Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Pelelangan II dan Kemarahan Para Ahli Suci


__ADS_3

Ucapan Jing Ling yang bergumam dapat di dengar oleh De Cang dan Hong Chu, ia langsung melirik ke arah ruang mana pandangan Jing Ling mengarah.


“Eehh bukankah yang ada di balik ruangan no 5 itu pria tua dan budak manusia, tapi kenapa aku familiar dengan budak tersebut,” kata De Cang mencoba mengedarkan kesadarannya. Tapi ada dinding yang menghalangi kesadarannya untuk melihat lebih jelas.


“Kenapa saudara De?”, tanya Hong Chu.


“Ahh,, tidak ada,” kata De Cang, lalu bergumam dalam hati. “Kenapa aku merasa seolah ia kakakku yang selama ini aku cari.”


“Apakah benar itu Tuan muda? Tapi kenapa aku merasa tidak yakin, karena Tuan muda tidak bisa mengubah wajahnya,” tanya Hong Chu kepada Jing Ling.


“Heehh..!! Nanti kau akan tahu, Tuan muda itu rubah kecil yang sangat licik.” Kekeh Jing Ling dengan santai.


De Cang dan Hong Chu mengangguk, mereka tahu jika Tuan muda mereka cerdas dan cukup gila akan harta dan sumber daya, tapi itu untuk kebaikan mereka. Walau Tuan muda mereka serakah, tapi ia akan serakah kepada musuh saja. Buktinya, mereka di bagikan secara merata harta dan sumberdaya yang Tuan muda mereka dapatkan.


Sementara kini penawaran semakin memanas, amarah ruangan no 2 dan 3 semakin memuncak kepada Bai An.


“100 kristal Emas,” kata Bai An terkekeh kecil.


“Ka.. Kau, aku bersumpah akan membunuh setelah acara lelang ini selesai,” teriak Iblis berkepala banteng yang berada di ruangan no 3.


“Aku takut sekali, ampuni aku,” teriak Bai An dengan nada mengejek.


Seketika gelak tawa mulai terdengar dari para peserta lelang.


“Tetua, kau lebih baik tenang, semakin kau melawannya bicara semakin amarahmu memuncak, lebih baik tunggu acara lelang selesai,” kata Patriark Klan iblis Banteng.


“Baiklah patriark, terimakasih sarannya. Tapi aku ingin aku sendiri yang membubuhnya, mohon kalian jangan ikut campur,” kata tetua iblis berkepala banteng tersebut.


Di ruangan no 3 ada 4 Iblis Suci dan 5 iblis tingkat tinggi yang tingkat kekuatannya cukup tinggi.


“200 kristal Emas, ini adalah penawaran terahir dariku,” teriak iblis berkepala banteng tersebut.


“250 kristal Emas,” sebuah suara dari ruangan no 2 terdengar santai. Tapi jika di lihat secara jelas, ia juga menyimpan dendam kepada Bai An, mereka sengaja menawar tinggi untuk menjebak Bai An agar menawar lebih tinggi.


“Heeh,, apakah kau sudah kehabisan uang,” kata Elf Suci yang berada di ruang no 2 kepada Bai An.


“Tentu saja masih, 300 kristal Emas,” kata Bai An santai.


“400 kristal Emas,” teriak ruangan no 2 lagi.


“Huh,, baiklah jika Ras Elf sangat menginginkan Material tersebut, aku akan mengalah,” kekeh Bai An.

__ADS_1


“Kau kau, kurang ajar,” teriak suara lembut dari ruangan no 2.


Saat mendengar suara tersebut. Jing Ling seketika berdiri dan menggenggam tangannya hingga berdarah, perasaan benci, marah, semua bercampur aduk di wajah Jing Ling.


Untung De Cang dan Hong Chu dengan cepat menenangkan Jing Ling.


Sementara Bai An melihat kelakuan Jing Ling langsung mengangguk, berarti dia yang mengkhianati dan menjebak Jing Ling dulu.


“Apakah ada penawaran yang lebih tinggi lagi?” Teriak sang Manager kini dengan semangat, karena ia akan mendapat banyak persenan dari Tuannya nanti.


“Jika tidak ada, aku akan menghitung sampai 5 di mulai dari sekarang.”


1...2...3...4...


Lima, tok tok. Terdengar suara palu di pukul oleh sang Manager yang berarti Material Besi Hitam kini sudah menjadi milik ruangan no 2.


“Selamat kepada Elf Suci Tiyun Ji, kami akan mengantar barang milik anda sekarang,” kata sang Manager.


Setelah itu barang kedua yang di lelang kali ini juga cukup memanas.


