin'er agak panik karena ia merasakan aura mengerikan yang menekannya, ia juga bisa melihat dan merasakan gurunya yang ikut tertekan jadi ia semakin takut kalau itu adalah musuh.


"Ini... Ini... Ini adalah aura dari Tuan Muda, Tu..Tuan Muda sudah menembus tingkat selanjutnya!" seru Lang Zai bersemangat walau ia tertekan oleh aura Bai An.


Mendengar kata-kata Gurunya membuat Lin'er tercengang karena dari pertama ia bertemu Bai An yaitu Guru Bai Luan. Ia tidak tahu tingkat kultivasi Bai An karena ia merasa Bai An manusia biasa.


Shen Libnlin sempat heran karena orang-orang kuat mengikuti Bai An, jadi ia merasa Bai An adalah orang lemah dari Klan atau seorang pangeran terbuang dari Benua atas, tapi sekarang ia baru mengetahui kekuatan asli Bai An sangat mengerikan, hanya auranya saja bisa membuat ia hampir bersujud dan gurunya hampir oleng. Itupun aura Bai An sangat jauh dari mereka.


Bagaimana jika aura tersebut didepannya, ia pasti akan langsung terluka bahkan mati.


Shen Linlin langsung bergidik, lalu bertanya "Guru kenapa dulu saat bertemu Tuan Muda aku tidak merasakan auranya?"


"Hmm Tuan Muda sengaja menyegel energinya, karena hanya menggunakan tubuh saja walaupun kami berenam menyerang Tuan Muda pasti akan mati dalam beberapa menit, mungkin detik jika Tuan Muda serius!"


"Itu hanya menggunakan tubuh fisik saja, bagaimana jika ia membuka segelnya seperti ini, Guru yakin jika ia bertarung getaran-getaran seperti dulu bahkan bisa menghancurkan Benua ini!" ucap Lang Zai bangga.


Shen Linlin hanya ternganga mendengar kata-kata Gurunya, pantas Gurunya sangat menghormati Tuan Muda Bai An, ia jadi teringat Bai Luan yang menjadi murid dari Bai An, apakah ia akan mengerikan sama seperti Bai An?


"Oh ya guru lupa memberitahumu, jika Tuan Muda juga saat ini sedang berusaha menekan auranya agar tidak menghancurkan sekitar, jadi kau mengerti kan jika saat ini saja Tuan Muda menekan auranya sudah menjadi begini, apalagi kalau ia tidak menekannya?"


Shen Linlin langsung bergetar mendengarnya, tubuhnya langsung lemas dan ingin jatuh namun, Lang Zai langsung menangkapnya.


"Huuuf istirahatlah. Aura dari Tuan Muda sudah hilang, Guru akan pergi mencari ayam untuk kita makan nanti malam!"


Setelah Lang Zai meletakkan Lin'er di atas pohon yang ada sebuah gubuk kecil diatasnya terbuat dari pohon-pohon kecil.


Lang Zai keluar dan langsung menghilang dengan semangat.


Lin'er kini terasa shok saat mendengar kalau Bai An berusaha menekan auranya agar tidak menghancurkan sekitar, tapi saat menekan berusaha saja kerusakan sekitar sudah sangat besar, apalagi saat Bai An mengeluarkan aura penuhnya, itu membuat Lin'er semakin bergidik, tapi disatu sisi ia senang karena Luan Gege bisa menjadi murid dari seorang yang luar biasa.'''''

__ADS_1


__ADS_2