Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Menunggu Kedatangan Musuh


__ADS_3

Mendengar itu Duan Du meraung dalam hati. “Kakak kurang kerjaan, aku lebih baik bertarung melawan para penguasa semesta daripada melawan wanita bar-bar ini.”


Shen Linlin langsung maju ingin merobek tangan Duan Du.


Melihat hal itu, Duan Du seketika merinding karena Shen Linlin sepertinya tidak main-main.


Dengan cepat Duan Du mengerahkan seluruh energinya berpusat ke arah benang energi yang mengikat kakinya.


Bluss..!!


Bertepatan dengan belati kecil Shen Linlin ingin mengenai Duan Du, Duan Du langsung menghilang.


Hal itu membuat Shen Linlin cemberut. “Aku akan mengulitimu hidup-hidup jika kau tertangkap kembali Du.Gege,” teriak Shen Linlin dengan keras.


Wuss..!!


Duan Du muncul tidak jauh dari tempat Shen Linlin sambil mengelus-elus dadanya sambil melirik ke pedang tumpulnya, seketika Duan Du menghela nafas.


“Sifat wanita ini semakin lama kini semakin bar-bar,” gumam Duan Du lalu melirik ke arah Bai An dan Duan Du yang kini tertawa terbahak-bahak.


“Heng,, kalian ini kurang kerjaan saja, mengerjai adiknya yang polos ini,” dengus Duan Du.


“Polos dari mana? Dari segi, tidak ada yang polos di keseluruhan sifatmu,” dengus Tu Long.


“Sudah-sudah jangan berdebat dulu, saatnya kita memikirkan Lin'er terlebih dahulu,” kata Bai An menengahi.


Mendengar itu, Duan Du dan Tu Long mengangguk karena tidak mungkin membawa Shen Linlin ikut bersama mereka, karena itu akan membuat pusing dan menambah beban buat mereka jika membawa wanita yang sedikit tidak waras.


“Hmm..!! Baiklah kita bawa saja ke tempat Jing Ling, jika bersama sesama wanita, mungkin saja sifatnya sedikit berubah,” kata Bai An.


Duan Du dan Tu Long mengangguk.


Setelah itu Bai An dan Tu Long muncul di depan Shen Linlin.


“Eeh,, dimana Du'er, Lin'er?” Tanya Bai An pura-pura melihat sekeliling.


“Hmm..!! Du Gege kabur Tuan muda,” jawab Shen Linlin cemberut.


“Huff,, jika sudah kabur maka akan sulit ditangkap anak itu,” kata Bai An sedikit berat.


Mendengar itu Shen Linlin semakin cemberut.


Bai An langsung tersenyum saat melihat wajah cemberut Shen Linlin. “Tidak usah cemberut, biarkan aku akan menangkap anak itu, sementara kau akan bersama saudariku dulu disana sambil berusaha meningkatkan kekuatan mu agar kau bisa menangkap Du'er kelak,” kata Bai An.


Kata-kata Bai An cukup meyakinkan yang membuat Shen Linlin memasang mata bersinar cerah.

__ADS_1


“Hmm.. Hmm..!! Aku mau Tuan muda,” jawab Shen Linlin dengan polosnya.


Bai An langsung melambaikan tangannya membawa Shen Linlin seorang dan meninggalkan Tu Long.


Wuss..!!


Duan Du muncul setelah menghilangnya Bai An dan Shen Linlin.


“Huh,, kakak sangat pintar dalam membohongi wanita,” kata Duan Du sedikit iri.


Tu Long yang berada di samping hanya terkekeh kecil sedikit mengejek.


***


Wuss..!!


Sementara di sebuah benteng, Bai An dan Shen Linlin muncul.


Woahh..!!


Shen Linlin langsung kagum melihat cepatnya dirinya berpindah tempat dan mengira itu teleportasi, tapi itu bukan teleportasi melainkan kecepatan murni Bai An.


Dari kejauhan Jing Ling muncul setelah meraskan kehadiran orang yang ia kenal.


“Tuan muda,” sapa Jing Ling.


Setelah itu Bai An mengeluarkan dua cincin lalu melemparnya ke arah Shen Linlin dan Jing Ling. Dengan sigap keduanya menangkapnya.


Setelah itu tangan Bai An dengan cepat menyentuh kepala Shen Linlin tanpa ia sadari lalu menghilang tanpa pamit.


