
“Hmm..!! Apa patriark Dhe juga merasakan jika kita saat ini sedang di tatap oleh seseorang?” Tanya Pin Cang.
Dhe Chi Yuan mengangguk. “Aku merasa saat ini kita sedang di tatap, tapi aku bingung karena di depan kita hanya tembok saja,” jawab Dhe Chi Yuan.
“Hmm..!! Apa dia menggunakan teknik menghilang atau mempunyai artefak yang di bilang hanya rumor,” kata Pin Cang sambil menggerakkan tangannya mengumpulkan energi.
Setelah itu Pin Cang langsung melempar bola energi ke arah yang ia rasa ada seseorang.
Wuss..!!
Duar..!!
Dinding kediaman patriark Pin langsung hancur.
“Apa hanya dugaan kita saja ya?” Tanya Pin Cang dengan santai setelah menghancurkan dinding kediaman kakaknya.
Dhe Chi Yuan hanya mengangkat bahunya, ia juga bingung, tak tahu harus menjawab apa.
Sementara Pin Sang kini memasang wajah jelek, bagaimana tidak, ia baru saja mendekorasi kediamannya dengan hati-hati.
Tapi baru saja ia merasa bahagia karena kediamannya kini baru satu hari jadi langsung hancur oleh Pin Cang.
Dhe Chi Yuan yang menyadari itu tak ingin terlibat, dengan cepat ia pergi tanpa permisi.
Wuss..!!
Melihat Dhe Chi Yuan pergi, Pin Cang mengerutkan wajahnya, setelah itu Pin Cang melirik ke arah kakaknya.
Wajah Pin Cang langsung berubah, tanpa menunggu waktu lama Pin Cang langsung melesat keluar.
“Kurang ajar, jangan lari kau,” teriak Pin Sang meraung marah langsung ikut melesat mengejar adiknya.
***
Sementara Hu Qia kini tetap berdiri di tempat ia pertama kali datang di klan Pin.
Jika Bai An melihat Hu Qia, maka ia akan terkejut luar biasa.
Pasalnya orang yang berdiri bukanlah Hu Qia yang asli, melainkan sebuah energi yang sudah sempurna berbentuk manusia, namun warna energi Hu Qia bewarna perak keputihan.
Sementara energi semesta Bai An belum berubah sempurna.
Pantas saja serangan Pin Cang bisa melewati Hu Qia begitu saja karena Hu Qia itu adalah energi.
Kini Hu Qia asli hanya diam di balik awan.
“Hmm..!! Aku tak menduga jika ada yang bisa merasakan energi surgawi ku,” gumam Hu Qia dengan nada dingin.
“Kembalilah,” kata Hu Qia.
__ADS_1
Energi Hu Qia langsung mengangguk patuh lalu muncul di depan Hu Qia asli.
“Tuan Putri, apa saya perlu menghancurkan klan ini?” Tanya energi Hu Qia.
“Tidak perlu, mereka semua bukan target kita dan juga mereka semua bukan orang jahat, jadi kita lebih baik mengikuti orang itu,” tunjuk Hu Qia ke arah Dhe Chi Yuan di kejauhan.
Energi Hu Qia mengangguk santai.
Wuss..!!
Hu Qia langsung melesat mengikuti Dhe Chi Yuan, sementara Energi Hu Qia kembali masuk kedalam tubuh Hu Qia.
Saat di perjalanan Hu Qia berbicara dengan Energi Surgawinya.
“Jika benar Tuan orang ini adalah Bai An, aku merasa target kita ini adalah orang baik yang cinta akan persaudaraan, terbukti dari ia membimbing semua bahawannya,” kata Hu Qia.
“Hmm..!! Kalau aku terserah Tuan Putri, jika Tuan Putri ingin aku membunuh target, maka aku akan membunuhnya tanpa kita benar atau salah, karena aku hanya akan mengikuti ucapan Tuan Putri,” kata Energi Surgawi dengan nada tegas.
Hu Qia mengangguk santai.
Hu Qia saat ini bimbang, jika benar targetnya ini benar orang baik, maka ia akan merasa bersalah jika membunuhnya, ia teringat dulu pesan ibunnya yang membedakan mana yang benar dan salah, terlebih jangan sampai terjerumus nafsu.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Banyak para prajurit dan tetua langsung membungkuk memberi hormat.
“Salam patriark Dhe,” sapa semua orang.
