Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Bai En Vs Mo Lor


__ADS_3

Tu Long, Lang Zai dan Pixiu yang mendengar itu langsung bersemangat.


Mereka kini sudah tidak sabar bertarung melawan orang-orang kuat seperti yang di bicarakan Bai En tadi, walau kecil kemungkinan mereka untuk menang, tidak membuat nyali merek surut, malah sebaliknya kini mereka ingin maju paling depan.


Terlebih Tu Long, matanya menyala-nyala menatap Bai An.


Bai An yang melihat itu langsung berkata. “Kau jangan langsung tumbang ya, aku takut setelah sampai di sana nanti, kaulah yang pertama kali tumbang.”


Seketika semua orang tertawa termasuk Tu Long, ia yang paling keras tertawa mendengar ejekan Bai An.


Dengan segera Tu Long membalas.


“Kau tenang saja Tuan muda, mulai saat ini akulah yang menjadi dinding terkuatmu, jika ada yang menyerang diam-diam maka aku akan langsung membantai mereka, hahaha.” Tu Long menepuk dadanya dengan bangga sambil terus tertawa keras.


Bai An dan para saudara langsung menggeleng.


Tanpa menunggu lama, mereka langsung melesat ke arah Faksi Emas, mereka melesat dengan santai.


Saat di perjalanan Bai An langsung memberikan tahu rencananya kepada semua orang.


Bai En bersama Lang Zai bertugas kesana untuk melihat kekuatan musuh sedail mungkin.


Tu Long dan Pixiu mencoba untuk memancing keributan, Bai An, Gi Lian menunggu sinyal untuk bertarung.


Sementara Tu Kul tidak di izinkan ikut oleh Bai An.


Tap tap..!! Setelah tidak jauh dari Faksi Emas, Bai En dan Lang Zai langsung melesat masuk.


“Tunggu, tanda pengenal kalian mana?” Teriak penjaga bertanya.


Bai En dan Lang Zai langsung berhenti lalu Bai En dengan santai mengeluarkan tanda pengenal komandan tertinggi, di bawah ketua.


Dengan cepat penjaga tersebut berlutut sambil menahan kakinya yang kini terus bergetar tanpa henti.


“Ko.. Komandan, maafkan saya karena menghentikan anda,” kata penjaga tersebut terbata-bata.


Saat Bai En ingin mengatakan sesuatu, Lang Zai langsung mengayunkan pedangnya.


Crash..!!


Buk..!!


Kepala penjaga tersebut langsung terjatuh dengan mata melotot, Lang Zai dengan santai berjalan ke arah mayat penjaga tersebut lalu mengambil sesuatu.


Bai En yang ternganga dari tadi kini langsung tersadar saat ia melihat mayat tanpa kepala.


“Lang,” belum selesai Bai En ingin mengatakan sesuatu, ia langsung diam saat merasakan beberapa mata dengan aura membunuh yang pekat mengintai mereka dari kejauhan.


“Hmm..!! Rupanya identitasku sebagai penyusup telah terbongkar,” gumam Bai En lalu melirik ke arah Lang Zai sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Lang Zai langsung mengeluarkan batu lalu menghancurkannya.


Batu itu adalah sebuah sinyal darurat yang Pixiu dapatkan dulu lalu Pixiu memberikan batu tersebut ke masing-masing orang dengan darah mereka semua di gabungkan lalu di teteskan maka jika batu tersebut hancur, yang lainnya pasti akan menyadarinya dari darah mereka yang terasa mendidih.


Tu Long dan Pixiu yang baru saja ingin membuat keributan langsung mendengus kesal, sementara Bai An, Gi Lian dan Tu Kul yang mengikuti Tu Long dan Pixiu dari jauh hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Dengan cepat ia muncul di samping Tu Long dan Pixiu.


“Ayo kita kesana, jika Lang Zai memecahkan batu akik ini, maka ini adalah pertarungan yang sebenarnya,” kata Bai An.


Tanpa menunggu reaksi mereka, Bai An langsung melesat ke arah Faksi Emas.


Wuss..!!


Saat Bai An muncul, ia melihat jika kakaknya dan Lang Zai masih berdiri santai di depan mayat dan Bai An melihat banyak sekali musuh bersembunyi, mereka belum bergerak karena sepertinya sedang menunggu intruksi dari seseorang.


