Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Isi surat Bai An


__ADS_3

Saat Ling Mei meneteskan air mata, ia terbayang betapa menderita putranya tersebut, ia membayangi bagaimana cara putranya bisa menjalani hidup tanpa kasih sayang orang tua.


Apakah putranya akan membenci dirinya, apakah putranya tidak akan mengakui dirinya sebagai ibunya karena ia tidak berada disisinya disaat putranya membutuhkan seorang ibu.


Itu selalu terbayang-bayang dalam benak Ling Mei.


"Tenanglah, putra kita sehat dan tam!" belum selesai Bai Chen berbicara, kata-katanya dipotong oleh suara yang terdengar dingin.


"Diamm!"


Terdengar suara Ling Mei agak meninggi dengan suara agak serak karena ia sedang menangis.


Semua yang sedang berkumpul disana langsung menatap kearah Bai Chen dengan tatapan tajam, Bai Chen yang melihat itu tersenyum kecut, dan tidak akan berbicara lagi sebelum diberikan izin bicara oleh Ling Mei.


Ling Mei terus menatap surat tersebut, ia merasakan aura putranya di surat tersebut sehingga ia percaya akan kata-kata Bai Chen sekarang.


Saat membuka surat tersebut, keluar seperti sebuah Proyeksi, terlihat Bai An berada dalam Proyeksi tersebut.


Melihat gambar Bai An yang terlihat tersenyum membuat Ling Mei dan yang lain terpana, terlihat wajahnya mirip dengan Bai Chen, hidung dan mata mirip Ling Mei.


Terutama senyum tersebut, itu terlihat seperti mereka melihat Ling Mei sedang tersenyum.


Ling Mei yang awalnya berhenti menangis kini meneteskan air matanya tersendu-sendu karena terlihat betapa rindunya seorang ibu terhadap putranya.


Bai Yun, Bai Yan, Bai Shan dan Bai Yin yang sedang terpana pun ikut menangis kerana mereka juga merindukan sosok Bai An yang dulu imut dan lucu kini sedang mereka lihat walaupun hanya sebuah Proyeksi.


Bai Chen dan Bai Shao pun ikut juga sedih, walaupun mereka telah bertemu dan bersama dengan Bai An. Namun karena sosok yang mereka sayangi kini jauh dari mereka lagi membuat mereka ikut sedih.


Beberapa saat membuka surat, terdengar suara yang begitu lembut dan terlihat tegas namun walaupun tegas mereka bisa merasakan kesedihan dari suara tersebut.


"Ibu, jangan bersedih lagi!"


"An'er dengar dari ayah dan paman Shao. Ibu jarang makan, sering menyendiri, tidak mau bicara gara-gara An'er!"

__ADS_1


"An'er tidak mau melihat itu lagi, jika An'er pulang nanti, ibu harus ceria oke!"


"An'er tidak ingin ibu sakit, kalau An'er dengar ibu sakit gara-gara tidak makan, An'er akan marah dan An'er ikut tidak makan selama-lamanya." Ancam Bai An di proyeksi tersebut.


"An'er disini sehat bu, maaf kan An'er tidak ikut pulang bersama ayah dan paman walaupun An'er sempat dipaksa ikut pulang. Tapi An'er tidak bisa ikut karena beberapa alasan, dan An'er akan ceritakan itu semua saat An'er sudah bersama dengan ibu, ayah, kakak, dan paman disana."


"Jadi jangan salahkan ayah dan paman karena mereka tidak pulang bersama An'er ya bu. He he An'er dengar ibu suka marah dan suka melampiaskan kemarahan ibu kepada orang-orang yang tidak bersalah, jadi berhenti seperti itu lagi ya bu!"


"Salam rindu dari putramu tersayang Bai An, dan titipkan salam An'er juga kepada paman dan kakak!"


