Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Faksi Serigala Bersiap Menyerang Kelompok Pembantai


__ADS_3

Sementara Long Yuan kini duduk santai di sudut ruang berbeda, ia lalu memejamkan matanya secara perlahan.


Baru saja Long Yuan akan fokus untuk berkultivasi, ia langsung membuka matanya saat mendengar suara ledakan yang cukup besar.


“Belum beberapa menit mereka pergi, kini sudah terjadi keributan,” gumam Long Yuan menggelengkan kepala, setelah itu Long Yuan menutup mata lagi.


Di luar penginapan naga, tepatnya jarak 3 kilo dari penginapan, kini terdengar suara ledakan beruntun.


Bom bom bom..!!


Sebuah klan kini terlihat menjadi puing-puing.


Tak menunggu lama terlihat beberapa bayangan keluar dari reruntuhan.


Wuss wuss..!!


“Haha,, kita kaya,” kata Duan Du bersemangat lalu tangan Duan Du dan Bo Long bertemu untuk merayakan keberhasilan mereka.


“Tidak sia-sia kau memprovokasi mereka, mereka ini kebetulan musuh ayah angkat, klan ini semuanya pengikut Kaisar Dewa Jahat,” kata Bo Long tersenyum.


Sementara Sin Ting dan Son Teng hanya bisa tersenyum kecut karena tidak dapat bagian membunuh musuhnya, karena Bo Long langsung membantai mereka dalam beberapa detik.


“Jangan cemberut begitu paman, ayo kita cari mangsa lagi, mereka ini sangat miskin karena klan kecil,” kata Duan Du memberikan semangat kepada Sin Ting dan Son Teng.


Sin Ting dan Son Teng langsung mengangguk, karena apa yang di ucapkan oleh Duan Du benar, klan ini hanya klan kecil dan ada beberapa saja yang Ahli Dewa Abadi, jadi wajah Bo Long dengan gampang menghancurkannya, tapi yang mereka tidak tahu, Bo Long tadi masih menahan diri, jika ia serius maka Kota Chen pasti akan berguncang hebat.


Setelah itu mereka berempat langsung melesat mencari mangsa lagi dengan Duan Du sebagai pemimpinnya.


Sementara Fanghu yang dari jauh memata-matai mereka kini darahnya mendidih karena tidak sabar ingin ikut bertarung juga, saat ia Fanghu mencoba menahan diri karena lawannya masih lemah, jika lawannya cukup kuat maka Fanghu akan ikut bersenang-senang.


***


Jauh dari kota Chen, tepatnya kota Li, di sebuah istana yang cukup besar kini seorang pria terlihat berumur 50 tahun, tapi itu bukan usia aslinya.


Pria tersebut kini menatap semua bawahannya.


“Siapkan semua pasukan, kita akan menyerang kelompok pembantai di Kota Chen karena mereka berani membunuh anggota Faksi Serigala kita, kita bukan orang lemah yang mudah di tindas,” kata pemimpin tertinggi dengan aura yang keluar dari tubuhnya memberikan tekanan yang sangat kuat.


Terlihat dari auranya yang keluar jika pemimpin tertinggi Faksi Serigala memiliki kekuatan Dewa Hijau ⭐ 2 Puncak dan sebentar lagi akan menembus ⭐ 3 Awal.

__ADS_1


Sementara para ketua anggota yang kini sedang duduk dengan hormat ke arah pemimpin mereka memiliki kekuatan rata-rata Dewa Merah ⭐ 3 Puncak dan ada beberapa yang memiliki kekuatan Dewa Hijau ⭐ 1 Awal.


Walau begitu, perbedaan setiap tahap Awal dan Menengah itu sangat jauh.


Saat mendengar ucapan pemimpin mereka, para ketua anggota seketika berteriak serempak.


“Siap laksanakan.”


Setelah itu mereka semua mengumpulkan pasukan yang mereka pimpin masing-masing, tak menunggu lama, kini terlihat sekitar 500 ribuan pasukan berkumpul.


“Ayo kita berangkat, jika kita melewati hutan, maka kita akan sampai 1 minggu dengan kecepatan para pasukan,” kata pemimpin tertinggi yang bernama Ma Bar.


Para ketua langsung mengangguk.


Mereka lalu berjalan ke gerbang kota Li.


Dengan sombong Ma Bar kini berjalan, karena melihat ketakutan para penduduk kota maupun kultivator liar.


Tidak ada yang berani menghalangi jalan mereka, tentu saja tidak ada yang berani. Jika ada yang berani, maka itu hanyalah orang gila saja.


