Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kepergian Shen Bai dan Yue'er Menuju Benua Menengah ( Dunia Menengah )


__ADS_3

Saat Bai An terlihat dilema memikirkan antara keluarga atau keselamatan benua ini, tiba-tiba Yue'er bertanya, "An Gege ada apa?, kenapa kamu terlihat bingung!" tanya Yue'er yang langsung membuat Bai An terkejut.


Bai An langsung menoleh ke arah Yue'er lalu tersenyum, "Tidak apa-apa, aku hanya memikirkan bagaimana cara orang-orang dunia luar ini!" jawab Bai An sedikit berbohong, ia sebenarnya tidak enak hati berbohong kepada Yue'er. Namun ia telah berjanji pada Shen Bai untuk tidak memberitahu Yue'er tentang apa yang sebenarnya.


Yue'er hanya mengangguk walaupun ia agak curiga. Tapi ia lebih memilih diam.


"An'er kamu tenang saja walaupun informasi yang aku dapat hanya beberapa orang yang setara denganku dan ayahmu datang ke dunia kita. Ayahmu dan keluargamu masih bisa menghadapinya dan aku mendapat info jika Benua Atas kini telah di kuasai oleh orang dunia luar dan hanya orang-orang yang menyebut diri mereka Dewa di Benua Atas belum mereka kuasai. Mereka kini sedang berperang hidup dan mati karena mereka yang menyebut diri mereka Dewa juga cinta damai jadi mereka bersatu untuk melindungi Dunia mereka dari orang Dunia Luar atau bisa disebut Dunia Surgawi karena disana Dunia terbesar dan tempat berbagai macam energi termasuk Qi."


Mendengar penjelasan Shen Bai, Bai An agak tercengang karena ia bilang beberapa namun tidak menyebut jumlah pastinya dan Dunia terbesar ditambah berbagai macam energi.


"Aku dan Yue'er akan ketempat ayahmu dan kau disini selesaikan saja tugasmu terlebih dahulu baru menyusul kami berdua," ucap Shen Bai menambahkan.


Bai An yang tadi merenung kini tersadar saat mendengar itu, ia ingin juga ikut namun apa yang pamannya katakan benar dan ia tidak boleh mementingkan ego nya sendiri.


"Berapa banyak orang yang setara dengan paman dan ayah yang datang?" tanya Bai An karena ia cukup penasaran.


"10 orang yang setara denganku, dan 500 orang dengan tingkat True God berbagai tingkat dan Jutaan orang berbagai tingkat di Alam Immortal!" jawab Shen Bai santai.


Mendengar itu kini Bai An tidak bisa tidak terkejud.

__ADS_1


"Apaaaa...!" Teriak Bai An kini yang bisa mengendalikan dirinya.


"Tenanglah jangan kau terbawa suasana!" ucap Shen Bai, Bai An langsung mengangguk dan mencoba untuk tetap tenang.


Yue'er kini semakin curiga saat mendengar teriakan Bai An dan ingin bertanya namun tidak jadi karena itu bisa semakin merusak suasana. Yue'er hanya berdiri agak jauh terlihat penuh khawatir kepada apa yang terjadi kepada Bai An.


Setelah kembali tenang kini Bai An menatap Shen Bai tajam dan berkata, "Apa yang sebenarnya terjadi? mengapa mereka begitu cepat datang kesini untuk menguasai dunia kita?" tanya Bai An.


Shen Bai hanya menghela nafas mendengar pertanyaan dari Bai An, ia sebenarnya ingin menutup hal ini serapat mungkin tapi Bai An cukup pintar akan hal ini sehingga ia langsung bertanya ke intinya.


"Mereka semua kesini karena Sumberdaya di dunia kita sangatlah berlimpah dan jarang dijarah oleh manusia, hanya itu yang aku tahu saat aku berada di Dunia Surgawi dulu. Tapi ada satu hal yang banyak orang-orang bicarakan dan karena itulah Dunia Surgawi menginfasikan diri mereka ke berbagai dunia untuk menemukan yang mereka cari-cari dari dulu, namun aku tidak yakin akan hal itu karena itu hanyalah sebuah mitos untukku!" jawab Shen Bai.


"Apa itu?" tanya Bai An karena ia tiba-tiba gugup saat mendengar sesuatu yang mereka cari sebenarnya.