Saat mendengar suara Bai An, awalnya Ling Mei dan yang lain tersenyum. Namun, saat mendengar ancaman Bai An, Ling Mei langsung tegang dan melotot kearah Bai Chen dan Bai Shao karena itu pasti mereka yang memberitahu Bai An tentangnya, dan saat mendengar Bai An bilang ia sering marah-marah sebuah aura langsung keluar membuat ruangan itu bergetar hebat.


Bai Chen dan Bai Shao langsung tegang saat ditatap seperti hewan buas oleh Ling Mei. Mereka berencana kabur, namun saat merasakan aura dari Ling Mei mereka langsung mengutuk Bai An yang bercerita Ling Mei suka marah-marah.


Saat mereka akan kabur, sebuah benang Qi langsung mengikat Bai Chen dan Bai Shao, yang lainnya langsung menepi karena tidak ingin terkena imbasnya.


"Kenapa kalian cerita yang tidak-tidak kepada An'er Aaaah!"


"Itu karena An'er tidak ingin ibunya terlihat jelek saat marah dan An'er ingin melihat ibunya tetap tersenyum ceria dan lembut, bukan marah-marah sepertimu Mei'er!" balas Bai Chen memberanikan diri.


Mendengar hal itu. Aura Ling Mei langsung menghilang.


"Aku butuh bukti jika An'er berkata seperti itu!" ucap Ling Mei.


"Huuuh baiklah, ini bukti ingatanku bersama An'er sebelum berpisah!" ucap Bai Chen yang sudah menghilangkan saat-saat Bai An disiksa Shen Bai.


Bai Chen lalu menyentuh kening Ling Mei untuk diberikan ingatannya.


Ling Mei terdiam, tak berapa lama ia tersenyum-senyum sendiri, lalu melotot, itu terus berubah-ubah saat melihat ingatan Bai Chen.


"Dimana separuh ingatanmu, aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu!" ucap Ling Mei kini didepan Bai Chen dengan menatapnya tajam.


"Itu sudah semua, mana berani aku berbohong kepadamu Mei'er!" jawab Bai Chen agak kaku.

__ADS_1


"Awas jika kau ketahuan menutup-nutupi!" ancam Ling Mei.


Bai Chen hanya mengangguk-anggukkan kepala.


"Huuuuh... Untung An'er memberi peringatan, jika tidak. Aku sudah mencincangmu hidup-hidup!" ancam Ling Mei lagi.


Bai Chen dan yang lainnya langsung merinding mendengar ancaman tersebut.


"Baiklah kalian bisa kembali menjalani aktivitas kalian!" ucap Ling Mei yang di angguki semua orang.


Saat semua akan kembali mereka mendengar suara lagi yang membuat mereka lebih merinding lagi.


"Oh ya, aku lupa. Jika An'er sudah pulang dan kalian cerita yang tidak-tidak, lihat apa yang akan terjadi selanjutnya!"


Mendengar suara Ling Mei lagi mereka hanya mengangguk patuh dan langsung melesat pergi karena tidak ingin mendengar ocehan-ocehan Ling Mei lagi.


Kini hanya Ling Mei, Bai Chen dan Bai Yin yang berada disana.


"Sayang maaf kalau aku marah kepadamu, itu karena aku sangat merindukan sosok An'er !" ucap Ling Mei tiba-tiba.


"Ya... Aku tahu kenapa kau begini, agar kau tidak terlihat lemah dihadapan putra-putramu dan yang lainnya!" balas Bai Chen tersenyum lembut.


Tidak ada yang mengetahui sipat asli Ling Mei yang sebenarnya lemah lembut kecuali, Bai Chen, Bai Yin sendiri.


"Hmmmm aku sangat merindukan An'er, Chen Gege!"


"Tenanglah, setelah semua masalah An'er selesai di Benua Rendah, An'er akan langsung pulang kesini, dia telah berjanji akan hal itu!"


"Hmmm baiklah, tapi jika Gege bohong awas saja Mei'er akan benar-benar menghukum Gege!"


''Ya Gege tidak berbohong!"


Bai Yin yang mendengar percakapan Ayah dan ibunya hanya tersenyum-senyum sendiri melihat itu.

__ADS_1


__ADS_2