Berita tentang Faksi Serigala yang akan menyerang Kelompok Pembantai langsung menyebar dengan cepat sehingga beberapa kelompok maupun klan yang membenci Kelompok Pembantai langsung ikut bergabung dengan Faksi Serigala.


“Tetap pantau mereka, ini adalah kesempatan emas kita, kalian juga tetap pantau Faksi Emas, Faksi Pedang, termasuk sekte terkuat di daratan Barat ini, yaitu sekte Matahari,” kata pemimpin tertinggi Faksi Langit.


“Siap pemimpin,” kata semua ketua anggota Faksi Langit.


***


Kembali ke Kota Chen, saat ini Duan Du, Bo Long, Sin Ting dan Son Teng yang mendengar berita itu biasa-biasa saja.


Bahkan mereka terlihat acuh dan saat ini memikirkan cara membuat masalah agar bisa mendapatkan uang.


Tapi semua orang menjauh dari mereka saat melihat Bo Long, walau Bo Long menutup wajahnya menggunakan tudung, tapi orang-orang Kota Chen sangat mengenal siapa Bo Long.


“Hmm..!! Mangsa sudah tidak ada, lebih baik kita layani saja Faksi apalah itu yang akan menyerang kesini,” kata Bo Long kini mulai bosan.


“Hmm hmm..!! Benar, tanganku sudah gatal dan ingin mencicipi darah musuh,” kata Sin Ting ikut menambahkan.


“Kalau aku ingin sekali mematahkan beberapa anggota tubuh mereka dan mencincang mereka beberapa bagian menggunakan pedang ku,” kata Son Teng dengan dingin.

__ADS_1


“Kalau aku ingin menghancurkan mereka menggunakan kapak ku,” kata Fanghu tiba-tiba muncul.


Seketiga semua kelompok Duan Du melirik ke arah Fanghu dengan heran.


Fanghu yang melihat itu langsung mendengus.


“Hmm..!! Jika kalian bertarung maka lebih lembutlah sedikit, karena baju dan jirah yang mereka cari lumayan untuk di jual, jika perlu jangan hancurkan senjata mereka, karena senjata yang paling cepat laku,” kata Duan Du dengan cemberut.


Semua orang langsung mendengus mendengar perkataan Duan Du yang hanya memikirkan harta saja.


“Dari pada kita banyak bicara begini, lebih baik kita langsung pergi saja menunggu mereka di tengah hutan.” Kata Bo Long dengan bersemangat.


Semua orang langsung mengangguk, tanpa menunggu jawaban Duan Du. Bo Long langsung menembakkan energinya ke arah Duan Du lalu membawanya ikut pergi.


Wuss..!!


Tap tap..!!


1 Hari berlalu, mereka kini telah sampai dan melihat sekeliling.


“Ini tempat yang cocok untuk kalian bertarung,” kata Duan Du santai.


Semua orang mengangguk patuh saat mendengar ucapan Duan Du.


Entah mengapa mereka sangat patuh dan mempercayai Duan Du, tapi yang mereka yakini adalah walaupun Duan Du nakal, ia sangat pintar dalam membuat sebuah rencana.


“Hmm..!! Paman Bolong, kau buat perisai ilusi di sebelah sana, karena mereka pasti akan melewati tempat itu,” kata Duan Du asal tunjuk arah.


“Bo Long, bukan Bolong,” dengus Bo Long, tapi ia langsung ke arah yang di tunjuk Duan Du.


“Hei anak nakal, apa kau yakin jika mereka akan melewati tempat tersebut?” Tanya Fanghu heran.


“Tentu saja aku yakin, kalian pasti akan melihatnya nanti,” kata Duan Du tersenyum percaya diri.


“Paman Sinting, paman Sonteng, kalian berdua buat jebakan lebih dulu di sini,” tunjuk Duan Du memberikan perintah kepada Sin Ting dan Son Teng yang kini melotot ke arah Duan Du karena memanggil namanya begitu.


Cukup lama Duan Du menyuruh semua orang membuat beberapa jebakan kecil maupun besar, untuk jebakan kecil hanya pengalihan dan jebakan besar adalah utamanya.


“Paman Bolong, apa kau yakin jika ilusimu benar-benar tidak terpengaruh kepadaku?” Tanya Duan Du memastiskan.

__ADS_1


“Benar aku sudah membuat jika kita semua tidak terpengaruh oleh ilusi itu,” jawab Bo Long dengan mendengus kecil.


__ADS_2