Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Mencari pengintip


__ADS_3

Bai An langsung kabur melalui atap yang berlubang.


Saat Xi Xing ingin mengejarnya, ia tiba-tiba berhenti, karena pakaiannya masih pakaian terbuka. Jadi ia langsung diam dan mengenakan pakaian yang lebih layak lalu keluar dari sana dengan wajah merah karena meredam amarah.


Sedangkan Bai An lari dari atap ke atap hingga ia melihat gang yang terlihat sepi.


Wuuss,,


“Untung bisa kabur,” gumam Bai An mengusap-usap dadanya, lalu berjalan keluar dari gang sempit yang terlihat sepi.


Saat keluar, Bai An melihat banyak sekali orang berlalu lalang, kebanyakan dari mereka adalah kultivator dan beragam kekuatan, dari Tryant hingga tingkat Dewa yang membuat Bai An kagum.


Bai An juga melihat orang-orang yang terbang, kebanyakan orang yang terbang ia lihat True God ke atas.


“Hmm, aku mulai dari mana ya?” gumam Bai An melihat sekeliling, hingga matanya tertuju ke arah kedai yang ramai pengunjung, melihat kedai tersebut. Bai An pun langsung melangkah kesana.


Tap,,


Tap,,


Saat Bai An masuk, tidak ada seseorang pun yang curiga atau melirik dirinya, hal itu membuat Bai An menghela nafas lega.


Bai An kemudian melihat tempat kosong, sampai matanya tertuju ke arah laki-laki tampan seorang diri yang terlihat seperti manusia biasa, namun Bai An dapat melihat kekuatan laki-laki tampan tersebut jauh lebih kuat dari dirinya.


Tap,,


Tap,,


“Halo teman, apakah saya boleh ikut duduk disini?” tanya Bai An dengan sopan.


Laki-laki itu melirik Bai An dengan tatapan malas, “Silahkan, kursi ini bukan milik ku.” Suara laki-laki tersebut lebih malas lagi.


Bai An langsung tersenyum saat mendengar tanggapan dari laki-laki tersebut, “Perkenalkan teman, nama ku An An," Bai An langsung memperkenalkan dirinya dengan sopan.


Laki-laki itu cukup heran dengan sikap Bai An yang dari tadi selalu sopan, saat ia ingin bicara, seorang pelayan laki-laki paruh baya datang menuju meja mereka.

__ADS_1


“Tuan, Tuan Muda sekalian, kalian ingin pesan apa?” tanya pelayan tersebut.


Saat mendengar suara serak kakek yang menjadi pelayan tersebut Bai An tiba-tiba menjadi sadar, ia sadar tidak mengetahui apa mata uang di tempatnya ini.


Bai An kemudian melihat sekelilingnya dan melihat jika disini menggunakan mata uang koin emas, ia kemudian berkata, “Yang ada apa saja kek?”


“Hmm,, ini hanya kedai kecil, adanya hanya ayam bakar, dan arak saja,” ucap kakek tersebut.


Bai An mengangguk, “Pesan 2 arak dan 2 ayam bakar untuk ku dan teman ku ini,” kata Bai An yang di jawab anggukan oleh kakek tersebut.


laki-laki yang di sampingnya hanya mengerutkan keningnya saja, “Apa mau mu sebenarnya?” tanya laki-laki tersebut.


“Perkenalkan dulu nama mu teman, itu tidak baik loh,” jawab Bai An tersenyum.


Laki-laki itu mendengus, “Nama ku Shin,” jawab Shin datar.


Bai An mengangguk-angguk, “Aku melihat kau orang baik Shin, jadi aku hanya ingin berteman dengan mu,” kata Bai An santai.


Shin diam tak menjawab, ia sebenarnya agak curiga, tak lama kemudian kakek tersebut datang membawa 2 ayam bakar dan 2 tong kecil arak.


Bai An hanya mengangguk dan melihat ke arah Shin yang sudah makan terlebih dahulu dengan asik dan acuh.


Bai An yang melihat kelakuan Shin hanya tersenyum pahit.


Baru beberapa menit ia makan bersama Shin, Bai An sudah mendengar gosip, penjaga kota sedang bekerja sama dengan Klan Xi untuk mencari seorang yang mengintip Nona Muda Xi Xing saat sedang mandi.


Banyak sekali orang-orang yang sedang makan di sebelah Bai An menggosipi hal tersebut.


