
Setelah menjelaskan berbagai hal tentang kultivasi kepada Fang Liu, kini Bai An menyuruh Fang Liu berdiri di atas pohon yang dahannya lumayan besar untuk bediri dengan satu kaki dan di atas pundaknya terdapat ranting pohon yang seukuran kepalan tangan yang mana sebelah kiri kanannya terdapat wadah berisi air yang mana Fang Liu di suruh berlatih menyeimbangkan diri.
"Guru, berarti jika aku menjatuhkan air ini sedikit saja maka aku akan dihukum?" tanya Fang Liu yang kini sedang berdiri di atas dahan pohon berusaha untuk tetap fokus berdiri walau ia merasa ingin jatuh, namun Fang Liu terlihat berusaha untuk tidak jatuh dan tetap menjaga air agar tidak tumpah.
"Hmm ini akan terus berlanjut selama 2 minggu atau bahkan sebulan, tapi jika kau benar-benar paham metode latihan yang guru latih ini maka dalam beberapa hari mungkin kau sudah bisa menyelesaikan metode yang guru latih," ucap Bai An menjelaskan dan ia tidak memberitahu tentang hukuman apapun. Karena Bai An memang tidak ingin menghukum Fang Liu.
Mata Fang Liu langsung cerah dan menjadi bersemangat, "Baik Guru Liu'er tidak akan mengecewakan Guru!" ucap Fang Liu dengan nada bersemangat.
Bai An mengangguk dan hendak bicara kepada Lin'er namun ia urungkan saat mendapat pesan dari Long Yuan. Bai An hanya mengangguk-angguk saat mendengar pesan suara dari Long Yuan.
Setelah mendapat pesan, Bai Luan langsung bertanya yang dari tadi cukup penasaran namun tidak berani mengganggu Bai An, "Guru apakah itu pesan dari para Senior?"
Mendengar pertanyaan dari Bai Luan. Bai An melirik Bai Luan dan mengangguk dan berkata, "Kita akan percepat rencana untuk melawan orang berjubah hitam. Saudara Long Yuan telah mendapat informasi dimana markas mereka!"
Bai Luan dan Lin'er langsung bersemangat saat mendengar itu. Namun Lin'er langsung murung saat mendengar ucapakan dari Bai An.
"Lin'er kau tidak akan ikut kali ini karena aku menugaskanmu untuk menjaga Liu'er dan melatihnya untuk sementara serta jika sudah selesai ganti lagi metode pelatihannya dan Paman Gurumu ini meminta tolong kepadamu jadi jangan menolak."
Mendengar itu Lin'er langsung lesu dan tidak ada gairah pada dirinya sendiri, Lin'er mengangguk, "Baik Paman Guru!" terdengar ucapan Lin'er sangat kecil.
__ADS_1
Bai Luan yang mendengar itu juga tidak bisa apa-apa dan mencoba untuk menghibur Lin'er namun Bai An melarangnya, "Jangan Luan'er nanti guru sendiri yang akan memberitahunya sesuatu yang akan membuatnya semangat kembali!"
Mendengar itu Bai Luan cukup penasaran. Namun ia tidak ingin bertanya karena jika Lin'er kembali bersemangat itu sudah cukup untuknya.
"Lin'er apa kau benar-benar mencintai Luan'er, jika kau benar-benar mencintainya jangan buat ia kecewa karena kelakuanmu ini dan saat umurmu sudah mencukupi aku sendiri yang akan menikahkan kalian berdua. Walaupun Luan'er belum siap sekalipun," ucap Bai An lewat telepati.
Mendengar suara Bai An lewat telepati, awalnya Shen Linlin agak kaget. Namun saat mendengar kata-kata terahir Shen Linlin langsung membara dan dapat terlihat kalau pribadi bar-barnya keluar.
