Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kematian Bhe Jhat dan Tragisnya Bhe Lut


__ADS_3

Go Sang dan Dha Dhar tersadar lalu saling melirik beberapa saat, setelah itu mereka berjalan ke tempat Bai An duduk.


Tap tap..!!


Go Sang dan Dha Dhar duduk dengan sedikit hati-hati, keraguan di hati merekalah yang membuat mereka begitu.


“Santai saja dan lihat, pertarungan sudah di mulai,” kata Bai An sambil menunjuk ke arah pertarungan Cen Tian dan Fang Liu.


Di tempat Cen Tian dan Fang Liu, mereka saat ini berlomba-lomba membunuh lebih banyak musuh.


Tangan Cen Tian yang telah mengepalkan tinjunya langsung tarayun ke arah puluhan musuhnya, satu persatu ia bunuh.


Bom..!!


Saat Cen Tian sedang semangat-semangatnya, sebuah serangan kejutan datang dari arah sampingnya.


Wuss..!!


Cen Tian yang merasakan energi pedang langsung mundur satu langkah.


Mata Cen Tian kini menatap tajam ke arah Bho Lot.


“Hmm..!! Dari pada menyerang dari jauh, lebih baik kalian semua maju,” dengus Cen Tian sedikit nada ejekan.


Bho Lot mendengar itu hanya terkekeh kecil, sementara Go Song, Bhe Lut, Bhe Jhat dan salaha satu ahli yang cukup kuat menggeram marah.


Tanpa mendengarkan peringatan Bho Lot, Bhe Jhat dan Go Song langsung melesat maju ke arah Cen Tian sambil menguarkan senjata mereka masing-masing.


Go Song yang memiliki kekuatan cukup tinggi, bahkan tingkatan Go Song lebih tinggi dari Cen Tian kini muncul di depan Cen Tian sambil mengayunkan pedangnya di sertai tekanan energi yang kuat.


“Matilah bocah keparat,” teriak Go Song.


Cen Tian dengan cepat menggerakkan badannya ke samping sambil mengayunkan tangan kanannya.


Crash..!!


Bam..!!


Cen Tian dan Go Song sama-sama mundur, terlihat jubah bagian pundak kiri Cen Tian sobek, tapi tidak ada luka di bagian tubuhnya.


Sementara Go Song yang menangkis tinju Cen Tian menggunakan tangan kirinya kini merasa kesemutan.


“Anak ini memiliki fisik yang kuat, jika aku tidak berhati-hati, maka aku bisa terluka parah,” gumam Go Song.


Cen Tian yang baru mundur merasakan ada serangan di belakangnya, dengan cepat Cen Tian melompat ke atas.


Wuss..!!


Sebuah energi cakar melintas langsung mengenai rumah di depannya.


Baru saja Cen Tian mendarat, sebuah pedang melesat dari sampingnya.


Bam..!!

__ADS_1


Tinju Cen Tian dan pedang tersebut langsung beradu.


Tap tap..!!


Cen Tian mundur sambil mengusap darah yang keluar dari bibirnya, terlihat sebuah senyum menghiasi wajah Cen Tian.


Yang tidak Go Song dan Bhe Jhat sadari adalah, Cen Tian saat ini belum menggunakan energinya, ia menggunakan murni tubuh fisiknya.


Melihat senyum Cen Tian, Go Song mundur beberapa langkah, sedangkan Bhe Jhat yang bodoh langsung melesat maju, karena merasa ini kesempatannya untuk membunuh Cen Tian yang terluka.


“Mati,” teriak Bhe Jhat mengayunkan cakarnya yang di selimuti seluruh energinya.


Cen Tian hanya diam saja sambil melirik ke arah tangan Bhe Jhat yang kini hampir mengenai dadanya.


Bom..!!


Ledakan besar langsung memekak telinga hingga menyebabkan asap mengepul di area Cen Tian dan Bhe Jhat.


Beberapa orang yang bertarung langsung menghentikan diri mereka karena penasaran apakah Bhe Jhat berhasil membunuh Cen Tian.


Sementara Fang Liu yang melihat dirinya kini tidak di kepung langsung melesat membunuh mereka semua.


Memanfaatkan kesempatan yang ada tentu saja Fang Liu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.


Bam..!!


Bam..!!


