Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Pangeran ke 4 Xiao Lee Tan


__ADS_3

Tiba-tiba Jendral itu merasakan dirinya seperti sedang melayang dan melihat tubuhnya kini sedang berjalan tanpa kepala.


Buukk..


Kepala Jendral tersebut jatuh lalu menggelinding, dapat terlihat jika jendral tersebut seperti sedang terkejut, matanya sedang melotot walau telah mati.


Pangeran ke 4 tidak kalah terkejut, karena jendral tersebut berada pada tingkat Kaisar Awal, kekuatan yang sangat kuat menurut pangeran ke 4, atau bisa di panggil pangeran Xiao Lee Tan.


Mata Xiao Lee Tan, kini membelalak menyaksikan kepala jendral Tu terlepas begitu mudah, ia lalu melirik dua pemuda tersebut. Awalnya ia tak tahu siapa yang membunuh jendral Tu, diantara kedua pemuda tersebut. Namun saat Xiao Lee Tan melihat sebuah pedang dengan darah yang masih menetes. Sedang dibersihkan oleh Bai Luan, lalu memasukkannya ke dalam cincin penyimpanannya.


Gleeekk...


Xiao Lee Tan langsung menelan ludahnya, ia kini tahu jika dua pemuda yang terlihat seperti manusia biasa ini sangat mengerikan. "Pemuda yang membunuh jendral Tu itu, mungkin setara atau lebih kuat dari ayah. Terus bagaimana orang disampingnya, dia terlihat lebih tua. Apakah ia sama kuatnya?" Gumam Xiao Lee Tan.


Bai An dan Bai Luan dapat mendengar Xiao Lee Tan sedang bergumam. Tapi Bai An kini melirik Bai Luan, untuk memberikan penjelasan.


"Guru, aku minta maaf telah membunuh orang itu. Karena aku tidak tahan mendengar ocehan-ocehannya yang hanya omong kosong, dan menghina Guru!" Bai Luan langsung menjelaskan kenapa ia membunuh jendral itu.


Xiao Lee Tan mendengar itu, kini ternganga. Karena alasan kecil seperti itu ia membunuh Jendral Tu.


Gleeekkk...


Tiba-tiba Xiao Lee Tan langsung tersadar saat mendengar pemuda yang lebih muda, memanggil pemuda yang lebih tua dengan sebutan Guru.


"Ya, nanti saja kita bahas itu, bebaskan dulu Pangeran ke 4," ucap Bai An sambil melirik Xiao Lee Tan. Yang kini badannya sedang bergetar.

__ADS_1


Tanpa menjawab, Bai Luan langsung melesat ke arah Xiao Lee Tan untuk membebaskannya. Sedangkan Bai An kini mengeluarkan Api Emasnya untuk membakar jendral tersebut.


Saat Bai An mengeluarkan Api Emasnya, Bai An kini sadar jika ia jarang berinteraksi dengan Api Emas. Itu dikarenakan Api Emas tidak pernah mau membalas semua pertanyaan dari Bai An sehingga ia jarang menggunakannya.


Bai An juga tidak berani mengeluarkannya saat ia masih bersama Ayah dan Shen Bai, ia takut mereka akan curiga, jadi Bai An tetap menyimpannya di dalam tubuhnya.


Dapat terlihat, setelah Api Emas membakar tubuh jendral itu, Api Emas melirik ke arah Bai An, lalu masuk lagi ke dalam tubuh Bai An.


Bai An yang sadar akan hal itu, kini hanya menghela nafas. Ia berpikir, kenapa Api Emas kini sangat dingin kepadanya. Tidak seperti saat mereka pertama kali bertemu.


Api Emas Surgawi sebenarnya tidak dingin atau sombong. Karena Api Emas mempunyai inti jiwa, ia tahu jika sekarang Bai An sedang sibuk menyelamatkan dunianya dari orang dunia luar yang ingin menjajah dunianya. Api Emas tahu kini Bai An telah bertambah kuat, ia bisa saja menambahkan 10% pengetahuan kepada Bai An sekarang, karena itu cukup untuk kekuatannya yang berada di Supreme Being Awal.


Dulu pada saat bertemu, Api Emas hanya memberikan 3% tentang pengetahuan dasar-dasar saja. Namun bagi Bai An itu sudah luar biasa, dan seandainya Bai An tahu jika Api Emas hanya memberikan 3% pengetahuan dasar tentang dunianya saja. Dan itu belum semua yang Bai An ketahui tentang dunianya. Mungkin ia akan malu karena bangga dengan pengetahuan yang diberikan Api Emas kepadanya.


