
“Tunggu dulu...!! Kompensasi ku belum aku dapatkan. Kau tidak boleh bertindak seenaknya.” Kata Bai An mendengus kesal.
Tang Rou langsung tersenyum kecut. Saat mendengar suara Bai An tadi, ia terdengar haus akan harta. Tang Rou cukup bingung melihat Bai An mengumpulkan harta untuk apa? Karena untuk meningkatkan kekuatan saja tidak perlu berlebihan seperti ini. Tapi ia tidak ingin bertanya masalah pribadi orang lain.
Sedangkan yang lain hanya tertawa dalam hati. Melihat Bai An tidak ingin melepaskan hartanya.
Melihat Bai An berjalan.
Xio Dan yang masih belum terlalu paham ceritanya langsung berteriak marah.
“Ka,, kau kau..! Ini gara gara kau. Kau yang sengaja menjebak ku. Benar dialah yang menjebak aku,” Xio Dan menunjuk nunjuk Bai An dan menyalahkannya untuk membela dirinya sendiri.
Tapi saat melihat para prajurit, Jendral dan Walikota Tang Rou diam. Ia kembali berteriak.
“Kenapa kalian diam saja. Cepat tangkap dia, dialah dalangnya.” Xio Dan membentak semua orang dengan nada perintah.
“Cepat kalian tangkap pencuri ini.”
“Oh,, apa hak mu memerintah ku?”
Tang De mengeluarkan auranya yang sudah mencapai Dewa Bumi Puncak.
“Hoek,,”
“Ampun aku salah. Aku salah,” teriak Xio Dan frustasi. Tapi ia melihat para pengawalnya juga tidak bergerak sedikitpun untuk membantunya, hal tersebut membuatnya marah.
“Kalian kurang ajar, aku akan memberitahukan ini kepada Penetua Pertama ayahku. Dengan apa yang kalian lakukan.”
Para pengawal Xio Dan hanya bisa tersenyum kecut. Tentu saja mereka ingin membantu Xio Dan. Tapi tubuh mereka di tekan oleh Bai An sehingga tidak dapat melakukan apapun.
Tapi jika di suruh memilih, maka para pengawal Xio Dan lebih memilih untuk melarikan diri.
Bai An tersenyum melihat Xio Dan mulai tidak waras tersenyum.
Dengan santai ia terus berjalan.
Saat Bai An akan sampai, ia langsung diam saat melihat Xio Dan memandangnya dengan amarah yang memuncak.
“Kau, ini gara gara kau. Kau harus mati.”
“Mati,,”
Xio Dan berlari ke arah Bai An dan langsung mengayunkan tinjunya ke arah wajah Bai An.
Bam..!!
Dengan santai Bai An menangkap tinju Xio Dan.
“Lepas,” bentak Xio Dan semakin marah.
“Kau perlu di kasih sedikit ajaran agar kau bisa lebih lebih pintar ke depannya.”
Setelah mengatakan itu. Bai An melambaikan tangannya bersiap menampar Xio Dan.
__ADS_1
Pak..!!
“Kau beraninya kau menampah Tuan muda ini.”
Pak..!!
“Aku akan membunuhmu,, lepaskan aku jika kau berani,” tantang Xio Dan.
Bai An melepaskannya.
Xio Dan yang di lepaskan tanpa pikir panjang karena terbawa amarah langsung menyerang Bai An dengan membabi buta. Tapi dengan santainya Bai An menghindari serangan demi serangan dari Xio Dan.
Malah Bai An yang selalu memberikan tamparan kepada Xio Dan
Pak..!!
Pak..!!
“Kau jangan beraninya menghidar saja,” teriak Xio Dan dengan kesal.
“Baiklah, pukul aku sekuat tenagamu. Maka aku akan memukulmu juga tanpa energiku.”
“Mati.”
Dengan seluruh energinya di aliri ke tangannya Xio Dan mengayunkan tangannya ke arah wajah Bai An.
Bom..!!
Saat debu hilang. Bai An menyeringai saat tangan Xio Dan masih menempel di keningnya.
“Akkhh,,”
Teriak Xio Dan melihat tangannya remuk akibat Tulang tulangnya hancurnya.
“Kau sangat curang.”
Walau berteriak kesakitan. Xio Dan masih saja berkilah dan menuduh Bai An yang tidak menepati janji.
Merasa kesal Bai An mengeluarkan auranya yang hanya tertuju kepada Xio Dan.
Buk..!!
Xio Dan jatuh merangkak, darah terus keluar dari hidung, mata, telinga dan mulutnya.