Mereka semua langsung melesat ke arah Fang Liu dengan senjata di tangan.


Sementara di tempat Cen Tian dan Bhe Jhat kini asap perlahan menghilang.


Go Song yang paling dekat dengan jelas melihat leher Bhe Jhat kini di cengkram oleh Cen Tian.


“Bhe Jhat,” teriak Bhe Lut yang melihat anaknya kini terlihat sekarat di cengkraman Cen Tian.


Dengan cepat Bhe Lut melesat ke arah Cen Tian, dengan di penuhi amarah memuncak. Padahal rencananya tadi membiarkan orang-orang ini bertarung dan mereka akan menunggu kesempatan saat mereka kehabisan energi, namun karena Bhe Jhat yang bodoh terpancing emosi malah ikut menyerang dan merusak rencana.


Wuss..!!


Sebelum Bhe Lut sampai, Cen Tian mengeluarkan senyum kejam ke arah Bhe Lut.


Crak..!!


Leher Bhe Jhat langsung retak, setelah itu Cen Tian langsung melempar Bhe Jat ke arah Bhe Lut yang kini sedang menebas pedangnya.


Namun dengan cepat Bhe Lut membuang pedangnya lalu menangkap Bhe Jhat yang kini mati.


“Jha'er bangun nak,,” teriak Bhe Lut kini merasakan dadanya panas di penuhi amarah.


Cen Tian langsung melesat sambil mengeluarkan tombak yang dulu biasa menemaninya.


Dengan tekanan energi tak terlalu besar di mata orang-orang, Cen Tian langsung mengayunkan tombaknya ke tubuh Bhe Lut.

__ADS_1


Wuss..!!


Trank..!


Sebuah pedang energi langsung menahan tombak Cen Tian.


Go Song langsung berteriak.


“Patriark sadarlah.”


Namun pedang energi yang menahan tombak Cen Tian mulai retak.


Krak krak..!!


Saat Bhe Lut tersadar dan membalikkan kepalanya, sebuah tombak yang mempunyai bilah seperti pedang langsung mengenai dadanya.


Crash..!!


Walau Bhe Lut sudah mencoba menahan menggunakan energinya, namun tetap saja ia tetap tertebas.


Bhe Lut terlihat tidak menyerah, dengan seluruh energinya ia memegang tombak Cen Tian yang masih menancap.


Bhe Lut langsung menarik tombak Cen Tian sambil mengayunkan cakarnya kr arah Cen Tian.


Namun Cen Tian dengan cepat mengayunkan kakinya.


Bam..!!


Tubuh Bhe Lut terlempar menabrak beberapa rumah.


Go Song yang melihat itu langsung tertegun. “Orang ini tidak biasa, ia terlihat masih menahan kekuatannya,” gumam Go Song kini melirik ke arah Bho Lot yang masih santai berdiri bersama semua pengikutnya, mereka semua belum ada yang bergerak karena belum ada perintah dari Bho Lot.


Melihat itu Go Song langsung menggeram marah. “Bho Lot, mengapa kau diam saja, apakah kau ingin kami semua mati di sini baru kau bergerak,” teriak Go Song di penuhi amarah.


“Jika bisa seperti itu, maka itu lebih baik,” kekeh Bho Lot secara terang-terangan.


“Kau,, kau,, kurang ajar,” teriak Go Song langsung melesat ke arah Bho Lot sambil mengayunkan pedangnya.


Kini terlihat pertarungan sudah kacau, para pengikut Go Song yang melihat itu langsung berhenti menyerang Fang Liu, mereka kini terlihat bingung mau menyerang siapa.


Sementara Cen Tian kini menyeret Bhe Lut ke arah adiknya yang terlihat santai minum arak sambil menontonnya.


Pandangan Cen Tian beralih ke arah Go Sang dan Dha Dhar yang terlihat sudah teler.


Tap tap..!!


Bruk..!!


“Mau di apakan orang ini An'er?” Tanya Cen Tian.


“Hmm..!! Terserah kau saja kakak, kau saja yang menentukan,” kata Bai An kini melirik ke arah Bho Lot sambil tersenyum menyeringai.


“Tak ku sangka jika salah satu pengikut Kaisar Dewa yang jarang muncul kini telah memunculkan dirinya,” kekeh Bai An dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2