Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Mengikuti Seorang Rubah


__ADS_3

Seketika semua orang berhenti, seolah waktu telah berhenti. Namun ini bukan karena Duan Du menghentikan waktu.


Melainkan Duan Du hanya menggunakan auranya saja untuk menekan semua orang yang ada di restaurant.


Hal tersebut membuat orang-orang berpikir jika waktu telah terhenti.


Tapi pikiran mereka itu langsung sirna saat melihat Duan Du berjalan dengan santai ke arah Tuan muda dari klan We tersebut.


“Hmm..!! Sebenarnya aku ingin memanfaatkanmu, terlebih target kami adalah Kaisar Dewa Api. Tapi karena kau sangat menginginkan kematian, maka aku akan mewujudkannya,” kata Duan Du dengan nada dingin.


Tangan Duan Du langsung terayun dua kali membentik tanda silang.


Ceash..!!


Kedua tangan Tuan muda tersebut langsung terjatuh, bersamaan dengan para pengikut Tuan muda We mati dengan tubuh tidak utuh.


Semua orang yang hanya menjadi penonton langsung membeku.


Tak lama suara teriakan langsung terdengar, suara itu tak lain dari pelayan yang Duan Du bantu.


“Akhhh,, ada pembunuhan, tolong,” setelah berteriak, pelayan tersebut langsung melarikan diri keluar.


Duan Du hanya terkekeh. “Ingin menipu ku, walau kau seorang wanita sekalipun, aku tak akan segan mencincang tubuhmu,” kata Duan Du melalui telepati.


Ternyata ini hanya jebakan dari Tuan muda klan We dan wanita yang pura-pura jadi pelayan, mereka sering melakukan ini, sang wanita sengaja meminta tolong hingga ada yang mau menolong.


Tapi itu adalah jebakan, saat orang yang membantu di ajak oleh pelayan pergi ke tempat yang sepi, Tuan muda klan We datang merampas maupun membunuh mereka.


Tapi jika itu adalah orang miskin, maka Tuan muda We langsung menghajarnya di restaurant.


Saat ini Tuan muda klan We tertegun, tak lama ia berteriak kesakitan.


“Akhh..!! Kurang ajar, berani sekali kau menyentuh Tuan muda ini, cepat bersujud lalu potong kaki tanganmu maka aku akan memaafkanmu,” teriak Tuan muda klan We menatap tajam ke arah Duan Du.


Duan Du mengerutkan keningnya karena tidak paham kondisi, saat ini Duan Du sudah menang dan Tuan muda We kalah, tapi tetap saja Tuan muda We arogan.


“Cepat laksanakan atau aku akan mengirim pesan kepada semua anggota klan We untuk memburumu, setelah kau tertangkap maka aku akan mencincangmu hidup-hidup,” teriak Tuan muda We tidak sabaran.

__ADS_1


Duan Du seketika mendengus. “Pahamilah kondisimu, dan juga kau kira aku takut dengan klan We mu, bahkan Kaisar Dewa Api turun tangan pun aku akan mencincangnya,” kata Duan Du sambil melemparkan jarum energi ke kening Tuan muda We.


Jlep..!!


Tuan muda klan We membuka matanya lebar-lebar sambil melihat dirinya terjatuh Tuan muda klan We mencoba mempertahankan kakinya agar tidak terjatuh.


Namun bagaimanapun Tuan muda klan We berusaha, ia tetap terjauh.


Bruk..!!


Dalam keadaan tidak percaya ia kini mati, tentu saja Tuan muda Klan We tidak percaya, karena klan We adalah penguasa Alam Dewa Emas dan di takuti sehingga membuat ia berbuat semauanya. Tapi ia bertemu dengan orang yang salah hari ini hingga kematian menjemputnya.


Setelah itu pandangan Duan Du kini mengarah ke arah Bai An. “Bagaimana, apa kita harus menghancurkannya sekarang atau kita bermain-main lebih dulu kak?” Tanya Duan Du.


“Kita ikuti saja dulu wanita tadi, aku yakin wanita ini sedikit licik,” kata Bai An.


Duan Du, Tu Long, dan Hong Ti langsung mengangguk, mereka semua kemudian menghilang.


