
“Tuan muda, mereka ada di belakang dan sangat banyak. Aku tidak menduga mereka sebanyak itu,” kata Tu Long dengan semangat.
Bai An menyeringai. “Ayo kita sambut dan tunggu harta kita datang,” kata Bai An langsung melambaikan tangannya.
Bai An, Jing Ling, Tu Long dan De Cang langsung menghilang bertepatan dengan datangnya para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan.
Tap tap..!!
“Mereka cepat sekali menghilang, cepat keluar kejar mereka. Mereka pasti tidak jauh dari luar kota,” kata salah satu Ahli Suci yang pernah Bai An lihat.
Semua pengikut Kaisar Dewa Kegelapan, salah satunya perkumpulan gelap langsung keluar tanpa halangan dari Kota Netral, karena mereka memiliki beberapa anggota yang mereka taruh sebagai penjaga di sana.
Sementara Bai An dan para bawahannya kini sedang bergerak cepat ke arah barat dengan santai.
“Tu Long dan De Cang, kalian berdua jangan terlalu gegabah saat bertarung. Karena pasti ada beberapa ahli suci yang tiba-tiba bergerak menyerang kalian saat aku dan Jing Ling sedang bertarung. Ingat kalian harus waspada,” kata Bai An memperingati Tu Long dan De Cang, karena Bai An tahu jika Tu Long cukup bar-bar dan De Cang memiliki dendam dengan perkumpulan gelap karena menculik adiknya.
Tidak jauh dari jarak Bai An kini Klan Rubah, beberapa ahli suci seperti patriark Iblis Kelelawar dan Raja Manusia sedang bertarung dengan klan Iblis benteng, Ras Binatang dan beberapa ahli suci lainnya yang menginginkan Arak legendaris.
“Heh, kau pengkhianat, aku akan membunuhmu,” teriak patriark klan Ibis kelelawar kepada semua tetua Iblis Kelelawar yang mengkhianatinya.
“Hehe, siapa suruh kau bergabung dengan manusia hina dan klan Rubah yang kami benci,” ejek tetua tersebut.
Patriark klan Iblis Kelelawar langsung mendengus dan menyerang semua tetua tersebut karena terbawa emosi.
“Mati kalian,” teriak Patriark Iblis Kelelawar dengan pedang terhunus ke arah depan beserta aura Panglima Dewa Berlian ⭐ 3 Awal.
Ketiga tetua Iblis Kelelawar yang kekuatan mereka sama yaitu Panglima Dewa Berlian ⭐ 1 Awal langsung menggabungkan kekuatannya untuk menahan serangan Patriark mereka.
Bom..!!
Patriark Klan Iblis Kelelawar langsung mundur 3 langkah, sedangkan ketiga tetua mundur 10 langkah yang berarti terlihat patriark klan Iblis Kelelawar masih lebih unggul.
Sementara patriark rubah kini sedang terluka cukup parah karena ia juga di khianati oleh dua tetua dan beberapa jendralnya. Salah satunya adalah tetua yang sempat beradu mulut dengan Bai An. Alasan mereka karena patriark mereka lebih memilih Bai An dari mereka.
Kini Patriark Monster Rubah dan beberapa tetua yang setia hanya bisa menahan amarah karena kepungan Klan Iblis Banteng dan beberapa ahli suci lainnya.
“Hehe,, kau menyerahlah patriark, biarkan aku menggantikanmu menjadi patriark selanjutnya karena tidak mungkin orang tua itu datang membantumu. Terlebih lagi kekuatannya itu hanya Jendral Dewa saja.” Ejek tetua yang sempat beradu mulut dengan Bai An.
Patriark Monster Rubah langsung menatap tetua tersebut dengan dingin, karena tetua tersebut yang menusuknya dari belakang saat ia sedang bertarung dengan patriark iblis Banteng dan satu tetuanya.
“Kau akan menyesal karena telah berkhianat,” kata Patriark Monster Rubah dengan dingin.
Sementara Raja Kerajaan Manusia terlihat masih baik-baik saja dan sedang mendekat ke arah Patriark Monster Rubah.
__ADS_1
Tap tap..!!
“Kau tenang saja patriark, ia pasti akan datang dan membunuh mereka semua,” kata Raja Kerajaan Manusia dengan yakin.
“Heh,, Seorang Raja Manusia yang menjijikan mengharapkan pria tua bangsat itu datang membantu. Yakin lah bahwa aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri,” teriak tetua iblis klan Banteng dan tetua klan Rubah bersamaan.
Tepat setelah ucapan mereka selesai.
Slash..!!
Kepala tetua klan rubah langsung melayang dengan darah muncrat seperti air terjun.