Bai An mengeluarkan pisaunya. Dengan santai ia melepaskan satu persatu jari Xio Dan dan merobek kulit luar tangan dan kakinya.
Beberapa menit berlalu.
Wajah Xio Dan kini sudah tidak di kenali, giginya sudah tidak ada yang tersisa.
“Ammpuunn, tuuaann ampiiuunnn.” Ucap Xio Dan, mulutnya berlumuran darah sehingga suaranya tidak terlalu jelas.
Bai An tersenyum bahagia.
__ADS_1
Kemudian Bai An melirik para pengawal Xio Dan. Dengan santai ia mengayunkan tangannya membuat pedang dari energinya lalu melesat ke arah kepala mereka semua.
Jlep..!!
Jlep..!!
Seakan tidak percaya mereka mati begitu cepat. Mata mereka mati melotot ketakutan. Seperti melihat hal yang mengerikan.
Yaps..!! Tidak ada yang menyadari mata Bai An tadi kecuali orang yang ia bunuh tadi. Bai An pun tidak menyadari perubahan matanya saat ia membunuh mereka semua tadi.
Kini semua orang yang menonton hanya bergidik ngeri. Mereka lebih baik melihat orang membunuh jutaan manusia dari pada melihat cara Bai An menyiksa Xio Dan.
“Saudara Long, bawa dia ke kamarmu dan sembuhkan dia.”
Long Yuan langsung muncul lalu menarik Xio Dan seperti menyeret hewan ternak kemudian menghilang.
Semua orang yang tidak mengenal Long Yuan terbelalak kaget. Pasalnya mereka semua merasa Long Yuan itu lebih kuat dari Walikota Tang Rou.
Manager tersebut tersadar ia salah mengambil jalan tadi. Seandainya ia tidak mendukung Xio Dan. Mungkin ia tidak akan ketahuan telah menjadi penghianat.
Manager tersebut melirik Bai An dan Pixiu. “Apa mereka berdua setara dengan orang tadi? Dari mana Walikota Tang mengenalnya?” Gumam Manager tersebut meratapi nasipnya dengan tubuh bergetar.
Saat Manager tersebut bergumam, ia tiba tiba merasakan dingin di belakang lehernya. Saat ia berbalik. Bai An sudah ada di depannya menodongkan tangannya sambil tersenyum seram.
Awalnya Manager tersebut bingung, bercampur ketakutan. Tapi beberapa saat kemudian ia cukup pintar mengetahui maksud Bai An.
Dengan cepat Manager tersebut melepaskan cincin penyimpanannya dari jarinya.
“Ini tuan,” ucap Manager tersebut agak berkeringat dingin.
Bai An mengambilnya, tapi tangannya lagi lagi menodong ke arah Manager tersebut.
“Su sudah tidak ada tuan, di dalam cincin tersebut adalah semua harta milikku selama aku bekerja.” Kata Manager tersebut memberanikan diri untuk berbohong.
“Apa kau tidak sayang nyawa mu? Kau lebih memilih harta atau mati?”, kata Bai An menatap Manager tersebut dengan dingin.
“I ini tuan, jangan bunuh aku. Aku masih mempunyai seorang anak yang masih kecil. Aku tidak ingin ia sengsara. Mohon jangan bunuh aku dan sisakanlah sedikit harta.”
Dengan cepat manager tersebut mengeluarkan seluruh hartanya.
Bai An langsung mengambil semuanya tanpa melirik semua orang yang menjatuhkan air liurnya saat menatap semua cincin penyimpanan yang manager tersebut berikan kepada Bai An.
Tanpa memandang manager tersebut Bai An tertawa bahagia karena mendapatkan harta yang lumayan banyak.
Tapi Bai An tiba tiba berhenti. Hal itu membuat Manager tersebut kembali tegang.
Bai An membalikkan badannya dan berkata. “Kau tidak keberatan bukan? memberikan harta ini sebagai kompensasi karena kau telah mendukung seorang penjahat dan juga kau telah mencoreng nama baikku.”
Bai An melemparkan cincin penyimpanan tingkat rendah yang isinya hanya 2000 kristal tingkat menengah.
“Ya tuan aku tidak keberatan memberikannya kepadamu,” dengan cepat Manager tersebut mengangguk angguk sambil menangkap cincin penyimpanan yang di lempar oleh Bai An.
Bai An berbalik lalu berjalan ke arah Pixiu. lalu mereka berdua berjalan masuk ke dalam Assosiasi Dunia seakan tidak pernah terjadi sesuatu.
__ADS_1