Pasalnya Bai An menyuruh Gong Tanru melihat siapa pemilik barang tersebut, jika tidak ada kaitannya dengan De Cang, maka Bai An menyuruh Gong Tanru mengunci mulut orang yang ingin menawar dan Bai An menawar dengan harga yang sangat rendah sehingga ia langsung mendapatkannya.


Banyak sekali orang heran dengan kenapa mulut mereka tidak bisa mengeluarkan suara. Sayangnya tidak ada ahli Suci yang ikut menawar di barang kedua dan seterusnya.


Suasana semakin keruh pada barang ke 70 yang di lelang.


“Sialan, siapa yang membuat suaraku tidak keluar saat menawar,” teriak Iblis berkapa banteng.


“Heh, bukankah ini alasanmu saja agar bisa marah?” Kekeh Bai An lalu menambahkan. “Coba aku yang menawar apakah yang kau ucapkan tadi itu benar atau tidak. 100 kristal tingkat tinggi,” kata Bai An dengan santai.


“Tuh kan, suaraku keluar,” kata Bai An dengan suara mengejek.


“Kurang ajar ini pasti ulahmu,” teriak iblis berkepala banteng berusaha menahan amarah.


“Ulahku, apakah kau memiliki bukti?”, tanya Bai An sehingga membuat iblis tersebut diam.


Sementara para ahli suci kini bingung juga, tapi mereka tidak ada yang ingin ikut campur, karena mereka yakin akan ada kejadian berdarah setelah ini.


“101 kristal tingkat tinggi,” teriak Tu Long.


Saat mendengar teriakan itu, semua orang memandang ke arah Iblis berkepala banteng.

__ADS_1


Sadar akan tatapan tersebut, ia langsung mendengus dan berteriak ingin menawar. Tapi suaranya sama sekali tidak keluar.


Hal itu membuatnya menahan amarah yang semakin tinggi kepada Bai An, karena ia yakin jika ini ulahnya.


Setelah itu pemenang barang lelang ke 70 jatuh kepada Tu Long.


Kini para bawahan Bai An tahu jika orang yang ada di balik ruangan no 5 itu adalah Tuan muda mereka, walau mereka tidak di beritahu dan segel budak terkunci, tapi dari gelagat dan tingkah orang di ruangan no 5 itu meyakini mereka jika itu Tuan muda mereka, walau belum yakin 100%.


Acara lelang terus berlanjut hingga acara puncaknya, yaitu arak legendaris. Lelang Naga dan Phoenix juga rencananya akan mengadakan lelang 2 tahap dan ini masih tahap pertama, untuk tahap kedua akan di adakan besok, sehingga arak yang akan di lelang kali ini 10 botol pil yang berisi arak.


“Baiklah, ini yang kalian tunggu-tunggu yaitu arak legendaris,” teriak Sang Manager kini membuka nampan yang di tutup oleh kain.


Saat melihat botol kecil tersebut salah satu ahli suci dari bangsa monster langsung bertanya.


“Apakah itu benar botol pil ini berisi arak? Siapa tahu kalian membohongi kami.”


Mendengar itu sang manager sama sekali tidak tersinggung.


Ia lalu membuka salah satu tutup botol tersebut.


Saat membuka tutup botolnya, aroma arak langsung menyebar ke seluruh ruangan selama beberapa detik.


Hening..


Hening..


Woahh..!!!


“Ini benar arak legendaris, saat mencium aromanya tubuhku seketika segar dan pikiranku langsung tenang di tambah lagi aku merasakan ada energi unik dari arak tersebut. Benar-benar arak legendaris,” teriak salah satu pedagang kaya dari Ras Dark Elf di lantai dua.


Suasana seketika gaduh.


Orang-orang yang berada di ruangan VIP juga kini bersemangat ingin mendapatkannya.


Sementara ada juga keserakahan muncul dari ahli suci bila tidak mendapatkannya saat penawaran nanti.


Sang Manager juga membiarkan semua orang ribut.


Sementara Bai An kini sedang sibuk menghitung barang-barang lelang yang ia dapat. Dan rencananya akan di lelang lagi besok dengan harga yang jauh lebih mahal.


Zi Yiu yang di samping Bai An dari tadi diam kini mulai bertanya. “Tuan, untuk apa barang-barang yang banyak ini? Aku yakin Tuan tidak mungkin menggunakan semuanya bukan?”

__ADS_1


“Tentu saja untuk di jual lagi dengan harga mahal, tapi aku lebih penasaran dengan asal usulmu, apakah kau tidak ingin bercerita?”


__ADS_2