"He he paman Guru tenang saja, mulai sekarang Lin'er akan melatih Liu'er dengan keras agar tidak mengecewakanmu saat kau kembali paman Guru!" Ucap Lin'er tiba-tiba dengan mata yang bersinar-sinar, lalu Lin'er melirik Bai Luan dengan cengengesan, " Luan Gege saat kau bersama paman Guru, jangan pernah mendekati wanita lain, jika aku dengar itu maka hmmm!" Ucap Lin'er memegang tangan kecilnya sambil menggengamnya dengan nada ancaman.
Bai Luan yang mendengar itu dengan cepat mengangguk patuh dengan tubuh gemetar campur keringat terus bercucuran di dahinya. "Kau tenang saja Lin'er jika itu terjadi bukan kau yang menghajarku namun Guru juga pasti akan melarang."
Setelah mereka membuat acara makan-makan untuk perpisahan sementara, dan Bai An, Bai Luan, Lin'er kini merasa risih karena mendengar teriakan Liu'er yang minta ayam bakar dan itu terus berulang kali.
Saat Bai An menyuruh Bai Luan untuk menjemput Fang Liu, Fang Liu langsung bersemangat karena ia dapat mendengar suara Bai An. Kini mereka berempat makan ayam bakar dan yang paling banyak makan adalah Fang Liu, awalnya Lin'er ingin mengajarinya sedikit sopan santun, namun Bai An melarangnya dan membiarkan Fang Liu begini untuk sementara dan nanti saja saat Bai An sudah pergi bersama Bai Luan baru Lin'er mendidiknya. Lin'er langsung tersenyum yang sedikit menyeramkan, hal itu membuat Bai Luan merinding saat melihat senyum dari Lin'er.
Sedangkan untuk Bai An hanya tersenyum melihat kelakuan mereka, terutama Fang Liu yang kini selalu banyak tanya dan tidak pernah putus bicara.
30 menit telah berlalu dan Fang Liu kembali berlatih dengan semangat tanpa mengeluh sedikitpun, karena Bai An terus menyemangatinya dan memberi dorongan.
__ADS_1
"Lin'er jika Saudara Pixiu dan Huang Feng telah selesai berkultivasi beritahu mereka apa yang aku telah ucapkan tadi ya ingat jangan lupa itu!"
"Baik paman Guru tenang saja, semua akan beres pokonya dan juga paman Guru ingat jangan lupakan janjimu dan jangan ingkar ya. "Balas Lin'er yang kini sedang memeluk tangan kanan Bai Luan.
Bai Luan entah kenapa tiba-tiba merasa merinding saat mendengar pembicaraan Bai An dan Shen Linlin dan Bai Luan kini seperti orang bodoh yang terus menatap Bai An dan Shen Linlin secara bergantian. Seperti ingin meminta penjelasan namun ia hanya bisa tersenyum pahit karena tidak ada yang mau memberitahunya.
Cukup lama mereka bercengkrama padahal hanya perpisahan sementara. Setelah itu Bai An langsung melesat dengan Bai Luan yang kini berada disampingnya menuju arah tertentu.
Shen Linlin kini menyeringai ke arah Fang Liu dan bergumam, "Setelah metode latihan ini selesai aku akan mengajarimu apa itu tata krama."
Setelah berguman Shen Linlin langsung mencari tempat yang nyaman untuknya berkultivasi sambil mengawasi Fang Liu.
"Ingin mengajari tata krama namun aku sendiri tidak pernah mau diajar seperti itu." Gumam Shen Linlin cekikikan sendiri.
***
Kini Bai An terus melesat dengan kecepatan sedang bersama Bai Luan, "Guru, apakah kita akan ketempat pangeran pertama dan langsung membunuh mereka semua atau bagaimana?" tanya Bai Luan.
"Kita akan menyusup terlebih dulu dan mencari tahu apakah ada orang berjubah hitam atau tidak," balas Bai An, Bai Luan langsung mengangguk saat mendengar itu dan tidak bertanya lagi, karena ia pasti akan tahu apa rencana Bai An nantinya.
__ADS_1