Tidak ada yang tahu mistery apa yang terjadi, mengapa Api Emas memilih Bai An untuk menjadi Tuannya. Dan tidak ada yang mengetahui mengapa Api Emas memiliki banyak pengetahuan tentang seluruh Alam Semesta, karena dulu Api Emas hanyalah inti dari dunia besar yaitu Dunia Surgawi. Namun ia tiba-tiba keluar dari dunia itu dan menghilang karena suatu kejadian, dan kini ia berada didalam tubuh Bai An.


"Guru!" "Senior!"


Sebuah suara bersamaan menyapa Bai An yang sedang melamun mengapa Api Emas sangat dingin. Bai An lalu melirik Bai Luan dan Xiao Lee Tan, lalu mengangguk.


"Pangeran makan ini!" Bai An melambaikan tangannya, mengeluarkan pil pemulih dari cincin penyimpanannya, lalu melemparkan ke arah Xiao Lee Tan. Dengan sigap ia menangkapnya dan tanpa banyak tanya ia memakan pil tersebut untuk menyerap khasiatnya.


"Guru setelah ini kita kemana? aku yakin jika rencana kita menyusup ini tidak berhasil, karena telah membunuh jendral mereka. Itu akan membuat mereka curiga karena jendral mereka belum kembali untuk melapor."


Bai Luan langsung bertanya apa yang akan dilakukan selanjutnya.

__ADS_1


Xiao Lee Tan dapat mendengar itu, walaupun ia sedang memulihkan diri. Setelah memulihkan diri, ia cukup gembira karena pil yang diberikan oleh Bai An kepadanya bisa menutup semua luka-lukanya hingga pulih 99% dan kondisinya kini terlihat seperti sedia kala. Walau kekuatannya belum pulih sepenuhnya, ia tetap senang.


Xiao Lee Tan ingin bertanya tentang pil ini, namun ia sadar akan kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk mengobrol.


"Tuan Muda tenang saja, walau jendral Tu telah mati, tidak akan ada yang terlalu curiga. Karena ia jajaran 20 jendral terlemah yang para pangeran punya." Xiao Lee Tan langsung memberitahu Bai An dan Bai Luan untuk tidak takut jika rencana mereka gagal.


"Ooh Pangeran rupanya banyak tahu rahasia markas pangeran ini?" Bai An melirik Xiao Lee Tan dengan senyum sederhana lalu menambahkan. "Bisakah Pangeran memberitahu kami dimana titik lemah markas ini sehingga memudahkan kami menyelinap masuk?"


"Tuan Muda tenang saja, kebetulan saya cukup pintar dalam hal Tak Tik. Karena saya berbisnis pada bidang perdagangan sumberdaya!"


Mendengar ucapakan Xiao Lee Tan, Bai Luan agak heran. "Apa hubungannya dengan rencana kita saat ini?" Pikir Bai Luan dalam hati.


Sedangkan Bai Luan langsung tersenyum, karena orang yang otaknya selalu berbisnis sangat pintar dalam tak tik dan rencana maupun politik. "Bisakah Pangeran memberitahu apa rencana Pangeran saat ini?" Bai An yang paham langsung bertanya.


Xiao Lee Tan mengangguk, lalu melihat sekeliling yang cukup sepi. "Bisakah kita pindah terlebih dahulu Tuan Muda?"


Sadar akan hal itu Bai An mengangguk lalu mereka bertiga mencari tempat yang lumayan aman untuk mereka membuat rencana selanjutnya.


Setelah mendapat lokasi yang aman, Xiao Lee Tan melirik Bai An dan Bai Luan. "Oh ya Tuan Muda, saya lupa memperkenalkan diri. Nama saya Xiao Lee Tan!"


Mendengar itu Bai An dan Bai Luan sadar lupa memperkenalkan diri mereka tadi.


"Jangan panggil Tuan Muda lagi Pangeran, panggil saja Bai An," balas Bai An sambil berjabat tangan. "Perkenalkan saya Bai Luan, murid dari Guru Bai An!" Bai Luan langsung menjabat tangan Xiao Lee Tan.


Xiao Lee Tan mengangguk. Lalu saat Xiao Lee Tan ingin memberitahu rencananya, tiba-tiba saja sebuah ledakan cukup besar terjadi dan mendengar suara teriakan yang sangat ia kenal.

__ADS_1


Duaaarrrr...


"Anak durhaka, keluar dan lepaskan adikmu!"


__ADS_2