Wajah Jing Ling langsung cemberut melihat Bai An menghilang, padahal ia ingin mengajak Bai An masuk lebih dulu minum atau makan apa saja.


Melihat wajah Jing Ling, Shen Linlin langsung berkata. “Kakak, tidak usah di pikirkan, mungkin saja Tuan muda benar-benar sibuk sehingga tidak memiliki waktu.”


Mendengar Shen Linlin menghiburnya, raut wajah Jing Ling sedikit lebih baik.


“Baiklah, ayo kita pergi meningkatkan kekuatan kita agar tidak membebani orang yang kita sayangi,” ajak Jing Ling.


Shen Linlin mengangguk mengikuti Jing Ling, walau ia bingung siapa orang yang Jing Ling sayangi.


Karena Shen Linlin sangat tahu jika Bai An sudah menikah dan siapa istri Bai An.


***


Wuss..!!

__ADS_1


Bai An kembali muncul di depan Duan Du dan Tu Long sambil berkata. “Ayo kita pergi karena aku merasakan ada beberapa aura seorang kaisar menuju ke kediaman Chu Tang.”


Duan Du dan Tu Long langsung mengangguk, kemudian mereka bertiga menghilang dengan cepat.


Tak lama Bai An, Duan Du dan Tu Long muncul lebih dulu daripada orang-orang yang ingin kesini memastikan apakah para pengikut Chu Tang kalah.


Hong Ti yang merasakan kedatangan Bai An langsung bersemangat walau mereka tidak menunjukkan diri, karena Hong Ti yakin jika Bai An muncul maka ia akan merasa aman jika bertarung nanti.


“Du'er kau menyamar jadi Hong Ti, sementara Tu Long menyamar jadi siapa saja para pengikut Chu Tang yang telah kau bunuh kemarin,” kata Bai An.


Dengan cepat keduanya berubah lalu muncul di samping Hong Ti yang masih menyamar jadi Chu Tang.


“Tu.. Tuan,” kata-kata Hong Ti asli terhenti saat Duan Du mengangkat tangannya.


“Jangan formal, lakukan seolah kau Kaisar Dewa Jahat, karena aku merasakan ada beberapa musuh datang dengan niat kurang baik, terlebih salah satunya adalah Kaisar Dewa.” Kata Duan Du.


“Kaisar Dewa Sesat,” gumam Hong Ti asli, ia sangat tahu Kaisar Dewa Sesat atau nama asli San Tet ini sangat licik, Hong Ti tahu jika San Tet ini berpura-pura menjadi teman Chu Tang. Namun jika ada kesempatan maka San Tet pasti akan membunuh Chu Tang dan membantai habis para pengikut Chu Tang.


“Hoho,, rupanya kau tahu juga,” kekeh Duan Du lalu berjalan ke arah kursi dan duduk santai.


Hong Ti asli ikut duduk setelah melihat Duan Du dan Tu Long duduk.


“Tuan muda, kira-kira berapa lama mereka akan sampai?” Tanya Hong Ti asli penasaran.


“Tidak lama, aku mengira mereka akan sampai dua atau tiga hari lagi,” jawab Duan Du lalu memejamkan matanya.


Melihat Duan Du sepertinya ingin berkultivasi, Hong Ti langsung diam sambil melirik ke arah Tu Long yang asik dengan araknya.


Hong Ti asli langsung tersenyum kecut melihat itu.


Karena tak berani mengganggu keduanya, Hong Ti ingin memejamkan matanya juga untuk berkultivasi, namun sebuah suara memanggilnya.


“Hei kau, ayo kesini kita minum, cepat temani aku minum,” kata Tu Long tidak sabar sambil menepuk kursi di sebelahnya.


Dengan cepat Hong Ti asli berjalan terburu-buru ke arah Tu Long dengan wajah senang.


Hong Ti juga orang penikmat minuman, jadi tentu saja ia senang apa lagi gratisan.


Saat Hong Ti duduk, Hong Ti di sodorkan gelas besar oleh Tu Long, dengan sigap Hong Ti mengambilnya lalu meminumnya.


“Ahh..!! Arak ini adalah arak terbaik yang pernah aku minum selama hidupku,” kata Hong Ti dengan kagum.


“Tentu saja ini arak terbaik, namanya arak legendaris klan Duan,” kata Tu Long dengan bangga.


Hong Ti yang mendengar itu mengangguk-angguk saja.

__ADS_1


Sementara Bai An yang melihat dari atas hanya bisa menggelengkan kepalanya.


__ADS_2