Orang-orang yang melihat Duan Du menghilang terkejut luar biasa, hingga salah satu dari mereka yang melihat kejadian langsung pergi dengan tergesa-gesa.


Tak sampai 10 menit, berita tentang Duan Du membantai habis pengikut Tuan muda We Fang beserta membunuh We Fang dengan tubuh tak utuh seketika menyebar dengan cepat.


Saat ini Bai An dan yang lainnya sedang duduk sambil mengawasi wanita yang menyamar jadi pelayan.


Terlihat gerak gerik wanita tersebut cukup khawatir, ia melihat kiri kanan seolah menunggu sesuatu.


Tap tap..!!


Tak lama kemudian, seorang pemuda berjalan dengan banyak pengikut di belakangnya.


Saar pemuda itu melihat wanita yang menyamar jadi pelayan, pemuda tersebut langsung tersenyum lebar.


“Hehe,, Che Yin, aku tak menduga kau begitu cepat menjalankan perintahku dalam membunuh adik ku yang paling lemah itu,” kekeh pemuda tersebut langsung duduk di samping wanita tersebut sambil mengelus dagu Che Yin.


“Hehe,, tentu saja aku bisa melakukannya dengan mudah, tapi,” kata Che Yin terhenti.


“Tapi apa?” Tanya pemuda tersebut.

__ADS_1


“Tapi aku takut jika pemuda itu mencari ku, karena aku menyadari jika pemuda tersebut tahu aku menjebaknya,” kata Che Yin.


“Ohh itu, kau tak perlu takut karena mulai saat ini kau akan selalu berada di sisiku, jadi tidak akan ada orang yang berani menyentuhmu,” kata pemuda tersebut dengan percaya diri.


Che Yin langsung tersenyum, dengan cepat Che Yin memeluk pemuda yang bernama We Lian.


Tak jauh dari tempat Che Yin dan We Lian duduk, saat ini Bai An dan Duan Du tersenyum kecil.


“Ternyata seekor rubah, wanita ini sungguh pintar,” kata Duan Du.


“Hmm..!! Tapi wanita itu belum menunjukkannya, mungkin sifat rubahnya akan keluar saat ia di bawa ke klan We oleh pemuda itu,” sambung Bai An.


“Jadi, apakah kita akan terus mengikutinya? Akan lebih baik kita bantai saja mereka,” kata Tu Long merasa bosan.


“Diam,, kau tak mengerti namanya kecerdasan dan kelicikan itu sangat menarik untuk di tonton,” kata Bai An dan Duan Du membentak Tu Long.


Tu Long langsung tersenyum kecut, ia kini diam sambil melirik ke arah Hong Ti yang asik makan ayam goreng.


“Hei,, apakah kau tidak pernah makan ayam? Sampai-sampai ayam segitu banyaknya kau habiskan sendiri tanpa menyisakan kami,” dengus Tu Long sambil melotot ke arah Hong Ti.


“Ukkh,, sialan, dia yang di marah, kenapa malah melampiaskannya ke aku karena kesal,” dengus Hong Ti dalam hati.


Saat Hong Ti ingin menjawab, Bai An dan Duan Du bangkit dari tempat duduknya.


“Hehe,, Tuan Tu Long, nanti saja jawabannya, karena saat ini kita harus mengejar Tuan Besar dan Tuan muda,” kekeh Hong Ti sambil melesat mengejar Bai An dan Duan Du.


Tu Long seketika memasang wajah jelek sambil melesat Tu Long bergumam. “Aku akan menghajarmu nanti, lihat saja.”


Wuss..!!


Tap tap..!!


Bai An, Duan Du, Tu Long dan Hong Ti saat ini berjalan santai di kediaman klan We.


Mereka berempat menyamar menggunakan baju klan We, terlebih seragam yang mereka kenakan adalah baju para tetua, hal itu membuat tidak ada murid-murid klan We berani mendekat.


Tidak jauh dari tempat Bai An dan yang lainnya berdiri, kini Che Yin berjalan seorang diri ke sebuah kediaman yang cukup besar.

__ADS_1


Melihat kediaman tersebut, Che Yin seketika mengeluarkan senyum rubahnya, lalu ia berjalan masuk kedalam.


Tap tap..!!


__ADS_2