Dhe Chi Yuan dengan elegan mengangkat tangannya. “Aku sudah bilang jangan pernah membungkuk jika melihatku, karena aku bukan orang gila hormat,” kata Dhe Chi Yuan dengan dingin.
Semua orang langsung mengangguk dengan tubuh berkeringat dingin.
“Ba.. Baik patriark, kami tidak akan mengulangi kesalahan kami lagi,” teriak semua orang dengan sedikit terbata-bata dan berkeringat dingin.
Dhe Chi Yuan mengangguk puas lalu berjalan santai menuju kediamannya.
Tap tap..!!
Saat Dhe Chi Yuan melangkah, tiba-tiba Dhe Chi Yuan berhenti karena mendengar sebuah suara di dalam pikirannya.
“Jangan masuk, ada orang yang mengikutimu,” kata sebuah suara, suara tersebut tak lain adalah Bai An.
Dhe Chi Yuan langsung mengerti maksud dari ucapan Bai An yang melarangnya masuk.
Dhe Chi Yuan kembali berjalan, melainkan ke arah yang berbeda.
Hu Qia yang melihat itu langsung bergumam. “Kita ketahuan, mungkin target kita ini bukan orang lemah seperti yang di ucapkan oleh jendral Hu.”
__ADS_1
Sementara di dalam tubuh Hu Qia, energi surgawi saat ini terdiam cukup lama karena merasa familiar dengan sebuah energi yang cukup jauh dari sini.
“Hmm..!! Apakah mungkin ia kembali bangkit?” Gumam Energi Surgawi dalam hati.
“Tidak mungkin ia kembali bangkit, karena saat kehancuran total seluruh alam semesta dulu, ia ikut hancur, walau aku juga ikut hancur, namun aku berhasil memasuki sedikit inti energiku ke alam kekosongan agar dapat bangkit.” Gumam Energi Surgawi menggelengkan kepalanya.
Dapat terlihat Energi Surgawi berharap jika energi yang di maksud itu benar-benar bangkit, namun ia dapat meyakini itu mustahil.
Sementara di tempat Bai An berada, ia kini menatap tajam ke arah Hu Qia.
“Kenapa aku tidak bisa melihat wajah dan usia orang ini? Aku hanya bisa merasakan, ada di tingkat berapa orang ini,” gumam Bai An bertanya-tanya.
Saat Bai An bergumam, tiba-tiba saja energi semesta di dalam lautan energi jiwa Bai An bergejolak hebat.
“Eeh..!! Ada apa Bai Tan?” Tanya Bai An yang menamai energinya bernama Bai Tan.
Bai Tan langsung muncul, kini Bai An terlihat masih memiliki kulit biru, belum bisa merubah kulitnya menjadi layaknya manusia, dan wajah Bai Tan juga sudah memiliki mata dan hidung layaknya manusia.
Bai Tan menggerakkan tangannya memberi isyarat untuk pergi dari sini.
Bai An mengerutkan keningnya, ia baru kali ini Bai Tan sepanik ini dari tingkahnya.
Bai An mengangguk lalu menyuruh Bai Tan masuk kedalam tubuhnya.
Setelah itu Bai An melesat ke arah selatan sambil mengabari Dhe Chi Yuan.
Baru dua jam Bai An melesat dengan kecepatan penuh.
Bai An merasa ada orang yang mengikutinya.
“Ini bukan orang yang tadi,” gumam Bai An langsung berhenti.
Wuss..!!
Orang berjubah putih muncul di depan Bai An.
Bai An mengerutkan keningnya saat merasakan aura tingkat kultivasi keempat orang di depannya.
“Hmm,, rata-rata mereka berada pada ranah Kaisar Sejati ⭐ 2 Awal, sungguh luar biasa,” gumam Bai An, kemudian tersenyum lebar.
“Dugaanku kalian mungkin bukan berasal dari dunia ini, apakah aku benar?” Tanya Bai An dengan santai.
“Hoho,, kau sungguh cerdas juga anak muda,” kekeh pria paling tua dengan sedikit angkuh.
“Jangan banyak basa basi, langsung saja, kau ingin tunduk dan menjadi bawahan kami atau mati,” kata salah yang paling muda dengan sombong.
Bai An mendengar itu tetap tersenyum lalu mengangkat tangannya menunjukkan 3 jari.
“Aku pilih no 3, yaitu kematian kalian.”
__ADS_1