Sementara tetua iblis klan banteng kedua tangannya terjatuh tanpa ia ketahui.
Akhhh...!!
Semua orang langsung membeku dan sadar setelah teriakan tetua klan iblis banteng.
“Heh,, kalian berdua ingin membunuhku? Menyelamatkan nyawa kalian saja tidak bisa,” kata Bai An menyeringai dan tiba-tiba muncul di tengah-tengah mereka.
Bai An kini melayang seorang diri. Sementara Jing Ling tidak jauh darinya kini sedang bertarung dengan Ras Elf dan di lindungi oleh Gong Tanru.
“Anda akhirnya datang,” teriak Patriark Monster Rubah dan Raja Kerajaan Manusia dengan semangat.
Bai An mendengus dingin. Ia langsung menghilang dan muncul di salah satu tetua iblis klan banteng sambil mengayunkan pedangnya.
Crash..!!
Bai An kembali menghilang dan muncul lagi di depan tetua iblis klan banteng.
Crash..!!
Bleduk..!!
Kepala mereka langsung terjatuh dan menggelinding bersamaan.
Semua ahli suci langsung terpana. Ada yang bergidik ngeri, ada yang tubuhnya bergetar keras.
“Tingkat Raja Dewa,” teriak patriark klan iblis banteng.
Itu adalah tingkatan Dewa Setengah Abadi yang sulit untuk di tembus oleh mereka semua kecuali Dunia Setengah Dewa terkuat. Karena Dunia mereka terkuat di urutan puluhan, lebih tepatnya urutan ke 60 dari 100 urutan Terkuat Dunia Setengah Dewa.
Hanya 10 Dunia Setengah Dewa terkuat saja yang bisa menembus kekuatan Raja Dewa ini, satu tahapan saja sangat sulit untuk di tembus, apalagi satu bintang, karena satu bintang memiliki tahapan Awal, Menengah, Ahir dan Puncak.
__ADS_1
Mendengar teriakan itu, semua ahli suci menelan ludah mereka sendiri. Sementara yang berada di pihak Bai An kini tertawa bahagia.
“Ayo serang mereka, kita mempunyai seorang senior yang telah lama bersembunyi kini mau membantu kita,” teriak Raja Kerajaan Manusia dengan semangat.
Serang...!!! Teriakan para prajurit dan beberapa ahli suci dari berbagai Ras langsung dengan semangat menyerang musuh mereka.
Sementara Patriark klan Iblis Banteng langsung mengeluarkan sebuah token untuk berteleportasi.
Bai An yang melihat itu langsung bergerak cepat.
Slash..!!
Walaupun Bai An terlambat membunuhnya, tapi tangan kanan patriark klan iblis banteng kini terpotong oleh pedang Bai An yang ia sengaja aliri sedikit Energi Semestanya agar tubuh yang terpotong tidak bisa tersambung kembali.
Bai An juga yakin jika patriark klan iblis banteng akan mengamuk karena tangannya tidak bisa tumbuh lagi.
Setelah itu Bai An langsung bergerak membunuh tetua iblis banteng lainnya yang memiliki julukan Iblis Suci, tak lupa juga Bai An mengambil cincin penyimpanan tetua yang ia bunuh.
Bai An juga membunuh tetua iblis banteng yang sempat beradu mulut dengannya. Awalnya Bai An berniat menyiksanya lebih dulu, tapi ia mengurungkan niatnya.
Setelah itu, Bai An langsung bergerak membantu Tu Long dan De Cang yang kini di kepung oleh perkumpulan gelap. Karena tujuan awal Bai An adalah sebenarnya para pengikut Kaisar Kegelapan.
Bai An muncul di depan monster suci yang pernah Bai An lihat.
Dengan cepat Bai An mengayunkan tangan kanannya yang di aliri Energi Semestanya.
“Tebasan Ashura,” gumam Bai An dengan dingin.
Menyadari bahaya, monster tersebut langsung ikut mengayunkan pedangnya.
“Tebasan Kegelapan Tanpa Batas,” teriak monster suci tersebut.
Trank..!!
Saat pedang mereka bertemu, monster suci tersebut langsung melotot dengan tubuh bergidik ngeri.
Crak crak..!!
Crash..!!
Bai An pedang Bai An langsung menghancurkan pedang musuhnya dan membelah dada monster tersebut.
Tapi Bai An tidak berhenti begitu saja, ia sekali lagi mengayunkan pedangnya karena ia tahu para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan sangat kuat dan sulit mati.
__ADS_1
“Tebasan Ashura tingkat kedua,” gumam Bai An. Aura di pedang Bai An berubah seketika.