Kini Bai An hanya tegang saat mendengar apa yang mereka cari sebenarnya. Dan yang mereka cari itu kini ada didalam tubuhnya.


Shen Bai hanya mengerut melihat kelakuan Bai An, tapi ia tidak terlalu memikirkannya karena menurut Shen Bai itu wajar.


Setelah tenang Bai An mengangguk lalu melirik Yue'er yang kini khawatir kepada dirinya, Bai An langsung menghampirinya dan berkata. "Aku tidak apa-apa Yue'er, hanya saja aku terkejud saat mendengar paman Bai mengajakmu pergi ketempat Ayahku tinggal dan Ayahku ingin bicara secara langsung kepadamu tentang kakekmu, bagaimana ia diserang dulu dan mati."

__ADS_1


Mendengar itu kini tubuh Yue'er bergetar yang dapat dirasakan oleh Bai An hingga Bai An memeluk Yue'er semakin erat, agar ia bisa sedikit tenang.


Namun pikiran Yue'er berbeda jauh dengan Bai An. Yue'er bergetar karena takut bertemu ayah dan ibu mertuanya dan ia takut kalau ditolak oleh ayah dan ibu Bai An. Yue'er terlihat kaku, bingung, ambigu, kini pikiran Yue'er sudah melayang memikirkan cara menghadapi Ayah dan ibu Bai An.


"Kau jangan takut Yue'er, tidak akan terjadi apa-apa dan yang meminta ini adalah orang tua Bai An sendiri, jika kau menolak maka orang tua Bai An akan langsung kecewa padamu."


Tiba-tiba Shen Bai membantu meyakinkan Yue'er, Yue'er langsung merenung mendengar ucapakan dari Shen Bai dan apa yang Shen Bai katakan itu ada benarnya.


Cukup lama Yue'er berpikir dan tak lama kemudian ia mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah Shen Bai dan Bai An yang menatap dirinya.


"Aku akan ikut dengan Guru tapi dengan satu syarat!" ucap Yue'er kepada Bai An. Bai An agak heran namun tetap bertanya, "Apa syaratnya? Yue'er." "Syaratnya adalah jangan sekali-kali An Gege mendekati wanita lain apalagi berpikir mempunyai lebih dari satu istri, jika itu terjadi An Gege akan merasakan akibatnya."


Mendengar itu Shen Bai tertawa dalam hati, sedangkan Bai An tubuhnya tiba-tiba berkeringat dingin dan tubuhnya juga tiba-tiba merinding saat mendengar dan melihat tatapan dari Yue'er jika ia serius dalam mengatakan hal itu.


"An Gege akan berjanji tidak akan berpikir mempunyai istri selain Yue'er. Apalagi mendekati wanita lain itu tidak mungkin terjadi karena Yue'er tahu tugas An Gege disini adalah menyelamatkan Benua ini dari ancaman orang berjubah hitam, bagaimana An Gege bisa bersenang-senang!" ucap Bai An terlihat serius. Namun dalam hatinya berbeda, ya jika ada wanita yang menjadi jodohku selain dirimu Yue'er. Mana bisa An Gege menolak, walaupun An Gege belum tahu apa arti kekasih dan bercinta itu.


Yue'er langsung tersenyum senang dan berlari memeluk Yue'er lalu mencium kening Bai An yang membuat mereka berdua tiba-tiba kaku. Karena mereka tidak pernah melakukan hal ini selama hidup mereka masing-masing.


Skipp... Tak lama kemudian Yue'er berpamitan pergi kepada Bai An. "Apakah An Gege yakin jika aku tidak perlu pamit kepada yang lain?" tanya Yue'er yang dari tadi bertanya itu terus menerus. "Tidak perlu Yue'er, nanti An Gege sendiri yang akan memberitahukan kepergianmu kepada yang lain."

__ADS_1


Yue'er mengangguk lalu sekali lagi memeluk Bai An setelah memeluk Yue'er bersama Shen Bai langsung pergi melesat kelangit dan Shen Bai langsung merobek awan hingga membuat celah dimensin ruang.


Shen Bai dan Yue'er melirik ke arah Bai An terlebih dahulu sebelum masuk kedalam ruang dimensi.


__ADS_2