Bai An hanya tersenyum pahit saat mendengar itu dan mulai berpikir bagaimana caranya untuk melarikan diri, walau ia telah berjanji untuk bertanggung jawab, dan di paksa oleh Mu Xia'er untuk bertanggung jawab. Bai An saat ini masih tidak ingin mengurus percintaan, ia masih ingin pokus meningkatkan kekuatannya dan menjaga orang-orang yang ada di sekitarnya.


Bai An juga sudah pernah berjanji akan tetap bersama Mu Xia'er dan Yue'er, walau ia dan Yue'er belum ada kepastian sampai saat ini dan Xia'er juga bilang dulu, jika ia dan Yue'er tidak akan bisa bersama karena ada sesuatu yang Bai An tidak ketahui, karena Mu Xia'er tidak mau memberitahukan ini.


Melihat gerak gerik Bai An yang ada rasa khawatir dan panik, Shin langsung tersenyum menyeringai, “Oh, aku tahu mengapa kau mendekatiku, apa kau pikir, aku mau menunjukkan jalan keluar dari kota ini, aku tidak akan mau jika bayarannya kecil,” Shin salah menangkap maksut dari Bai An saat mendekatinya.


Bai An yang mendengar itu langsung bingung, namun tak lama kemudian ia langsung tersenyum cerah, ia merasa iseng mendekati Shin, ternyata orang yang Bai An dekati ini cukup mengenal kota ini, hal itulah yang membuat Bai An tersenyum cerah.

__ADS_1


“Berapa yang kau mau, asal aku bisa keluar dari sini?” tanya Bai An memandang serius ke arah Shin.


Baru saja Shin ingin menjawab.


Braak,,


Semuanya berdiri dan berbaris dengan teratur, kami tidak akan menyakiti orang yang tidak bersangkutan dan akan mengganti rugi atas menganggu kalian yang sedang makan, “Teriak penjaga tersebut dengan cukup sopan sambil memukul meja, agar semua orang memandang ke arahnya.


Para penjaga klan Xi bersama penjaga kota langsung berjalan memeriksa semua orang dan pada saat Bai An di periksa, penjaga tersebut lewat begitu saja, hal itu membuatnya heran.


Tapi pemimpin yang bertugas untuk memeriksa kedai tersebut agak curiga dengan Bai An, karena ia dapat merasa ada kemiripan dengan auranya. Tapi ia mendengar dari Nona Muda Xi Xing yang berkata wajah orang tersebut sangat jelek, jadi tidak mungkin itu Bai An yang wajahnya sangat tampan.


Mereka semua berlalu pergi.


Bai An langsung menghela nafas lega, sedangkan Shin berpikir aneh, ia mengira Bai An akan di tangkap, tapi itu bukan urusannya, jadi ia meneruskan minum araknya, mumpung gratis.


***


Flashback,,


Saat Xi Xing keluar dengan wajah merah padam karena marah, ayahnya yang menjadi patriark atau pemimpin Klan Xi langsung datang dan bertanya.


“Ada apa Xing'er, kenapa kau marah?”


Xi Xing langsung menunduk dengan wajah sedih dan berkata dengan nada sedih, “Tadi ada orang yang mengintip aku sedang mandi ayah, tapi ia berhasil kabur.”


Aura Patriark Xi langsung naik, namun ia langsung langsung menariknya, karena tidak ada gunanya marah di tempat.


“Bagaimana rupanya? usianya? apa kau kenal orangnya? agar ayah membunuhnya, jika ia adalah jenuis dari Sekte sekalipun, ayah akan meminta keadilan,” geram Patriark Xi yang bernama Xi Xiang.


Xi Xing langsung diam, jika ia memberitahukan ini kepada ayahnya, maka pemuda tersebut pasti akan mati, ia langsung menggeleng, “Aku tidak tahu ayah, ia menutup mukanya dengan tudung yang berjubah, dari suaranya ia juga sudah tua dan aku melihat sekilas wajahnya sangat jelek, seperti hancur,” ucap Xi Xing sengaja berbohong.


Xi Xiang meneliti putrinya dengan seksama, kemudian ia mengangguk.


“Cari orang yang di sebutkan oleh putriku,” kata Xi Xiang, tak lama keluar sekelebat bayangan dari tubuh Xi Xiang dan pergi menjauh.

__ADS_1


Flashback And,,


__ADS_2