Wuss wuss wuss..!!


Tak lama Pixiu, Tu Long, Gi Lian datang, untuk Tu Kul ia hanya melihat dari kejauhan.


Tap tap..!!


“Heh,, kenapa belum di mulai?” Tanya Tu Long, tak lama ia langsung tersenyum. “Jika belum di mulai maka aku akan memulai terlebih dahulu.”


Tanpa menunggu respon dari yang lain, Tu Long langsung terbang.


Provokasi Tu Long tidak di respon, walau banyak yang pingsan bahkan mati dari mereka, tapi mereka tetap tidak keluar.


Tu Long langsung mendengus.


“Jika kalian tidak keluar maka aku akan membuat kalian keluar dari sarang kalian,” kata Bai An mengayunkan cakarnya.


Sebuah cakar energi langsung melesat ke arah bangunan cukup besar.


Duar..!!


Tu Long semakin mengerut saat melihat masih tidak ada yang mau keluar.


Sementara Bai An terkekeh melihat itu. “Ilusi mereka sempat membuatku teralihkan, jika Tu Long tidak menyerang, mungkin aku tidak akan tahu jika mata-mata dengan aura membunuh ini hanyalah ilusi,” kata Bai An terkekeh kecil.


Saat Bai An ingin maju, Bai En lebih dulu memegang pundak adiknya.


“Biarkan aku yang menghancurkan ilusi mainan ini,” kata Bai En melesat dan berhenti di samping Tu Long.


“Tunggu di sini,” kata Bai En.


Ia lalu melesat ke arah dinding ilusi sambil mengayunkan tangannya.


Tak lama keluar beberapa belati yang di selimuti energi yang sangat kuat.

__ADS_1


Wuss..!!


Krak krak..!!


Duar..!!


Setelah menghancurkan ilusi tersebut, barulah Bai En melihat ratusan ribu anggota Faksi Emas menunggu disana, terlihat mereka telah siap seperti menunggu kedatangan kelompok Bai An.


Tu Long langsung maju bersama Gi Lian, Lang Zai dan Pixiu setelah melihat banyak sekali musuh di depan mereka.


Mereka terlihat semakin bersemangat.


“Haha,, inilah yang aku cari-cari, menemukan musuh yang sepadan denganku,” tawa Tu Long langsung menggema di area tersebut.


Tu Long langsung mengayunkan cakarnya dengan beringas.


Saat Tu Long ingin mengayunkan cakarnya, sebuah tangan melesat ingin memukul kepala Tu Long.


Tu Long yang melihat itu biasa-biasa saja karena tahu akan ada yang menghentikan orang tersebut.


Dugaan Tu Long benar, dengan cepat Bai En melempar beberapa belatinya.


“Kau adalah lawanku Mo Lor,” kata Bai En dengan dingin, Mo Lor adalah pemimpin tertinggi Faksi Emas.


Kekuatannya saat ini berada di tingkat Dewa Raja Rendah ⭐ 1 Puncak, walau begitu, kekuatan di setiap tingkatan Bintang awal dan menengah sangat jauh, apalagi Mo Lor ada di bintang 1 puncak.


Mo Lor menyipitkan matanya saat melihat Bai En, tak lama ia terkekeh kecil.


“Kaulah yang di cari-cari oleh Tuan Ling,” kata Mo Lor langsung melesat maju mengayunkan tinjunya ke arah Bai En.


Bai En tak mau kalah, ia langsung melemparkan belatinya.


Bam..!!


Saat belati dan tinju mereka beradu, suara ledakan terdengar keras.


Mo Lor dan Bai En sama-sama tidak mundur, mereka saling menatap satu sama lain dengan intens.


“Tak ku sangka kekuatanmu meningkat pesat,” kata Mo Lor dengan serius.


Bai En langsung mendengus karena merasa di ejek, padahal ucapan Mo Lor tadi sama sekali tidak mengejek.


“Heng,, hanya adik dan keluargaku yang boleh mengejek diriku, jika itu musuh maka kematian yang akan mereka temui,” dengus Bai En kini mulai serius.


Mo Lor yang melihat aura Bai En langsung naik mulai ikut serius, ia juga tak mau kalah, Mo Lor langsung mengeluarkan aura penuhnya.


Dan


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2